cover
Contact Name
Caturida Meiwanto Doktoralina
Contact Email
journallemhannasri@gmail.com
Phone
+6287808067428
Journal Mail Official
jurnal@lemhannas.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lemhannas RI
ISSN : 22528555     EISSN : 28305728     DOI : https://doi.org/10.55960/jlri
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017)" : 12 Documents clear
Perubahan Geopolitik dan Ketahanan Nasional: Sebuah Penjelajahan Teoretikal Kusnanto Anggoro
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.928 KB)

Abstract

Technology has played an important role, even a driving force, in geopolitical changes throughout history. Transportation, communication, information are always at the core of inter-state exchanges such as trade and wars, as well as that of inter-cultural relations amongst societal groups. Technology imposed geographic contraction, shortened distance, and as such at the driving force for social harmony, political order, and national security. In some cases, however, this technological nevessities whack the wall of conservative strategic culture. Indonesia’s strategic culture seems to remain in the shadow of colonial past and/or turbulence domestic during formatting years of the unitary state; and as such strengthen geographic boundary as border rather than bridge to the outside world. Geostrategic conception is therefore inward looking. Challenges abound. While nation building is in essence a long term promotional approach, the challenges of state building in the immediate future of Indonesia is to be a democratic yet responsive, anticipatory state. Form strategic point of view, this requires efficient use national resources and effective exercise of national instruments. Geopolitical changes pose serious challenges to national resilience. A more creative and imaginative reconstitution of national resilience policy, including its integration into national security policy, should enhance the likely for Indonesia to survive, progress, and develop into a modern nation-state.
Geostrategi Indonesia dalam Dinamika Politik Global dan Regional Hari Mulyono
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.715 KB)

Abstract

Dinamika perkembangan politik global dan regional akhir-akhir ini masih diwarnai perebutan pengaruh dan kepentingan antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan Amerika Serikat (AS) di beberapa kawasan, terutama di Asia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya antisipasi dari pemerintah guna mengamankan geostrategi Indonesia dalam dinamika politik global dan regional yang dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka melindungi kepentingan nasional Indonesia, agar proses perjuangan mewujudkan tujuan nasional dalam rangka mencapai cita-cita nasional Indonesia dapat berlangsung aman dan lancar
Pergeseran Sentral Geopolitik Internasional, dari Heartland ke Asia Pasifik Hendrajit Hendrajit
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.199 KB)

Abstract

Perkembangan geopolitik internasional beberapa dekade terahiri ni mengalami perubahan. Ada kecenderungan bergesernya kepentingan negara-negara besar (major powers) ke kawasan Asia Pasifik. Indonesia, yang berlokasi di Asia Pasifik, memiliki geopolitik yang strategis dalam interaksi global, selain posisinya di antara dua samudera dan dua benua yang merupakan peluang betapa besar peran yang bisa dimainkan di panggung internasional, juga memiliki kekayaan alam (SDA) beraneka lagi melimpah ruah. Tulisan ini akan membahas fenomena pergeraseran tersebut dan geopolitic leverage yang dimiliki Indonesia agar dapat memaksimalkan kepentingan nasionalnya.
Dinamika Geopolitik Timur Tengah dan Pengaruhnya terhadap Indonesia Broto Wardoyo
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timur Tengah dikenal sebagai kawasan yang memiliki tingkat instabilitas tinggi. Interaksi antara tiga realitas di level global, regional, dan nasional/lokal di kawasan ini menentukan dinamika geopolitik Timur Tengah. Dalam realitas global, menurunnya pengaruh Amerika Serikat diimbangi dengan semakin menguatnya pengaruh kekuatankekuatan global lainnya. Dalam realitas regional, pertarungan antara kekuatan-kekuatan kawasan—Saudi dan Iran—berinteraksi dengan pertarungan antara Saudi dengan kekuatankekuatan non-negara, baik Sunni maupun Syiah. Di dalam realitas nasional/lokal, pertarungan antar-kelompok—baik berbasis etnis maupun sekte—berlangsung dimana kelompok-kelompok tersebut memiliki kecenderungan untuk melakukan internasionalisasi konflik. Dari dinamika tersebut, ada dua isu yang harus dipahami dengan baik oleh Indonesia untuk menjaga dirinya agar tidak terus-menerus menjadi variabel dependen dari dinamika geopolitik Timur Tengah, yaitu: radikalisme agama dan internasionalisasi konflik.
Brexit, Integrasi Eropa, dan Regionalisme ASEAN Muhadi Sugiono
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.804 KB)

Abstract

Kemenangan Brexit dalam referendum tanggal 23 Juni 2016 yang lalu menimbulkan spekulasi mengenai disintegrasi Uni Eropa. Banyak orang percaya bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan disusul oleh negara-negara anggota Uni Eropa yang lain. Integrasi regional akan berakhir dengan tragis. Seperti halnya gempa bumi yang meluluh-lantakkan apa yang ada di permukaan bumi, Brexit akan menghancurkan tatanan ekonomi dan politik Eropa yang semakin tersentralisir di Brussel dan mengembalikan kedulatan ke masing-masing negara. Tulisan ini tidak menyangkal bahwa keputusan rakyat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa memiliki dampak yang besar bagi Eropa. Memahami Brexit sebagai awal dari disintegrasi Eropa adalah sebuah kesimpulan yang terlalu prematur dan berlebihan. Integrasi regional di Eropa yang telah mengubah interaksi antar negara serta geopolitik di Eropa menjauh dari karakter yang zero-sum terlalu berharga untuk dikorbankan. Tidak ada negara yang siap untuk melakukannya, termasuk Inggris. Bagi ASEAN, Brexit memberikan pelajaran berharga bagi regionalisme yang semakin berkembang di Asia Tenggara.
PERAN INDONESIA DALAM MENJAGA WILAYAH LAUT NATUNA DAN MENYELESAIKAN KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN Yayat Ruyat
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.935 KB)

Abstract

Wilayah Laut Tiongkok Selatan (LTS) merupakan perbatasan bagi beberapa negara, diantaranya Indonesia Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Tiongkok. Karena hal inilah, persengketaan perbatasan di LTS mempunyai dinamika yang cukup tinggi. Dengan berbagai dampak dinamika sengketa di atas, Indonesia kemudian mengambil inisiatif untuk ikut membantu usaha penyelesaian sengketa LTS. Esai ini akan mengeksplorasi dua bahasan utama yaitu bagaimana sebenarnya gambaran umum dari sengketa LTS sehingga menjadi ancaman bagi kepentingan nasional Indonesia dan bagaimana peran Indonesia dalam upaya penyelesaian sengketa tersebut.
Perubahan Geopolitik dan Ketahanan Nasional: Sebuah Penjelajahan Teoretikal Kusnanto Anggoro
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technology has played an important role, even a driving force, in geopolitical changes throughout history. Transportation, communication, information are always at the core of inter-state exchanges such as trade and wars, as well as that of inter-cultural relations amongst societal groups. Technology imposed geographic contraction, shortened distance, and as such at the driving force for social harmony, political order, and national security. In some cases, however, this technological nevessities whack the wall of conservative strategic culture. Indonesia’s strategic culture seems to remain in the shadow of colonial past and/or turbulence domestic during formatting years of the unitary state; and as such strengthen geographic boundary as border rather than bridge to the outside world. Geostrategic conception is therefore inward looking. Challenges abound. While nation building is in essence a long term promotional approach, the challenges of state building in the immediate future of Indonesia is to be a democratic yet responsive, anticipatory state. Form strategic point of view, this requires efficient use national resources and effective exercise of national instruments. Geopolitical changes pose serious challenges to national resilience. A more creative and imaginative reconstitution of national resilience policy, including its integration into national security policy, should enhance the likely for Indonesia to survive, progress, and develop into a modern nation-state.
Geostrategi Indonesia dalam Dinamika Politik Global dan Regional Hari Mulyono
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perkembangan politik global dan regional akhir-akhir ini masih diwarnai perebutan pengaruh dan kepentingan antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan Amerika Serikat (AS) di beberapa kawasan, terutama di Asia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya antisipasi dari pemerintah guna mengamankan geostrategi Indonesia dalam dinamika politik global dan regional yang dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka melindungi kepentingan nasional Indonesia, agar proses perjuangan mewujudkan tujuan nasional dalam rangka mencapai cita-cita nasional Indonesia dapat berlangsung aman dan lancar
Pergeseran Sentral Geopolitik Internasional, dari Heartland ke Asia Pasifik Hendrajit Hendrajit
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan geopolitik internasional beberapa dekade terahiri ni mengalami perubahan. Ada kecenderungan bergesernya kepentingan negara-negara besar (major powers) ke kawasan Asia Pasifik. Indonesia, yang berlokasi di Asia Pasifik, memiliki geopolitik yang strategis dalam interaksi global, selain posisinya di antara dua samudera dan dua benua yang merupakan peluang betapa besar peran yang bisa dimainkan di panggung internasional, juga memiliki kekayaan alam (SDA) beraneka lagi melimpah ruah. Tulisan ini akan membahas fenomena pergeraseran tersebut dan geopolitic leverage yang dimiliki Indonesia agar dapat memaksimalkan kepentingan nasionalnya.
Dinamika Geopolitik Timur Tengah dan Pengaruhnya terhadap Indonesia Broto Wardoyo
Jurnal Lemhannas RI Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timur Tengah dikenal sebagai kawasan yang memiliki tingkat instabilitas tinggi. Interaksi antara tiga realitas di level global, regional, dan nasional/lokal di kawasan ini menentukan dinamika geopolitik Timur Tengah. Dalam realitas global, menurunnya pengaruh Amerika Serikat diimbangi dengan semakin menguatnya pengaruh kekuatankekuatan global lainnya. Dalam realitas regional, pertarungan antara kekuatan-kekuatan kawasan—Saudi dan Iran—berinteraksi dengan pertarungan antara Saudi dengan kekuatankekuatan non-negara, baik Sunni maupun Syiah. Di dalam realitas nasional/lokal, pertarungan antar-kelompok—baik berbasis etnis maupun sekte—berlangsung dimana kelompok-kelompok tersebut memiliki kecenderungan untuk melakukan internasionalisasi konflik. Dari dinamika tersebut, ada dua isu yang harus dipahami dengan baik oleh Indonesia untuk menjaga dirinya agar tidak terus-menerus menjadi variabel dependen dari dinamika geopolitik Timur Tengah, yaitu: radikalisme agama dan internasionalisasi konflik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12