cover
Contact Name
ROBERT PURBA
Contact Email
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Phone
+6281329494800
Journal Mail Official
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Editorial Address
Linkungan Pasir Asih No. 802-821 RT. 03 RW. 10 Majalengka 45411
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan
ISSN : 22524088     EISSN : 26858002     DOI : https://doi.org/10.56438
PNEUMATIKOS merupakan wadah untuk memublikasikan hasil penelitian teologi, baik penelitian literatur maupun lapangan, yang dilakukan oleh para dosen Sekolah Tinggi Teologi STAPIN Majalengka dan STT lain di seluruh Indonesia. Focus dari Jurnal ini ialah: Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Dogmatika Kristen Historika Gereja Pentakostalisme Teologi Praktika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1: Juli 2021" : 6 Documents clear
Human Disobedience Results in Jealousy and Punishment of God Based on Exodus 20:5 Bobby Kurnia Putrawan
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.013 KB)

Abstract

Humans often break their relationship with God by disobeying them. Humans live according to their own will, so this has an impact on the damage to the relationship between man and God. Seeing this, the author investigates man's disobedience to God and its effects based on Exodus 20: 5. The study used in this research is a biblical study using the expository approach. The purpose of this writing is what constitutes human disobedience and its impact on humans. The result is that human disobedience results in punishment for humans. The purpose of this punishment was to improve God's relationship with the Israelites and to become the foundation of the Israelites' life.
Pertentangan Hati Nurani dan Etika Pelayanan Aprianus Simanungkalit
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.353 KB)

Abstract

Everyone in life will always be faced with various problems. There are light problems and there are difficult problems to deal with. There are people who are so relaxed every time they face the problems that exist, but not a few people who are so panicked about life's problems, some even end their lives. When faced with this problem, the person is required to make the right decision. Making an ethical decision remains a struggle for everyone because making ethical decisions is very difficult, it requires peace of mind and mind. In this discussion, I will discuss the understanding of ethical decisions based on conscience. I think conscience will try to help someone in carrying out an ethical action so that the decision taken is the right decision.Setiap orang hidup akan selalu diperhadapakan dengan beragam persoalan. Ada persoalan yang ringan ada juga persoalan yang sulit untuk dihadapi. Ada orang yang begitu santai setiap menghadapi persoalan yang ada, tetapi tidak sedikit juga orang yang begitu panik menghadapi persoalan hidup bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya. Saat bertemu dengan persoalan itu, orang tersebut dituntut untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat. Mengambil sebuah keputusan etis tetap menjadi pergumulan setiap orang, kare¬na mengambil keputusan etis sangat sulit, dibutuhkan ketenangan hati dan pikiran. Dalam pembahasan ini, saya akan membahas tentang pemahaman keputusan etis berdasarkan hati nurani. Menurut saya hati nurani sampai saat ini akan berusaha membantu seseorang dalam melakukan sebuah tindakan etis, sehingga keputusan yang diambil adalah sesuatu keputusan yang benar.
Misi Gereja dalam Menghadapi Realitas Budaya di Indonesia: Refleksi Markus 16:15 Ayub Rusmanto; Aji Suseno
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.563 KB)

Abstract

This paper discusses contemporary missions related to church planting as part of the implementation of the command of the Lord Jesus in Mark 16:15, “Go into all the world and preach the gospel to all creatures”, which is implemented by planting churches in the reality of contemporary Indonesian culture. The method used in writing this paper is a descriptive qualitative method with a literature approach, the author will describe descriptively the basis of Christian mission and the urgency to review or update the construction and implementation of missions in the reality of contemporary Indonesian culture. If investigating the church's mission is urgent to respond to the Great Commission in preaching the Gospel to the formed Congregation. The results of this paper conclude that the implementation of the church's mission must pay attention to the cultural realities in Indonesia today. Because the mission of the church without paying attention to the context of the recipient will find complications and even failures in carrying out the Great Commission. In this case, an understanding and policy of cultural reality in Indonesia today is needed in accordance with the current context in which the church is present.Tulisan ini mempercakapkan mengenai misi masa kini bersinggungan dengan penanaman gereja sebagai bagian dari implementasi perintah Tuhan Yesus dalam Markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”, yang diimplementasikan penanaman gereja dalam realitas budaya Indonesia masa kini. Metode yang digunakan dalam penulisaa karya tulis ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan, penulis akan menguraikan secara deskriptif tentang landasan misi Kristen dan urgensinya melakukan kajian ulang atau meng-up date terhadap kontruksi dan implementasi misi dalam realitas budaya Indonesia masa kini. Jika menginvitigasi misi gereja merupakan urgensi meresponi Amanat Agung dalam pemberitaan Injil kepada Jemaat yang terbentuk. Hasil penulisan ini disimpulkan dalam implementasi misi gereja harus memperhatikan realitas budaya di Indonesia masa kini. Sebab misi gereja tanpa memperhatikan konteks penerima akan mendapati kerumitan bahkan kegagalan dalam menjalankan Amanat Agung.  Dalam hal ini diperlukan pemhaman dan kebijakan realitas budaya di Indonesia masa kini sesuai dengan konteks kekinian di mana gereja hadir
Hakikat Tuhan pada Sebutan Nama Addonay wegibbôr milkhämâ dalam Mazmur 24:8 Irene Estu Larasati; Priyantoro Widodo
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.224 KB)

Abstract

The name of Allah is an issue that often intersects with dogma. The God who is understood by Christianity is known as YHWH by reading Addonay translated as God in Indonesian using capital letters because this name is very sacred to be called anything. But God wants His creation to know Him, so He introduces His name to His people in various ways by mentioning the essence of the name. This scientific work aims to describe one of the names of God, especially in the book of Psalm 24:8, and the use of the term in several Old Testament books. The research methodology in this scientific work is a qualitative method using an analytical approach to terms and word meanings. God reveals Himself as a mighty God in the war in every event of the battle of the Israelites. God, Himself took over the war to bring victory to His people. What Allah has done makes His people realize that their lives are under the control of Lord Allah, their creator. The use of the name by the Bible refers more to the theological meaning behind the Name, namely His living power. The description of God in the Psalms also proves the opinion that God can be understood as both transcendent and immanent. What the psalmist does is an attempt to understand the transcendent God to be an immanent God based on the life experience of the psalmist.Nama Allah menjadi suatu isu yang sering bersinggungan dengan dogma. Allah yang dipahami kekristenan dikenal dengan nama YHWH dengan dibaca Addonay diterjemahkan sebagai Tuhan dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf kapital karena nama ini sangat sakral untuk sembarang disebut. Namun Tuhan ingin agar ciptaanNya mengenalNya sehingga Ia memperkenalkan namaNya kepada umatNya dengan berbagai cara dengan menye-butkan hakekat dari nama tersebut. Karya ilmiah ini bertujuan mendeskripsikan salah satu sebutan nama Tuhan terkhusus kitab Mazmur 24:8 dan penggunaan istilah pada beberapa kitab Perjanjian Lama. Metodologi penelitian dalam karya ilmiah ini dengan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis istilah dan makna kata. Allah menyatakan diriNya Ia sebagai Allah yang perkasa dalam peperangan dalam setiap peristiwa pertempuran bangsa Israel Allah sendiri yang mengambil alih peperangan sehingga membawa kemenangan bagi umatNya. Apa yang telah dilakukan Allah membuat umatNya menyadari bahwa hidup mereka ada dibawah kendali Tuhan Allah sang pencipta mereka. Penggunaan nama tersebut oleh Alkitab lebih mengacu kepada makna teologis di balik Nama itu, yaitu kuasa-Nya yang hidup.  Penggambaran akan Tuhan dalam Mazmur juga membuktikan pendapat bahwa Tuhan dapat dipahami sebagai pribadi yang transenden dan sekaligus imanen. Apa yang dilakukan oleh para pemazmur merupakan usaha untuk memahami Tuhan yang transenden menjadi Tuhan yang imanen berdasarkan pengalaman hidup pemazmur.
Membangun Sikap Kebersamaan Guru Pendidikan Kristiani di tengah Perilaku Intoleransi Yunida Bawamenewi; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.032 KB)

Abstract

Keadaan bangsa yang majemuk ini, membuat masyarakat yang ada dibangsa ini untuk menerima kemajemukan yang ada terutama bagi guru PAK dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Oleh berbagai keberagaman yang ada di bangsa ini membuat suatu keunikan sekaligus menjadi pemicu konflik sehingga terjadinya perpecahan dan penyerangan dari berbagai belah pihak. Penulisan dalam paper ini, dengan menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan berharap dapat  peserta didik dan masyarakat untuk memiliki jiwa toleransi yang tingggi dalam menjaga kerukunan di bangsa ini, sehingga peran guru PAK sangat penting dalam mengayomi dan mendidik peserta didik agar sejak dini memahami nilai-nilai agama dan mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat sejak sekarang dan seterusnya. 
Karakteristik Hidup Baru dalam Kristus Berdasarkan Perspektif Efesus 4:17-32 Yefta Yan Mangoli
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.015 KB)

Abstract

This study aims to explain the characteristics of the new life in Christ based on Ephesians 4:17-32. This topic is to discuss because there are still many Christians who have never experienced life and have the characteristics of a new life in Christ. The method used in this study is a hermeneutic qualitative method, through strategy description analysis, because the goal to be achieved is the characteristics of a new life in Christ based on Ephesians 4:17-32. The data collection technique used is to collect data through the Bible, books, magazines, web (internet), related to the topic of discussion and data analysis so that researchers can conclude about what is being studied. The result of this research is that every believer must put off a futile life, to be in truth and holiness. This must be a feature and characteristic of a new life that has removed the characteristics of a life that is marked by various useless actions. Thus, people who have received the teachings of the Lord Jesus and experienced the process of living in Christ must imitate the character of Christ and be able to apply and apply the results of his creation as a real change in life through the behavior of daily life. This must be manifest through changes in spiritual, character, attitude, way of thinking, speech and even in all aspects of his actions, both in application with God and with fellow humans.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik hidup baru di dalam Kristus berdasarkan surat Efesus 4:17-32. Hal ini merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena masih banyak orang kristen yang belum mengalami pembaharuan hidup dan memiliki karakteristik hidup baru di dalam Kristus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif hermeneutik, melalui strategi deskripsi analisis, karena tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan karakteristik hidup baru di dalam Kristus berdasarkan surat Efesus 4:17-32. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data melalui Alkitab, buku-buku, majalah, web (internet), yang berkaitan dengan topik pemba-hasan dan menganalisa data-data tersebut sehingga peneliti bisa menyimpulkan tentang masalah yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini ialah bahwa setiap orang percaya harus menanggalkan kehidupan lamanya yang sia-sia, supaya dapat hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Hal ini harus menjadi ciri dan karakteristik hidup baru orang percaya yang telah menanggalkan karakteristik kehidupan lamanya yang ditandai dengan berbagai perbuatan yang sia-sia. Dengan demikian, orang yang telah menerima pengajaran Tuhan Yesus dan mengalami proses pembaharuan hidup di dalam Kristus harus meneladani karakter Kristus, hidup dalam pimpinan Roh Kudus, mampu menerapkan dan mengaplikasikan hasil pembaharuannya sebagai suatu tanda perubahan yang nyata dalam kehidupannya melalui perilaku hidup sehari-hari. Penerapan tersebut harus nyata melalui perubahan rohani, karakter, sikap, cara berpikir, tutur kata bahkan dalam segala aspek tindakannya, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun sesama manusia

Page 1 of 1 | Total Record : 6