cover
Contact Name
Girinoto
Contact Email
ppm@poltekssn.ac.id
Phone
+6287857581946
Journal Mail Official
infokripto@poltekssn.ac.id
Editorial Address
Pusat PPM Politeknik Siber dan Sandi Negara Jl. Raya Haji Usa, Putat Nutug, Kec. Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16120
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Info Kripto
ISSN : 19787723     EISSN : 29626552     DOI : https://doi.org/10.56706
Jurnal Ilmiah Info Kripto (e-ISSN 2962-6552) dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Siber dan Sandi Negara. Jurnal ini diterbitkan dari hasil penelitian terkini dari berbagai bidang yang terkait dengan Keamanan Siber, Keamanan Informasi dan Kriptologi. Info Kripto terbit pertama kali tahun 2007 melalui versi cetak (p-ISSN 1978-7723). Focus and Scope Info Kripto is a scholarly journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research, innovation, and development in the field of cyber security and cryptography. The scope of this journal covers experimental and analytical research topics include : Information System Security, Network Security, Big Data, Cryptography, Steganography and Crypto analysis.
Articles 73 Documents
Implementasi DSA dengan SHA-512 pada Citra Digital Menggunakan Metode Reversible Image Steganography berbasis PVO Savitri, Arildha Rahma; Adiati, Nadia Paramita Retno; Barmawi, Ari Moesriami
Info Kripto Vol 19 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v19i2.129

Abstract

Distribusi data digital melalui media elektronik rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Untuk menjamin keamanan transmisi, kriptografi digunakan sebagai mekanisme proteksi, tanda tangan digital digunakan untuk memastikan integritas dan otentikasi, sementara steganografi mencegah nilai tanda tangan dikirim secara terpisah. Penelitian ini mengimplementasikan Digital Signature Algorithm (DSA) dengan SHA-512 pada citra digital menggunakan metode reversible image steganography berbasis Pixel Value Ordering (PVO). Keunikan penelitian ini terletak pada pemanfaatan algoritma Scale Invariant Feature Transform (SIFT) untuk mengekstraksi fitur citra sebelum proses hashing, sehingga tanda tangan digital yang dihasilkan lebih tahan terhadap variasi citra. Proses meliputi pembangkitan kunci DSA, ekstraksi fitur citra, hashing dengan SHA-512, penandatanganan digital, serta penyisipan tanda tangan ke dalam citra menggunakan PVO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSA dan SHA-512 dapat diimplementasikan pada citra digital baik jenis Grayscale ataupun RGB tanpa batasan ukuran pixel serta menunjukkan nilai signature yang disembunyikan tidak menyebabkan perubahan apapun terhadap cover-image. Hasil evaluasi performa dan analisis uji ketahanan metode steganografi PVO pada penelitian ini menunjukkan hasil Detection Rate, BPP, MSE, dan PSNR yang cukup baik.
Wacana Media tentang Pengungkapan Data Tanpa Izin di Indonesia: Analisis Frekuensi Kata dan Cloud Rivai, Fathan Aldi
Info Kripto Vol 19 No 3 (2025)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v19i3.127

Abstract

Pengungkapan data secara tidak sah semakin sering terjadi di Indonesia, memunculkan kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi. Fenomena ini menjadi perhatian media untuk membentuk narasi dan menyampaikan perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media mengonstruksi isu data melalui analisis frekuensi kata dan word cloud. Data dikumpulkan dari 212 artikel berita sepanjang tahun 2024 yang berasal dari CNN Indonesia, Detik, Kompas, dan Liputan6. Penambangan kata artikel dilakukan dan dianalisis menggunakan R untuk memperoleh kata-kata dominan yang membentuk narasi media. Hasil menunjukkan bahwa kata “bocor”, “akses”, “jual”, dan “curi” mendominasi pemberitaan, dengan penekanan besar pada tindakan, bukan hanya aktor atau lembaga. Kata kerja muncul lebih sering dibandingkan nama tokoh maupun institusi, menunjukkan bahwa media lebih fokus pada aksi dalam pemberitaan kebocoran data. Visualisasi word cloud memperkuat temuan ini, dengan ukuran kata kerja yang lebih mencolok. Kontribusi penelitian ini memberikan pemahaman terhadap wacana media dalam isu kebocoran data pribadi di Indonesia, dan mengungkap kecenderungan jenis kata yang dominan dimunculkan.
Automasi Forensik Memori berbasis Volatility dan YARA untuk Deteksi Ransomware Andy, Syaiful
Info Kripto Vol 19 No 3 (2025)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v19i3.132

Abstract

Banyaknya insiden serangan malware yang terjadi saat ini, menuntut adanya proses digital forensik yang cepat dan akurat. Penelitian ini mengusulkan teknik automasi forensik file memori untuk triase proses malware, dengan studi kasus sampel memori yang terinfeksi ransomware WannaCry dan Teslacrypt. Metodologi dimulai dengan akuisisi memori dari sistem yang terinfeksi WannaCry dan Teslacrypt. Volatility 3 digunakan untuk mengekstraksi daftar proses dan mengidentifikasi proses mencurigakan atau anomali berdasarkan indikator seperti hubungan parent-child yang tidak wajar, path eksekusi yang tidak semestinya, serta nama proses yang tidak dikenal. Proses mencurigakan kemudian diekstraksi menggunakan kemampuan file dumping Volatility 3. Hasil dump dipindai dengan YARA rule yang tersedia di publik (open source) untuk mendeteksi pola dan tanda malware yang sudah dikenal. Untuk memperkuat hasil analisis, berkas yang terdeteksi di-hash dan diverifikasi lebih lanjut melalui VirusTotal, sehingga dapat dibandingkan dengan basis data antivirus serta intelijen ancaman publik. Semua proses di atas dikemas dalam sebuah shell skrip yang siap dijalankan. Kontribusi utama penelitian ini adalah proses automasi triase proses malicious dengan menjalankan satu skrip. Hasil pengujian pada sampel file memori yang digunakan, skrip ini dapat mendeteksi proses malware dengan cepat (<10 menit) dengan hasil akurasi rata-rata lebih dari 97%, dan efisiensi triase rata-rata kurang dari 3%.