cover
Contact Name
Fandisya Rahman
Contact Email
rahman@unisma.ac.id
Phone
+6285755002445
Journal Mail Official
rahman@unisma.ac.id
Editorial Address
http://riset.unisma.ac.id/index.php/jte/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SCIENCE ELECTRO
ISSN : 23391715     EISSN : 26549492     DOI : -
SCIENCE ELEKTRO adalah sebuah jurnal ilmiah terbitan jurusan teknik elektro Universitas Islam Malang yang berisi tentang ilmu-ilmu teknik elektro baik dalam konsentrasi sistem tenaga listrik, elektronika maupun ilmu-ilmu komputer. penulis jurnal terdiri dari para dosen di lingkungan universitas Islam Malang, mahasiswa serta segenap civitas akademika Universitas Islam Malang.selain itu pengelola juga menerima tulisan dari pihak luar yang sejalan dengan visi dan misi jurnal Science Elektro. jurnal akan terbit setiap 6 bulan sekali.
Articles 148 Documents
Tongkat Navigasi Tunanetra Berbasis Arduino Atmega 328 Menggunakan Sensor Ultrasonik Sulistiyo Sulistiyo; M Taqijjuddin Alawiy; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.635 KB)

Abstract

Penyandang tunanetra sangat mengandalkan indra peraba dan indra pendengaran sebagai penuntun arah gerak jalan. Tongkat adalah salah satu alat bantu yang digunakan oleh penyadang tunanetra akan tetapi penggunaanya masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan penyandang tunanetra Skripsi mengem- bangkan dan membuat alat bantu Tongkat Tunanetra yang lebih efektif mampu membaca dari banyak arah secara otomatis. Cara kerja Tongkat Navigasi Tunanetra pada arah depan berdasarkan sensor depan dibawah 90 cm (0 – 90 cm) buzzer dan motor vibrasi HIGH (ON) dengan durasi 2.0 detik. Dan jika sensor depan membaca penghalang diatas 90 cm (90 – 400 cm) maka buzzer dan motor vibrasiakan LOW (OFF). Pada arah kanan berdasarkan sensor bagian kanan dibawah 60 cm (0 – 60 cm) buzzer dan motor vibrasi HIGH (ON) dengan durasi 1.0 detik. Dan jika sensor kanan membaca peghalang diatas 60 cm (60 – 400 cm) buzzer dan motor vibrasiakan LOW (OFF). Pada arah kiri berdasarkan sensor bagian kiri menentukan jika ada penghalang dibawah 60 cm (0 – 60 cm) buzzer dan motor vibrasi HIGH (ON) dengan durasi 0.6 detik. Dan jika sensor depan membaca peghalang 60 diatas cm (60 – 400 cm) buzzer dan motor vibrasiakan LOW (OFF). Durasi nyala buzzer dan motor vibrasi berbeda-beda agar mempermudah pengguna memahami arah adanya halangan dari depan, kanan, dan kiri. Dari hasil perancangan  dan percobaan yang dilakukan pembuatan prototipe Tongkat Navigasi Tunanetra ini telah bekerja sesuai yang diinginkan dengan harapan agar bisa berguna membantu penyandang tunanetra untuk beraktifitas. Dari 10 kali percobaan yang dilakukan pada protitipeTongkat Navigasi Tunanetra telah bekerja sesuai dengan jarak yang ditentukan dan mendapatkan hasil 100% benar tidak ada eror. Kata kunci :ArduinoUno, HCSR04, Tongkat Navigasi Tunanetra, prototipe
RANCANG BANGUN TIMBANGAN BUAH ANGGUR DIGITAL OTOMATIS BERBASIS WEBCAM MENGGUNAKAN TRANSFORMASI HOUGH Ahmad Ramadlani Mubarrok; - Haryanto; Diana Rahmawati
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 2 (2020): Internet of Things Pada Bidang Elektro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.636 KB)

Abstract

Pengukuran massa benda dengan menggunakan timbangan dapat membantu dan mempermudahkehidupan manusia dalam hal pengukuran massa. Namun dalam beberapa hal masih banyak kekuranganpada timbangan manual misalnya hasil pengukuran yang berbeda dari nilai sebenarnya, cepat rusak, danberkarat. Tujuan pembuatan rancang bangun timbangan buah anggur digital berbasis webcammenggunakan tranformasi Hough adalah mengetahui jenis buah dan bobot buah anggur denganmenggunakan sensor Load Cell secara bersamaan dan akurat. Prinsip kerja alat ini yang pertama, sensorLoad Cell mengirimkan data obyek yang dibaca ke Raspberry Pi sebagai kontroler utama untukmengetahui bobot buah anggur yang kemudian di tampilkan pada LCD, Tahap kedua pendeteksian jenisbuah anggur diproses oleh USB Webcam dengan cara mengambil video dari Webcam selanjunya diprosesmenggunakan metode transformasi hough, find kontur, deteksi obyek, dan tahap terakhir ditampilkanpada LCD. Dari LCD secara langsung menampilkan Output atau keluaran berupa harga, bobot dan jenisobyek yang di timbang. Metode transformasi hough dan find kontur dapat bekerja optimal untukdimanfaatkan dalam pembacaan obyek ketika intensitas cahaya normal tidak kekurangan intensitascahaya ataupun kelebihan. Ketika intensitas cahaya kurang pembacaan obyek kurang maksimal dancenderung gagal terdeteksi. Dan saat intensitas cahaya berlebih pembacaan obyek antara anggur merahdan ungu terdeteksi sekaligus.Kata kunci : Timbangan digital, Trasformasi Hough, Buah anggur, Jenis buah, Bobot buah.
RANCANG BANGUN PEMANAS SUHU KANDANG ANAK AYAM BROILER SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 2560 Muhammad Taufik Hidayat; M Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 10, No 1 (2019): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.528 KB)

Abstract

Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah untuk merancang sebuah pemanas kandang anak ayam broiler secara otomatis agar dapat mengatur suhu lingkungan menggunakan mikrokontroller ATmega 2560(Arduino Mega). Untuk mengetahui suhu lingkungan digunakan sensor LM35 yang berfungsi sebagai pembaca suhu lingkungan sekitarnya. Dari nilai suhu yang di hasilkan oleh sensor LM35 Arduino akan mengatur output PWM yang berfungsi sebagai input AC LIGHT DIMMER. Input AC LIGHT DIMMER berupa nilai PWM yang berfungsi sebagai pengendali tegangan AC, ketika nilai PWM tinggi tegangan AC juga tinggi sesuai dengan keluarkan AC LIGHT DIMMER, sedangkan ketika nilai PWM rendah atau sampai nol tegangan AC bisa rendah. Sistem pengontrollan yang digunakan dapat mengatur suhu yang di inginkan sesuai dengan standar suhu untuk anak ayam broiler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor suhu bekerja cukup baik dengan error 1,69% dan secara keseluruhan sistem pemanas kandang anak ayam dapat bekerja dengan baik.Kata kunci : suhu, pemanas, anak ayam Broiler, sistem Otomatis
ANALISIS SISTEM OTOMATISASI PENYIRAMAN PADA BUDIDAYA PAKCO Alan Duana Putra; M. Jasa Afroni; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 2 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.792 KB)

Abstract

Pakcoy merupakan salah satu tanaman yang digemari oleh petani dikarenakan masa tanam yang pendek dan segera bisa dipanen. Dalam budidaya pakcoy penyiraman dilakukan dengan metode manual yang menggunakan banyak tenaga manusia dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu dalam penyiraman perlu perencanaan penyiraman yang berteknologi dan lebih modern guna menunjang hasil panen yang lebih banyak. Maka dari itu perlu dilakukan pengamatan kelembaban tanah secara real time. Dalam penelitian ini memerlukan sensor sensor dan kontrol untuk menunjang penyiraman yang lebih efisien, yaitu sensor ultrasonik digunakan untuk memonitoring ketinggian air dalam tandon, sensor soil moisture untuk memonitoring kelembaban tanah, sensor water flow digunakan untuk mengukur debit air yang mengalir dan berbagai kontrol seperti motor servo digunakan untuk membuka kran air, dan relay untuk menyalakan pompa air. Data dari sensor tersebut ditampilkan dalam aplikasi Blynk pada android sehingga bisa terpantau darimanapun dan kapanpun. Dalam aplikasi juga bisa digunakan untuk mengontrol penyiraman dari jarak jauh. Dalam penelitian ini menggunakan 3 perlakuan penyiraman pada tanaman yaitu penyiraman menggunakan gembor(P0), penyiraman menggunakan stop kran manual(P1), dan penyiraman menggunakan IoT(P2). Dalam penelitian penggunaan air pada P2 rata rata menghabiskan air 20 liter dan pada P0 menghabiskan air rata rata 30 liter, dan berat rata rata tanaman pada P0, P1, P2 sebesar 159,77 gr, 145,32 gr, 170,32 gr
ANALISIS POTENSI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA KANTOR PT SWABINA GATRA – TUBAN JAWA TIMUR Siti Maria Ulfa; Bambang Dwi Sulo; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.325 KB)

Abstract

Untuk mengatasi KHA yang telah melampaui 80% KHA serta ketidakseimbangan beban perlu dilakukan regrouping. Beban yang telah melampaui 80% KHA diantaranya Ruang Server sebesar 83,9%; Ruang PEP4 sebesar 81,9% dan ruang Istirahat 2 sebesar 95,9%. Serta beban yang memiliki ketidakseimbangan paling besar adalah Pentry yang mencapai 50%. Setelah di regrouping terjadi pembebanan lebih seimbang serta KHA bisa turun dibawah 80%. Ketidakseimbangan menyebabkan rugi-rugi saluran menjadi besar karena pada kawat netral mengalir arus. Selain itu jatuh tegangan yang terjadi pada sisi beban memiliki nilai besar bila dibandingkan jatuh tegangan dengan menggunakan pendekatan perhitungan. Dengan pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada beban Ruang Server pada fasa T sebesar 17 volt. Sehingga dari beberapa hal diatas dapat dicari nilai peningkatan efisiensi energi listrik secara teknis dan konversinya dalam bentuk rupiah.Kata Kunci : rugi – rugi energi, KHA, tegangan
Analisis Pengaruh Beban Tidak Seimbang Terhadap Rele Gangguan Tanah Pada PLN Transmisi APP Malang (Aplikasi GI Sengkaling) M Hasbi Ashshiddiqi; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 1 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.611 KB)

Abstract

Proteksi terhadap sistem kelistrikan serta peralatannya adalah hal yang sangat dibutuhkan. Sistem proteksi berperan penting dalam mendeteksi adanya gangguan dan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan gangguan. Koordinasi sistem proteksi yang baik akan mengisolasi daerah gangguan dan mencegah pemadaman di daerah lain. Pada GI sengkaling terdapat beberapa penyulang dimana penyulang tersebut berfungsi sebagai sarana untuk pendistribusian tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Tetapi dalam kenyataannya penyulang tersebut sering mengalami gangguan, diantaranya adalah gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk melokalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuh persyaratan sensitifitas, keandalan, selektivitas dan kecepatan yang semuanya bergantung pada ketepatan setting peralatan proteksinya. Proteksi yang biasa digunakan untuk penyulang tegangan menengah adalah relai arus lebih (Over Current Relay) dan relai gangguan tanah (Ground Fault Relay), yaitu relai yang berfungsi untuk menginstruksikan pemutus tenaga untuk membuka, sehingga saluran udara tegangan menengah dipisahkan dari jaringan.Data pada penyulang panorama di GI sengkaling terdapat gangguan fasa ke tanah dimana diketahui Ia sebesar 56,50 A, Ib sebesar 59,50 A, dan Ic 82,00 A. Sehingga diketahui arus gangguan yang muncul di netral yaitu sebesar 31,37 A. Dalam hal ini akan dibahas seberapa besar pengaruh ketidakseimbangan beban tersebut terhadap relai gangguan tanah.Kata Kunci : Sistem Proteksi, Relai Gangguan Tanah, Gangguan, GI Sengkaling
ANALISA PEMANFAATAN ROOFTOP ON GRID SOLAR PANEL DENGAN PLN SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER ENERGI LISTRIK PADA RUMAH TINGGAL Hendra Dwi Atmoko; M Taqijuddin Alawiy; sugiono sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 8, No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan energi listrik di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan ketersediaan sumber energi minyak bumi dan batu bara sudah semakin menipis. Hal ini mendorong beberapa pihak melakukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan energi terbarukan sebagai media alternatif sumber energi listrik. Salah satu energi alternatif yang terbarukan adalah energi matahari. Rooftop on grid solar panel merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terhubung langsung ke jala-jala PLN dengan menggunakan perangkat Grid Inverter untuk mengubah arus dan tegangan DC dari modul surya menjadi arus dan tegangan AC di sisi jala-jala PLN. Dari hasil analisa parameter panel surya diketahui bahwa nilai keluaran panel surya sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai fill factor (FF) dan nilai FF paling besar dimiliki oleh monokristalin dengan nilai 0.777 dibandingkan polikristalin dengan nilai 0.765. Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan suhu di sekitar panel surya. Pemakaian kWh selama tahun 2017 adalah 6782.1 kWh yang terdiri dari 5485 kWh pemakaian dari PLN dan 1297.1 kWh pemakaian yang dihasilkan oleh panel surya. Sedangkan pemakaian kWh selama Januari hingga Mei 2018 adalah 2806.7 kWh yang terdiri dari 2335 kWh pemakaian dari PLN dan 471.7 kWh pemakaian yang dihasilkan oleh panel surya. Dari setiap 1 kWh yang dihasilkan oleh panel surya dapat mereduksi CO2 sebesar 1 Kg. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai fill faktor panel surya maka nilai keluaran panel surya juga semakin besar. Nilai efisiensi panel surya paling besar adalah yang berjenis monokristalin dengan nilai efisiensi 15.7 % dibandingkan dengan jenis polikristalin dengan nilai efisiensi 15.2 %. Pada penelitian ini dapat dibuktikan bahwa nilai efisiensi inverter paling besar adalah 93%. Panel surya dapat bekerja secara optimal pada musim kemarau yaitu mulai bulan Mei hingga bulan Oktober, sedangkan pada musim penghujan yaitu mulai bulan Nopember hingga bulan April, panel surya tidak dapat bekerja secara optimal.Kata Kunci : energi, panel surya, inverter, efisiensi, kWh, PLTS, matahari, on grid, listrik
MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA LIMBAH KAYU DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Syaifuddin Muhammad; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 2 (2020): Internet of Things Pada Bidang Elektro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.57 KB)

Abstract

Serbuk gergaji kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap gunauntuk mengurangi pencemaran lingkungan khususnya yang ada di Kabupaten Konawe SulawesiTenggara, di mana serbuk kayu yang sudah di proses menjadi briket, pada sistem pembangkit listriktenaga uap ada hal yang harus di perhatikan yaitu pembakaran briket serbuk kayu, tekanan uap,putaran, dan tegangan listrik yang di hasilkan. Adapun alat yang di gunakan adalah Boiler Pipa Api dimana uap akan menghasilkan berupa tekanan, dari tekanan uap tersebut akan di konversi ke TurbinImpuls Pelton maka akan menghasilkan putaran (RPM), sehingga putaran dari turbin di kopelkan kerotor Generator DC sampai mendapatkan tegangan listrik. Dari penelitian ini menunjukan bahwa hasilEnergi 23.088 kcal/ 1 jam, berbahan bakar dari briket serbuk kayu, boiler menghasikan tekanan 120psi, dari hasil putaran turbin terdapat 1.105 RPM dan Generator maximal hanya mampumenghidupkan beban lampu led DC 6,3 watt, 6,6 watt dan 6,7 watt dan efiseiensi rata-rata yang dihasilkan dari PLTU ini yaitu 56.347%.Kata Kunci : Briket serbuk Kayu, boiler, Turbin, Generator DC.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Cuaca Dan Pengukur Curah Hujan Otomatis Berbasis IoT Blynk Dicky Ardi Pratama; Sugiono Sugiono; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.888 KB)

Abstract

Perancangan alat ini bertujuan untuk monitoring cuaca serta mengukur curah hujan secara realtime. Pembuatan alat ini mengacu pada alat ukur curah hujan konvensional yang biasa dipakai oleh BMKG untuk mengukur curah hujan. Cara kerja alat ini adalah ketika sensor hujan terkena air maka akan mengirim sinyal ADC dan kondisi hujan yaitu ADC <1023 Tidak Hujan, ADC <950 Hujan Ringan, ADC <450 Hujan Sedang, dan ADC <250 Hujan Lebat. Sensor DHT11 akan mendeteksi suhu dan kelembaban udara secara realtime. Untuk penghitung curah hujan menggunakan sensor reed switch dimana sensor akan bekerja ketika magnet pada bucket melakukan jungkitan dan sensor akan berlogika NC (Normally Closed) dan curah hujan akan terhitung 0,20 mm (setelah kalibrasi) dimana nilai tersebut mengacu pada alat ukur hujan konvensional. Untuk mengetahui waktu realtime menggunakan modul RTC Semua hasil pengukuran parameter sensor akan tersimpan pada modul SD Card sebagai Data Logger dengan format .txt dan akan ditampilkan di Aplikasi Blynk. Hasil penelitian selama 7 hari menunjukkan alat dapat bekerja sesuai yang diharapkan, Sensor Hujan dan Sensor DHT11 dapat melakukan monitoring dengan baik, Sensor Reed Switch dapat menghitung curah hujan dengan baik serta pengiriman data dan monitoring ke Aplikasi Blynk berjalan dengan baik.Kata Kunci : Curah Hujan, Alat Ukur Hujan, Data Logger,  Internet of Things
SISTEM PENGAMAN DAN MONITORING MOTOR INDUKSI SATU FASA SECARA ONLINE Nanang Suyoko; M Jasa Afroni; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 1 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.684 KB)

Abstract

Motor induksi satu fasa memiliki beberapa keunggulan, antara lain sederhana, efisien, kuat, dan mudah dalam perawatannya, sehingga menawarkan tingkat keandalan yang sangat tinggi. Seperti mesin lainnya, motor induksi satu fasa membutuhkan perlindungan terhadap kondisi yang berpotensi membuat terjadinya kerusakan ataupun kegagalan. Jika dalam prakteknya motor induksi digunakan untuk menunjang sistem otomatisasi, maka dibutuhkan pemantauan secara kontinu dan otomatis. Salah satu faktor yang berpotensi membuat terjadinya kerusakan atau kegagalan motor induksi satu fasa adalah kelebihan beban yang mengakibatkan arus listrik mengalir melampaui batas amannya. Selain itu terdapat kemungkinan terjadinya vibrasi yang berlebihan ketika motor beroperasi. Tindakan monitoring secara kontinu dan otomatis diperlukan untuk mencegah kedua hal tersebut terjadi, sehingga motor induksi terhindar dari kerusakan yang parah. Penelitian ini mencoba merancang sistem monitoring secara kontinu untuk menjaga besarnya arus listrik yang dipasok ke motor induksi satu fasa serta menjaga besarnya vibrasi yang terjadi. Sistem tersebut akan bereaksi memutus arus listrik yang dipasok ke motor induksi secara otomatis bila salah satu dari kedua kondisi tersebut terjadi, yaitu arus yang terlalu besar ataupun vibrasi yang terlalu besar. Jika sistem telah memutus arus listrik, sebuah pemulihan otomatis (auto-recovery) ditambahkan guna memastikan operasional tetap berjalan ketika kondisi tersebut merupakan kegagalan sementara. Selain sistem monitoring tersebut akan dapat beroperasi secara otomatis tanpa pengawasan operator, pengaturan bisa dilakukan dari jarak jauh menggunakan media IoT (internet of things).Kata kunci: motor induksi, pengaman, monitoring, vibrasi, internet of things

Page 11 of 15 | Total Record : 148