Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
2 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017"
:
2 Documents
clear
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI BUDAYA MUNA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL SISWA
Sumarlin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa? Desain penelitian ini menggunakan metode Educational Research and Development, dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dipilih secara purposive sampling dari 304 populasi. Pengambilan sampel sebanyak 10 orang siswa, agar dalam proses pemberian treatment dalam kegiatan bimbingan efektif dan optimal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna terbukti efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa. Model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna yang dikembangkan merupakan sebuah proses pemberian bantuan oleh konselor kepada individu dengan berlandaskan pada nilai-nilai budaya Muna, agar individu mengenali dirinya, mengenali lingkungannya dan mampu berpikir secara obyektif dalam memaknai kehidupan baik di sekolah maupun di lingkuangan sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa.Tingkat kecerdasan Sosial siswa sebelum bimbingan kelompok adalah 42.73% dan setelah bimbingan kelompok meningkat menjadi 52.83%. Terjadi peningkatan sebesar 10.09%. Peningkatan tersebut terjadi pada semua aspek kecerdasan Sosial.
Model Pewarisan Cerita Rakyat melalui Lomba Storytelling
Nur Israfyan Sofian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengamatan saya tentang upaya pemertahanan cerita rakyat melalui lomba strorytelling bagi siswa sekolah menengah. Lomba storytelling adalah salah satu mata lomba yang ada di gelaran English Expo dan diadakan setiap tahun oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo. Cerita rakyat, oleh setiap siswa peserta lomba, diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dipertunjukkan. Hasil temuan saya menunjukkan bahwa lomba storytelling menjadi ajang pewarisan cerita rakyat. Proses pewarisan cerita rakyat melalui lomba storytelling tidak saja berefek kepada tersampaikannya cerita rakyat yang mengandung konsep kebudayaan masyarakat pemilik cerita rakyat tetapi juga menjadi ajang pemahaman lintas kebudayaan bagi anak-anak seusia sekolah menengah. Lebih lanjut, mereka dapat menjadi agen budaya dalam memperkenalkan konsep kebudayaan melalui lomba storytelling. Istilah kunci: storytelling, pewarisan dan pemahaman lintas budaya.