cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 11 (2021)" : 3 Documents clear
Xǐhuān xuéxí hànyǔ: Buku Ajar Bahasa Mandarin Berbasis Pendekatan Kontekstual Nadila Puspita Indria Agustin; Primardiana Hermilia Wijayanti; Lukluk Ul Muyassaroh
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.351 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i112021p1586-1606

Abstract

Abstract: This research aims to develop aMandarin language textbook based on contextual teaching and learning for students at class X senior high school in semester 2. The Mandarin language textbook entitled 喜欢学习汉语 (Xǐhuān xuéxí hànyǔ) was developed to help students and teachers in overcoming the limitations of teaching materials in learning activities. The development useds Research and Development (R&D) methods with ADDIE models, wich consisted of 5 steps, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and then Evaluation. The textbooks were developed regarding the criteria for the development of Mandarin teaching materials. Moreover, the materials were arranged using 7 contextual teaching and learning components, namely Constructivism, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, and Authentic Assessment adapted to the 2013 curriculum. The material of the textbook is equipped by 拼音 (pīnyīn) and its translated version in Bahasa so that it would be easier for students to read 汉字 (hànzì). In addition, they will also study the Mandarin language by linking the learning material with their daily lives. The results showed that a Mandarin language textbook based on contextual teaching and learning for X class senior high school students in semester 2 is suitable to use in Mandarin language learning activities. Keywords: textbook development, Mandarin language, contextual teaching learning Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku ajar bahasa Mandarin berbasis pendekatan kontekstual untuk siswa kelas X SMA semester 2. Buku ajar bahasa Mandarin berjudul 喜欢学习汉语 (Xǐhuān xuéxí hànyǔ) dikembangkan untuk membantu siswa dan guru dalam mengatasi keterbatasan bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE mencakup 5 langkah yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Buku ajar dikembangkan dengan kriteria pengembangan bahan ajar bahasa Mandarin dan materi disusun dengan 7 komponen pendekatan kontekstual yaitu Contructiviismsm, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, dan Authentic Assessment yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Buku ajar bahasa Mandarin berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan ini menyajikan materi yang dilengkapi拼音(pīnyīn) disertai terjemahan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan siswa membaca 汉字 (hànzì) dan mempelajari materi bahasa Mandarin dengan menghubungkan contoh materi yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar bahasa Mandarin berbasis pendekatan kontekstual untuk siswa kelas X SMA di semester 2 ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Mandarin. Kata Kunci: pengembangan buku ajar, bahasa Mandarin, pendekatan kontekstual
Pengembangan Media Komik Digital Echt Spass dengan Tema Schule untuk Pembelajaran Bahasa Jerman Kelas X Puji Indah Lestari; Lilis Afifah
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.895 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i112021p1532-1546

Abstract

Abstract: This research is development research that produces a product in the form of a digital comic application “Echt Spaß” as a German language learning media for students. The purpose of developing comics media is to solve the problem of lack of visualization of German language learning materials. The theme used is Schulleben (school life) which is the material for class X in  even semester. The digital comic application “Echt Spaß” contains learning material in the form of comics, including Grammatik und Wortschatz (grammar and vocabulary), and practice questions are also presented. The development of digital comics is expected to be able to train students’ reading (Lesen), writing (Schreiben), and speaking (Sprechen) skills. The method used in this research is research and development and follows the Richey, Klein, and Nelson type one model. The developer uses a qualitative descriptive data analysis technique with the target user being class X language students at SMAN 1 Gondanglegi Malang. Based on the results of the validation by experts, it can be concluded that the developed media is feasible to use in the learning process. The testing stage also shows a positive result. That is, most students agreed that the “Echt Spaß” digital comic application could help in learning German as a foreign language. Keywords: digital comics; learning media; German language Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa aplikasi komik digital “Echt Spaß” sebagai media pembelajaran bahasa Jerman untuk siswa kelas X. Tujuan dikembangkannya media komik ialah untuk memberikan solusi atas permasalahan kurangnya visualisasi terhadap materi pembelajaran bahasa Jerman. Tema yang digunakan adalah Schulleben (kehidupan sekolah) yang merupakan materi kelas X semester genap. Aplikasi komik digital “Echt Spaß” berisi materi pembelajaran berupa komik yang didalamnya memuat Grammatik und Wortschatz (tata bahasa dan kosakata), selain itu disajikan pula soal-soal latihan. Dikembangkannya komik digital ini diharapkan dapat melatih keterampilan membaca (lesen), menulis (schreiben) dan berbicara (sprechen) pada siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dan mengikuti model Richey, Klein dan Nelson tipe satu. Penulis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan sasaran pengguna yakni siswa kelas X Bahasa SMAN 1 Gondanglegi Malang. Setelah melalui tahap validasi, revisi dan uji coba kelayakan, sebagian besar siswa setuju bahwa aplikasi komik digital “Echt Spaß” dapat membantu mereka dalam proses pembelajaran bahasa Jerman, sehingga produk aplikasi komik digital “Echt Spaß” ini dinilai layak untuk digunakan. Kata kunci: komik digital; media pembelajaran; bahasa Jerman
The Correlation between EFL Students' Use of ICT Level and Their Autonomous Learning Level Devon Evita; Siti Muniroh; Nunung Suryati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.439 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i112021p1479-1493

Abstract

Abstract: Information and Communication Technology is a basic need for life nowadays, including education. Many people believe that ICT can promote students’ autonomous learning. Thus, this study was conducted to find whether ICT usage and autonomous learning are correlated, and to compare the attitudes between Indonesian and Moroccan EFL students. This study used quantitative correlational design. The participants were 97 English Department students of Universitas Negeri Malang. The instrument was a questionnaire with 28 items: 14 questions for ICT usage and 14 (items/questions) for autonomous learning. The data were analyzed using Pearson Product Moment Correlation Coefficient in SPSS 25 application. The findings revealed that ICT usage and autonomous learning are correlated. The other findings are Indonesians EFL students like to have discussions with peers, while Moroccans like to look for information themselves. Moreover, Indonesians have very high self-awareness and low self-confidence, meanwhile Moroccans have very high self-effort and autonomy in planning. This study brings significance to teaching practice to inform how far ICT usage contributes to autonomous learning, especially in the Covid-19 outbreak. The researcher recommended that future researchers widen the participants’ total and use the other variables outside this study’s variables since ICT usage only contributes 22.1% to autonomous learning. Keywords: ICT use; autonomous learning; EFL students Abstrak: Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan kebutuhan dasar di kehidupan jaman sekarang, termasuk pendidikan. Banyak orang percaya bahwa TIK dapat memicu otonomi belajar siswa. Maka dari itu, penelitian ini diadakan untuk menemukan korelasi antara penggunaan TIK dan otonomi belajar siswa serta membandingkan sikap mahasiswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Indonesia dengan Maroko. Penelitian ini menggunakan desain korelasi kuantitatif. Pesertanya adalah 97 mahasiswa jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang. Instrumennya menggunakan kuesioner yang terdiri dari 28 item, 14 untuk penggunaan TIK dan 14 untuk otonomi belajar. Data dianalisis menggunakan Pearson Product Moment Correlation Coefficient pada aplikasi SPSS 25. Hasilnya, penggunaan TIK dan otonomi belajar saling berhubungan. Temuan lainnya yaitu mahasiswa Indonesia suka berkomunikasi dengan teman, sedangkan mahasiswa Maroko suka mencari informasi sendiri. Selain itu, mahasiswa Indonesia memiliki kesadaran diri yang sangat tinggi dan kepercayaan diri yang rendah, sedangkan mahasiswa Maroko memiliki kemandirian dan otonomi perencanaan yang sangat tinggi. Penelitian ini membawa signifikansi pada praktik mengajar karena menginformasikan sejauh mana penggunaan TIK berkontribusi terhadap belajar mandiri, terutama di masa wabah Covid-19. Peneliti merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk memperluas total peserta dan menggunakan variabel lain di luar variabel penelitian ini karena penggunaan TIK hanya berkontribusi 22,1% terhadap belajar mandiri. Kata kunci: penggunaan TIK; belajar mandiri; siswa bahasa Inggris sebagai bahasa asing

Page 1 of 1 | Total Record : 3