cover
Contact Name
Demita
Contact Email
hengki_tamando@yahoo.com
Phone
+6281360000791
Journal Mail Official
lebahpkm@isha.or.id
Editorial Address
Romeby Lestari Housing Complex Blok C Number C14, North Sumatra, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian" : 6 Documents clear
Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskriptif di Sekolah Dasar melalui Model Pemetaan Pikiran: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental Anastasya, Dhea Sensya
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini meneliti efektivitas model Pemetaan Pikiran dalam meningkatkan keterampilan menulis deskriptif di kalangan siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan dua kelompok: kelompok perlakuan yang menggunakan Pemetaan Pikiran dan kelompok kontrol yang menerima instruksi menulis deskriptif tradisional. Selama periode delapan minggu, penelitian ini menilai peningkatan dalam penulisan deskriptif siswa melalui contoh tulisan sebelum dan sesudah intervensi, survei, dan pengamatan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa model Pemetaan Pikiran secara signifikan meningkatkan kemampuan menulis deskriptif siswa. Siswa dalam kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan yang nyata dalam detail deskriptif, koherensi, dan kreativitas dibandingkan dengan mereka yang berada dalam kelompok kontrol. Umpan balik positif dari siswa dan guru menyoroti efektivitas model dalam meningkatkan keterlibatan dan mendukung keterampilan berorganisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti bahwa Pemetaan Pikiran adalah alat yang berharga untuk meningkatkan instruksi menulis deskriptif. Temuan ini mendukung integrasi Pemetaan Pikiran ke dalam praktik pendidikan untuk meningkatkan kualitas menulis dan keterlibatan siswa, menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan umum dalam pendidikan menulis deskriptif.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Dalimunthe, Adika Syahputra; Sitepu, Ediaman; Yuriska, Kayla; Ichayu, Vinny
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, termasuk survei kuantitatif dan wawancara kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi berbagai faktor pribadi, sosial ekonomi, kelembagaan, dan budaya yang membentuk aspirasi pendidikan siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi intrinsik, seperti keinginan untuk pertumbuhan pribadi dan keingintahuan intelektual, serta motivasi ekstrinsik yang terkait dengan kemajuan karier dan keuntungan finansial, secara signifikan mendorong minat siswa terhadap pendidikan tinggi. Faktor sosial ekonomi, termasuk pendapatan keluarga dan pendidikan orang tua, juga memainkan peran penting, dengan siswa berpenghasilan tinggi dan mereka yang berasal dari keluarga yang lebih terdidik menunjukkan minat dan akses yang lebih besar terhadap kesempatan pendidikan tinggi. Faktor kelembagaan, seperti persepsi kualitas pendidikan dan akses ke layanan dukungan, selanjutnya memengaruhi keputusan siswa, yang menyoroti pentingnya bimbingan akademis dan konseling karier yang kuat. Pengaruh budaya dan sosial, termasuk harapan masyarakat dan norma keluarga, memengaruhi sikap siswa terhadap pendidikan tinggi, yang menekankan perlunya pendekatan dukungan yang peka terhadap budaya. Studi ini juga mengidentifikasi tren yang muncul, seperti meningkatnya minat terhadap pendidikan daring dan tantangan terkait kesadaran akan bantuan keuangan. Penelitian ini menawarkan implikasi yang berharga bagi kebijakan pendidikan, program dukungan, dan layanan konseling siswa, serta menyoroti area untuk penelitian di masa mendatang guna mengatasi lanskap pendidikan yang terus berkembang dan mendukung beragam kebutuhan siswa.
Analisis Pengaruh Budaya Populer terhadap Kepribadian Remaja di Indonesia Deocta, Nabila Syella
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh budaya populer terhadap kepribadian remaja di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan metode campuran untuk memberikan analisis komprehensif tentang dampak media terhadap perkembangan remaja. Studi ini memadukan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk meneliti bagaimana budaya populer memengaruhi pembentukan identitas, perilaku sosial, dan hasil kognitif di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini mengungkap bahwa remaja di Indonesia sangat dipengaruhi oleh berbagai bentuk budaya populer, termasuk media sosial, musik, dan televisi. Paparan terhadap tren budaya global dan lokal memainkan peran penting dalam membentuk persepsi diri, aspirasi, dan interaksi sosial mereka. Studi ini menemukan bahwa meskipun budaya populer meningkatkan kreativitas, meningkatkan kesadaran akan isu-isu global, dan menumbuhkan konektivitas sosial, budaya populer juga menghadirkan kelemahan penting. Kelemahan ini meliputi promosi gaya hidup yang tidak sehat, materialisme, dan erosi nilai-nilai tradisional. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya sekaligus menawarkan wawasan baru tentang interaksi unik antara pengaruh media global dan praktik budaya lokal di Indonesia. Studi ini menekankan perlunya literasi media dan konsumsi kritis budaya populer untuk mengurangi dampak negatif dan mendukung perkembangan remaja yang positif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika yang berkembang dari pengaruh media dan budaya pada remaja, memberikan implikasi yang berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan orang tua dalam mendorong pendekatan yang seimbang terhadap keterlibatan media.
Menggali Peran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa: Pendekatan Pedagogis dan Integrasi Kurikulum Putri, Olivia Afriani
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti peran Pendidikan Agama Islam (IRE) dalam menumbuhkan kreativitas siswa, dengan fokus pada bagaimana kurikulum dan metode pengajaran agama memengaruhi potensi kreatif. Karena IRE secara tradisional menekankan pengetahuan agama dan pengembangan moral, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aspek-aspek ini juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan kreatif. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan siswa dan pendidik, serta observasi kelas. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa IRE berdampak positif pada kreativitas melalui berbagai mekanisme, termasuk integrasi proyek seni keagamaan yang kreatif, refleksi moral dan etika dalam tugas, dan pembelajaran berbasis proyek. Praktik-praktik ini memberi siswa kesempatan untuk menerapkan ajaran agama dengan cara yang inovatif, meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan imajinatif mereka. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan, seperti kendala menghafal tradisional dan perlunya pendekatan pedagogis yang lebih fleksibel dan kreatif. Implikasinya bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pengembang kurikulum sangatlah signifikan. Para pendidik didorong untuk mengadopsi metode pengajaran yang kreatif dan memasukkan refleksi moral ke dalam pelajaran mereka. Para pembuat kebijakan harus mendukung reformasi kurikulum dan pengembangan profesional yang mempromosikan praktik kreatif dalam IRE. Para pengembang kurikulum disarankan untuk merancang program yang memadukan konten keagamaan dengan kegiatan yang inovatif dan interdisipliner.
Memahami Dampak Bullying pada Siswa Sekolah Menengah: Dampak Emosional, Psikologis, dan Akademis, serta Implikasi untuk Kebijakan dan Praktik Sekolah Astifionita, Risdawati Vazai
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman siswa sekolah menengah dalam menghadapi perundungan, dengan fokus pada berbagai bentuk perundungan verbal, sosial, fisik, dan siber serta dampak emosional, psikologis, dan akademisnya. Penelitian ini meneliti bagaimana siswa menanggapi perundungan, termasuk mencari bantuan dari orang dewasa, mengandalkan dukungan teman sebaya, penghindaran, dan pembalasan. Penelitian ini juga menyelidiki implikasi bagi sekolah, dengan menekankan perlunya kebijakan anti-perundungan yang komprehensif, iklim sekolah yang positif, dan sistem pendukung yang efektif bagi korban dan pelaku. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perundungan memiliki dampak yang mendalam dan bertahan lama pada siswa, yang menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, penurunan akademis, dan isolasi sosial. Penelitian ini menyoroti peran penting sekolah dalam mengatasi perundungan melalui tindakan proaktif dan keterlibatan masyarakat, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung yang menumbuhkan kesejahteraan siswa dan keberhasilan akademis.
Increasing cybersecurity awareness among teenagers through digital education and simulation Riandari, Fristi; Tasril, Virdyra; Ritonga, Rama Prameswara
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service aims to explore the role of digital education and simulation tools in enhancing cybersecurity awareness among teenagers. The review examines various educational methods, including e-learning platforms, gamification, and phishing simulations, to evaluate their effectiveness in increasing cybersecurity knowledge and skills. The methodology involves analyzing relevant studies from academic databases, combining both qualitative and quantitative research. Key findings suggest that interactive digital education and simulations significantly improve teenagers' ability to recognize and address online threats. However, challenges remain regarding long-term retention and engagement. The review highlights the growing importance of these tools in educating teenagers, emphasizing the need for their integration into educational settings. Trends include the use of gamification and simulations, while gaps in research, such as long-term effectiveness and cultural influences, remain. Recommendations for future initiatives include AI-driven simulations and incorporating cybersecurity education into social media platforms for broader reach.

Page 1 of 1 | Total Record : 6