cover
Contact Name
Fatkhu Rohmatin
Contact Email
jumantara.perpusnas2010@gmail.com
Phone
+6285748946460
Journal Mail Official
jumantara.perpusnas2010@gmail.com
Editorial Address
Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jln. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 20871074     EISSN : 26857391     DOI : https://doi.org/10.37014/jumantara
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara menyajikan informasi mutakhir hasil kajian literatur dan penelitian bidang ilmu filologi dan pernaskahan Nusantara, yang mencakup: Kajian kodokologis, Teori-teori filologi, Edisi teks naskah kuno dan analisisnya, Kajian historis kepengarangan naskah kuno dan karyanya, Kajian multidisiplin berbasis naskah nusantara. Objek yang dijadikan kajian secara khusus bersumber pada naskah-naskah kuno Nusantara baik yang tersimpan di wilayah Nusantara maupun di luar wilayah Nusantara. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peneliti naskah kuno Nusantara dari seluruh wilayah di dunia untuk turut berpartisipasi dalam penulisan artikel ilmiah yang sesuai dengan focus dan scope jurnal.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2015): Desember" : 6 Documents clear
Hegemoni Ideologi Perang Sabil sebagai Wacana Antikolonial dalam Teks Syair Raja Siak Bagus Kurniawan
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.572 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.300

Abstract

Kolonialisme di Nusantara yang berlangsung kurang lebih tiga abad telah meninggalkan jejak kolonialisme yang terlacak dalam kebudayaan Nusantara. Dalam konteks kesusastraan,  persinggungan antara penguasa kolonial dengan rakyat terjajah memunculkan adanya sejumlah karya sastra Melayu klasik yang bertema perang kolonial. Di dalam karya-karya tersebut salah satu hal yang tampak adanya sebuah ideologi perang sabil. Karya-karya seperti itu oleh penguasa kolonial dianggap sebagai karya sastra yang sangat berbahaya karena mengajarkan masyarakat terjajah untuk melakukan resistensi karena ideologi perang sabil yang ada dalam beberapa karya sastra Melayu klasik memiliki dimensi yang hegemonik dalam masyarakat terjajah. Oleh karena itu, di masa lampau ada usaha yang dilakukan oleh penguasa kolonial untuk memusnahkan sejumlah karya sastra yang mengajarkan ideologi perang sabil. Salah satu karya sastra Melayu klasik yang memiliki tema perang dengan penguasa kolonial dan memiliki ajaran ideologi perang sabil adalah Syair Raja Siak. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini diungkapkan adanya hegemoni ideologi perang sabil di dalam teks sebagai sebuah wacana antikolonial. Ideologi perang sabil yang diajarkan di dalam teks memilki sejumlah peran dalam praktik material masyarakat bumiputra. Untuk menganalisis peran ideologi perang sabil sebagai ideologi yang hegemonik di dalam teks serta perannya sebagai wacana antikolonial, maka tulisan ini menggunakan dua teori, yaitu teori hegemoni Gramsci dan teori poskolonial. Teori hegemoni Gramsci digunakan untuk melihat aspek hegemonik ideologi perang sabil, sedangkan teori pascakolonial digunakan untuk melihat dimensi antikolonial yang ada dalam ideologi tersebut.
Indikator Santri Lelana dan Mistik Islam Kejawen dalam Serat Centhini Jilid XII Wiwien Widyawati Rahayu
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.9 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.305

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya muatan santri lelana dan mistik Islam kejawen yang terkandung di dalam Serat Centhini Jilid XII. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam kajian ini adalah indikator-indikator yang mengindikasikan bahwa dari teks Serat Centhini Jilid XII merupakan teks yang bermuatan santri lelana dan mistik Islam Kejawen. Serat Centhini Jilid XII berupa tulisan Latin terdiri dari 12 jilid dan diterbitkan oleh Karkana Kamajaya melalui Yayasan Centhini tahun 1986 sebagai sumber data. Hasil kajian struktural dan semiotik membuktikan bahwa Serat Centhini Jilid XII merupakan karya sastra yang bermuatan santri lelana. Serat Centhini Jilid XII mengisahkan tentang perjalanan rombongan Jayengraga dan Jayengresmi menuju Wanamarta yang disertai pencarian ilmu dalam perjalanan tersebut. Di dalam naskah ini terdapat ajaran tentang empat tahap menuju manusia sempurna (manunggaling kawula gusti). Serat Centhini Jilid XII  juga mencirikan  karya mistik Islam kejawen yang di dalamnya terdapat ajaran dalam konsep Islam yang berpadu dengan konsep Jawa. Hal ini terlihat dengan adanya beberapa istilah penyebutan nama Tuhan dalam konsepsi Hindu dan Jawa yang muncul di dalam teks.
Sastra Kitab sebagai Penguatan Iman: Suatu Kajian Kesastraan dalam Al-Mutawassimin Dhimas Muhammad Yasin
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.029 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.301

Abstract

Al-Mutawassimin merupakan teks Melayu dalam naskah Melayu, yang menurut kolofon teksnya berarti ‘orang-orang yang mengenal akan tanda-tanda kebesaran Allah’. Al-Mutawassimin tersimpan di Perpustakaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pinilih, Soditan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.  Al-Mutawassimin disajikan dalam bentuk prosa. Al-Mutawassimin merupakan naskah tulisan tangan atau manuskrip dengan huruf Arab Melayu dan huruf pegon, berbahasa Melayu dan Jawa, dan disisipi kata-kata dari bahasa Arab. Kertas yang digunakan adalah kertas merang atau kertas yang terbuat dari tangkai padi yang  sudah  kering. Tinta  yang  digunakan  adalah  tinta bak berwarna hitam dan merah. Al-Mutawassimin ditulis pada tahun 1908. Al-Mutawassimin merupakan salah satu karya sastra Melayu klasik bergenre sastra kitab karena berisi ajaran tauhid, meliputi: sifat-sifat wajib Allah, sifat-sifat mustahil Allah, dan penggolongan sifat-sifat wajib Allah. Tauhid merupakan bagian yang paling pokok dalam Islam. Artinya, Al-Mutawassimin terkandung nilai-nilai luhur yang cukup penting pada masa lampau sehingga dapat menguatkan iman. Al-Mutawassimin tertulis dengan huruf dan bahasa klasik yang sudah tidak banyak dipahami oleh masyarakat/pembaca masa kini. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian sebagai upaya pengamalan nilai-nilai dalam Al-Mutawassimin. Tujuannya, untuk menyajikan informasi-informasi dalam Al-Mutawassimin sehingga bisa dibaca dan diamalkan oleh masyarakat/pembaca, baik masa kini maupun masa yang akan datang.
Legitimasi Kekuasaan dalam Karya Sastra Babad: Mimikri, Hibriditas, dan Ambivalensi dalam Babad Pakualaman Yudhi Irawan
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.636 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.306

Abstract

Babad Pakualaman menceritakan sejarah pergolakan kekuasaan di Yogyakarta sekitar tahun 1800-an. Pemerintah Kolonial Inggris menobatkan Pangeran Natakusuma menjadi pangeran mardiko di Yogyakarta dengan gelar Gusti Pangeran Adipati Pakualaman I. Konflik kepentingan menyertai pengangkatan tersebut. Tulisan ini mengungkap latar belakang penulisan dan mengungkap bagaimana Babad Pakualaman melegitimasi kekuasaan tokoh dan/atau pemerintah Kolonial. Penelusuran legitimasi kekuasaan akan mempertimbangkan hasil pembacaan secara kritis terhadap teks yang memiliki efek melegitimasi kekuasaan tokoh dan/atau pemerintah Kolonial. Pembacaan terhadap jejak-jejak kekuasaan fokus kepada kupasan terhadap tokoh-tokoh dalam teks Babad Pakualaman, dan peristiwa yang menyertainya. Kupasan terhadap tokoh-tokoh dan peristiwa yang menyertainya akan menggunakan “kaca mata” postkolonial.
Transformasi Tradisi Penulisan Naskah Sunda Kuno pada Masa Peralihan Ditinjau Melalui Karya-karya Kai Raga Ade Ahmad Suprianto
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.801 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.297

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengupas naskah Wirid Nur Muhammad (selanjutnya disingkat WNM). Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai aspek-aspek fisik naskah dan isi WNM dibanding dengan naskah Sunda kuno karya Kai Raga lainnya. Teks WNM merupakan teks yang berisi tentang keislaman, yang menjelaskan mengenai proses penciptaan alam dunia dari Nur Muhammad. Kemudian dijelaskan mengenai proses penciptaan Adam hingga diturunkannya ke alam dunia. Selanjutnya, dijelaskan mengenai nama-nama tokoh (malaikat) beserta tugasnya di alam dunia. Pada proses pengkajiannya dibandingkan dengan naskah-naskah karya Kai Raga lainnya guna melihat perubahan pemikiran yang terjadi padanya.
Nilai Kepemimpinan dalam Naskah Hikayat Maharaja Ali Koleksi Perpustakaan Nasional RI Didik Purwanto
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2635.919 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.302

Abstract

Adapun di dalam Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Dep. PK, Hikayat Maharaja Ali terdapat empat versi. Hikayat Maharaja Ali versi pertama bernomor ML. 638 A (dari W. 106 A), versi kedua bernomor ML. 640 (dari W. 107), versi ketiga bernomor ML. 641 (dari W.108), dan versi keempat bernomor ML. 198 A. Keempat versi naskah tersebut memiliki alur cerita yang sama, namun dari keempat versi naskah tersebut hanya satu naskah saja yang kondisinya masih baik yaitu ML. 638 A (dari W. 106 A). Pada naskah Hikayat Maharaja Ali dengan kode ML. 638 A (dari W. 106 A) terdapat kandungan nilai kepemimpinan yang dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran pemimpin masa kini untuk mencari seorang tokoh yang dapat memimpin suatu organisasi atau negara diperlukan banyak pertimbangan, hal ini dikarenakan maju tidaknya sebuah organisasi atau negara diperlukan seorang pemimpin yang cakap dalam memimpin atau mengendalikan suatu pemerintahannya. Nilai kepemimpinan dalam budaya Melayu tidak terlepas dari ajaran agama Islam yang berpedoman pada ajaran Rasulullah saw. Nilai kepemimpinan sangat erat hubungannya dengan hikayat yang menceritakan atau menggambarkan pemerintahan raja-raja pada masa itu. Nilai kepemimpinan tersebut dapat dilihat dari kriteria seorang pemimpin ideal dalam budaya Melayu diantaranya yaitu adil, bijak, rela berkorban, mulia budi pekerti, pandai, dan memiliki mental yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6