cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285363466196
Journal Mail Official
journal.it.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies is a Scientific Journal published in full online using the Open Journal System with e-ISSN 2599-2171 and p-ISSN 2599-218X since 2016. Articles are published twice in one year. Islam Transformatif Journal is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi in collaboration with Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuluddin (HIPIUS) Postgraduate Program under the direct supervision of Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Islam Transformatif Journal publishes both empirical and normative scientific research journals on everything about Islamic studies such as Islamic Philosophy, Theology and Thought, Islamic Education, Islamic Social and Culture Issues, Islamic Laws Issues, and others.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020" : 8 Documents clear
Penguatan Paham Puritan dalam Program Latihan Khidmah Jamiyyah Organisasi Persatuan Islam di Garut Ihsan Kamaludin; Shifa Nisrina Sujana; Afifatus Sholikha
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.321 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3436

Abstract

This article focuses on implementing the Social learning method, which is used by Persatuan Islam organization in Garut district (West Java) and aims to found the impact of the curriculum for Santri life to strengthen the puritanism among society. This is mainly because Pesantren Persatuan Islam, the Islamic educational institution from Indonesia, has led citizens to broaden their knowledge and skills. Santri (pesantren students) should take a preaching class, which becomes one of the most well-known curriculums to spread Islamic values in society. This is a qualitative-descriptive that uses observation and in-depth interviews. The study indicates the method in Pesantren Persatuan Islam Garut district has a huge impact on social skills since it can also implement in society. This is mainly because the strategies of the Persatuan Islam (Persis) organization give some social contributions, so the people become accustomed to the Persis activities and leading some members of society to enroll their children to some Persatuan Islam religious schools.          Artikel ini berfokus pada implementasi dari metode pembelajaran sosial yang diberlakukan oleh organisasi Persatuan Islam di Kabupaten Garut (Jawa Barat) dan bertujuan untuk menemukan dampak dari kurikulum pada kehidupan santri dalam rangka penguatan nilai purtan di masyarakat. Hal ini didasarkan pada Pesantren Persatuan Islam sebagai salah salah satu Lembaga Pendidikan Islam dari Indonesia telah membina masyarakat untuk dapat memperluas ilmu pengetahuan dan keahliannya. Santri (siswa pesantren) harus mendalami dakwah yang menjadi salah satu kurikulum paling populer sehingga mereka mampu untuk menyebarluaskan ajaran Islam puritan di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik observasi serta wawancara kepada beberapa sumber penting yang berkaitan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode yang digunakan oleh Persatuan Islam Kab. Garut memberikan dampak yang besar pada kemampuan sosial sejak hal tersebut dapat diimplementasikan di dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena strategi yang digunakan oleh Persis memberikan kontribusi sosial sehingga orang-orang menjadi terbiasa dengan kegiatan Persis serta membuat masyarakat tertarik untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke beberapa pesantren Persatuan Islam.
Syair dalam Pendidikan Islam Madrasah As’ad Jambi Seberang 1944-1970 Nirwan Il Yasin; Siti Syuhada
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.08 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3544

Abstract

Researchers and academicians have indeed done a lot of researches in Jambi. The aspects of the life the society of Jambi Seberang in all any studies have been carried out, one of them is historical studies. The research process was also carried out by involving in-depth studies which became a reference to previous studies in this research. The rhyme is one of the Jambi education learning process in the Jambi Seberang area that still needs to be revealed. This awareness also wants to be built in the midst of the many educational patterns that have been adjusted during the times. Rhyme in the 20th century has become a powerful method, in addition to the fact that the people of Jambi have already recognized the repertoire of this rhyme as part of the cultural speech of the people. One of the teachers who uses rhyme in his studies is  teacher Abdul Qodir Ibrahim. This research was using historical methods, namely: Heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The disclosure was made so that all forms of educational changes that exist in Jambi society can be appointed as the identity of the Jambi Sebrang society. This disclosure was made in the Jambi Seberang area, which is the first area of Islamic education in Jambi. This investigation tries to explain rhyme in the Islamic education of Jambi community, and the dynamics of its development process. Peneliti dan akademisi memang telah banyak melakukan penelitian di Jambi. Aspek sisi kehidupan masyarakat Jambi seberang dalam kajian apapun telah dilakukan. Salah satunya kajian sejarah. Proses penelitian ini pun dilakukan dengan melibatkan kajian yang mendalam yang menjadi referensi tinjauan terdahulu tentang penelitian ini. Syair dalam proses pembelajaran pendidikan Jambi di wilayah seberang Kota Jambi yang masih perlu untuk diungkap. Kesadaran ini juga ingin dibangun di tengah banyak pola pendidikan yang sudah disesuaikan pada perkembangan zamannya. Syair pada akhir abad 20 menjadi metode yang ampuh, disamping memang secara garis besar masyarakat Jambi telah mengenal khasanah syair ini sabagai bagian dari tutur kebudayaan masyarakatnya. Salah satu Tuan guru yang mengunakan syair dalam pembelajarannya yaitu Tuan guru Abdul Qodir Ibrahim. Dalam penelitian ini menggunakan metode ilmu sejarah yaitu: Heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Pengungkapan ini dilakukan agar segala bentuk proses perubahan pendidikan yang ada dalam masyarakat Jambi bisa diangkat sebagai identitas masyarakat Jambi. Pengungkapan ini dilakukan di wilayah Jambi Seberang yang merupakan wilayah pertama pendidikan Islam di Jambi. Dalam penelitian ini mencoba menjelaskan syair dalam pendidikan Islam masyarakat Jambi, dan dinamika proses perkembangannya. 
Tinjauan Tekstual Mufassir Nusantara tentang Perlindungan Hak-Hak Buruh di Indonesia Muhammad Bachrul Ulum
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.989 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3612

Abstract

This research discusses the local ulama's interpretation of the verses of the Qur'an, which textually supports the optimization of the fulfillment of the rights of workers in Indonesia. The mufassirs are Prof. Quraish Shihab, Shaykh Nawawi Al-Jawi, and KH. Bisri Musthofa. Mufassir Nusantara has a crucial role as a mediator between local communities who issue legal products and the Koran text, which is the absolute decree of Allah SWT to humanity. This includes being a figure capable of providing Quranic solutions to various prophetic problems in society, including labor. This research is a literature study. The methodology used in this research is a qualitative research method by trying to dissect Mufassir Nusantara's thoughts against the texts of the Al-Quran. The researcher found that the interpretation of the local Mufassir has relevance to the study of the text of the Al-Quran verses, which are used as the basis of arguments for the fulfillment of labor rights in Indonesia.Penelitian ini membahas penafsiran ulama nusantara terhadap ayat -ayat Al-Qur’an yang secara tekstualitas mendukung optimalisasi pemenuhan hak- hak kaum buruh di Indonesia. Para Mufassir tersebut adalah Prof. Quraish Shihab, Syaikh Nawawi Al-Jawi, dan KH. Bisri Musthofa.  Mufassir Nusantara memiliki peran yang krusial sebagai mediator antara masyarakat lokal yang mengeluarkan produk hukum, dengan teks Al-Quran yang merupakan ketetapan absolut Allah SWT kepada umat manusia. Termasuk diantaranya menjadi tokoh yang mampu memberi solusi Qurany terhadap berbagai problem profetik masyarakat, diantaranya buruh. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan mencoba membedah pemikiran Mufassir Nusantara terhadap teks -teks Al-Quran. Peneliti menemukan bahwa penafsiran  Mufassir lokal  memiliki relevansi terhadap studi teks ayat-ayat Al-Quran yang digunakan sebagai dasar argumentasi pemenuhan hak -hak buruh di Indonesia.
Mathba’ah Islamiah di Minangkabau: Sejarah Sebuah Penerbit Islam Melintasi Tiga Zaman (1924-1972) Halimatus Sakdiah
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.615 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3442

Abstract

This article wants to know the history and development of the Mathba'ah Islamiah publisher from its early days until it disappeared from the circulation of its publishing and printing world. In the 20th century, there were many publishers and printers in Bukittinggi. This arose in response to requests for reading material from educated people connected with schools' growing bloom in several places in West Sumatra. Publishing and printing work was carried out by colonial circles and Western intellectuals and involved natives from within the Muslim faith. The research method used is the historical research method. From the research results, it was found that the publishing of Mathba'ah Islamiah was a publication founded by H.M.S Sulaiman on the advice of the elderly scholars, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho and Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. This publication published the works of Minangkabau clerics and books used in the Madrasas of the Old People at that time. Not only publishing books, but the Mathba'ah Islamiah publisher also printed the Koran and its translations sent to various regions in Sumatra and even reached several parts of the archipelago.Artikel ini hendak mengetahui sejarah dan perkembangan penerbit Mathba’ah Islamiah sejak masa awal hingga hilang dari peredaran dunia penerbitan dan percetakan Tanah Air. Pada abad ke-20 terdapat banyak penerbit dan percetakan di Bukittinggi. Hal Penerbitan ini timbul sebagai tanggapan atas permintaan bahan bacaan dari orang terdidik dalam hubungannya dengan tumbuh mekarnya sekolah-sekolah di sejumlah tempat di Sumatera Barat. Kerja penerbitan dan percetakan tidak saja dilakukan oleh kalangan kolonial dan kaum terdirik Barat, tetapi juga melibatkan kaum pribumi dari kalangan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerbitan Mathba’ah Islamiah adalah penerbitan yang didirikan oleh H.M.S Sulaiman atas anjuran dari ulama kaum tua Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. Penerbitan ini menerbitkan karya-karya ulama Minangkabau dan juga kitab-kitab yang dipakai di madrasah-madrasah Kaum Tua ketika itu. Tak hanya menerbitkan buku-buku saja penerbit Mathba’ah Islamiah ini juga mencetak Al-Quran dan terjemahannya yang dikirim ke berbagai daerah di Sumatra bahkan menjangkau beberapa daerah Nusantara. 
Analysis of Islamic Messages in the Lyrics of Sawéran Local Wisdom in The Pasirtamiang Communities in Ciamis Nani Widiawati; Ela Nurlaela Fitriyani
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.114 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3428

Abstract

The research is focused on finding the social, geographical, and religious context of the sawéran tradition in the Muslim community of Pasirtamiang, the dynamics of the message narrative in the sawéran lyrics, and the Islamic values and messages contained therein. This focus is important so that the dialectic between religion and culture, which is sometimes seen as a form of syncretism that endangers religion's existence, can be clarified. In this writing, the Muslim community of Pasirtamiang shows a fairly representative model of religious and cultural dialectics so that their people can preserve their cultural heritage without losing their Islamic identity. The research used explanative methods to find causal relationships between local wisdom facts identified by participant observation and in-depth interviews. The results showed that the socio-geographic and religious factors of the Pasirtamiang community also influenced the development process of the sawéran tradition. The format and substance of the sawéran content have transformed, the lyrics are simpler, and the Islamic values are emphasized, both technically and substantially. Islamic values in the lyrics sawéran are classified into divine, spiritual, and moral values. Overall, the content of sawéran's lyrics is an integral part of the Islamic message.Penelitian difokuskan untuk menemukan konteks sosial, geografis, dan religius tradisi sawéran dalam masyarakat muslim Pasirtamiang, dinamika narasi pesan dalam lirik saweran, serta nilai dan pesan Islam yang terkandung di dalamnya. Fokus ini penting supaya dialektika antara agama dan budaya, yang terkadang ditengarai sebagai bentuk sinkretisme yang membahayakan eksistensi agama, dapat diklarifikasi. Dalam tulisan ini, masyarakat muslim Pasirtamiang menunjukkan model dialektika agama dan budaya yang cukup representatif sehingga masyarakatnya dapat melestarikan warisan budaya tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif untuk menemukan hubungan kausalitas antara fakta kearifan lokal yang diidentifikasi melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial-geografis dan keagamaan masyarakat Pasirtamiang turut mempengaruhi proses perkembangan tradisi sawéran. Format dan substansi isi sawéran telah mengalami transformasi, penuturan liriknya lebih sederhana dan semakin menegaskan nilai-nilai keislaman, baik secara teknis maupun substansial. Nilai-nilai Islam dalam lirik sawéran diklasifikasikan menjadi nilai ketuhanan, spiritual, dan moral. Secara keseluruhan, isi lirik sawéran merupakan bagian tak terpisahkan dari pesan Islam.
Perlawanan dan Pembebasan Kolonialisme pada Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (1888-1903) Reni Dian Anggraini
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.823 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3346

Abstract

This paper explains and describes how tarekat and Sufi political resistance as agents of change and liberation from colonialism in the Qadiriyah wa Naqsyabandiyah order. A Sufi is not a person who only dwells on spirituality, but also with social and political problems, such as resistance and rebellion against colonial rule. In carrying out this resistance, it cannot be separated from the encouragement of the Qadiriyah wa Naqsyabandiyah order. It was the tarekat that played an active role in defending colonialism, which criticized society and the oppression that had been perpetrated by colonialism. In carrying out his defense action, the Sufi order of the Qadiriyah wa Naqsyabandiyah order taught knowledge to his students to fight against colonialism. Fighting colonialism was not easy to go through. It even claimed many lives. Seeing this reality did not diminish the spirit of the tarekat in carrying out their actions as defenders of society in colonialism over colonialism. In this discussion, the authors use the library method by using various related sources in books, journals, and articles. Thus this paper attempts to unravel the problems of Sufism and political resistance and Sufi roles in liberation from colonialism pioneered by the Qadiriyah wa Naqsyabandiyah tarekat. Tulisan ini menjelaskan dan menguraikan tentang bagaimana peran tarekat dalam perlawanan politik, sufi sebagai agen perubahan dan pembebasan dari kolonialisme dalam tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Seorang sufi bukanlah orang yang hanya berkutat pada spiritualitas, tetapi juga dengan persoalan sosial dan politik, seperti perlawanan dan pemberontakan terhadap penjajahan kolonial. Dalam melakukan perlawanan tersebut tidak bisa terelepas dari dorongan para tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Tarekatlah yang sangat berperan aktif dalam melakukan pembelaan dari penjajahan  kolonialisme yang mengecam masyarakat dan ketertindasan yang telah dilakukan oleh para kolonialisme. Dalam menjalankan asksi pembelaannya, sufi tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah mengajarkan ilmu kepada muridnya untuk berjihad melawan penjajahan. Dalam melawan kolonialisme tidak mudah untuk dilalui, bahkan banyak memakan korban jiwa. Melihat realitas tersebut tidak memudarkan semangat para tarekat dalam menjalankan aksinya sebagai pembela masyarakat dalam penjajahan atas kolonialisme. Dalam pembahasan ini penulis menggunakan metode kepustakaan dengan menggunakan berbagai sumber yang terkait berupa buku, jurnal serta artikel. Dengan begitu tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana tasawuf dan perlawanan politik, serta sufi berperan dalam pembebasan dari kolonialisme yang dipelopori oleh tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
Konstruksi Manhaj Akademisi terhadap Kitab Tafsir Al-Fatihah Karya Mahmud Yunus Yulia Rahmi
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.682 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3407

Abstract

This study explains Mahmud Yunus' interpretation construction from an academic perspective in the Tafsir Al-Fatihah book. This book appeared in the early 20th century, where interpretations in Indonesian or regional languages dominated interpretive works. So, uniquely, this book comes in Arabic script and different writing techniques and hermeneutics from the works that appeared in the era. The construction of this interpretation is studied with the literature method and philosophical, historical approach, by looking at the historical influence of Mahmud Yunus' social and scientific setting in producing the Tafsir Al-Fatihah, as well as studying the resulting interpretive building philosophically so that it displays the academic manhaj in this work. Mahmud Yunus' scientific career journey at several educational institutions in West Sumatra was a factor that encouraged him to compile a special interpretation book for intellectuals, where this work was compiled by presenting a wealth of information about Surah Al-Fatihah, presented with different systematic and more detailed writing techniques. With existing native interpretations. Studi ini fokus menjelaskan tentang kontruksi penafsiran Mahmud Yunus dari perspektif akademisi dalam kitab Tafsir Al-Fatihah. Kitab ini muncul pada masa awal abad ke-20, dimana karya-karya tafsir yang didominasi oleh tafsir berbahasa Indonesia atau bahasa daerah Maka uniknya, kitab ini hadir dengan aksara dan bahasa Arab dengan teknik dan hermeneutika penulisan yang berbeda dengan karya-karya yang muncul pada eranya. Konstruksi tafsir ini dikaji dengan metode kepustakaan dan pendekatan historis filosofis, dengan melihat pengaruh historis setting sosial dan keilmuan Mahmud Yunus dalam menghasilkan kitab Tafsir Al-Fatihah, serta mengkaji secara filosofis bangunan penafsiran yang dihasilkan sehingga menampilkan manhaj akademisi pada karya ini. Perjalanan karir keilmuan Mahmud Yunus pada beberapa lembaga pendidikan di Sumatera Barat menjadi faktor yang mendorong beliau untuk menyusun kitab tafsir khusus bagi kalangan intelektual, dimana karya ini disusun dengan menampilkan kekayaan informasi tentang surat Al-Fatihah, disajikan dengan sistematika dan teknik penulisan yang lebih rinci berbeda dengan karya-karya tafsir  pribumi yang ada.  
Hubungan Matan dan Syarah Ta’līm Al-Muta’allim Ṭarīq Al-Ta’allum dengan Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam di Nusantara Tatang Hidayat; Syahidin Syahidin; Arif Noor Dhaiman
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 4, No 2 (2020): July - December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.162 KB) | DOI: 10.30983/it.v4i2.3429

Abstract

The purpose of this study was to analyze the relationship of matan and syarah Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq al-Ta'allum with Daulah 'Aliyyah Uthmaniyyah and its implications in Islamic education in the Archipelago.  Islamic education is fixed in terms of teaching materials and learning methods, because it is part of sharia law that relies on evidence, while uslub (technique) and its facilities are constantly evolving. From this point of view, the analysis of the Book of Ta'līm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum and  its implications in Islamic education in the Archipelago can be reviewed. This research uses qualitative approaches and descriptive methods. Based on the results of the research, the book ta'lîm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum and its syarah reached the Archipelago through the relationship of Mecca as part of the Territory (governorate level/ Province) of Daulah 'Aliyyah Ottoman who was the Caliphate of the Muslims at that time with the Jawi Scholars who studied there. The Book of Ta'lîm al-Muta'allim Ṭarīq al-Ta'allum and its syarah are clearly seen in the Salafiyyah (Traditional) Pesantren Curriculum especially in Java Island. It can be determined that the "spirit" of the boarding school is the concept of Islamic Education described in the book of Ta’lîm al-Muta’allim Ṭarīq al-Ta'allum and its syarah, especially related to the adab to science and teachers.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan matan dan syarah Ta'līm al-Muta'allim Tarīq al-Ta'allum dengan Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah serta implikasinya dalam pendidikan Islam di Nusantara. Pendidikan Islam bersifat tetap dari aspek materi ajar dan metode belajarnya, karena bagian dari hukum syariah yang bersandar pada dalil, sedangkan uslub (teknik) dan sarananya senantiasa berkembang. Dari sudut pandang inilah, analisis kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tharîq at-Ta’allum dan implikasinya dalam pendidikan Islam di Nusantara dapat ditinjau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarah-nya sampai ke Nusantara melalui hubungan Mekkah sebagai bagian Wilayah (setingkat Kegubernuran/Provinsi) dari Daulah 'Aliyyah Utsmaniyyah yang merupakan Kekhalifahan-nya kaum Muslimin saat itu dengan para Ulama Jawi yang belajar di sana. Kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarah-nya jelas terlihat dalam Kurikulum Pesantren Salafiyyah (Tradisional) terutama di Pulau Jawa. Dapat ditetapkan bahwa "ruh" dari pondok pesantren adalah konsep Pendidikan Islam yang dijelaskan dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim Tarīq al-Ta'allum dan syarahnya, terutama terkait adab terhadap ilmu dan guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 8