cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2023)" : 22 Documents clear
Strategi Pemasaran Digital, Branding dan Survei Pasar Produk Olahan Mawar Sapuangin Sari, SE., MBA., Nadia Nila; Budi Suprapto; Api Adyantari; Vonezyo Yupanzara Dharomesz
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.7750

Abstract

Sapuangin an area located in the Klaten Regency, Central Java Region, has the natural resource of roses plant which are intercropped in the residents' yards. Most of the people sold it as sowing flowers, but the obstacle encountered is the decline in prices due to the seasonal nature of sowing flower sales, therefore knowledge about processing roses to other form of products is needed. To answer the obstacles, the UAJY service team consists of three faculties, created a program to train the residents to process roses into the form of bath soap, bath salts, hand sanitizer, aromatherapy candles, rose resin and rose water. Besides providing training on making rose, it is important to is trying to convey information from upstream to downstream where the marketing process needs to be socialized meanwhile conducting competitor analysis and consumer interest surveys. To deliver the marketing materials used lectured and group discussion forums by dividing the material into basic marketing, branding and digital marketing. Based on the material presented, it was found that residents needed more direction in carrying out the marketing process. Residents are quite familiar with the use of social media, but training is needed in making logo designs to create content on social media. From the results of a survey of competitors it was found that the more the main raw materials were added to the product, the selling price would increase. Found primarily in soap, salt, hand sanitizer and aromatherapy candles, consumers want a fragrance in the product. Keywords—Sapuangin, Mawar, Marketing Strategy, Branding, Digital Marketing, Competitor analysis, Consumer interest survey Abstrak—Wilayah Sapuangin terletak di wilayah klaten memiliki potensi dalam menghasilkan bunga mawar yang ditanam secara tumpang sari di halaman warga. Bunga mawar yang tumbuh subur memiliki dapat dijual sebagai bunga tabur, namun kendala yang ditemui adalah turunnya harga dikarenakan penjualan bunga tabur bersifat seasonal, sehingga diperlukan adanya pengetahuan mengenai pengolahan bunga mawar. Untuk menjawab kendala yang terjadi pada masyaratak tim pengabdian UAJY yang tergabung dari tiga fakultas membuat program untuk melatih masyarakat mengolah bunga mawar ke dalam bentuk sabun mandi, garam mandi, handsanitaizer, lilin aromaterapi, resin mawar dan air mawar. Selain pelatihan pembuatan produk olahan, tim pengabdian berusaha untuk menyampaikan materi secara hulu ke hilir dimana proses pemasaran perlu disosialisasikan hingga melakukan analisis pesaing dan survei minat konsumen. Penyampaikan materi pemasaran dilakukan dengan metode ceramah dan forum group discussion dengan membagi materi menjadi pemasaran dasar, branding dan pemasaran digital.  Berdasarkan materi yang telah disampaikam ditemukan bahwa warga membutuhkan lebih banyak arahan dalam melakukan proses pemasaran. Warga cukup familiar dengan penggunaan sosial media, namun diperlukan pelatihan dalam pembuatan desain logo untuk menciptakan konten pada sosial media. Dari hasil survei pesaing ditemukan bahwa semakin terdapat tambahan bahan baku utama pada produk maka akan meningkatkan harga jual. Ditemukan terutama pada produk sabun, garam, handsanitizer dan lilin aromaterapi konsumen menginginkan aroma wangi pada produk. Kata Kunci—Sapuangin, Mawar, Strategi Pemasaran, Branding, Pemasaran Digital, Analisis pesaing, Survei minat konsumen
Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Usaha dan Digital Marketing pada UMKM Binaan PLUT Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Pratama, Yohanes Mario; Wisnu Aji, Mario Rosario; Kinanthi, Enggar Sukma; Budiyono, Elizabeth Fiesta Clara Shinta; Putra, Tegar Satya; Mayasari, Agatha; Visnhu Pradana, Bartolomeus Galih; Dewangga Pramudita, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.7760

Abstract

Abstract — The Integrated Business Service Center functions as a training ground for MSMEs who want to develop their business. Through this service center, MSMEs can be helped by being given training that complements the various skills needed to manage their business. The Integrated Business Service Center in Semarang said that currently MSMEs need practical training, especially training related to business governance and digital marketing. The method used as a solution to overcome this problem is in the form of management training, especially on the production floor using SCORE analysis and digital marketing training through social networks, as well as online assistance in 3 meetings. After training and mentoring, assisted MSMEs can manage production areas in a cleaner and more orderly manner for more efficient movement of workers. Meanwhile, efforts are starting to be seen in managing social media, separating social media between business marketing and social media for private owners and preparing attractive social media content plans. Keywords — MSME, business service center, kaizen, production, digital marketing Abstrak— Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Dengan adanya PLUT ini diharapkan para pelaku UMKM dapat terbantu dengan diberi pelatihan yang melengkapi berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola usahanya. PLUT Kabupaten Semarang menyampaikan bahwa saat ini UMKM membutuhkan pelatihan-pelatihan praktis, khususnya pelatihan terkait pengelolaan tata kelola usaha dan pemasaran digital. Metode yang digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut berupa pelatihan tata kelola khususnya di lantai produksi menggunakan analisis SCORE dan pelatihan pemasaran digital melalui jejaring sosial, serta pendampingan jarak jauh dalam 3 pertemuan. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, UMKM binaan dapat mengelola area produksi dengan lebih bersih dan teratur untuk pergerakan pekerja yang lebih efisien. Sementara itu, upaya sudah mulai terlihat pada pengelolaan media sosial, memisahkan media sosial antara pemasaran usaha dan media sosial untuk pemilik serta menyiapkan rencana konten media sosial yang menarik. Kata Kunci— UMKM, PLUT, kaizen, produksi, pemasaran digital

Page 3 of 3 | Total Record : 22