cover
Contact Name
Mastiah
Contact Email
mastiah2011@gmail.com
Phone
+6282150036515
Journal Mail Official
mastiah2011@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi Jl RSUD Melawi Km .04 kecamatan nanga pinoh kabupaten melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 27468062     DOI : https://10.46368/bjpd
Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian dan kajian yang berkaitan dengan kebijakan dan permasalahan pendidikan dan kebudayaan. Peneliti, dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat mengirimkan naskah kepada kami sesuai dengan Pedoman penulisan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): April 2022" : 6 Documents clear
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN DISCOVERY LEARNING Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.272 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 1 Nanga Pinoh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas, lembar keterlaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar. Tindakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I aktivitas visual sebesar 40,54%, pada siklus II sebesar 72,97% dan pada siklus III sebesar 100%. Aktivitas motorik pada siklus I sebesar 78,38%, pada siklus II sebesar 94,59% dan pada siklus III 100%. Aktivitas oral siswa pada siklus I (18,92%), pada siklus II (35,14%) dan pada siklus III (40,54%). Aktivitas menulis siswa pada siklus I sebesar 45,95%, pada siklus II sebesar 78,38% dan pada siklus III sebesar 91,89%. Aktivitas siswa dalam mendengarkan pada siklus I sebesar 5,41%, pada siklus II sebesar 18,92% dan pada siklus III sebesar 21,62%. Aktivitas drawing siswa pada siklus I sebesar 8,11%, pada siklus II sebesar 13,51% dan pada siklus III sebesar 21,62%. Pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebesar 54,05%, pada siklus II sebesar 59,45% dan pada siklus III sebesar 75,68%.
ANALISIS KESULITAN GURU KELAS RENDAH SDN 18 SENAIN MENGAJAR TEMATIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Siti Jumaida; Mastiah Mastiah; Muhammad Akip
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.974 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.768

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to find out what are the difficulties and how to solve the problems of low grade teachers at SDN 18 Senain in Thematic learning during the Covid-19 Pandemic. This study used a descriptive qualitative research method that carried out an in-depth analysis of the difficulties and solutions to overcome the problems of low grade teachers at SDN 18 Senain in Thematic learning during the Covid-1 Pandemic. The instruments used to collect data were questionnaire sheets, interviews and documentation. From the results of the analysis, it was found that the thematic learning process for low-grade students at 18 Senain Elementary Schools during the Covid-19 pandemic The problems experienced by teachers in the implementation of offline classes (outside the network) during the covid-19 pandemic period in thematic learning of low-grade students in schools The basics of Negeri 18 Senain are limited facilities and knowledge regarding offline methods, limited face-to-face time, lack of parental assistance during learning, causing students to lack discipline, student complaints about piling up tasks and a lack of supporting books for both teachers and students. Efforts to overcome teacher problems in the implementation of offline classes during the Covid-19 pandemic in the thematic learning of low-grade students at 18 Senain Elementary School, namely by coordinating with parents about the willingness to accompany children when working on assignments at home, teachers Once upon a time you can go to the student's house to provide teaching materials to students or contact the parents directly to give assignments, provide large grants from BOS for visiting teacher PJJ activities, teachers reduce assignments so that students don't feel overwhelmed ..Keywords: Analysis, Covid-19 Pandemic, Thematic and Offline Learning. Abstrak: Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kesulitan dan bagaimana solusi mengatasi permasalahan guru kelas rendah SDN 18 Senain dalam pembelajaran Tematik di Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang melakukan analisis secara mendalam tentang kesulitan dan bagaimana solusi mengatasi permasalahan guru kelas rendah SDN 18 Senain dalam pembelajaran Tematik di Masa Pandemi Covid-1. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar angket, wawancara dan dokumentasi.Dari hasil analisis didapatkan bahwa Proses pembelajaran tematik pada siswa kelas rendah di Sekolah Dasar Negeri 18 Senain selama masa pandemi covid-19 Problematika yang dialami guru dalam pelaksanaan kelas luring (luar jaringan) selama masa pandemi covid-19 pada pembelajaran tematik siswa kelas rendah di Sekolah Dasar Negeri 18 Senain adalah keterbatasan fasilitas dan pengetahuan mengenai metode luring, terbatasnya waktu tatap muka, kurangnya dampingan orang tua pada saat pembelajaran menyebabkan siswa kurang disiplin, keluhan siswa mengenai tugas yang sangat menumpuk dan kurangnya buku peunjang baik untuk guru maupun siswa. Upaya untuk mengatasi problematika guru dalam pelaksanaan kelas luring (luar jaringan) selama masa pandemi covid-19 pada pembelajaran tematik siswa kelas rendah di Sekolah Dasar Negeri 18 Senain yaitu dengan koordinasi bersama orang tua tentang kesediaan untuk mendampingi anak pada saat pengerjaan tugas di rumah, guru sekali waktu bisa mendatangi rumah siswa untuk memberikan materi ajar kepada siswa atau menghubungi langsung orang tua siswa untuk memberikan tugas, memberikan dana bantuan yang besasal dari BOS untuk kegiatan PJJ guru kunjung, guru mengurangi pemberian tugas agar siswa tidak merasa terbebani.. Kata Kunci: Analisis, Pandemi Covid-19, Tematik dan Pembelajaran Luring. 
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS III SD NEGERI 05 SURUH TEMBAWANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Pransiska Ika; Fransisco Adam; Sukristin Sukristin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.465 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.819

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of distance learning in the third grade, of public elementary school 05 Suruh Tembawang during the covid-19 pandemic. The form of this research is field research with survey method (case study). The research subjects were third grade students of the third grade, of public elementary school 05 Suruh Tembawang. Data collection techniques are interview and documentation techniques. The data collection instruments were interview guides and documents. The results of the study are based on 7 indicators of distance learning effectiveness, hhey are (1) good material organization, teaching the criteria of 70% and 30% (2) effective communication, teaching the criteria of 30% and 70% (3) mastery and enthusiasm for the subject matter, 70% and 30% (4) positive attitude towards students, 30% and 26% (5) giving fair assesment, 26% and 74% (6) flexibility in learning approach, 70% and 30% (7) student learning outcomes, 30% and 70%. The conclusion is good the implementation of distance learning during the covid-19 pandemic in third grade students of the third grade, of public elementary school 05 Suruh Tembawang is not effective.Keywords: Effectiveness of Distance Learning, covid-19 pandemic
ANALISIS PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI LEMBAGA PAUD KABUPATEN MELAWI Kartini Kartini; Erlin Eveline; Muhammad Akip
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.5 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.809

Abstract

Abstract: The characteristics of early childhood are active in conducting various explorations of their environment, so playing activities are part of the learning process. However, children have to study from home due to the Covid-19 pandemic. With the call for learning from home, many problems have emerged from teachers who teach at early childhood education institutions (PAUD) Melawi as well as from parents of students related to the process of implementing learning during the COVID-19 pandemic. This study aims to obtain information about the problems of implementing learning during the Covid-19. This research is qualitative research with a case study approach. This research was conducted in an institutional social unit, namely, at early childhood education institutions (PAUD). The reason for choosing PAUD institutions in Melawi Regency as the research location is that several early childhood education institutions (PAUD) have carried out learning from home or online. This research used library research techniques and field studies to collect data. Data were obtained from various natural settings, namely institutions with managers, educators, and parents of students. Literature study steps using book references and internet searching The field study steps in this research use techniques; (1) Observation, (2) Interview, and (3) Documentation. The data analysis technique is descriptive qualitative. The validity of the data used through examination techniques, so that the examination of the data in this study followed the established criteria, namely; (1) Trust (credibility), (2) Transferability, Dependence (dependability), and (4) Certainty (confirmability). The results showed that various problems occurred during online or offline learning.Keywords: problems, early childhood learning, covid-19 Abstrak: Karakteristik anak usia dini bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya, maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. Namun, saat ini anak harus belajar dari rumah dikarenakan pandemi Covid–19. Dengan adanya himbauan belajar dari rumah permasalahan-permasalahan banyak bermunculan dari guru yang mengajar di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Melawi serta dari wali murid terkait pada proses pelaksanaan pembelajaran semasa pademi Covid -19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi terkait problematika pelaksanaan proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada suatu unit sosial lembaga yaitu; pada lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Alasan dipilihnya lembaga PAUD di Kabupaten Melawi sebagai tempat lokasi penelitian karena beberapa lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) telah melaksanakan pembelajaran dari rumah atau daring. Penelitian ini menggunakan teknik studi Pustaka dan studi lapangan untuk mengumpulkan data. Data diperoleh dari berbagai setting alamiah yaitu di lembaga dengan pengelola, pendidik, dan orang tua peserta didik. Langkah-langkah studi Pustaka menggunakan referensi buku dan internet searching Langkah-langkah studi lapangan dalam penelitian ini menggunakan teknik; (1) Observasi, (2) Wawancara, dan (3) Dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Keabsahan data menggunakan melalui teknik pemeriksaan, sehingga pemeriksaan data dalam penelitian ini mengikuti kriteria yang sudah ditetapkan yaitu; (1) Kepercayaan (credibility), (2) Keteralihan (transferability), Kebergantungan (depandability), dan (4) Kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan berbagai permasalahan terjadi selama pembelajaran dengan metode daring atau luring.Kata Kunci: problematika, pembelajaran PAUD, masa covid-19
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT KALIMANTAN BARAT Mira Juliawati; Aprima Tirsa; Asep Eka Nugraha
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.894

Abstract

Abstract : This research is motivated by the problem in this research is the lack of knowledge of students about literary works in the form of folklore that exist in their area, while in Indonesian Language Learning in Elementary School students are required to be able to know the folklore in their area of origin and understand the contents of a folklore.  which can be reviewed through the elements contained in the folklore text.  Lack of attention from the public, both the general public and students in preserving the folklore inherited from their ancestors, especially the folklore in the West Kalimantan area, makes the development of folklore less known, the lack of children's concern for folklore is due to the development of science and technology, therefore researchers feel the need for a  breakthrough by describing the results of the analysis of the intrinsic elements in the three West Kalimantan folk tales.  The method in this research is descriptive analysis method. The data collected through this research is qualitative data in the form of words or sentences contained in folklore texts.  Data collection techniques used in this study were observation, literature study and content analysis.  Based on the research results from the analysis of the intrinsic elements of the three folk tales originating from three different areas in West Kalimantan which include themes, trees, plot, setting, viewpoints and mandates, it can be concluded that West Kalimantan folklore has interesting elements to be introduced to society and  in elementary school learning can help students' interest in learning local folklore. Keywords : analysis of intrinsic elements of folklore, Indonesian.Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan siswa tentang karya sastra berupa cerita rakyat yang ada didaerahnya sedangkan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar siswa dituntut untuk dapat mengetahui cerita rakyat yang ada di daerah asalnya dan memahami isi dari sebuah cerita rakyat yang dapat ditinjau melalui unsur-unsur yang terkandung dalam teks cerita rakyat. Kurangnya Perhatian dari masyarakat, baik umum maupun pelajar dalam melestarikan cerita rakyat yang diwariskan nenek moyang khususnya cerita rakyat yang ada didaerah Kalimantan Barat membuat perkembangan cerita rakyat kurang diketahui, kurangnya kepedulian anak terhadap cerita rakyat disebabkan perkembangan IPTEK, oleh karena itu peneliti merasa perlu adanya suatu terobosan dengan mendeskripsikan hasil analisis terhadap unsur-unsur intrinsik pada tiga cerita rakyat kalimantan Barat. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data yang dikumpulkan melalui penelitian ini adalah data kulaitatif yang berupa kata atau kalimat yang terdapat dalam teks cerita rakyat. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka dan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis unsur intrinsik ketiga cerita rakyat yang berasal dari tiga daerah berbeda dikalimantan barat yang meliputi tema, penokohon, alur, latar, sudut pandang dan amanat dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat kalimantan barat memiliki unsur-unsur yang menarik untuk diperkenalkan pada masyarakat dan dalam pembelajaran disekolah dasar dapat membantu minat siswa untuk mempelajari cerita rakyat daerahnya sendiri.Kata Kunci : Analisis Unsur Intrinsik Cerita Rakyat, Bahasa Indonesia
PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS II SDN 1 ELLA HILIR Sriningsih Sriningsih; Mastiah Mastiah; Mardiana Mardiana
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.895

Abstract

Abstrsct : This study aims to determine how the role of parents in shaping the character of the second grade students of SDN 1 Ella Hilir. This type of research is qualitative, with a descriptive qualitative method approach. This research was conducted on the parents of grade II SDN 1 Ella Hilir, totaling 19 people. The instrument used in this study was the interview sheet guideline inatrument. The results showed that the role of the parents of grade II SDN 1 Ella Hilir students, namely parents have played a role as a motivator, facilitator and mediator in shaping religious and disciplinary character. Most parents form a religious character in their children by teaching short prayers, praying and worshiping at church, while most parents shape the character of discipline in children by teaching discipline in terms of school time, eating, napping and playing. Parents have played their role as motivators, facilitators and mediators in building honest, independent and responsible character, but most parents only act as motivators and mediators. Then most parents form an honest character by teaching them not to tell lies to their parents, other people or friends and to be honest when studying in school. How to build independent character by teaching them to bathe, eat, wear clothes and learn to do their own homework. How to form the character of responsibility by teaching them to tidy up, clean and make the bed. In conclusion, the role of parents in building religious and disciplinary character has carried out its role as a motivator, facilitator and mediator, then most parents only act as motivators and mediators in building honest, independent and responsible character. Keywords : Role of Parents, Character Building. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua dalam pembentukan karakter siswa kelas II SDN 1 Ella Hilir. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan metode kualitatif desktiptif. Penelitian ini dilakukan terhadap orang tua siswa kelas II SDN 1 Ella Hilir yang berjumlah 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrument pedoman lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan orang tua siswa kelas II SDN 1 Ella hilir yaitu orang tua sudah berperan sebagai motivator, fasilitator dan mediator dalam pembentukan karakter religius dan disiplin, sebagian besar orang tua membentuk karakter religius pada anak dengan cara mengajarkan doa-doa pendek, sholat dan beribadah ke gereja, sedangkan sebagian besar orang tua membentuk karakter disiplin pada anak dengan cara mengajarkan untuk disiplin dalam hal waktu pergi sekolah, makan, tidur siang dan bermain. Orang tua sudah menjalankan perannya sebagai motivator, fasilitator dan mediator dalam pembentukan karakter jujur, mandiri dan tanggung jawab, namun sebagian besar orang tua hanya berperan sebagai motivator dan mediator. Kemudian sebagaian besar orang tua membentuk karakter jujur dengan cara mengajarkan jangan berkata bohong kepada orang tua, orang lain atau teman dan jujur ketika belajar disekolah. Cara membentuk karakter mandiri dengan mengajarkan untuk mandi, makan, memakai pakaian dan belajar mengerjakan PR sendiri. Cara membentuk karakter tanggung jawab dengan mengajarkan untuk membereskan mainanya, membersihkan dan membereskan tempat tidur. Kesimpulannya peranan orang tua dalam pembentukan karakter religius dan disiplin sudah menjalankan perannya sebagai motivator, fasilitator dan mediator, kemudian sebagian besar orang tua hanya berperan sebagai motivator dan mediator dalam pembentukan karakter jujur, mandiri dan tanggung jawab. Kata kunci : Peranan Orang Tua, Pembentukan Karakter.

Page 1 of 1 | Total Record : 6