cover
Contact Name
Estiyan Dwipriyoko
Contact Email
estiyand@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asep.hidayat.1204@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana Jalan Karapitan 116 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Intermathzo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
ISSN : 26230070     EISSN : 26232154     DOI : -
Core Subject : Education,
INTERMATHZO yang kami artikan sebagai zona tau area antar matematika merupakan Jurnal Pendidikan Matematika yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana. Terbit setahun dua kali, dengan penerbitan pertama kali bulan Juni 2016. INTERMATHZO dijadikan sebagai sarana publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan pemikiran orisinal dari para ahli dan praktisi matematika dan pendidikan matematika. INTERMATHZO terbit dalam edisi cetak dan edisi online.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2019)" : 7 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMK. Syifa Rohmatul Kamilah; Puji Budilestari; Iwan Gunawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.949 KB)

Abstract

Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan menuangkan, menyatakan, menerjemahkan, mengungkapkan, atau membuat model dari ide-ide atau konsep matematika, diantaranya ke dalam bentuk matematis baru yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis menggunakan model PBL dengan berbantuan Geogebra. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X (sepuluh) di SMK Bina Warga tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas X PM 1 sebagai kelas kontrol dan X PM 2 sebagai kelas eksperimen. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tipe uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa; 1) terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan Geogebra; serta 2) peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran konvensional.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pembelajaran Open-Ended pada Siswa SMP Dian Nurul Cahyani; Mumun Syaban; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.241 KB)

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis. Tetapi ditemui di lapangan kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Pemberian soal rutin yang diberikan membuat siswa sulit untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Siswa kurang menyelesaikan soal dengan lancar dan tepat, dan siswa sulit mengeluarkan ide-ide/cara lain dalam mengerjakan soal. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas model pembelajaran open-ended dalam pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kemala Bhayangkari. Data hasil pretest dan posttest kemudial dialaisis menggunakan software SPSS untuk melihat efektivitas model pembelajaran Open-Ended. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa pembelajaran Open-Ended memiliki keunggulan dibandingkan dengan pembelajaran langsung secara signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Agit Giat Gitawati; Elly Retnaningrum; Irma Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.698 KB)

Abstract

Pendidikan menjadi modal utama manusia untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Atas dasar tersebut maka saat ini siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual saja, melainkan siswa juga dituntut untuk mengasah potensinya. Dalam proses pembelajaran matematika terdapat beberapa kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa yaitu salah satunya kemampuan komunikasi matematis siswa, sehingga untuk dapat dikatakan suatu pembelajaran berhasil maka kemampuan siswa harus meningkat, tetapi pada kenyataannya kemampuan komunikasi siswa di SMP tergolong rendah hal ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada guru matematika di salah satu SMP di kota Bandung dan juga dilihat dari hasil ujian tengah semester pelajaran matematika pada tahun ajaran 2018/2019. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa adalah dengan penggunaan model pembelajaranyang melibatkan peran siswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Peneliti menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang pembelajarannya menggunakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Emma Marsaulina; Mumun Syaban; Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.713 KB)

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang ada di setiap jenjang pendidikan, tanpa disadari matematika sering diterapkan dalam menyelesaikan setiap masalah kehidupan. Dalam era globalisasi ini individu dihadapkan harus inovatif, salah satu penunjang inovatif adalah mampu memecahkan suatu masalah. Namun ditemui di lapangan siswa terbiasa oleh soal rutin dan ternyata siswa sulit mengerjakan soal dalam bentuk pemecahan masalah, terlebih dengan kemampuan awal matematis siswa yang berbeda-beda. Tidak sedikit siswa yang merasa kesulitan merencanakan penyelesaian masalah sampai dengan memberikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini ialah menguji efektivitas model pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji anova dua jalur menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis jika diukur berdasarkan kemampuan awal siswa dan model pembelajaran, tanpa menghubungkan keduanya.
Penerapan Model PBLl Berbantuan Media Precalculus untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siska Putri Permatasari; Puji Budilestari; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.484 KB)

Abstract

Pembelajaran adalah kegiatan seseorang mentransferkan ilmu yang dimilikinya atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika disekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran PBL dengan bantuan media Pre Calculus. Metode ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel tidak dilakukan secara acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian berupa soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis tertulis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 22 for windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, terdapat peningkatan dalam hal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus dimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pre Calculus lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan model
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) Verawati Triyani; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.984 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis sangatlah diperlukan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Namun kemampuan dalam pemecahan masalah matematis siswa ternyata masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena jarang di latihnya kemampuan pemecahan masalah siswa saat proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP melalui model pembelajan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan bahwa model CTL dapat Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CTL lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan CTL dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMK Wandy Hanggara; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.703 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting untuk ditingkatkan. Namun sayangnya fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis masih rendah berdasarkan hasil observasi peneliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMK Jurusan Pemasaran di SMK N 3 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitannya adalah siswa kelas X BDP 1 yang berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X BDP 2 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa soal-soal uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 24 for windows. Berdasarkan analisis data, didapatkan kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif meningkat dengan kategori cukup efektif dan kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapat model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional.

Page 1 of 1 | Total Record : 7