cover
Contact Name
Wilayanto
Contact Email
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Phone
+6281355457450
Journal Mail Official
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buisun No.4, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia, 91811
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL MISIONER
ISSN : 2776494X     EISSN : 27764958     DOI : https://doi.org/10.51770/jm
Jurnal Misioner (JM) invites researchers, writers, and academics who research (field and library research) on Christian theology but not limited to Biblical Studies, Contextual Theology, Systematic Theology, Missiology, Pastoral Counseling, and Christian Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
MENJALANI KEHIDUPAN KESENDIRIAN MENURUT ST. ISHAK DARI SURIAH: PENGUDUSAN HATI DAN PIKIRAN UNTUK MENCAPAI THEOSIS Hia, Herniwati; Wijaya, Hendi
Misioner Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan kehidupan keheningan (solitary life) menurut St. Ishak dari Suriah. Kehidupan keheningan menjadikan kehidupan pengudusan seseorang baik di dalam hati dan pikiran. Penulis akan memaparkan topik ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Hilarion Alfeyev “The Spiritual World of Isaac the Syrian”. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mendatangkan pengudusan hati dan pikiran sehingga melahirkan kehidupan monastik menuju kepada Allah (Theosis). Keheningan dalam pikiran dan hati akan menimbulkan doa dan perbuatan pengudusan itu sendiri.
KONSEP DOA DALAM KEHENINGAN MENURUT ST. EPHREM DARI SURIAH DALAM HYMNS PRESERVED IN ARMENIAN, NO. I: MENYATU DENGAN ALLAH Zelinofitasari Daeli
Misioner Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v2i2.72

Abstract

Abstract. Prayer in silence is a prayer of the mind that is continuously done without stopping to ask for God`s mercy. But in another view says that prayer is only a human request to God. But for Efpherm, it is emphasized that prayer is not just a request, but prayer in human silence can maintain the purity of the heart and unite with God in the book Hymns Preserved In Armenian, No. I . The method used in writing this article is library research, to describe how important it is to pray in silence. By praying in silence, we can become like Christ through constant repentance and asceticism. So that the power of evil is not easy to attack thoughts because there is power from God. Abstrak. Doa dalam keheningan merupakan doa batin yang terus-menerus dilakukan tanpa henti untuk meminta belas kasih Allah. Tetapi dalam pandangan lain mengatakan bahwa doa itu hanya sebatas permohonan manusia kepada Allah. Tapi bagi Efpherm doa itu bukan hanya sebata permohonan, tetapi doa dalam keheningan manusia dapat menjaga kesucian hati dan menyatu dengan Allah dalam buku Hymns Preserved In Armenian, No. I Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian pustaka, untuk menguraikan betapa pentingnya melakukan doa dalam keheningan. Dengan ada doa dalam keheningan dapat menjadi serupa dengan Kristus melalui pertobatan dan askesis yang terus dilakukan tanpa henti. Sehingga kuasa kejahatan tidak mudah menyerang pikiran-pikiran sebab ada kekuatan yang dari Tuhan.
PERJAMUAN KUDUS MENURUT 1 KORINTUS 10-11 DAN FUNGSINYA DALAM LENSA PSIKOLOGI AGAMA Prabowo, Paulus Dimas
Misioner Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v2i2.75

Abstract

The holy communion is a special and sacred gathering for believers, as an occasion where they partake of the body and blood of Christ through the bread and wine. Some Christians respond to the holy communion enthusiastically through various meanings, for example as the real presence of the Lord Jesus in bread and wine (transubstantiation), a means of healing the sick, and as a moment of reconciliation between church members. Others are not very enthusiastic in taking part this sacrament. Thus some Christians see the holy communion as having a supernatural and social function, but some do not understand its function at all. Through a combination of biblical methods and the psychology of religion, this article attempts to present the meaning of the holy communion which is lifted from 1 Corinthians 10-11 through a thematic analysis method and looks at its function from the lens of the psychology of religion. As the results, holy communion can be interpreted as koinonia, eucharistia, memorabilia, kerugma, and self-schema, while its functions include cognitive, emotive, and collective aspects. Perjamuan kudus merupakan pertemuan khusus dan kudus bagi orang percaya, sebagai kesempatan dimana jemaat mengambil bagian dalam tubuh dan darah Kristus melalui roti dan anggur. Sebagian orang Kristen meresponi perjamuan kudus dengan antusias melalui bermacam-macam pemaknaan, misalnya sebagai kehadiran nyata Tuhan Yesus dalam roti dan anggur (transsubstansiasi), sarana penyembuhan sakit-penyait, dan sebagai moment rekonsiliasi antar anggota jemaat. Sebagian lagi tidak terlalu bergairah dalam mengambil bagian dan memaknai sakramen ini. Dengan demikian sebagian orang Kristen melihat perjamuan kudus memiliki fungsi supranatural dan sosial, tetapi sebagian lagi tidak memahami fungsinya sama sekali. Melalui perpaduan antara metode biblika dan psikologi agama, artikel ini bertujuan untuk menyajikan makna perjamuan kudus yang diangkat dari 1 Korintus 10-11 melalui metode analisis tematis dan melihat fungsi dari sudut pandang psikologi agama. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perjamuan kudus dapat dimaknai sebagai koinonia, eucharistia, memorabilia, kerugma, dan self-schema, sedangkan fungsinya meliputi aspek kognitif, emotif, dan kolektif.
PENDIDIKAN KRISTEN DALAM KELUARGA MENURUT HORACE BUSHNELL DAN IMPLEMENTASINYA DI GEREJA KIBAID JEMAAT SALUBARANI Allo Rundun, Irna
Misioner Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v2i2.78

Abstract

Abstract. This research is motivated by the fact that there is a lack of attention to Christian education in the family at the KIBAID Church of the Salubarani Congregation. The purpose of this study is to determine the factors that cause families in the Salubarani Congregation not to maximize the implementation of Christian education in the family. This research was developed using a descriptive-library method by placing the families of members of the Salubarani KIBAID Church as the object of research. The results of this study indicate that Christian education is not optimal in the families of the Salubarani Congregation due to the busy work factor which is accompanied by a lack of awareness of the importance of Christian education in the family, as well as the lack of qualifications of faith and Christian character in the parents in the families of the Salubarani Congregation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi fakta kurangnya perhatian pada pendidikan Kristen dalam keluarga di Gereja KIBAID Jemaat Salubarani. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keluarga-keluarga di Jemaat Salubarani tidak memaksimalkan pelaksanaan pendidikan Kristen dalam keluarga. Penelitian ini dikembangkan dengan metode deskriptif-kepustakaan dengan menempatkan keluarga-keluarga anggota Gereja KIBAID Jemaat Salubarani sebagai objek penelitian. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak maksimalnya pendidikan Kristen dalam keluarga-keluarga Jemaat Salubarani dikarenakan faktor kesibukan bekerja yang dibarengi dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan Kristen dalam keluarga, serta kurangnya kualifikasi iman dan karakter kristiani pada diri para orang tua dalam keluarga-keluarga Jemaat Salubarani.
ANALISIS KINERJA PRESBITER TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA KIBAID JEMAAT MEBALI Bokko', Melki
Misioner Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v2i2.80

Abstract

Pertumbuhan merupakan kemutlakan bagi sebuah jemaat Kristen. Presbiter selaku pemimpin-pemimpin dalam jemaat memiliki peran signifikan di dalamnya. Di Gereja KIBAID Jemaat Mebali, pertumbuhan jemaat hanya mencapai angka 1,46% pertahun. Dengan metode perpustakaan dan teknik wawancara serta observasi terhadap anggota presbiter Gereja KIBAID Jemaat Mebali, penulis menemukan bahwa kemandekan tersebut dikarenakan kurang maksimalnya kinerja para presbiter. Dalam hal ini, kendatipun kinerja presbiter dalam beberapa segi sudah memuaskan, namun penginjilan sebagai satu gerakan mutlak dalam pertumbuhan gereja sesuai amanat agung belum menjadi prioritas untuk dilaksanakan dengan maksimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5