cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies is an international journal published by the State Islamic Institute of Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Islamic and social problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Islamic studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and social issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): June 2016" : 7 Documents clear
ISLAMIC FUNDAMENTALIST AND NATIONALISM (STUDY AT DARUL MA’RIFAT ISLAMIC BOARDING SCHOOL, KEDIRI - EAST JAVA) Reza Fahmi Haji Abdurrachim
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.515 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.113

Abstract

The Islamic Boarding School is always connected to the institution which produces the rebellions behavior and building radicalism in many Muslim countries, i.e Pakistan, Afghanistan, and Indonesia. The radicalism of Islam is always called Islamic Fundamentalist. The purposes of the research are (1) to describe the Islamic values which has been taught at Islamic Boarding School (especially at Darul Ma’rifat Islamic Boarding School at Kediri, East Java), (2) to describe the nationalism which has been taught at Darul Ma’rifat Islamic Boarding School at Kediri, East Java), (3) to describe the relation between Islamic Values which has been taught with nationalism of the students (santri) at Darul Ma’rifat Islamic Boarding School at Kediri, East Java. The research was based on quantitative studies. There were twelve thousand two hundred twenty seven pupils at Darul Ma’rifat Islamic Boarding School Kediri, East Java; however, only a few pupils has been involved in the research; three hundred and two pupils as a respondent. The data had been collected by observation, psychological scale, and documentation. The research found that there were correlation between Islamic values and Nationalism. So, although the pupils had been taught with the Islamic Values, the stick on the nationalism Islamic belief is very important to build peace and harmony for Indonesia. Then, they never thought that Islamic Values should be implemented without tolerance and respect to another religious belief. Penelitian ini didasari beberapa permasalahan; banyaknya kritik dan stigma sosial yang diberikan terhadap pesantren. Sebagai misalan, pesanteren selalunya dipersalahkan sebagai produsen terorist, mengajarkan ide Islam fundamentalis dan juga tak pernah membangunkan pemikiran nasionalisme kepada para pelajar (santri). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantern Moderen Darul Ma’rifat, Kediri Jawa Timur. Populasi dalam penelitian adalah seluruh santri di Ponpes tersebut. Sungguhpun demikian hanya 302 orang santri yang terlibat dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan skala psikologi. Data dianalisa dengan model pendekatan statistik: korelasi pearson. Hasil : (1) Rata-rata sebaran dari pemikiran tentang fundamentalis para santri tergolong rendah. (2) Rata-rata sebaran dari pemikiran tentang nasionalisme yang dimiliki oleh para santri tergolong tinggi. (3) Ada hubungan antara pemikiran fundamentalis dan nasionalis di kalangan para santri. Tetapi pemikiran tentang fundamentalisme Islam hanya dipersepsikan bagaimana menjadi muslim yang baik dan berpegamng teguh pada nilai-nilai Islam. Kemudian para santri berfikir bahwa nasionalisme adalah sangat penting dalam masyarakat kita yang beragam suku bangsa dan membangun perdamaian –harmoni.
DI ANTARA UGATAMEE DAN INJIL: TRANSFORMASI TEOLOGI-TEOLOGI PRIBUMI DI TANAH PAPUA I Ngurah Suryawan
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.137 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.182

Abstract

This article discusses the oral tradition in the form of indigenous theologies that are believed by many communities in Papua about their God as a life savior. Historically, The indigenous theology has an important role in the formation of knowledge about religion, customs, and culture that become orientation of their lives. Indigenous theologies in Papua is experiencing a transformation as the presence of religion. Tensions between indigenous theology and values of the gospel of Christianity particularly give serious impact on the religious orientation of the overall culture of the society. This article explore some teachings of indigenous theology, including the Ugatamee, Hai and Koreri along with their oral traditions and transformations that happened. Artikel ini mendiskusikan tradisi lisan berupa teologi-teologi pribumi yang diyakini oleh berbagai komunitas di tanah Papua tentang Tuhan mereka sebagai penyelamat kehidupan. Teologi pribumi tersebut dalam sejarahnya berperan penting dalam pembentukan pengetahuan tentang religi, adat, dan budaya yang menjadi orientasi kehidupan mereka. Teologi-teologi pribumi yang ada di tanah Papua mengalamai transformasi saat hadirnya agama. Ketegangan antara teologi pribumi dan nilai-nilai injil dalam agama Kristen khususnya berdampak serius terhadap orientasi religi sekaligus budaya masyarakat. Artikel ini mendalami beberapa ajaran teologi pribumi, diantaranya adalah Ugatamee, Hai dan Koreri beserta tradisi-tradisi lisannya dan transformasi-transformasi yang dialaminya.
داعش : حقيقة التنظيم والأهداف Hanadi Fadhl
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.369 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.128

Abstract

ظاهرة التطرف قد يشكل طبعا خاصا فى الحياة البشرية، وظهرت أنواعه وأشكاله العديدة منها يشكل طبعا فكريا وآخر طبعا دينيا. وقضية داعش المعروف بالدولة الإسلامية فى العراق والشام انتشر نفوذه بسرعة عجيبة حتى دول الجوار، وما حقيقته و ما هي أهداف أنشطته فى الدول الإسلامية؟ ومن المعروف أن داعش يحمل طبعا دينيا فى ثوبه المزور ووراء ذلك قد استولى عليه النفوذ الغربي لتفتيت دول الشرق الأوسط. وكانت الهيمنة الغربية قد تشتت خاصة بعد الربيع العربي بسقوط بعض الحكام العرب الموالين لها، ولذالك لا بد من البحث عن الأساليب الأخرى لبث نفوذها فى الشرق الأوسط والدول الإسلامية ومن هذه الأساليب تكوين داعش بثوبه الإسلامي من حيث المظهر. وظهور داعش فقط لتشويه صورة الإسلام والمسلمين، إذن هناك علاقة وطيدة بين داعش والنفوذ الغربي في الشرق الأوسط خاصة وبلدان المسلمين عامة. الكلمات المفتاحية:داعش، الهيمنة الغربية Fenomena kekerasan dalam berbagai aktifitas manusia sudah jadi warna tersendiri. Berbagai corak kekerasan muncul dalam berbagai bentuk dan warna. Salah satu bentuknya adalak bercorak dan bertameng agama, diantaranya adalah fenomena ISIS. Bagaimana hakikat dan tujuan gerakannya?. Terkesan corak aktifitas mereka bercorak keagamaan, tapi dibalik itu ada agenda pesanan barat yang untuk memecah belah Timur Tengah. Hegemoni barat yang mulai terancam setelah munculnya musim semi negera-negara Arab dengan bertumbangnya para penguasa diktator. Perlu ada skenario baru buat menguatkan tancapan pengaruh barat di Timur Tengah dengan melahirkan ISIS. Keberadaan ISIS memang dimunculkan by desain yang rapi antara kekuatan yang berpengaruh dikancah percaturan politik dunia. Jadi ISIS hanya memperburuk citra Islam yang bermula di Iraq dan Suria dan melebar ke berbagai penjuru dunia. Jadi ISIS dan hegemoni barat punya keterkaitan erat dalam mencaplok Timut Tengah secara khusus dan dunia Islam secara umum.
ظاهرة العنف اللغوي في الميزان الشرعي، المشكلات والحلول Hayati MA
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.782 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.104

Abstract

انتشرت ظاهرة العنف اللغوي بين ظهرانى المجتمع الإنساني في شتى المجالات والميادين واحتوت أوجهه المختلفة إلى عدة أشكاله وتأثيره المباشر ولم يوجد أي قانون كاف عادل للقضاء على هذه الظاهرة فقد استفاد بعض الناس فى بعض الأحيان لظلم الآخرين أو تكون وسيلة للاعتداء على الآخرين. و كل نوع من أوجه العنف اللغوي تعتبر ضمن القضايا الجنائية، فالإسلام كالمنهج الشامل للحياة البشرية تحتوى أحكامه على القضاء العادل لجميع قضايا الناس، وقد أصبح قانونا عادلا للقضاء على كافة الجرائم لإنسانية بصورة عامة وأما ظاهرة العنف اللغوي قد تكلم به الإسلام مسبقا بالأدلة القرآنية والسنة النبوية. وأما العقوبة الوضعية الموجودة لهذه الظاهرة حاليا لم تأت بالحل الواضح، والتعاليم الإسلامية جاءت بالحل الواضح لتحسين أحوال الناس. Problematika kekerasan bahasa telah menyebar dalam kehidupan masyarakat meliputi segala aspek kehidupan. Peliknya problematika ini disebabkan oleh luasnya cakupan kekerasan bahasa, beragam coraknya dan dampak langsungnya. Sehingga undang-undang yang ditetapkan belum mewakili problematika yang menggurita bahkan terkadang ada pihak yang terzholimi oleh undang-undang tersebut atau ada pihak yang memanfaatkan hukum sebagai alat untuk pelampiasan kemarahan, dendam, kebencian dan permusuhan. Kemudian semua corak kekerasan bahasa dikategorikan sebagai kasus pidana. Islam sebagai tuntunan hidup yang komprehensif telah menetapkan aturan yang adil dan bijaksana dengan mengkategorikan kekerasan bahasa kepada kategori pidana yang memiliki ketentuan absolute dari sumber hukum Islam dan kategori perdata yang tidak ada ketentuan kongkrit. Dari segi sanksi, undang-undang menetapkan sanksi berdasarkan tingkat keberatan kasus tanpa menyertainya dengan solusi perbaikannya. Sedangkan Syari’at Islam menetapkan sanksi disertai dengan tawaran solusi dan perbaikan.
ASPEK ASPEK KEMANUSIAAN DALAM TERORISME BERDASARKAN KAJIAN FIKIH Afifi Fauzi Abbas
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.137 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.106

Abstract

Human right is the basic right possesed by all human beings. This right does not need to be given, purchased or inherited. Human right is automatically part of human, and human right is also applied to all mankind whoever the person, and does not rely on race, ethnicity or religion and age considerations. Humanitarian issues faced by Muslims in Indonesia today is the treatment of the country against terrorism suspects in raids in several cases considered terrorism cases in Indonesia starting from the Bali bombings, Bom Sarinah and several other terrorism cases. Discuss aspects of the humanitarian aspect of terrorism is becoming a necessity, especially when viewed from the perspective of jurisprudence. In Islamic Fiqh, autopsy (forensic) can be done, and the results serve as evidence that the rules of evidence in Islam to be entered into evidence "witness", that is, those who heard his testimony, including expert testimony. In this case many verses of the Qur’an are ordered to give this testimony, especially for those who can provide it. HAM adalah hak dasar atau hak asasi yang dimiliki semua manusia. Hak ini tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis, dan HAM juga berlaku untuk seluruh umat manusia siapapun orangnya, dan tidak bergantung pada pertimbangan RAS, etnis maupun agama dan usia. Persoalan kemanusian yang dihadapi umat muslim di Indonesia saat ini adalah perlakuan negara terhadap tersangka terorisme dalam beberapa kasus penggerebekan dalam kasus yang dianggap terorisme di Indoensia mulai dari kasus Bom Bali, Bom Sarinah dan beberapa kasus terorisme lainnya. Membicarakan aspek aspek kemanusiaan dalam terorisme adalah menjadi sebuah keniscayaan, apalagi kalau dilihat dari perspektif fikih. Dalam pandangan Fikih Islam autopsi (forensik) dapat dilakukan, dan hasilnya berfungsi sebagai alat bukti, yang dalam hukum pembuktian dalam Islam bisa dimasukan ke dalam bukti “saksi”, yaitu orang yang didengar keterangannya, termasuk di dalamnya keterangan ahli. Dalam hal ini banyak ayat al-Quran yang memerintahkan untuk memberikan kesaksian ini terutama bagi mereka yang sanggup memberikannya.
THE EMERGENCE OF YOUTH VIOLENCE IN INDONESIA: A SOCIO-HISTORICAL ANALYSIS Irfan Rifai
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.19 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.115

Abstract

This qualitative exploratory study investigates the socio-historical context which impacts on the emergence of youth violence in an urban area, Jakarta, Indonesia. Research findings reveal how social and historical contexts impact youth’s propensity to conduct in youth violence. These social and historical contexts span from the local to the hybrid context; from the Indonesian traditional practices to the global trends of the youth’ social practices. This study illuminates the understanding that youth violence, particularly occurs in the urban area, is complex in nature and the study of youth violence should be placed in wider context. The result study It is widely known that this due to family-based tradition, that is, if one of the family has ever studied at this school, the other family members will follow studying at the same school as their ancestor did. This indicates that in fact parents and students are aware of what happens within the school including various practices of school culture. Studi eksplorasi kualitatif ini menyelidiki konteks sosio-historis yang berdampak pada munculnya kekerasan remaja di daerah perkotaan, Jakarta, Indonesia. Temuan penelitian mengungkapkan bagaimana sosial dan kecenderungan konteks sejarah dampak muda untuk melakukan kekerasan remaja. Ini konteks sosial dan historis span dari lokal ke konteks hybrid; dari praktek-praktek tradisional Indonesia dengan tren global praktek-praktek sosial pemuda’. Studi ini menerangi pemahaman bahwa kekerasan pemuda, terutama terjadi di daerah perkotaan, adalah kompleks di alam dan studi kekerasan remaja harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Hasil penelitian ini secara luas diketahui bahwa ini karena tradisi berbasis keluarga, yaitu, jika salah satu keluarga yang pernah belajar di sekolah ini, anggota keluarga yang lain akan mengikuti belajar di sekolah yang sama seperti nenek moyang mereka lakukan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya orang tua dan siswa menyadari apa yang terjadi di dalam sekolah termasuk berbagai praktik budaya sekolah.
TEOLOGI HAKIMIYAH: BENIH RADIKALISME ISLAM Iman Fauzi Ghifarie
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.727 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.96

Abstract

This article examines the theological issues called hakimiyah as the seeds of extremism, fundamentalism, radicalism religion (Islam) that manifests itself in the behavior and acts of violence in the name of religion. The rise of radicalism among young people in the form of violence, terrorism, suicide bombing is coming from theology hakimiyah and Istisyhad doctrine (martyrdom) in order to get guarantee into heaven surrounded by 40 angels. It is because, they always spread hatred and hostility and beliefe to takfiri concept (infidelity) to resolve any different opinion,a belief that led to vigilante, even to take the life of another person as the main ticket to heaven. If the actions and behaviors that hurt the conscience and the humanitarian aspect continues to be done systematically, and sustained by the younger generation, then what would the fate of Mother Earth become? Of course, it is possible to give the birth of the Islamic State of Indonesia Malayasia. Meanwhile, Islam forbids any acts that damage, destroy, injure, and kill for no good reason. Even in a war, moral principles, morality, and ethics should be a guide and reference. Radicalism, terrorism, limbs and destruction have no religion nor country. Everyone who embrace the ideology which spread terror to the people who live safely, and bring damage to plants and animals are terrorist. No one can give any sentence of punishment "deviant," "infidel," "kill" to the group which have different understanding, except Allah, the supreme judges. When we do that kind of behavior and actions, then we are more powerful than God. Tulisan ini mengkaji persoalan teologi hakimiyah sebagai benih ekstremisme, fundamentalisme, radikalisme agama (Islam) yang mewujud dalam perilaku, tindakan kekerasan atas nama agama. Maraknya gerakan radikalisme di kalangan anak muda dalam bentuk aksi kekerasan, terorisme, bom bunuh diri ini yang bersumber dari teologi hakimiyah dan doktrin Istisyhad (mati syahid) demi mendapatkan jaminan masuk surga yang dikelilingi 40 bidadari.Pasalnya, mereka selalu menebarkan kebencian, permusuhan dengan memengang teguh pemahaman takfiri (pengkafiran) untuk menyelesaikan setiap perbedaan pendapat, keyakinan yang berujung pada cara main hakim sendiri, hingga menghilangkan nyawa orang lain sebagai tiket utama masuk surga. Jika tindakan dan perilaku yang melukai aspek kemanusiaan dan hati nurani ini terus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan oleh generasi muda, maka apa jadinya nasib Bumi Pertiwi. Tentunya, tidak menutup kemungkinan akan lahirnya Negara Islam Indonesia Malayasia.Padahal, ajaran Islam mengharamkan setiap perbuatan yang merusak, membinasakan, melukai, dan membunuh tanpa alasan yang benar. Dalam peperangan sekalipun, prinsip-prinsip moral, akhlaq, dan etika harus dijadikan pedoman dan acuan. Radikalisme, terorisme, ekstremitas dan pengrusakan tidak punya agama dan tidak pula negara. Setiap orang yang menganut ideologi yang menebarkan teror kepada orang-orang yang hidup aman, serta merusak tumbuhan dan hewan adalah teroris.Tiada seseorang yang dapat memberikan penyebutan hukuman “sesat,” “kafir,” “bunuh” terhadap kelompok yang berbeda pemahaman, keyakinan kecuali hakim yang maha tinggi, Allah Swt. Bila perilaku dan tindakan itu kita lakukan, maka kita lebih berkuasa dari Tuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7