cover
Contact Name
-
Contact Email
historia@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historia@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung C5 Lantai 1 Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Historia Pedagogia
ISSN : 2301489X     EISSN : 26849771     DOI : https://doi.org/10.15294/hp
Core Subject : Education,
This journal contains manuscripts from research or conceptual articles in the field of historical education, including studies of the history of historical education, historical education policies, processual aspects of historical learning, and learning innovations.
Articles 40 Documents
Penerapan Model STAD dengan Media Audio Visual Pada Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS 3 SMAN 1 Wuryantoro Tahun Ajaran 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan model kooperatif STAD dengan media audio visual pada pembelajaran sejarah dapat meningkatkan hasil belajar. Metode penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan prosedur penelitian yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPS 3 SMAN 1 Wuryantoro sejumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa aspek pengetahuan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 70,90 dengan ketuntasan klasikal 65,52%, pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 78,10 dengan ketuntasan klasikal 89,66%. Hasil belajar aspek ketrampilan produk yang diperoleh siswa pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata sebesar 74,14 dengan ketuntasan klasikal sebesar 75,86%, dan aspek ketrampilan presentasi mendapatkan nilai rata-rata 72,59 dengan ketuntasan klasikal 75,86%, pada siklus II aspek ketrampilan produk mendapatkan nilai rata-rata sebesar 76,55 dengan ketuntasan klasikal sebesar 86,21% dan aspek ketrampilan presentasi mendapatkan nilai rata-rata sebesar 75,86 dengan ketuntasan klasikal sebesar 89,66%. Penerapan model kooperatif STAD dengan media audio visual pada pembelajaran sejarah dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk Handout Mengenai Kesultanan Cirebon Berbasis Sejarah Cirebon Pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 7 Cirebon
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui kebutuhan siswa terhadap pengembangan bahan ajar berbentuk handout mengenai Kesultanan Cirebon, 2) Menganalisis pengembangan bahan ajar berbentuk handout mengenai Kesultanan Cirebon, 3) Menganalisis penilaian ahli materi, ahli media, dan siswa terhadap pengembangan bahan ajar berbentuk handout. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reserach and Development) yang bertumpu pada sebuah produk dengan tahapan yaitu: 1) Studi pendahuluan, 2) Pengumpulan data, 3) Desain produk, 4) Validasi produk, 5) Revisi produk, 6) Produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tidak adanya bahan ajar yang dapat mendukung pemahaman lebih tentang Kesultanan Cirebon, 2) pengembangan bahan ajar berbentuk handout mengenai Kesultanan Cirebon, dimulai dengan menganalisis kurikulum, penentuan judul handout, dan mengumpulkan bahan referensi, membuat desain isi, validasi produk, dan revisi produk, hingga tercipta produk yang sesuai, dan 3) berdasarkan hasil validasi, dari ahli media mendapat 79% dan ahli materi mendapat sebesar 63%. Dari hasil penilaian siswa sebagai pengguna mendapat 82,75%. Sehingga keseluruhan hasil validasi memperoleh prosentase 71% dan berada dalam kategori baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarah melalui Pemanfataan Museum Ranggawarsita Materi Pokok Akulturasi Budaya Lokal dan Islam di Indonesia Kelas X IPS 1 SMAN 12 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah melalui pemanfaatan Museum Ranggawarsita sebagai sumber belajar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi hasil budaya Islam di Indonesia kelas X IPS 1 SMAN 12 Semarang Tahun ajaran 2016/2017. Pembelajaran ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan satu kali pertemuan. Subyek pembelajaran ini adalah peserta didik kelas X IPS 1 SMAN 12 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan motivasi dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II, pada siklus I rata-rata motivasi 49,67 dengan kriteria sedang dan siklus II diperoleh rata-rata 82,19 dengan kriteria tinggi dan rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 71,67 dengan ketuntasan klasikal 55,56% dan mengalamai peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata 81,39 dengan ketuntasan klasikal 86,11%
Laser Sebagai Upaya Meningkatkan Aktifitas Belajar dan Kesadaran Sejarah di SMAN 1 Boja
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) laser sebagai upaya meningkatkan aktifitas belajar dan kesadaran sejarah di SMAN 1 Boja, dan (2) hasil atau dampak dari pelaksanaan Laser. Berbagai data merupakan pengalaman pelaksanaan proses mengajar sejarah di SMA Negeri 1 Boja dalam bentuk best practice. Pengalaman selama mengajar dengan menggunakan Laser terdiri mengunjungi situs peninggalan hindu-budha, melestarikan peninggalan Hindu-Budha, memberikan kegiatan yang bermakna, perolehan kompensasi sebagai bentuk penghargaan yang diterima oleh peserta didik sebagai akibat dari aktivitas-aktivitas pembelajaran. Dampak dari pelaksanaan program pengembangan sekolah melalui lawatan sejarah adalah: (1) menganali situs Hindu-Budha di sekitar Boja (2) tumbuhnya kesadaran pelestarian peninggalan Hindu-Budha, (3) tumbuhnya karakter peduli terhadap peninggalan hindu budha dengan aktifitas dan berfikir sejarah atau historical minded dan kegiatan bermakna, serta (4) adanya pemberian penghargaan bagi yang berprestasi. Berdasarkan pengalaman ini direkomendasikan agar : (1) guru sejarah menjalin kerjasama, kebersamaan, dan keterbukaan dalam kegiatan untuk membahas upaya memperbaiki proses pembelajaran sejarah. (2) sekolah perlu membentuk team work untuk mewujudkan sekolah berprestasi termasuk dari mata pelajaran sejarah. (3) guru memberikan kesadaran kepada peserta didik untuk ikut melestarikan situs peninggalan Hindu-Budha di Boja.
Model Pembelajaran Kolaboratif Kunjungan Wisata Sebagai Upaya Penanaman Nilai-Nilai Perjuangan Trunajaya Kepada Siswa SMA
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lunturnya rasa nasionalisme kian menjadi keprihatinan bangsa saat ini. Jika kenyataan buruk tersebut terus berlangsung, berarti pembelajaran Sejarah di sekolah telah gagal. Hal ini dikarenakan pembelajaran sejarah yang berperan paling besar dalam pelestarian nilai-nilai kebangsaan, kepahlawanan, dan penanamannya disetiap jiwa siswa. Adapun salah satu materi yang tepat untuk menanamkan rasa nasionalime adalah pengenalan perjuangan Trunajaya. Hal ini dikarenakan perjuangannya tidak bersifat kedaerahan. Tujuan yang hendak dicapai melalui karya tulis ini adalah: 1) Mengetahui bahwa model pembelajaran kolaborasi berbasis kunjungan wisata tepat diterapkan pada pembelajaran Sejarah bermaterikan perjuangan Trunajaya; 2) Mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan model pembelajaran kolaboratif berbasis kunjungan wisata materi sejarah perjuangan Trunajaya agar dapat secara optimal menjadi alat penanaman nilai-nilai perjuangan. Berdasar pengkajian dapat disimpulkan : 1) Model pembelajaran Kunjungan Wisata merupakan model pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran yang bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan Trunajaya kepada siswa SMA; 2) Dalam penerapannya, model pembelajaran Kunjungan Wisata perlu dikolaborasikan dengan model pembelajaran lain untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Materi Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Praaksara Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMKN 1 Wonosobo
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) pembelajaran kooperatif tipe SAVI berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar sejarah siswa pada kelas eksperimen, (2) hasil belajar sejarah siswa pada kelas kontrol yang tidak menerapkan pembelajaran kooperatif tipe SAVI, (3) hubungan antara pembelajaran kooperatif tipe SAVI dan hasil belajar sejarah siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Wonosobo pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa kelas X SMKN 1 Wonosobo dengan sampelnya kelas X TKJ 2 (kelas eksperimen), dan X PM 1 (kelas kontrol). Teknik sampling yang digunakan adalah teknik nonprobabilitas, yaitu purposive sampling. Variabelnya yaitu hasil belajar siswa (variabel dependen) dan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI (variabel independen). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes terstandar (standardized test) yang merupakan kategori tes prestasi atau achievement test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa rata-rata hasil pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 31,875 dan 32,88. Hasil posttest kelas eksperimen setelah diberi perlakuan melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Somatic, Auditory, Visualization, and Intellectually (SAVI) memiliki rata-rata sebesar 79,875 dengan persentase ketuntasan siswa klasikal sebesar 81,25%. Hasil posttest kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan memiliki rata-rata sebesar 70,13 dengan persentase ketuntasan siswa klasikal hanya sebesar 34,375%.
Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Berbentuk Booklet Pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dalam Upaya Peningkatan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMA N 1 Kertek Tahun Ajaran 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Menghasilkan dan menganalisis bahan ajar sejarah berbentuk booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dikembangkan di SMA N 1 Kertek. (2) Mengetahui dan menganalisis kelayakan bahan ajar sejarah berbentuk booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, praktisi, dan respon peserta didik. (3) Mendeskripsikan keefektifan penggunaan bahan ajar sejarah berbentuk booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilihat dari rata-rata minat belajar peserta didik di SMA N 1 Kertek. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan berbentuk quasi experimental yaitu nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar sejarah berbentuk booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia antara lain: (1) Pengembangan bahan ajar sejarah berbentuk booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan 3 tahap utama, yakni tahap studi pendahuluan, pengembangan, dan evaluasi. (2) Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, booklet layak untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah. (3) Booklet Proklamasi Kemerdekaan Indonesia efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA N 1 Kertek.
Penanaman Sikap Nasionalisme dalam Pembelajaran Sejarah Pada Siswa SMK PGRI 01 Semarang
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendiskripsikan mengenai peran guru sejarah dalam menanamkan sikap nasio nalisme pada siswa SMK PGRI 01 Semarang, (2) mendiskripsikan mengenai peran budaya sekolah dalam menanamkan sikap nasio nalisme pada siswa SMK PGRI 01 Semarang, (3) menjelaskan mengenai hambatan-hambatan dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa SMK PGRI 01 Semarang. Dalam mengkaji penanaman sikap nasionalisme dalam pembelajaran sejarah pada siswa SMK PGRI 01 Semarang, peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Strategi dalam penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran guru sejarah dalam menanamkan nilainilai sikap nasionalisme pada pembelajaran sejarah di SMK PGRI 01 Semarang sudah berjalan dengan baik. Beberapa sikap nasionalisme yang ditanamkan guru pada pembelajaran sejarah tersebut di antaranya bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air dan bangsa, rela berkorban demi bangsa, menerima kemajemukan, bangga pada budaya yang beragam, menghargai jasa para pahlawan dan mengutamakan kepent ingan umum. (2) Budaya sekolah yang ada di SMK PGRI 01 Semarang sudah cukup mendukung dalam penanaman sikap nasionalisme pada siswa. (3) Hambatan yang dihadapi guru sejarah dalam upaya penanaman sikap nasionalisme terdiri dari kurangnya kerjasama antar guru dalam proses penanaman nasionalisme dan dalam kegiatan pembelajaran, siswa kurang fokus dalam pembelajaran
Pemanfaatan Benteng Fort Willem I sebagai Sumber Belajar Sejarah Pada Pokok Bahasan Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Kelas XII SMA Kanisius Ambarawa Tahun Ajaran 2017/2018
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk melaksanakan pembelajaran sejarah dengan berlakunya KTSP, salah satunya yaitu memanfaatkan sebuah situs. Pemanfatan Benteng Fort Willem I sebagai sumber belajar sejarah merupakan bentuk pemecahan masalah dalam pembelajaran sejarah yang hanya menggunakan metode konvensional. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah pemanfaatan Benteng Fort Willem I sebagai sumber belajar 2) Apa kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa? 3) Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran pemanfaatan benteng Fort Willem 1?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan benteng Fort Willem I sebagai sumber belajar, kendala-kenala yang dihadapi oleh guru dan siswa serta respon siswa ketika pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, berfokus pada pemanfaatan Benteng Fort Willem I sebagai sumber belajar. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini benteng Fort Willem I sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah: 1. Benteng Fort Willem I dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah, 2. Kendala yang dihadapi guru dan siswa yaitu: waktu, jarak dan transportasi. Sedangkan respon siswa ketika pembelajaran di kelas cenderung kurang memperhatikan, sementara ketika diadakan pembelajaran di lokasi benteng, siswa cenderung lebih antusias.
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis-Historis Peserta Didik (Studi Kasus di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang)
Historia Pedagogia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Mengetahui mengenai perencanaan pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh Guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, 2) Mengetahui mengenai implementasi pembelajaran sejarah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan 3) Mengetahui mengenai kendala-kendala pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek peneitian ini adalah guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan 1) Guru sejarah di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang sudah mengikuti standar perencanaan pembelajaran yang diberlakukan, dalam mengembangkan kemampuan berpikir-kritis historis, guru memasukan aspek tersebut dalam kolom karakter atau ketrampilan dalam perangkat pembelajaran, selain itu model pembelajaran yang digunakan juga sudah berorientasi mengembangkan kemampuan berpikir kritis-historis peserta didik, yaitu model Jigsaw. 2) Pembelajaran sejarah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis-historis dilakukan melalui sajian sejumlah fakta yang didapat dari bacaan atau sumber lainnya. 3) Kendala yang dihadapi guru dalam melakukan pembelajaran sejarah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis-historis adalah keterbatasan waktu yang berdampak pada penyingkatan materi, kecenderungan penggunaan metode pembelajaran inovatif yang kurang optimal, dan guru kesulitan dalam mengembangkan instrumen dalam membuat soal tes dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir-kritis historis peserta didik.

Page 1 of 4 | Total Record : 40