cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F5 Building, Department of Public Health, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang Sekaran Campus, Gunung Pati, Semarang City, Central Java, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition contains scientific writings in the form of research reports of qualitative and quantitative research articles with a focus on Public Health Nutrition
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue" : 15 Documents clear
Pola Pemberian Makan yang Tepat dalam Mengurangi Resiko Obesitas pada Balita Mulyana, Laela; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.51661

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Kejadian malnutrisi pada balita umumnya bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Obesitas pada balita memiliki dampak buruk bagi tubuhnya. Balita yang mengalami kegemukan atau obesitas beresiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa nantinya. Menurut WHO, terdapat 38 juta anak usia dibawah 5 tahun mengalami obesitas atau kelebihan berat badan pada tahun 2020 (WHO, 2016). Pemberian ASI dan makanan yang benar merupakan cara sederhana dalam mencegah terjadinya obesitas pada balita.Tujuan penelitian: untuk menganalisis pola pemberian makan pada balita serta mengedukasi ibu dalam pemberian porsi makan pada balita obesitas.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitikal observasional dengan rancangan kasus kontrol Subjek terdiri dari 4 kelompok kasus (obesitas) dan 4 kelompok kontrol (tidak obesitas) yang dipilih secara matching terhadap usia dan jenis kelamin dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik.Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola pemberian makan terhadap kejadian obesitas pada balita (p<0,05). Pola pemberian makan dapat meningkatkan resiko obesitas pada balita sebesar 1,04 kali, artinya semakin banyak jumlah atau porsi, jenis dan frekuensi makan yang diberikan semakin berpengaruh pada peningkatan resiko obesitas pada balita.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian obesitas pada balita.
Analisis Kandungan Zat Gizi dan Daya Terima Cookies Tepung Lentil (Lens Culinaris) sebagai PMT Ibu Hamil Fitria, Sintiya Nur; Prameswari, Galuh Nita
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.51760

Abstract

Latar Belakang: Lentil (Lens culinaris) merupakan jenis legum tertua dengan kandungan gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung lentil terhadap kandungan zat gizi dan daya terima cookies sebagai PMT ibu hamil.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi persentase tepung lentil (n=4) L0=0%, L1=40%, L2=50%, dan L3=60%. Pengukuran kadar air dengan metode pengeringan oven, kadar abu dengan metode pengabuan kering, protein dengan metode Kjedahl, karbohidrat dengan metode by difference, lemak dengan metode Soxhlet, dan besi dengan metode AAS. Daya terima menggunakan uji hedonik melibatkan panelis tidak terlatih 30 orang wanita usia 20-35 tahun yang telah menikah. Analisis statistik data menggunakan uji Krusskal Wallis (α ≤ 0,05), dengan uji lanjut Mann Whitney.Hasil: Hasil rata-rata kandungan gizi per 100 gram PMT cookies lentil terpilih mengandung energi 497,77 kkal, protein 9,66g, lemak 25,86g, karbohidrat 57,77g, Fe 3,01mg, kadar air 4,83%, dan kadar abu 1,87g. Formula cookies terpilih L3 dengan subtitusi tepung lentil sebanyak 60% mendekati standar SNI, permenkes dan daya terimanya baik. Kesimpulan: Semakin tinggi subtitusi tepung lentil maka semakin meningkat, kandungan protein, kadar air, kadar abu, besi, dan daya terima warna, rasa, tekstur, aroma cookies, serta menurunnya kandungan karbohidrat dan lemak pada cookies lentil.
Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle, dan Durasi Tidur dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Demak) Amrynia, Setya Ulil; Prameswari, Galuh Nita
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.52044

Abstract

Latar Belakang: Gizi lebih disebabkan oleh multifaktor, namun penyebab dasarnya adalah ketidakseimbangan energi. Prevalensi gizi lebih pada remaja umur 16-18 tahun di Kabupaten Demak tahun 2018 melebihi angka nasional yaitu sebesar 14,23% terdiri dari 12,49% gemuk dan 1,74% obesitas. Gizi lebih pada remaja berlanjut hingga dewasa dan berisiko terjadinya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan, sedentary lifestyle, dan durasi tidur dengan kejadian gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Perhitungan sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 99 responden. Instrumen yang digunakan berupa timbangan digital, microtoise, dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk uji bivariat dan regresi logistik untuk uji multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan (p value = 0,038), sedentary lifestyle (p value = 0,029), dan durasi tidur (p value = 0,04) berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja adalah pola makan, sedentary lifestyle (≥ 6 jam/hari), dan durasi tidur (< 8 jam/hari). Maka diharapkan remaja dapat menjaga pola makan seimbang, melakukan aktivitas fisik, dan mengatur durasi tidur dengan baik untuk menekan angka kejadian gizi lebih.
Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Makan, dan Kebiasaan Olahraga dengan Status Gizi Lebih Remaja Putri Usia 16-18 Tahun Maslakhah, Niva Maidlotul; Prameswari, Galuh Nita
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.52200

Abstract

Latar Belakang: Temanggung merupakan kota dengan prevalensi gizi lebih terendah pada tahun 2013 (2,0%), namun pada tahun 2018 prevalensi gizi lebih meningkat drastis hingga mencapai 8,92%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, kebiasaan makan, dan kebiasaan olahraga dengan status gizi remaja putri usia 16-18 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek penelitian remaja putri usia 16-18 tahun. Variabel bebas adalah pengetahuan gizi, kebiasaan makan, dan kebiasaan olahraga. Variabel terikatnya adalah status gizi lebih pada remaja putri usia 16-18 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diadaptasi dari Adolescent Food Habits Checklist (AFHC), General Nutrition Knowledge Questionaire (GNKQ) dan kuesioner kebiasaan olahraga yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi (p=0,065), kebiasaan makan (p=0,635), dan kebiasaan olahraga (p=1,00) dengan status gizi lebih remaja putri usia 16-18 tahun. Kesimpulan: Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi, kebiasaan makan, dan kebiasaan olahraga dengan status gizi lebih remaja putri usia 16-18 tahun.
Pengelolaan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit pada Masa Pandemi Covid-19 'Ulya, Meila Himmatul; Pawenang, Eram Tunggul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.52939

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 adalah penyakit menular yang banyak menghasilkan limbah infeksius pada penderitanya. Volume limbah medis Covid-19 meningkat seiring dengan adanya keputusan bahwa seluruh limbah hasil perawatan pasien Covid-19 adalah termasuk limbah infeksius. Limbah infeksius Covid-19 menaik tajam dan RSI Sunan Kudus kekurangan dalam penyediaan kantong kuning tempat Limbah B3 Medis Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Pengelolaan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan subjek penelitian para tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang berhubungan dengan Limbah B3 Medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi dan data dianalisis menggunakan uji univariat terhadap variabel-variabel dari hasil penelitian. Hasil: menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen pengelolaan, Ketersediaan Fasilitas, Kesesuaian penggunaan APD, Pengawasan, dan Kebijakan pengelola limbah B3 Medis Covid-19 sudah sesuai dengan masing-masing peraturan yang digunakan. Kesimpulan: Gambaran pengelolaan limbah B3 medis Covid-19 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus tahun 2021 sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Page 2 of 2 | Total Record : 15