SARGA
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022"
:
16 Documents
clear
Penataan Ulang Layout Balai Desa Weleri
Ema Hidayati;
Agung Budi Sardjono
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1319.507 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.106
Balai desa Weleri merupakan tempat untuk mewadahi kegiatan pelayanan masyarakat desa. Di area balai desa terdapat polindes yang merupakan fasilitas Kesehatan bagi masyarakat dan PAUD untuk kegiatan belajar anak – anak di desa Weleri. Dengan banyaknya kegiatan yang ada di balai desa pada waktu yang bersamaan sehingga ruang atau fasilitas yang ada di balai desa tidak maksimal untuk mewadahi kegiatan tersebut. Ini dikarenakan penataan layout dan sirkulasi ruang yang ada di balai desa belum terkendali dengan baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu untuk memaksimalkan kebutuhan ruang dari kegiatan yang ada di balai desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus pada obyek yang dipilih dengan memperoleh data dari pihak yang dituju yang kemudian dikumpulkan menjadi sumber data. Sumber data kemudian diolah dengan dianalisa oleh penulis sehingga menghasilkan sebuah temuan atau solusi dari permasalahan. Pembagian zonasi pada denah Balai Desa dengan mengefektifkan kegiatan dengan sirkulasi ruang menghasilkan penambahan ruang pada zona tertentu yaitu, zona public terdapat ruang pelayanan, warung PKK, Cafetaria, aula, ruang belajar PAUD; zona privat terdapat ruang kepala desa, ruang sekertaris desa, ruang PKK, ruang guru PAUD; zona semi public terdapat ruang staff perangkat.
Place Attachment pada Gedung Juang 45 Pati sebagai Bangunan Bersejarah dan Ruang Publik
Aldin Bimo Wicaksono;
Adi Sasmito
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1020.464 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.120
Public space in the city center is an area that is very prominent in its growth, this is driven by various activities including: trade, entertainment/recreation, culture and government. Emotional attachment to a place or place attachment is important to understand, especially because of its potential role in developing public facilities, special places, and communities that work in those places, and also to anticipate conflicts that arise in the management of a place. The building, which was formerly known as Societeit Soekarame, was built during the Dutch government in the 1930s and was used as a place for the elite of Dutch colonialism to gather. During the war of independence, around 1947- 1948, Societeit Soekarame changed its name to Gedung Juang 45. Along with the times, Gedung Juang 45 was renovated with a concept that had been determined to become a Diorama Museumor an educational gallery entitled "Galeri Pati Mbiyen". This study shows that there are two factors driving place attachment in the Juan 45 Pati Building, namely the historical value attached to the building and the social value of society that grows in conjunction with space utilization activities
Penerapan Arsitektur Fengshui Pada Rumah Tinggal (Kasus: Kediaman Ir. Djoko Darmawan, MT)
Syariful Hadi;
Hetyorini
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.448 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.136
Feng Shui merupakan pengetahuan arsitektur dari China. Arsitektur Feng Shui adalah pengem-bangan dari budaya Tiongkok purba yang pada awalnya pengembangan dari illmu astronomi untuk mengetahui pengaruh musim dan cuaca yang membantu para petani dalam bercocok tanam dan para nelayan dalam mencari ikan. Dari waktu kewaktu ilmu astronomi purba ini mulai dekembangkan menjadi beberapa ilmu pengetahuan, diantaranya Astrologi, pengobatan dan Feng Shui diantaranya. Masyarakat Tiongkok percaya dalam mendesain rumah tinggal dengan menggunakan prinsip – prinsip Feng Shui akan menyatukan antara penghuni rumah, rumah, dan lingkungan sekitar rumah menjadi seimbang. Prinsip-prinsp Feng Shui yang digunakan dalam penelitian kali ini merupakan prinsip Wu Xing. Wu Xing merupakan penggambaran dari 5 unsur alam yaitu, Air, Kayu, Tanah, Logam dan Api . Salah satu rumah tinggal yang menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui adalah rumah kediaman bapak Djoko darmawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip – prinsip Feng Shui pada sebuah rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung, kemudian menganalisa penerapan prinsip Feng Shui menurut studi pustaka yang ada.
Pengaruh Penerapan Timber Clad Masonry Terhadap Kenyamanan Termal Pada Ruang Tamu Tempat Tinggal Tropis Menggunakan Software Ecotect
Candra Widyasari;
Ryzka Budi Santoso;
Rizka Tri Arinta
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.965 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.143
Arsitektur tropis adalah sebuah konsep bangunan yang merupakan sebuah upaya mengatasi iklim tropis. Iklim tropis biasanya terjadi di daerah garis khatulistiwa dengan panas, kelembapan, curah hujan yang tinggi, dll. Rumah dengan konsep ini akan memperhatikan hal-hal seperti tata ruang, sirkulasi udara, pencahayaan dan material yang digunakan untuk mendukung hal ini. Sehingga penghuni rumah tidak perlu khawatir terhadap elemen-elemen cuaca di iklim tropis karena huniannya sendiri telah beradaptasi untuk memberikan kenyamanan terbaik. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi; bagaimana konsep arsitektur tropis diterapkan pada ruangan rumah minimalis dan bagaimana pengaruhnya konsep tersebut terhadap kenyamanan thermal di bangunannya. Pada penelitian ini metode yang digunakan menguraikan, simulasi dan mengkaji semua data dan informasi, dari observasi langsung maupun tidak langsung. Analisa ini menggunakan analisa kualitatif dengan membandingkan antara keadaan yang ada dilapangan dengan kajian dan informasi yang didapat dari literatur serta analisa kualitatif karena berhubungan dengan besaran ruangan yang digunakan dalam menganalisa menggunakan software Ecotect. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kenyamanan thermal sebuah bangunan yang dihitung menggunakan software berbantu.
Perancangan Masjid Raya Jawa Timur di Pulau Madura
Mohammad Hilman Fauzi;
Djoko Darmawan;
Choirul Amin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (921.88 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.145
Masjid biasa diartikan tempat sujud, dan sebutan masjid di Indonesia adalah musala, langgar, atau surau, yang diperuntukkan bagi masjid yang tidak digunakan untuk salat Jumat, dan biasanya berukuran kecil. Potensi dalam perancangan Masjid Raya di Pulau Madura diantaranya banyaknya Masyarakat yang mayoritas beragama Muslim juga banyaknya pondok pesantren yang tersebar di Pulau Madura, kemudian dengan menanggapi adanya potensi wisata religi juga wisata alam. Pendekatan filosofi terhadap Masjid Raya Jawa Timur di Pulau Madura yaitu merupakan bangunan yang menjadi pusat dari pelaksanaan ibadah berjamaah yang berisi ruang lapang yang berisi shaf luas sebagai tempat untuk ibadah. Mempunyai tujuan memberikan wadah kepada masyarakat Indonesia khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur di Pulau Madura dalam memfasilitasi kegiatan peribadatan. Dengan menggunakan Konsep Arsitektur Modern dan Arsitektur Islam membuat desain Masjid Raya ini memberikan kesan yang elegant dan simetris, serta penggunaan material batu alam dari kearifan lokal menjadi desain Masjid Raya ini semakin terlihat sederhana dengan mementingkan fungsi agar terlihat kontekstual dan ikonik. Masjid Raya ini mewadahi sebuah kegiatan ibadah islami pada masyarakat sekitar yang berfungsi untuk melakukan kegiatan peribadatan juga menjalin ukhuwah Islamiyah dan insaniyah. Pengaplikasiannya dilakukan baik secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini dapat berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Perancangan Central Park Mall di Semarang
Shofia Ulfa Agustina;
Sumarwanto;
Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (995.907 KB)
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.146
Kegiatan komersial yang berada di kota Semarang banyak didominasi kegiatan perdagangan dan jasa yang tersebar dibeberapa bagian kota dan ditunjang pula dengan lingkungan perdagangan yang merupakan sub-sub pusatnya. Dengan melihat ketersediaan prasarana dan sarana perdagangan dan jasa komersial lain merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian kota Semarang dimana Semarang sendiri sebagi pusat kota. Central Park Mall Di Semarang Dengan Gaya Arsitektur Hijau ini yang diharapkan dapat menjadi ragam pilihan pusat perbelanjaan dengan suasana baru di Kota Semarang yaitu Green Shopping Atmosphare dan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa untuk pengembangan wisata kota di Kota Semarang. Penekanan konsep desain yang akan direncanakan pada Central Park Mall di Semarang adalah menerapkan konsep arsitektur hijau atau Eco-Building dan Arsitektur Modern dimana desain bangunan akan memiliki interaksi antara indoor dengan outdoor. Icon utama Central park Mall adalah Mall ini memiliki Park atau Taman yang berada di tengah bangunan sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti bersosialisasi dengan teman/ keluarga atau orang terdekat, bersantai, wisata kuliner dan menikmati kopi di coffeshop, selain taman yang ada di sekitar bangunan. Memiliki konsep bangunan seperti angka delapan yang memberikan kesan tidak terbatas membuat desain ini terlihat lebih modern dan kontekstual.
Penataan Ulang Layout Balai Desa Weleri
Ema Hidayati;
Agung Budi Sardjono
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.106
Balai desa Weleri merupakan tempat untuk mewadahi kegiatan pelayanan masyarakat desa. Di area balai desa terdapat polindes yang merupakan fasilitas Kesehatan bagi masyarakat dan PAUD untuk kegiatan belajar anak – anak di desa Weleri. Dengan banyaknya kegiatan yang ada di balai desa pada waktu yang bersamaan sehingga ruang atau fasilitas yang ada di balai desa tidak maksimal untuk mewadahi kegiatan tersebut. Ini dikarenakan penataan layout dan sirkulasi ruang yang ada di balai desa belum terkendali dengan baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu untuk memaksimalkan kebutuhan ruang dari kegiatan yang ada di balai desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan studi kasus pada obyek yang dipilih dengan memperoleh data dari pihak yang dituju yang kemudian dikumpulkan menjadi sumber data. Sumber data kemudian diolah dengan dianalisa oleh penulis sehingga menghasilkan sebuah temuan atau solusi dari permasalahan. Pembagian zonasi pada denah Balai Desa dengan mengefektifkan kegiatan dengan sirkulasi ruang menghasilkan penambahan ruang pada zona tertentu yaitu, zona public terdapat ruang pelayanan, warung PKK, Cafetaria, aula, ruang belajar PAUD; zona privat terdapat ruang kepala desa, ruang sekertaris desa, ruang PKK, ruang guru PAUD; zona semi public terdapat ruang staff perangkat.
Place Attachment pada Gedung Juang 45 Pati sebagai Bangunan Bersejarah dan Ruang Publik
Aldin Bimo Wicaksono;
Adi Sasmito
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.120
Public space in the city center is an area that is very prominent in its growth, this is driven by various activities including: trade, entertainment/recreation, culture and government. Emotional attachment to a place or place attachment is important to understand, especially because of its potential role in developing public facilities, special places, and communities that work in those places, and also to anticipate conflicts that arise in the management of a place. The building, which was formerly known as Societeit Soekarame, was built during the Dutch government in the 1930s and was used as a place for the elite of Dutch colonialism to gather. During the war of independence, around 1947- 1948, Societeit Soekarame changed its name to Gedung Juang 45. Along with the times, Gedung Juang 45 was renovated with a concept that had been determined to become a Diorama Museumor an educational gallery entitled "Galeri Pati Mbiyen". This study shows that there are two factors driving place attachment in the Juan 45 Pati Building, namely the historical value attached to the building and the social value of society that grows in conjunction with space utilization activities
Penerapan Arsitektur Fengshui Pada Rumah Tinggal (Kasus: Kediaman Ir. Djoko Darmawan, MT)
Syariful Hadi;
Hetyorini
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.136
Feng Shui merupakan pengetahuan arsitektur dari China. Arsitektur Feng Shui adalah pengem-bangan dari budaya Tiongkok purba yang pada awalnya pengembangan dari illmu astronomi untuk mengetahui pengaruh musim dan cuaca yang membantu para petani dalam bercocok tanam dan para nelayan dalam mencari ikan. Dari waktu kewaktu ilmu astronomi purba ini mulai dekembangkan menjadi beberapa ilmu pengetahuan, diantaranya Astrologi, pengobatan dan Feng Shui diantaranya. Masyarakat Tiongkok percaya dalam mendesain rumah tinggal dengan menggunakan prinsip – prinsip Feng Shui akan menyatukan antara penghuni rumah, rumah, dan lingkungan sekitar rumah menjadi seimbang. Prinsip-prinsp Feng Shui yang digunakan dalam penelitian kali ini merupakan prinsip Wu Xing. Wu Xing merupakan penggambaran dari 5 unsur alam yaitu, Air, Kayu, Tanah, Logam dan Api . Salah satu rumah tinggal yang menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui adalah rumah kediaman bapak Djoko darmawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip – prinsip Feng Shui pada sebuah rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung, kemudian menganalisa penerapan prinsip Feng Shui menurut studi pustaka yang ada.
Pengaruh Penerapan Timber Clad Masonry Terhadap Kenyamanan Termal Pada Ruang Tamu Tempat Tinggal Tropis Menggunakan Software Ecotect
Candra Widyasari;
Ryzka Budi Santoso;
Rizka Tri Arinta
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sarga.v16i1.143
Arsitektur tropis adalah sebuah konsep bangunan yang merupakan sebuah upaya mengatasi iklim tropis. Iklim tropis biasanya terjadi di daerah garis khatulistiwa dengan panas, kelembapan, curah hujan yang tinggi, dll. Rumah dengan konsep ini akan memperhatikan hal-hal seperti tata ruang, sirkulasi udara, pencahayaan dan material yang digunakan untuk mendukung hal ini. Sehingga penghuni rumah tidak perlu khawatir terhadap elemen-elemen cuaca di iklim tropis karena huniannya sendiri telah beradaptasi untuk memberikan kenyamanan terbaik. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi; bagaimana konsep arsitektur tropis diterapkan pada ruangan rumah minimalis dan bagaimana pengaruhnya konsep tersebut terhadap kenyamanan thermal di bangunannya. Pada penelitian ini metode yang digunakan menguraikan, simulasi dan mengkaji semua data dan informasi, dari observasi langsung maupun tidak langsung. Analisa ini menggunakan analisa kualitatif dengan membandingkan antara keadaan yang ada dilapangan dengan kajian dan informasi yang didapat dari literatur serta analisa kualitatif karena berhubungan dengan besaran ruangan yang digunakan dalam menganalisa menggunakan software Ecotect. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kenyamanan thermal sebuah bangunan yang dihitung menggunakan software berbantu.