cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
radjaerland@dsn.moestopo.ac.id
Phone
+6285714422271
Journal Mail Official
petanda@jrl.moestopo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jl. Hang Lekir I No. 8 Jakarta Pusat 10270 Telp. 021-7720289, 7395333 Fax: 7252682
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petanda : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 26145537     DOI : -
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Univesitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Jakarta, sebagai sebuah jurnal multidisiplin berskala nasional untuk publikasi hasil-hasil penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus, jurnal ini menaruh perhatian, tetapi tidak terbatas pada bidang ilmu komunikasi, ilmu ekonomi, ilmu sosial, dan ilmu politik. Hasil penelitian dari bidang ilmu lain dimungkinkan sepanjang obyek penelitiannya berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial humaniora. Secara garis besar Jurnal Petanda mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam lingkup komunikasi politik, ekonomi politik media, media massa dan media sosial, komunikasi dan keluarga berencana, jurnalisme dan media, kehumasan, periklanan, pembangunan sosial, gender dan pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial, pemerintahan dan hubungan internasional. Sebagai sebuah Terbitan Berkala Ilmiah, Petanda menggunakan standar peer review yang ketat dengan melibatkan peer reviewer dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta terakreditasi. Periode terbit jurnal ini adalah dua kali setiap hari terakhir di bulan Desember dan Juni tahun berjalan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
Broadcasting Radio Ponorogo dalam Kajian Konvergensi Media Nur Aini Shofiya Asy’ari
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.577 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.661

Abstract

Media informasi bergerak cepat sesuai dengan pergeseran budaya informasi yang terus berubah. Media radio yang tren kependengarannya terus menurun dari tahun ke tahun mendorong media radio untuk bersinergi dan berkonvergensi dengan media baru untuk tetap diakses khalayak. Konvergensi media telah dilakukan oleh radio-radio di Ponorogo. Namun bagaimana konvergensi media dilakukan sehingga memberikan dampak pada pola masyarakat mengakses radio radio perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konvergensi media diterapkan oleh radio-radio di Ponorogo sehingga mampu memberikan gambaran tentang sejauhmana konvergensi media membantu perkembangan radio di Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisa data-data yang didapatkan dari kegiatan survei lapangan dan wawancara kemudian dikaji dengan teori Ilmu Komunikasi dan Konvergensi Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata radio di Ponorogo menggunakan new media untuk mendukung aktifitas siaran radionya, namun tidak disertai tingkat pemahaman yang baik tentang apa itu konvergensi media sehingga langkah konvergensi tidak mencapai target yang diinginkan. Strategi konvergensi yang dilaksanakan oleh radio-radio di Ponorogo dilaksanakan hanya sekedar mengikuti perkembangan yang ada tanpa ada rumusan baku dalam pelaksanaannya.
Komunikasi Antarpribadi dalam Kawin Kontrak di Cisarua - Bogor Ratih Siti Aminah
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.472 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.657

Abstract

Penelitian komunikasi perempuan pelaku kawin kontrak ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi perempuan pelaku kawin kontrak yang termarginalkan. Kawin kontrak merupakan pernikahan yang dibatasi oleh kesepakatan waktu. Suami pada kawin kontrak umumnya berkewarganegaraan Iran, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Pakistan dengan usia 20 hingga 60 tahun, dan telah memiliki keluarga di negaranya. Praktik kawin kontrak diawali dengan proses komunikasi antarpribadi antara perempuan ke perantara (tukang ojek atau individu lain) sebelum dipertemukan dengan laki-laki yang mau kawin kontrak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui penelusuran naskah, wawancara dari berbagai sumber yang memiliki kredibilitas, catatan kegiatan, serta dokumen yang didapat dari objek penelitian. Penelitian ini menjelaskan deskripsi kawin kontrak, proses komunikasi antarpribadi yang terjadi dan pola komunikasi antarpribadi dalam praktik kawin kontrak. Hasil penelitian menunjukkan, kawin kontrak dilakukan oleh pasangan perempuan yang sebagian besar berasal dari Cianjur, Indramayu dan desa-desa di Sukabumi pada rentang usia 17 30 tahun. Mereka ada yang sudah bersuami, namun ada yang masih gadis. Dalam praktik kawin kontrak kesepakatan nilai kontrak menjadi elemen sangat penting. Komunikasi antarpribadi yang terjadi meliputi komunikasi berdua (diadik) antara perantara dengan perempuan, perantara dengan laki-laki, perantara dengan orang tua perempuan dan orang tua dengan perempuan. Sedangkan komunikasi bertiga (triadik) terjadi antara perempuan-perantara-laki-laki; perempuan-perantara dan orang tua.
Membongkar Wacana Pemberitaan Portal Berita Aceh atas Isu Disintegrasi Spanyol Yuri Alfrin Aladdin
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.432 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.658

Abstract

Pemerintah wilayah otonom Catalonia, Spanyol, mengumumkan 90 persen dari 2,26 juta orang yang memberikan suara dalam referendum kemerdekaan pada 1 Oktober 2017, memilih untuk merdeka dari Spanyol. Jumlah itu mewakili sekitar 42,3 persen dari total pemilih Catalonia yang mencapai 5,34 juta. Situasi yang dialami Catalonia hampir mirip dengan Provinsi Aceh Darussalam yang pernah menuntut pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perlawanan bersenjata di Aceh, tahun 1976 melalui organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), berakhir tahun 2005 setelah Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian Helsinki dengan GAM, dan menjadikan Aceh sebagai provinsi dengan otonomi khusus dalam pangkuan NKRI. Studi ini membahas karakteristik pers di Aceh dikaitkan wacana pemisahan sebuah wilayah dari negara. Peneliti menggunakan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk menganalisis cara dan gaya pemberitaan media portal berita lokal Aceh, serta melakukan wawancara dengan dua orang pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan, masih terdapat wacana tersembunyi dukungan jurnalis muda media lokal Aceh terhadap ide kemerdekaan yang didorong oleh ketidakpuasan hasil pembangunan di Aceh.
Difusi Inovasi dalam Penggunaan Batee Ranup pada Tradisi Meu-uroh di Aceh Barat Reni Juliani; Rahma Hidayati; Nidar Nidar
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.699 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.659

Abstract

Salah satu tradisi yang masih terus dipraktekkan masyarakat Aceh adalah tradisi meu-uroh. Namun dalam pelaksanaannya tradisi ini telah mengalami inovasi. Dulu tradisi meu-uroh dilakukan dengan membawa batee ranup yang memiliki makna luhur sedangkan sekarang tradisi ini dilakukan dengan membawa undangan cetak sekapur sirih seperti terjadi di Desa Cot Lagan, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, sehingga terjadi pergeseran budaya dalam tradisi meu-uroh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya pergeseran budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pergeseran budaya penggunaan batee ranup dalam tradisi meu-uroh disebabkan kurangnya pemahaman dan kecintaan masyarakat tentang budaya tersebut sehingga sangat mudah menerima budaya baru yang masuk dan berkembang di tengah-tengah mereka. Pergeseran budaya ini juga terjadi karena perkembangan teknologi yang kian pesat sehingga membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam segi budaya. Perkembangan teknologi ini berdampak, membawa sekapur sirih sebagai undangan lambat laun menggantikan posisi batee ranup dalam tradisi meu-uroh. Selain itu, penggunaan undangan sekapur sirih juga dirasa masyarakat lebih murah dan praktis jika dibandingkan dengan menggunakan batee ranup.
Komunikasi Terapeutik Bidan Desa dalam Penanganan Pasien Ibu Hamil Wiwin Setianingsih
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.146 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.660

Abstract

Komunikasi merupakan fondasi penting bagi tenaga kesehatan seperti bidan selain ilmu kesehatan itu sendiri. Sementara itu kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia sebab semua manusia menginginkan hidup sehat agar bisa menjalani aktivitas kehidupannya secara maksimal. Studi ini mengenai komunikasi terapeutik bidan desa dalam menangani pasien ibu hamil. Fenomena ini diteliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) proses komunikasi terapeutik bidan desa dalam menghadapi penanganan pasien ibu hamil, dan (2) bagaimana metode komunikasi terapeutik itu digunakan dalam menghadapi pasien ibu hamil. Hasil penelitian meliputi fase pra interaksi; fase orientasi; fase kerja komunikasi terapeutik; dan fase terminasi. Metode komunikasi terapeutik yang berlangsung mengutamakan efektivitas hubungan antarpribadi seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, menanyakan keadaan pasien, mengklarifikasi, menawarkan informasi, meringkas, memberikan penghargaan kepada pasien, memberi kesempatan kepada pasien untuk memulai pembicaraan, dan menganjurkan pasien meneruskan pembicaraannya. Mereka juga melakukan komunikasi nonverbal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5