cover
Contact Name
Fandisya Rahman
Contact Email
rahman@unisma.ac.id
Phone
+6285755002445
Journal Mail Official
rahman@unisma.ac.id
Editorial Address
http://riset.unisma.ac.id/index.php/jte/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SCIENCE ELECTRO
ISSN : 23391715     EISSN : 26549492     DOI : -
SCIENCE ELEKTRO adalah sebuah jurnal ilmiah terbitan jurusan teknik elektro Universitas Islam Malang yang berisi tentang ilmu-ilmu teknik elektro baik dalam konsentrasi sistem tenaga listrik, elektronika maupun ilmu-ilmu komputer. penulis jurnal terdiri dari para dosen di lingkungan universitas Islam Malang, mahasiswa serta segenap civitas akademika Universitas Islam Malang.selain itu pengelola juga menerima tulisan dari pihak luar yang sejalan dengan visi dan misi jurnal Science Elektro. jurnal akan terbit setiap 6 bulan sekali.
Articles 148 Documents
Studi Analisa Evaluasi Beban Terhadap Arus Netral dan Losses Transformator Distribusi Area Crusher Di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Mohamad Ali Dimyati; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi, Dalam pembebanan transformator diharapkan nilai beban di masing-masing fasa adalah seimbang. Namun apabila terjadi ketidakseimbangan beban, maka ketidakseimbangan beban yang diijinkan adalah kurang dari 5% (menurut standard IEC). Akibat ketidakseimbangan beban tersebut timbullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah.Setelah dianalisis dalam keadaan operasi maupun tidak operasi, persentase pembebanan yang paling besar terdapat pada ER 1 yaitu 34.4 %, dan diperoleh ketidakseimbangan beban yang terbesar pada ER 9A yaitu 4% (standard IEC dibawah 5%) , dan losses pada transformator rata-rata dibawah 3x10-4 Kwatt dan dapat di pastikan persentase nya juga nilainya pasti sangat kecil. Diharapkan losses yang timbul kecil pula yang berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi transformator serta peralatan listrik yang ada di Area Crusher PT. Semen IndonesiaKata kunci : Ketidakseimbangan, Transformator, Losses
RANCANG BANGUN ALAT PENGAMAN DAN MONITORING FAN PENDINGIN VSD 343RM1MO2 BERBASIS PLC MILLENIUM 3 CROUZET DIPT. SEMEN INDONESIA PABRIK TUBAN Yusup Mashudah; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di PT. Semen Indonesia terdapat equipment 343RM1MO2 yang dilengkapi VSD dengan kapasitas 690KW untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan motor AC dengan kapasitas 500 KW. Peralatan tersebutsering terjadi gangguan yang disebabkan oleh gagalnya sistem pendinginan VSD. Sistem pendingin VSDtersebut menggunakan tipe air cooled yang dilengkapi dengan 2 fan pendingin. Fan pendingin ini hanyadiamankan oleh sebuah main circuit breaker (MCB), dimana MCB ini hanya bekerja saat kondisi arus fanoverload sehingga tidak ada pengaman saat kondisi belitan fan putus. Untuk menyelesaikan permasalahantersebut, maka dibuatkan peralatan pengaman dan monitoring fan pendingin VSD. Alat ini bekerja dengan caramengambil data arus fan pendingin melalui current transduser STWA1AH, kemudian data tersebut dikonversimenggunakan Signal Converter TV-500 sesuai spesifikasi input analog PLC Millenium 3 Crouzet, selanjutnyadata tersebut diolah dan dibandingkan dengan nilai batas arus yang bisa diubah sesuai kebutuhan antara 0 –15A. Sistem pengaman dan monitoring fan pendingin VSD akan memberitahukan ke CCR terkait kondisi fansecara digital, baik alarm ataupun fault dan sekaligus menampilkan data arus pada display PLC yang dapatdigunakan sebagai pedoman pemeliharaan VSD. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui sistem ini mampumenentukan kondisi fan pendingin sesuai dengan batasan arus setting sehingga kerusakan akibat tidakbekerjanya fan pendingin VSD dapat teratasi. Persen kesalahan dari hasil pengukuran pada sistem ini berkisarantara 0 - 3,2% masih sesuai dengan standar IEC 13b-23, dimana nilai kesalahan yang di ijinkan antara 0 - 5%.Kata kunci: pengaman, monitoring, PLC, pendingin, fan.
DETEKSI KERUSAKAN DINI PADA BLADE SCRAPPER (469CS1 DAN 469CS2) DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK. Agung Dani Sulistiawan; Bambang Dwi Sulo; Oktriza Melfazen
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal handling system di area Central Coal Tuban (CCT) harus bisa menjaga ketersediaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan empat pabrik semen di Tuban. Oleh karenanya semua equipment didalamnya termasuk 469CS1 dan 469CS2 harus dapat beroperasi optimal (24 jam/hari), dan frekuensi terjadinya gangguan yang dapat mematikan sistem coal hadling harus diminimalisir.469CS1 dan 469CS2 (Chain Scrapper) merupakan peralatan yang berfungsi untuk memasukkan material tumpah di bawah Apron Conveyor ke dalam sistem transport. Keberadaannya vital untuk menjaga kebersihan area kerja dan menghindari potensi kebakaran akibat penumpukan material. Karena itu equipment Chain Scrapper ini masuk dalam rangkaian interlock system di feeding group. Artinya apabila equipment ini down, maka akan mematikan Appron hopper.Kata kunci : Blade Scrapper, sensor proximity
PERENCANAAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (GPON) DI PERUMAHAN GRIYA SHANTA Avisena Elgaisy; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan jaman dan kebutuhan manusia terhadap informasi khususnya dari Internet, maka kecepatan dan kemampuan mengadaptasi kepasitas menjadi bagian yang sangat penting. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dibutuhkan jaringan akses yang menghubungkan server ke client, gedung satu ke gedung yang lain, Service Provider ke customer yang mampu beroperasi dalam pita lebar (broadband). Jaringan Fiber to The Home (FTTH) merupakan salah satu solusi jaringan akses/ lastmile yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Jaringan FTTH dibangun berbasis kabel fiber optik , secara umum ada dua jenis topologi untuk FTTH yaitu active optical network dan passive optical network. Gigabit Passive Optical Network ( GPON ) adalah teknologi node akses yang diperlukan untuk memberikan layanan multimedia (Voice,data, Video maupun content-content yang lain) bagi pelanggan perumahan maupun bisnis. Hasil yang didapatkan jika menggunakan teknologi akses FTTH dengan topologi GPON adalah Jaringan akses (lastmile) yang mampu mengakomodasi kebutuhan triple play ( Data , Voice , Video ) dengan kecepatan tinggi dan bandwidth yang besar ( Broadband )Kata Kunci : Fiber Optik , FTTH , dan GPON
PERANCANGAN DAN APLIKASI JARINGAN NIRKABEL ETHERNET PADA PLC SLC5/05“ALLEN BRADLEY” DI TRIPPER 243TR1 PT. SEMEN INDONESIA Dwi Agus Widodo; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan komunikasi data antar PLC di 243TR1 yang disebabkan masih adanya masalah pada radio link serial pada jaringan nirkabel berakibat pada terhentinya proses produksi bahan baku di pabrik 3 PT.Semen Indonesia (persero) yang mengakibatkan kerugian yang besar baik berupa tidak tercapainya target produksi ,biaya listrik yang semakin besar maupun kerusakan alat lainnya dampak dari seringnya start dan stop operasional. Pada sistem komunikasi data yang terpasang, menggunakan radio link serial untuk menghubungkan PLC SLC 5/03 (mobile) yang terpasang di tripper 243TR1 yang disebut PLC Master dengan PLC 5/03 yang terpasang di Electrical Room 16C ( base station ) yang disebut PLC Slave. Radio link serial terpasang menggunakan radio SRM 6000 dengan frekuensi 900 Mhz .Radio ini mempunyai kelemahan pada sistem aplikasinya yang tidak dilengkapi dengan kemampuan mengukur seberapa besar sinyal koneksi antar radio ,besaran data kirim dan terima radio serta kemampuan menembus struktur bangunan pada area tripper.Selain itu PLC SLC 5/03 juga sudah mengalami masa discontinue atau tidak diproduksi lagi oleh pabrikan sehingga sangat perlu dilakukan pembaruan sistem PLC dan jaringan nirkabel pada tripper 243TR1.Skripsi ini bertujuan untuk merencanakan dan mengaplikasikan sistem komunikasi nirkabel pada 243TR1 dengan menggunakan radio Ethernet Bullet M5H sebagai penghubung data PLC pengganti sistem lama yakni PLC Allen Bradley SLC 5/05 .Dengan sistem ini pendeteksian sinyal koneksi antar radio dan kecepatan data dan besaran data bisa dideteksi sehingga memudahkan dalam perbaikkan konektifitas antar radio yang dihubungkan . Sehingga permasalahan gagalnya komunikasi antara PLC Master dan Slave di 243TR1 tidak terjadi lagi .Kata Kunci : Sistem komunikasi, nirkabel, Radio Ethernet, PLC Allen Bradley SLC 5/05
AUTOMATISASI WATERSPRAY UNTUK MENGURANGI DEBU PADA PROSES TRANSPORT BATUBARA BERBASIS PLC DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. Pradana Pradana; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengoperasian transport material batubara tidak akan lepas dengan pencemaran debu batubara. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibuatlah sebuah sistem yang disebut waterspray. Cara kerja waterspray sangat sederhana,yaitu menambahkan sebuah pipa air yang berguna untuk menyemprotkan air di lokasi perpindahan batubara seperti pada hopper / tempat perpindahan material batubara dari dump truck ke penampungan sementara kemudian pada chute /tempat perpindahan antar belt serta dipasang di storage batubara. Namun dalam pengoperasiannya masih dikerjakan secara manual,personil di area kerja harus menuju area kerja yang berdebu untuk membuka valve-valve air secara manual. Hal ini cukup berbahaya dikarenakan debu batubara dapat mengganggu penglihatan dan pernafasan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Dampak pada peralatan,jika personil lapangan lupa menutup valve di lapangan dapat menimbulkan belt basah dan air dapat mengalir ke area lorong yang menyebabkan banjir di area bawah tanah. Skripsi ini bertujuan untuk menghilangkan kekurangan-kekurangan pada sistem waterspray dengan mengubah sistemnya dari manual menjadi otomatis. Dengan menambahkan sensor-sensor dan mengatur tata letak sesuai dengan fungsi dan keadaan material. Diharapkan tujuan untuk mengurangi gangguan pada saat operasi bisa berjalan lancar, proses pemeliharaan lebih mudah, alat bekarja dengan optimal, dan hasi produksi meningkat.Kata kunci : Waterspray, PLC Allen Bradley SLC 500, Manual.
Perancangan Aplikasi Penentu Rute Terpendek Perjalanan Wisata di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Dijkstra Muhammad Qomaruddin; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Salah satu tujuan tenpat wisata di Jawa Timur tidak lain adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, dan komersial. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu perangkat lunak penentuan rute perjalanan wisata di Kabupaten Jember berbasis online yang dinamai Jember Guide, dan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata secara mudah. Aplikasi ini akan menghasilkan sistem penentu rute terdekat menuju objek wisata di Kabupaten Jember. Wisatawan akan memperoleh rute beserta lama waktu perjalanan, jarak, dan penunjuk arah jalan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan pemograman Microsoft Visual Basic 2010 dan dibantu dengan Google Maps. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah algoritma Dijkstra yang berfungsi sebagai algoritma mencari jalur terdekat. Dalam uji coba akurasi penentuan waktu perjalanan, dilakukan perbandingan dengan menghitung secara manual menggunakan rumus Kinematika yaitu rumus mengukur Gerak Lurus Beraturan (GLB). Setelah melakukan uji coba perbandingan, peneliti mendapatkan hasil bahwa program menghasilkan waktu yang berbeda 4 menit dari perhitungan manual. Dalam aplikasi ini peneliti juga menyediakan daftar-daftar objek wisata yang sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah Kabupaten Jember. Selain memberi daftar wisata, Aplikasi ini juga menampilkan foto lokasi wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk memutuskan wisata mana yang lebih menarik untuk dikunjungi.Kata Kunci: Kabupaten Jember, Wisata, Dijkstra, Visual Basic. Google Maps.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN PADA BUS 6,3 KV SUBSTATION 2A DAN SUBSTATION 2B DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Suharko Suharko; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik Semen Indonesia Plant Tuban 1 adalah salah satu dari 4 pabrik yang ada di PT. Semen Indonesia yang dalam proses operasinya banyak menggunakan Transformator dan motor yang dilengkapi dengan VSD (Variabel Speed Drive) dan converter yang fungsinya untuk mengatur kecepatan yang membutuhkan tenaga listrik. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal supaya pabrik bisa beroperasi dengan efisien. Jika kita lihat dari komponen biaya produksi, listrik menduduki peringkat dua dari keseluruhan total biaya produksi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya listrik bagi operasional pabrik.Kondisi aktual yang terjadi di lapangan saat ini adalah tegangan di sisi tegangan menengah substation 2B lebih rendah dibandingkan substation 2A. Ketidakseimbangan ini menyebabkan operator mainsubstation kesulitan untuk menentukan tegangan yang harus diberikan untuk line 1. Pengaturan nilai tegangan sumber untuk line 1 dilakukan dengan merubah tap changer trafo 1 mainsubstation. Naik turunnya tegangan sumber akan menyebabkan naik turunnya tegangan di dua substation. Ketika tegangan di substation 2A berada pada nilai nominal, tegangan di substation 2B pasti berada di bawah nominal. Hal tersebut tidak baik untuk operasi peralatan yang terhubung ke substation 2B karena menyebabkan peralatan menarik arus yang lebih besar. Di sisi lain, ketika tegangan di substation 2B berada pada nilai nominal, maka tegangan di substation 2A akan lebih tinggi dari nilai nominal. Hal ini juga berbahaya karena bisa merusak isolasi dan menyebabkan trip overvoltage.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memindahkan tap changer diantara dua trafo di substation 2A dan di substation 2B. Dimana kondisi saat ini yang paling mudah yaitu dengan memindahkan tap changer pada trafo di substation 2B, maka dari itu penulis mengangkat tema studi analisa ketidakseimbangan tegangan di bus substation 2A dan bus substation 2B. Diharapkan hasil dari penelitian dapat berguna dan bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan sehingga tercipta sistem kelistrikan yang handal.Kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan mengubah tap changer substation 2B diposisi 4 akan membuat sama tegangan pada bus substation 2A dan bus substation 2B sehingga bila dinaikkan dan diturunkan tegangan untuk proses operasional pabrik pada trafo line 1 Mainsubstation 1 tidak akan berdampak terjadinya overvoltage maupun undervoltage pada tegangan menengah pada bus substation 2A dan bus substation 2B.Kata Kunci : trip overvoltage, er (electrical room), Substation 2A, Substation 2B, Mainsubstation, Rawmill, Kiln., tap changer.
PROTEKSI TRAFO DISTRIBUSI 20 kV TERHADAP BAHAYA SAMBARAN PETIR DENGAN MENGGUNAKAN LIGHTNING ARRESTER DI GARDU DISTRIBUSI MB 053 PT. PLN (PERSERO) RAYON TUBAN JAWA TIMUR Yosua Yosua Seto Dwi Nugroho; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori perbandingan efek penempatan arrester sebelum dan sesudah FCO sebagai pengaman transformator tiga fasa dari gangguan petir di penyulang Sunan Kalijogo kab. Tuban menjelaskan fungsi dan tujuan yang sama tetapi penempatan berbeda. Lokasi arrester berhubungan dengan wiring arrester dengan transformator dan FCO dimana memiliki tujuan untuk memberikan perlindungan pada transformator dari tegangan lebih. Penempatan lightning arrester yang efektif dapat melindungi transformator dan peralatan pendukungnya dari kerusakan akibat tegangan lebih. Dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi tingkat tegangan gelombang dan arus lonjakan yang terjadi pada setiap sistem seperti kabel arrester, panjang kawat, arrester terpisah yang digunakan di lokasi sistem penangkal, kecuraman dari gelombang datang, kecepatan merayap gelombang dan Tingkat Isolasi Dasar (BIL), sehingga akhirnya didapatkan lokasi yang tepat untuk pemasangan lightning arrester sebagai perlindungan transformator.
Study Drop Tegangan Energi Listrik Pada MDB Utility UHT & SCI di PT.Indolakto Purwosari Pasuruan Imam Suheri; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan sistem kelistrikan saat ini, telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan mengurangi rugi daya dan meminimalkan drop tegangan pada jaringan. Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM) maupun jaringan tegangan rendah (JTR).PT. indolakto Purwosari Pasuruan dalam proses pengolahan susu murni menjadi produk olahan susu, membutuhkan energi listrik untuk pengoperasian alat-alat produksinya. Sehingga pada kontrol operasional alat-alat produksi selalu mengutamakan efisiensi energi listrik. Kendala dilapangan saat ini adalah adanya drop tegangan / drop voltage dan rugi daya pada saluran distribusi antara sumber- LVMDB 4 dengan penerima- MDB Utility UHT dan SCI sebesar 18 volt atau drop 4% dari tegangan sumber. Dari hasil study, terjadinya drop tegangan dan rugi daya pada MDB Utility UHT & SCI ini disebabkan karena adanya penggunaan penghantar yang tidak sesuai dengan kapasitas beban sesuai desain. Sedangkan untuk memperkecil drop tegangan dan rugi daya dapat dilakukan dengan memperbesar luas penghantar..Kata Kunci :Efisiensi energi, Optimalisasi, Drop Tegangan, Rugi Daya