cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI" : 6 Documents clear
Kajian Penataan Ruang untuk Pengembangan Pariwisata Desa Binaan Guo Rhamadana, Vebryan; Ferial, Rudy; Nurhamidah, Nurhamidah; Syukur, Masril; Junaidi, Ahmad
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.80

Abstract

Indonesia memiliki keindahan, keunikan, dan keberagaman kekayaan alam yang berpotensi sebagai objek wisata. Keberagaman tersebut juga ada di Sumatera Barat khususnya Padang. Selain wisata pantai, padang masih memiliki berbagai potensi wisata lain seperti wisata air terjun, gua kalelawar, dan agrowisata yang belum dikembangkan dengan baik. Pemerintah Kota Padang menyadari hal tersebut sehingga memusatkan pengembangan wisata tersebut khususnya di kawasan timur. Penulis melihat potensi tersebut juga dimiliki oleh Desa Guo yag menyimpan potensi dengan keberadaan 5 objek air terjun yang menarik yaitu Lubuak Tampuruang, Kudo, Sarasah 2 Tingkek, Sarasah 3 Tingkek, dan Lubuak Sampik. Pengembangan kawasan desa wisata menjadi penting karena akan meningatkan kualitas hidup masyarakat. Penulis mengusulkan untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai desa wisata. Pengembangan tersebut dimulai dengan survei, wawancara, studi pustaka, dan pemetaan. Kemudian data tersebut digunakan sebagai dasar dalam memberikan usulan pengembangan. Penulis mengusulkan untuk mengembangkan kawasan dengan konsep wisata ekologis yang berupaya semaksimal mungkin menjaga keasrian alam setempat. Salah satu perwujudan dari hal tersebut adalah dengan membuat skywlak sebagai jaringan jalan yang juga dapat berfungsi sebagai atraksi wisata. Selain itu, kawasan perlu mengembangkan fasilitas pendukung lainnya guna memaksimalkan pengalaman yang akan dirasakan wisatawan. Penulis merasa perlu ada kajian lebih lanjut agar pada akhirnya dapat merumuskan masterplan kawasan sehingga pembangunan menjadi terarah.
Kajian Aspek Geospasial Untuk Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Binaan Kota Padang Urbac, Meilani; Junaidi, Ahmad; Syukur, Masril; Nurhamidah, N.; Ferial, Rudy
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.83

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dengan meningkatnya pemenuhan kebutuhannya, maka kompleksitas pembangunan dengan berbagai permasalahannya juga semakin meningkat. Dalam penyelenggaraan pembangunan tersebut peranan data/ informasi sangat penting dan akan menentukan keberhasilannya. Berdasarkan penelitian, bahwa 80% informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan dalam satu wilayah selalu berhubungan dengan data spasial atau komponen geografis. Komponen geografis atau informasi geospasial dalam satu wilayah dapat disusun dalam satu basis data yang terdiri dari berbagai lapisan data. Basis data tersebut mampu menggambarkan karakteristik wilayah tersebut, baik gambaran unsur-unsur fisik (alam) maupun non fisik (deskriptif). Berdasarkan kemajuan teknologi geospasial dalam era digital yang semakin maju, dapat dibuat satu sistem basis data kewilayahan secara komprehensif dan terpadu. Sistem basis data tersebut selanjutnya berfungsi sebagai dasar untuk membuat berbagai skenario pembangunan dan sebagai alat bagi pengambilan kebijakan dalam penyelenggaraan pembangunan. Dalam konteks satuan wilayah desa, maka berdasarkan aspek geospasial dengan kemajuan teknologi digitalnya sekarang ini mampu mempercepat proses pembangunan dan sekaligus memberdayakan desa tersebut sesuai dengan karakteristiknya.
Telaah Karya Arsitektur Brutalisme pada Masa Modern Islamy, Muhammad Raufal; Shobri, Fariz Amin; An Nazmi, Muhammad Faiq; Fadillah, Abimanyu Akbar; Anisa, Anisa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.253

Abstract

Salah satu konsep yang muncul pada masa modern adalah brutalisme. Dalam sejarah arsitektur dikenal konsep arsitektur brutalisme yang berkembang sekitar pertengahan abad ke-20 di Inggris. Brutalisme dalam arsitektur dimaknai pada dua hal, yaitu karya arsitektur yang menggunakan beton ekspos (brut), dan karya arsitektur dengan bentuk yang berbeda atau tidak lazim pada masa itu. Kedua hal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi karya arsitektur brutalisme. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menafsirkan konsep arsitektur brutalisme pada karya arsitektur modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder untuk mengenali ciri brutalisme pada karya arsitektur. Telaah brutalisme pada karya arsitektur di masa modern ini mendapatkan hasil sebagai berikut: karya arsitektur brutalisme menampilkan struktur asli ekspos beton, sehingga terkesan kaku, sederhana, dan warna terbatas tergantung pada warna beton. Selain itu karya arsitektur brutalisme terbukti memiki efisiensi ruang dan estetis.
Analisis Kelayakan Waterfront City (Studi Kasus Daerah Ongkoliong Desa Batu Merah) Talanila, Gledy Christalia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.256

Abstract

Air merupakan sumber daya alam sangat penting bagi kehidupan manusia, baik dari segi pertanian, industri, pembangkit energi, rumah tangga, bahkan transportasi dan rekreasi. Kota Ambon sandiri ada kota yang dikelilingi oleh air potensi ini mendorong pemerintah Kota Ambon untuk mengembakan kota ambon lebih berkembang lagi dengan membuat perencanaan Ambon Waterfront City. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perencanaan ulang kota ambon agar terlaksana Ambon Waterfront City, agar menjadi komoditas yang menguntungkan bagi pemerintah maupun Masyarakat sekitar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi eksploratif dan komparatif. Kota Ambon memiliki karakteristik topografi yang berbukit dan berlereng. Akibat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat, pengembangan Waterfront City Ambon menjadi terkendala, dimana perubahan fungsi lahan di pesisir pantai yang menjadi permukiman, dan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, mengakibatkan kota Ambon dengan demikian membelakangi pantai. Untuk menjadikan Kota Ambon sebagai Waterfront City, diperlukan perbaikan kondisi ini melalui pengaturan perencanaan Kota dan perlu adanya perbaikan infrastruktur. Perkembangan ini harus memperhatikan faktor ekologi kota. Kata-kunci : Perencanaan Kota, Waterfront city, Ekologi, Komoditas
Potensi Pola Proporsi Golden Section Rumah Tongkanan Salassa (Toraja): Golden section Proportion Pattern Potential of Tongkonan Salassa (Toraja) Kahir, Shapardi; fachri, Fachri awal
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.257

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi potensi pola proporsi golden section Phi Ф (1.618) pada fasade rumah Tongkonan Salassa di Toraja. Pola golden section dipilih karena dinilai sebagai bagian kaidah estetika bentuk yang tak memihak karena sifat ke-universal-annya (fenomena harmoni alam). Penelitian ini juga membuktikan sebuah kualitas estetika bentuk arsitektur yang dipengaruhi oleh proporsi. Rumah Tongkonan memiliki potensi golden section dalam penataan pola elemen bangunannya walaupun Tongkonan dibangun berdasarkan kepercayaan aturan Aluk Todolo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan observasi terstruktur dimana pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung terhadap fasade Tongkonan. kemudian dikonversi secara digital untuk dianlisis berdasarkan pola golden section yang terbentuk yaitu golden rectangle, golden ratio, golden spiral, golden ellipse dan golden triangle. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasade rumah Tongkonan Salassa memiliki/menyimpan pola dan nilai-nilai ‘potensial’ ke-pola proporsi-an golden section terhadap Phi (Ф). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi penelitian selanjutnya terutama proporsi rumah tradisional atau melakukan studi sejenis.
Makna Ekspresi Rumah Adat Rote Ndao: Studi Kasus Rumah Raja Thie Fanggidae, Dodi; Bahar, Yudi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.262

Abstract

Rumah Adat atau Rumah Raja Rote Ndao pada zaman dulu merupakan representasi masyarakat adatnya. Salah satu Rumah Raja Rote Ndao yang masih bertahan (Rumah Raja Thie), kini telah mengalami kerusakan dan belum ada tindakan baik oleh pemerintah maupun masyarakatnya. Hal ini dapat diasumsikan akibat rendahnya rasa kepemilikan atas warisan arsitektur yang dimiliki di Rote Ndao. Penelitian ini mengungkap makna arsitektur yang terkandung terhadap bentuk dan fungsi Rumah Raja Thie sebagai salah satu Rumah Adat yang masih bertahan. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis data adalah dengan mengkaji visual massa bentuk dan fungsi bangunan, untuk ditentukan makna yang terkandung dari aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rumah Raja Thie memiliki ekspresi yang didominasi pada bentuk atapnya dengan ornamen bubungan yang disebut toka dan bohani. Bentuk arsitektur rumah ini memiliki fasad yang tertutup dari segala arah sehingga terkesan sebagai rumah satu lantai padahal bagian dalamnya terdiri atas dua lantai dan berbentuk panggung, hal ini disesuaikan dengan fungsi area service bangunan pada bagian di bawah panggung yang dapat dimanfaatkan sebagai kandang ternak. Ornamen bubungan toka dan bohani menggambarkan kepemimpinan dan kewibawaan sebagaimana rumah ini sebagai tempat dilakukannya pertemuan dan pengambilan keputusan adat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6