cover
Contact Name
-
Contact Email
historia@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historia@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung C5 Lantai 1 Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Historia Pedagogia
ISSN : 2301489X     EISSN : 26849771     DOI : https://doi.org/10.15294/hp
Core Subject : Education,
This journal contains manuscripts from research or conceptual articles in the field of historical education, including studies of the history of historical education, historical education policies, processual aspects of historical learning, and learning innovations.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2019)" : 10 Documents clear
Persepsi Siswa Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah Pada Pokok Bahasan Sejarah Pra Aksara di MAN Blora Dan SMK Muhammadiyah 1 Blora Tahun Ajaran 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34564

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora dan SMK Muhammadiyah 1 Blora tahun ajaran 2016/2017 bahwa peserta didik terkendala beberapa permasalahan terkait dengan pembelajaran sejarah pada materi pra aksara. Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran sejarah pada pokok bahasan sejarah pra aksara (2) Menganalisis persepsi siswa dalam pembelajaran sejarah pada pokok bahasan sejarah pra aksara (3) Menganalisis kendala-kendala dalam pembelajaran sejarah pada pokok bahasan sejarah pra aksara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Tahapan terbagi menjadi sumber data, teknik pengambilan data, uji objektivitas data, teknik analisis data, dan hasil penelitian. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang dilakukan yakni; teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pembelajaran sejarah pra aksara menggunakan ceramah bervariasai dengan media power point dan kertas bergambar, persepi peserta didik mengenai pemahaman materi sejarah pra aksara yaitu sebagian besar tidak begitu memahami materi sejarah pra aksara secara mendalam. Kendala-kendala yang terjadi dalam pembelajaran yaitu guru dan peserta didik mengalami kebingungan ketika melaksanakan pembelajaran sejarah pada kurikulum 2013.
Peningkatan HOTS Kompetensi Gerakan 30 September 1965 Melalui Metode Debat Kelas XII IPS Semester 1 Tahun 2018-2019 di SMA Negeri 1 Tuntang
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui peningkatkan HOTS Kompetensi dalam pembelajaran sejarah kontroversial melalui metode debat pada siswa kelas XII IPS Semester 1 di SMA Negeri 1 Tuntang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode debat dalampembelajaran sejarah kontroversial, diperoleh fakta terjadi peningkatan yang cukup nyata kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII IPS Semester 1 SMA Negeri 1 Tuntang. Nilai rata -rata kelas, sebelum diadakan penelitian sebesar 61,21 dengan ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 42,86%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata kelas naik menjadi 63,78 dengan ketuntasan belajar mencapai 64,29%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 73,64 dengan ketuntasan belajar mencapai 85,71%. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran menunjukan siswa bersemangat mengikuti pembelajaran melalui debat karena debat merupakan sesuatu yang baru bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa metode debat dapat meningkatkan dalam mempelajari materi sejarah yang sifatnya kontroversial, sekaligus dapat mengubah perilaku siswa kearah yang lebih positif.
Model pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Permainan Card Sort Untuk Meningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Sejarah Materi Peradaban Awal Dunia Bagi Siswa Kelas X IPS 1 SMAN 1 Wonogiri
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34569

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model discovery learning berbantuan permainan card sort dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sejarah materi peradaban awal dunia bagi siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Wonogiri pada semester 2 tahun 2018/2019. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti memilih tempat penelitian di kelas X IPS 1 SMAN 1 Wonogiri tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMAN 1 Wonogiri tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 36 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Hasil penelitian mampu menjawab rumusan masalah, mencapai tujuan penelitian dan menjawab hipotesis tindakan yaitu : (1) terjadi peningkatan keaktifan belajar bila dibandingkan antara kondisi awal dengan kondisi akhir, hal ini dapat dilihat dari (a) jumlah siswa yang tidak aktif dari 2 menjadi 0; (b) jumlah siswa yang kurang aktif dari 17 menjadi 0; (c) jumlah siswa aktif dari 16 menjadi 32; jumlah siswa sangat aktif dari 1 menjadi 4. (2) terjadi peningkatan hasil belajar hal ini dapat dilihat dari (a) jumlah siswa tidak tuntas KKM dari 9 menjadi 0; (b) jumlah siswa tuntas KKM dari 27 menjadi 36; (c) terjadi peningkatan prosentase ketuntasan KKM dari 75% menjadi 100%; (d) terjadi peningkatan nilai terrendah dari 40 menjadi 75; (e) terjadi peningkatan nilai tertinggi dari 90 menjadi 100; (f) terjadi peningkatan rerata kelas dari 78 menjadi 86.
Peran Guru Sejarah Dalam Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Pada Pokok Pembahasan Proklamasi Kemerdekaan Di SMA Teuku Umar Semarang
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34571

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui implementasi pembelajaran sejarah dalam pokok bahasan proklmasi kemerdekaan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme siwa SMA Teuku Umar Semarang. 2) Mengetahui peran guru sejarah dalam menumbuhkan nasionalisme pada pokok bahasan proklamasi kemerdekaan di SMA Teuku Umar Semarang. 3) Mengetahui hambatan-hambatan yang di hadapi guru dalam menumbuhkan rasa nasionalisme pada pokok pembahasan proklamasi kemerdekaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Kualiatif deskriptif yaitu sebuah penelitian yang menekankan kepada sebuah narasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tenik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 5 orang di antara 4 orang peserta didik yang terdiri dari kelas XI IPA dan 1 orang guru pelajaran sejarah sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Guru Sejarah Dalam Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Pada Pokok Pembahasan Proklamasi Kemerdekaan di SMA Teuku Umar Semarang. 1) Dalam penggunaan media dan metode pembelajran yang sejatinya adalah penujang dalam pembelajaran dan sebagai alat untuk mempermudah pendidik dalam menyampaikan pesan dan tujuan dalam pembelajaran tidak dioptimalkan dengan baik.2) Peran guru sebagai pembimbing belum berjalan dengan baik, contohnya dalam tingkah laku peserta didik yang kurang sopan kepada guru. 3) hambatan yang dihadapi guru berupa estimasi waktu yang sedikit dan juga materi yang sanagat banyak. Saran, Guru hendaknya dapat mengontarol kelas agar peserta didik dapat terkendalikan dan pembelajaran dapat terwujud tujuan utamanaya dan guru juga harus dapat memiliki kewibawaan agar peserta didik menjadi guru sebagai panutan.
Implementasi Nilai Persatuan di SMA Negeri 1 Lasem Pada Siswa Kelas XI IPS Tahun Ajaran 2017/2018 Pokok Bahasan Materi Sumpah Pemuda
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai persatuan di SMA Negeri 1 Lasem pada siswa kelas XI IPS pokok bahasan materi sumpah pemuda, untuk megetahui faktor pendorong dalam implementasi nilai persatuan pada siswa kelas XI IPS, dan untuk megetahui faktor penghambat dalam implementasi nilai persatuan pada siswa kelas XI IPS. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian campuran dengan bentuk tipe notation. Pada strategi ini, pencampuran (mixing) terjadi pada tahap interpretasi dan pembahasan. Berdasarkan hasil analisis, Implementasi nilai persatuan telah dilakukan di SMA Negeri 1 Lasem kelas XI IPS pokok bahasan materi sumpah pemuda yang dilakukan pada saat pembelajaran dengan menekankan pada materi pembelajaran dan kemudian dipertegas dengan cara memberikan contoh perilaku nilai persatuan pada saat pembelajaran dengan hasil indikator kepedulian yaitu sebesar 80%, indikator kekompakan 71% dan indikator menghargai perbedaan sebesar 76%. Faktor pendorong implementasi nilai persatuan adalah kondisi sosial budayanya yakni bahasa, bahasa yang halus/lembut dan bahasa yang kasar/ keras. Faktor penghambat implementasi nilai persatuan yakni ketidak sadaran siswa terhadap penerapan nilai persatuan yang dilakukan oleh guru di dalam kegiatan pembelajaran.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan Media Film Dokumenter pada Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Wuryantoro
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media film dokomenter pada pembelajaran sejarah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar. Metode penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan prosedur penelitian yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 SMAN 1 Wuryantoro sejumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatakan kemampuan berpikir kritis siswa dapat pada setiap siklusnya. Kemampuan berpikir kritis pada kondisi awal menunjukkan rata-rata sebesar 66,21 dengan ketuntasan klasikal mencapai 44,83%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I kemampuan berpikir kritis meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 69,57 dengan ketuntasan klasikal mencapai 62,07%. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata sebesar 78,62 dengan ketuntasan klasikal 89,66 %. Peningkatan nilai hasil belajar dapat diamati setiap siklus yaitu hasil belajar pada kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata sebesar 64,17 dengan ketuntasan klasikal mencapai 27,59%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 69,52 dengan ketuntasan klasikal mencapai 62,07%. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata sebesar 76,03 dengan ketuntasan klasikal 93,10 %.
Hambatan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Inovatif Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMP Negeri 3 Magelang
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34597

Abstract

Tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mengetahui dan mengkaji mengenai pemahaman guru terhadap model pembelajaran inovatif, (2) Untuk mengetahui dan mengkaji penerapan model pembelajaran inovatif oleh guru pada mata pelajaran IPS, (3) Untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran Sejarah dengan menggunakan model pembelajaran inovatif, (4) Untuk mengetahui dan mengkaji berbagai upaya guru untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain analisis deskriptif. Informan dari penelitian ini adalah guru sejarah kelas VIII dan siswa di SMP Negeri 3 Magelang. Data penelitian dianalisis dengan analisis interaktif dengan meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru IPS mengenai model pembelajaran inovatif adalah model yang menarik bagi siswa, dan dapat mengembangkan kreativitas siswa, (2) Penerapan model pembelajaran inovatif hanya dilaksanakan guru kelas VIII H dengan menerapkan model Mind Mapping, dan Make a Match ketika mengampu kelas VII, serta kelas VIII B dan E guru pernah menerapkan model Role Playing. Namun langkahlangkah penerapan model tersebut tidak tertuang dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (3) hambatan yang terjadi pada guru adalah penguasaan materi yang kurang, merangkap dua posisi di sekolah, dan pemahaman model inovatif yang masih terbatas, (4) upaya mengatasi hambatan tersebut adalah guru mengikuti pelatihan MGMP dan guru mencari sintaks model inovatif pada buku maupun internet.
Kesadaran Sejarah Siswa SMAN 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Terhadap Eksistensi Pasar Gedhe Sebagai Bangunan Peninggalan Sejarah
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34598

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menganalisis pemahaman siswa SMAN 2 Surakarta terhadap eksistensi Pasar Gedhe sebagai bangunan peninggalan sejarah, 2) menganalisis sikap siswa SMAN 2 Surakarta terhadap eksistensi Pasar Gedhe sebagai bangunan peninggalan sejarah, dan 3) menganalisis upaya Pemerintah Kota Surakarta untuk menjaga eksistensi Pasar Gedhe sebagai bangunan peninggalan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi dengan lokasi di SMAN 2 Surakarta dan menggunakan siswa sebagai subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang mencankup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Kesadaran sejarah siswa SMAN 2 Surakarta jurusan IPA terhadap Pasar Gedhe menunjukkan bahwa mereka baru sebatas mengetahui Pasar Gedhe namun belum adanya implementasi dalam rasa memiliki dan menjaga Pasar Gedhe sebagai bangunan peninggalan sejarah. 2) Siswa berlatar belakang jurusan IPA menunjukkan sikap acuh tak acuh dan belum ada kepedulian terhadap Pasar Gedhe. Sedangkan siswa jurusan IPS memiliki sikap menghargai, peduli dan mengapresisasi bangunan Pasar Gedhe, dan 3) Upaya pemerintah kota Surakarta yaitu melakukan revitalisasi Pasar Gedhe guna membangun citra Pasar Gedhe sebagai pasar tradisonal yang bersih, aman dan nyaman, rutin mengadakan diklat dan pelatihan untuk petugas maupun pedagang mengenai penataan Pasar Gedhe, serta menjadikan Pasar Gedhe sebagai pusat edukasi, wisata dan ekonomi.
Pembelajaran Sejarah di Kelas XI SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara keseluruhan tentang proses pembelajaran sejarah di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Hal yang menjadi fokus kajian adalah perencanaan, implementasi, sikap nasionalisme siswa dan kendala Guru dalam melakukan pembelajaran sejarah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan model Kualitatif-Evaluatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1) Proses perencaaan pembelajaran sejarah yang dilakukan di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang kurang lebih sama seperti yang diterapkan di SMA lainnya, prosesnya adalah mempersiapkan RPP sesuai Prota dan Promes, mempersiapkan materi dan media pembelajaran, mempersiapkan video tentang nasionalisme dan mempersiapkan evaluasi pembelajaran. Hal ini sudah cukup ideal untuk sebuah pembelajaran yang efektif dan terstruktur. 2) Implementasi pembelajaran sejarah nasionalisme Indonesia menunjukan bahwa Guru menggunakan beberapa variasi dalam memanfaatkan metode pembelajaran yang ada. 3) Sikap nasionalisme di kalangan siswa SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang dalam hal kebanggaan menjadi bangsa Indonesia, rela berkorban, menerima kemajemukan dan bangga kepada budaya Indonesia, dan menghargai jasa para pahlawan secara keseluruhan sudah tumbuh di kalangan siswa.
Persepsi Siswa Tentang Toleransi dalam Pembelajaran Sejarah SubMateri Indonesia Masa Hindu-Buddha Pada Kelas X SMK Al-Asror Semarang
Historia Pedagogia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v8i1.34600

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan persepsi siswa tentang toleransi dalam pembelajaran sejarah Indonesia masa Hindu-Buddha serta mendeskripspikan implementasi toleransi dalam kehidupan seharihari oleh siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Fokus penelitian dalam penelitian ini terdiri dari dua fokus yaitu persepsi siswa tentang toleransi dan pembelajaran sejarah submateri pokok Indonesia zaman HinduBuddha (Kerajaan Majapahit). Sumber data diperoleh dari informan, kajian dokumen dan observasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Adapun model analisis data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini berupa (1) proses pembelajaran sejarah sebatas penyampaian materi tanpa adanya penekanan nilai yang dapat diambil oleh siswa, (2) siswa memiliki persepsi positif tentang pembelajaran sejarah submateri Indonesia masa Hindu-Buddha (Kerajaan Majapahit) dalam menumbuhkan toleransi, (3) siswa menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah baru mencapai tahap penyampaian materi secara operasional, siswa memiliki pandangan yang positif serta mengimplementasikakn toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 10