cover
Contact Name
Dandi Saputra
Contact Email
saputradandi232@gmail.com
Phone
+6281290496544
Journal Mail Official
stthami@gmail.ac.ic
Editorial Address
Ruko Kencana Bunda No. 89 L & 88 X, Jl. Kamal Raya, RT.4/RW.9, Cengkareng Bar., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Voice of HAMI
ISSN : 26220113     EISSN : 26561131     DOI : https://doi.org/10.59830/voh.v7i2.126
Core Subject : Religion, Education,
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019" : 5 Documents clear
Konsep Penganiayaan dalam Injil Matius 10:16-33 dan Relevansinya bagi Orang Percaya pada Masa Kini Silalahi, Junior Natan
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.473 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.2

Abstract

This article discusses the persecution of believers based on the Gospel of Matthew 10: 16-33. As the Lord Jesus has been persecuted, so believers as followers of Christ will be persecuted. Persecution of believers is an example from their Lord, namely Christ who was first persecuted by the evil one and his followers. Throughout the history of Christianity it has been proven that believers often experience obstacles and suffering in carrying out their worship. For believers the persecution is not a defeat or even punishment, but a victory. The inhibition and suffering experienced by believers is certainly known by God. God has such a wonderful purpose that he allows the persecution of His children. The purpose is for the glory of Christ to mature believers spiritually, to create the unity of the body of Christ, the church is growing, and evangelism is growing to win souls for the glory of His name. Abstrak Artikel ini membahas tentang penganiayaan terhadap orang percaya berdasarkan Injil Matius 10:16-33. Sebagimanana Tuhan Yesus telah dianiaya, demikian juga orang-orang percaya sebagai pengikut Kristus akan dianiaya. Penganiayaan terhadap orang percaya merupakan suatu teladan dari Tuhannya, yaitu Kristus yang terlebih dahulu dianaiaya oleh si jahat beserta orang-orang yang menjadi pengikutnya. Di sepanjang sejarah kekristenan terbukti bahwa orang-orang percaya sering mengalami penghambatan serta penderitaan dalam menjalankan ibadahnya. Bagi orang percaya, penganiayaan bukanlah merupakan suatu kekalahan atau bahkan hukuman, melainkan kemenangan. Penghambatan dan penderitaan yang dialami oleh orang percaya tentu diketahui oleh Allah. Allah mempunyai maksud yang indah sehingga ia mengijinkan terjadinya penganiayaan terhadap anak-anak-Nya. Tujuan itu adalah untuk kemuliaan Kristus yang mendewasakan orang-orang percaya dalam rohani, mencipakan kesatuan tubuh Kristus, gereja semakin bertumbuh, serta penginjilan yang semakin berkembang untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan nama-Nya.
Pengaruh Model Pakem terhadap Hasil Belajar Siswa Pendidikan Agama Kristen Sidabutar, Jessica Laura
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.812 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.3

Abstract

This article wants to examine the PAKEM learning model (active, creative, effective and fun learning) towards student learning outcomes in Christian religious education. Good learning outcomes do not just appear. Good learning outcomes are part of a structured effort that must be done well by the teacher and students. Based on the results of research conducted by the authors of the study found a significant model of PAKEM towards PAK learning outcomes of students in SD 2 PSKD Kwitang, Central Jakarta, academic year 2017/2018. After conducting research in accordance with the standard experiments, the results obtained from the calculation of the variables of 0.284 and included in the positive category. Based on the regression test the regression results obtained between the two variables amounted to 0.490 or 49% which means that the PAKEM model contributes 49% to the improvement of PAK learning outcomes. Thus applying the PAKEM model can improve student learning outcomes in Christian religious education lessons, however this cannot be made the only reference because there are still other factors that affect student learning interest. Abstrak Artikel ini ingin mengkaji tentang pengaruh model PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Kristen. Hasil belajar yang baik tidak muncul begitu saja. Hasil belajar yang baik tentu merupakan bagian dari suatu upaya yang terstruktur harus dilakukan baik oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka penulis menemukan ada pengaruh yang signifikan model PAKEM terhadap hasil belajar PAK siswa di SD 2 PSKD Kwitang Jakarta Pusat tahun ajaran 2017/2018. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0.284 dan masuk pada kategori positif. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,490 atau 49% yang berarti bahwa model PAKEM memberi kontribusi sebesar 49% terhadap peningkatan hasil belajar PAK. Dengan demikian penerapan model PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan agama Kristen, namun demikian hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan karena masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat belajar siswa.
Pentingnya Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga sebagai Sentral Belajar yang Bermisi Ndruru, Sokhiziduhu
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.858 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.4

Abstract

The family is the place of education first and foremost. It is in the family that children get the teachings of faith and moral values. In the old agreement, Christian Religious Education in families. This happened in the families of the ancestral fathers namely Abraham, Isaac, Jacob. They parents passed on faith to their descendants, even the entire nation of Israel. In the new covenant, the Lord Jesus as the Great Teacher who always teaches about faith to His listeners. The Christian family is a place to teach children faith. Some things that are done by Christian families to make their families as missions center is by making the family as the first place to spread the word of God, both through teaching and in the example of life. Abstrak Keluarga adalah tempat pendidikan yang utama dan terutama. Dalam keluargalah anak mendapatkan pengajaran iman dan nilai-nilai moral. Dalam perjanjian lama, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga-keluarga. Hal ini terjadi dalam keluarga-keluarga Bapa leluhur yaitu Abraham, Ishak, Yakub. Mereka orangtua mewariskan iman kepada keturunannya, bahkan seluruh bangsa Israel. Dalam perjanjian baru, Tuhan Yesus sebagai Guru Agung yang selalu mengajarkan tentang iman kepada para pendengar-Nya. Keluarga kristen adalah sebagai tempat untuk mengajarkan iman kepada anak-anak. Beberapa hal yang di lakukan oleh keluarga kristen untuk menjadikan keluarganya sebagai pusat bermisi adalah dengan cara menjadikan keluarga itu sebagai tempat pertama untuk menyebarkan firman Tuhan, baik itu melalui pengajaran maupun dalam teladan kehidupan.
Peran Gembala dalam Upaya Pencegahan Penyalagunaan Narkoba pada Remaja Gereja Johanis, Abraham
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.923 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.5

Abstract

This article wants to examine the role of shepherds in efforts to prevent drug abuse in their teens. This study aims to improve understanding and prevention efforts on drug abuse in adolescence. The results showed that both parents, church and pastors actively advised and supervised the church youths so they would not be trapped in drug abuse. Based on the findings of researchers, from the results of a questionnaire conducted by the author about 70% of parents actively advise children not to fall into drug abuse. This must be improved so that parents are more active in preventive efforts. Likewise, parents and churches must actively cooperate in efforts to prevent drug abuse in church youth. And no less important is the preaching of God's Word through sermons and Bible study by pastors and assemblies in the church must be active in order to produce significant results. Abstrak Artikel ini ingin mengkaji tentang peran gembala dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada usia remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik orang tua, gereja dan gembala aktif menasehati dan mengawasi para remaja gereja agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan temuan peneliti, dari hasil kuesioner yang dilakukan penulis sekitar 70% orangtua aktif menasehati anak agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus ditingkatkan agar para orang tua lebih aktif lagi dalam upaya preventif. Demikian juga orangtua dan gereja harus aktif bekerjasama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja gereja. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemberitaan Firman Tuhan lewat kotbah dan Pendalaman Alkitab oleh gembala dan majelis di gereja harus aktif agar membuahkan hasil yang signifikan.
Konsep Tunduk dan Mengasihi Berdasarkan Kolose 3:18-19 sebagai Landasan bagi Keutuhan Rumah Tangga Kristen di GPdI Filadelfia Gea, Sumaeli
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2019): Agustus 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.773 KB) | DOI: 10.59830/voh.v2i1.6

Abstract

The family is an institution founded by God in the world. It is called God's institution because the family is an idea and a masterpiece of God whose formation process is designed, determined and done so perfectly by God himself according to His will without any intervention. The purpose of writing this scientific work is in addition to presenting a correct and biblical interpretation of submission and love according to Colossians 3: 18-19, the writer also has the expectation that Christian families return to the prototype of the family that was formed by God in the beginning. Then, through this scientific work Christian families can discover what are the principles, goals and aspects in maintaining the integrity of the household. In the results of the study showed that submission and love have a very strong impact to determine the integrity of the Christian household. In other words, a Christian household without submission and true love, then that household will experience destruction. Therefore, every wife must submit to her husband and every husband must love his wife in order to realize the integrity of the household. Abstrak Keluarga adalah lembaga yang didirikan oleh Allah di dunia. Disebut lembaga Allah karena keluarga merupakan ide dan maha karya Allah yang proses pembentukannya dirancang, ditetapkan dan dikerjakan dengan begitu sempurna oleh Allah sendiri menurut kehendak hati-Nya tanpa intervensi manapun. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah selain untuk menyuguhkan interpretasi yang benar dan alkitabiah tentang tunduk dan kasih menurut Kolose 3:18-19, penulis juga memiliki ekspektasi agar supaya keluarga-keluarga Kristen kembali kepada prototipe keluarga yang telah dibentuk oleh Allah pada mulanya. Kemudian, melalui karya ilmiah ini keluarga-keluarga Kristen dapat menemukan apa yang menjadi prinsip, tujuan serta aspek-aspek dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga. Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa tunduk dan mengasihi memiliki dampak yang sangat kuat untuk menentukan keutuhan rumah tangga Kristen. Dengan kata lain, rumah tangga Kristen tanpa ketundukan dan kasih sejati, maka rumah tangga itu akan mengalami kehancuran. Oleh karena itu, setiap istri harus tunduk kepada suaminya dan setiap suami harus mengasihi istrinya demi mewujudkan keutuhan rumah tangganya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5