Articles
111 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 4 (2021)"
:
111 Documents
clear
Telaah Literatur ; Komponen Kurikulum IPS Di Sekolah Dasar pada Kurikulum 2013
Jumriani, Jumriani;
Syaharuddin, Syaharuddin;
Hadi, Noorya Tasya Febrylia Witari;
Mutiani, Mutiani;
Abbas, Ersis Warmansyah
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1111
Pembelajaran IPS bukan merupakan mata pelajaran yang hanya mengutamakan hafalan. Namun, Mata Pelajaran IPS bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta serta materi yang harus diingat dan diimplementasikan untuk menumbuhkan rasa sadar akan tanggung jawab dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS tersebut diperlukan seperangkat rencana yang dijadikan sebagai elemen penting pedoman pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, memperhatikan elemen kurikulum pada setiap pada pelajaran merupakan kewajiban para pelaksana pembelajaran di Sekolah. Penelitian melalui studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen kurikulum mata pelajaran IPS di tingkat Sekolah dasar, dengan tujuan artikel ini dapat menjadi sumber referensi elemen pokok kurikulum Mata Pelajaran IPS untuk tingkatan Sekolah Dasar. Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sesuai, kemudian dilakukan diskusi secara naratif. Hasil diskusi memastikan bahwa kurikulum IPS di tingkat Sekolah Dasar mencakup empat komponen yaitu tujuan, materi, strategi pembelajaran dan evaluasi. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar harus memperhatikan berbagai komponen tersebut yang dijabarkan pada aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran IPS. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran IPS di tingkat Sekolah Dasar mampu menciptakan warga negara yang baik, mampu berfikir kritis dan memecahkan masalah
Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran secara Daring pada Belajar dari Rumah (BDR) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Wandini, Annisa Sri;
Lubis, Fitriani Yustikasari
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1113
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan peran komponen yang terlibat dalam evaluasi pembelajaran daring pada BDR jenjang SMP. Pendekatan exploratory sequential mixed method digunakan dalam penelitian ini. Partisipan merupakan guru SMP dari beberapa Provinsi di Indonesia, terdiri dari 11 orang guru yang berpartisipasi pada metode Focus Group Discussion yang dianalisis secara tematik dengan pendekatan kualitatif dan 18 orang guru yang berpartisipasi pada metode kuesioner yang diolah secara kuantitatif. Hasil penelitian pada setiap komponen dalam evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa: (1) Kurikulum memberikan arahan dan referensi dengan adanya otonomi dan fleksibilitas untuk dikembangkan oleh guru sesuai situasi daerah setempat dan Satuan Pendidikan, (2) Guru memiliki kemampuan dalam menggunakan metode dan media evaluasi, tetapi masih diperlukan upaya untuk melakukan kolaborasi antara guru dengan mata pelajaran yang berbeda ketika memberikan tugas untuk meminimalisir jumlah tugas, (3) Siswa memberikan respon tidak mengerjakan atau terlambat mengumpulkan tugas karena merasa terbebani dengan banyaknya jumlah tugas yang harus dikerjakan bersamaan dengan kewajiban mengikuti KBM di kelas, (4) Peran monitoring orang tua dalam pengerjaan dan penyelesaian tugas masih perlu ditingkatkan, serta (5) Perlunya fasilitas pemantauan tugas yang dapat diakses baik oleh guru, siswa dan orang tua sehingga peran setiap komponen dalam melakukan evaluasi lebih terintegrasi dan proses evaluasi dapat memberikan data yang lebih akurat.
Model Mathematics Realistic Education (Rme) Pada Materi Pecahan Di Sekolah Dasar
Primasari, Ika Firma Ningsih Dian;
Zulela, Zulela;
Fahrurrozi, Fahrurrozi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1115
Matematika adalah mata pelajaran yang abstrak. Pecahan merupakan salah satu topik bahasan dari matematika yang hampir selalu menjadi masalah bagi siswa sekolah dasar (SD). Masalah tersebut muncul karena umumnya siswa tidak memahami konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian desain (design research) yang dirancang untuk memberikan suatu dugaan-dugaan pertimbangan yang baik terhadap proses pembelajaran operasi pecahan dalam kerangka analisis hypotetical learning trajectory (HLT) yang kemudian diujicobakan dalam pembelajaran pecahan dengan model Mathematics Realistik Education (RME). Metode penelitian design research dilakukan dalam tiga tahap, yaitu desain pendahuluan, percobaan, dan tahap ketiga analisis retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa kelas V di SD N 02 Cirendeu yang terdiri 4 orang siswa pada siklus satu dan 26 siswa pada siklus kedua. Hasil penelitian ini tergambar dari teori instruksional lokal (local instructional theory). Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa serangkaian kegiatan pembelajaran dengan Realistic Mathematic Education (RME) dengan media pizza dan origami dapat membawa siswa dari situasi abstrak menuju situasi yang lebih nyata (konkret). Siswa mampu mengerjakan bilangan pecahan dalam bentuk kontektual
Analisis Komponen TPACK Guru SD sebagai Kerangka Kompetensi Guru Profesional di Abad 21
Akhwani, Akhwani;
Rahayu, Dewi Widiana
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1119
Abad 21 menuntut guru untuk adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan zaman. TPACK merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus dikuasai guru di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen-komponen TPACK guru SD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah guru SD yang megikuti PPG SD dalam jabatan. Instrumen dikembangkan dari penelitian terdahulu yang memiliki validitas dan reliabilitas tinggi. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala likert. Analisis data menggunakan uji Analyze Descriptive Statistics. Hasil Penelitian menunjukkan nilai mean komponen TK sebesar 3,01, PK sebesar 3,00, CK sebesar 2,98, TCK sebesar 3,00, PCK sebesar 3,13, TPK sebesar 3,14 dan TPCK sebesar 2,94. Keseluruhan komponen berada pada kategori baik. TPCK memiliki nilai mean terendah diantara komponen lainnya. Kemampuan guru untuk mengintegrasikan keseluruhan komponen tidaklah mudah. Perlu ada kesimbangan antara aspek pengetahuan teknologi, pedagogi dan konten materi
Adiwiyata di Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar
Ruswanti, Novita;
Winarsi, SW
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1122
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya kesadaran siswa terkait masalah sampah serta menjaga lingkungan sekitar rumah. Hal tersebut karena siswa malas dan kurang sadar dalam upaya kebersihan lingkungan di masa pandemic covid-19. Akibatnya lingkungan menjadi kumuh dan tidak sehat. Tujuan penelitian : Program Adiwiyata serta faktor pendukung dan kendala dalam melaksanakan program Adiwiyata di masa pandemic covid-19 SDN 01 Delingan. Metode penelitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini kepala sekolah, guru khusus membidangi program Adiwiyata, dan siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Program Sekolah Adiwiyata dimasa pandemic covid-19, meliputi: Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Kurikulum Berwawasan Lingkungan, Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan Pengelolaan sarana dan prasarana ramah lingkungan, Hasil Penelitian ini adalah Program sekolah Adiwiyata di SDN 01 Delingan di masa pandemic covid-19 dilaksanakan secara partisipatif dan melibatkan peran serta seluruh warga sekolah dan mitra/kerjasama sekolah yang berkaitan dengan program Adiwiyata
Analisis Muatan Hots dan Kecakapan Abad 21 pada Buku Siswa Kelas V Tema Ekosistem di Sekolah Dasar
Abduh, Muhammad;
Istiqomah, Afifah
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1124
Kurikulum 2013 menuntut siswa berpikir HOTS didukung oleh keterampilan yang dibutuhkan di abad 21. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu diterapkan pada soal-soal yang terdapat pada buku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konten HOTS dan keterampilan abad 21 pada soal-soal buku siswa kelas V dengan tema ekosistem. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi literatur. Teknik analisis data menggunakan model analisis isi dengan melakukan tiga prosedur yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Validitas data menggunakan validitas expert judgement. Hasil penelitian analisis HOTS menunjukkan bahwa 59% soal di buku siswa kelas V berisi HOTS. Konten HOTS yang paling sering muncul adalah konten kontekstual. Selain itu, pada aspek keterampilan abad 21 menunjukkan bahwa setiap soal di buku siswa kelas V tema ekosistem memuat semua keterampilan abad 21 terkait dengan konten komunikasi.
Analisis Implementasi Karakter Mandiri Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Media Asinkronus
Saputri, Tera Noviantiningtyas Ripto;
Mukmin, Bagus Amirul
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1126
Penelitian ini menggunakan media berbasis asinkronus untuk sebagai media pendukung untuk siswa SDN Mojoroto 4 Kota Kediri untuk pengumpulan tugas dengan didampingi orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakter mandiri siswa di masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan media asinkronus amaka dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui karakter siswa langsung dari orang tuannya sehingga guru dapat bekerjasama orang tuanya secara langsung. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu kelas IV A terdiri dari 15 siswa, 7 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Hasil penelitian ini selama pembelajaran daring banyak dominan siswa sangat tanggung jawab terhadap pembelajaran dan banyak siswa tepat waktu dalam mengumpulkan sebanyak 9 orang atau 60%, siswa yang selalu semangat ikut pembelajaran sebanyak 10% atau 66,6%, lebih dominan kriteria siswa rajin sebnayak 14% atau 93,3%, kemudian siswa yang terkadang mampu membuat karya mandiri banyak dibimbing orang tua dalam mengerjakan sebanyak 11 orang atau 73,3%, siswa terkadang bertanya saat pembelajaran sebanyak 10 orang siswa atau 66,6%, kemudian siswa y terkadang minta bimbingan orang tua atau orang lain dalam mengerjakan sebanyak 11 orang atau 73,3%, dan siswa yang terkadang belajar sebanyak siswa 8 orang atau 53,3%.
Pembelajaran pada Anak Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid 19
Marwanto, Agung
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1128
Dunia pendidikan secara terpaksa harus dihadapkan dengan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi bahkan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia sebagai salah satu dampak dari adanya pandemi Covid-19 yang sudah berada di Dunia sejak sekitar dua tahun yang lalu bahkan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana pembelajaran anak sekolah dasar pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dimana berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel terkait dijadikan sebagai data dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan pembelajaran ini tentunya berpengaruh pula pada siswa yang secara umum mengalami permasalahan seperti siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru juga pada saat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah, juga kurangnya semangat anak dalam belajar khususnya bagi anak pada jenjang sekolah dasar yang masih membutuhkan bimbingan khusus dari orang tua maupun gurunya. Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai platform. Sebagian menggunakan platform panggilan video menggunakan zoom, google meet, dan skype, sebagian yang memiliki keterbatasan infrastruktur melaksanakannya dengan menggunakan media chat seperti whatsapp. Keduanya sama-sama dilakukan dengan pendampingan oleh orang tua atau orang dewasa terdekat siswa. Sehingga diperlukan kerja sama yang baik dari orang tua dan guru
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Zoom Meeting terhadap Minat dan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar
Sunami, Mayang Ayu;
Aslam, Aslam
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1129
Di dalam penelitian ini tujuannya untuk melihat apakah ada pengaruh minat belajar peserta didik terhadap penggunaan video animasi dan apakah ada pengaruh peningkatan hasil belajar setelah menggunakan media pembelajaran video animasi. Jumlah populasi totalnya 64 orang dalam penelitian ini, diantaranya VA berjumlah 32 orang dan VB berjumlah 32 orang. Pada penelitian ini, saya memakai metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental, khususnya desain kontrol non-equivalent. Setelah dilakukan perhitungan uji normalitas dan homogenitas data tersebut normal dan homogen. Penggunaan media video animasi untuk pembelajaran ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan media video animasi dengan media pembelajaran guru biasa gunakan. Hasil belajar menggunakan media pembelajaran video animasi mengalami peningkatan yang sangat baik dari sebelumnya sedangkan penggunaan media yang digunakan guru nilai belajar IPA tetap sama dari sebelumnya karena dilihat selama penelitian siswa kurang aktif dibandingkan dengan kelas yang menggunakan media pembelajaran video animasi. Penggunaan media video animasi membuat minat belajar siswa, dari yang memperhatikan video dan aktif di dalam kelas kemudian mempengaruhi nilai IPA siswa-siswi kelas VA dan VB SDN Kalisari 01, sehingga berdampak baik untuk meningkatkan minat belajar, meningkatkan hasi belajar dari sebelumnya dan sangat membantu dalam pembelajaran secara jarak jauh yang memudahkan membagikan materi pembelajaran dan bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan
Implementasi Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar
Susanti, Maria Melani Ika
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1134
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK) di sekolah dasar berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014. Penafsiran yang beragam tentang isi dan lampiran Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 di beberapa satuan pendidikan menyebabkan terlaksananya pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib di satuan pendidikan menjadi kurang optimal. Kondisi ini perlu diidentifikasi untuk mencari faktor yang menjadi kendala pada implementasi EWPK di satuan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya tindak lanjutnya. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif yang dilakukan di 155 SD dari 8 (delapan) Kabupaten/Kota melalui kuesioner. Hasil penelitian ditemukan ketidaksejalanan antara Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 dengan implementasi di satuan pendidikan pada aspek (1) pengelolaan kegiatan EWPK; (2) sumber daya EWPK di satuan pendidikan; (3) rujukan yang digunakan dalam EWPK; (4) pola kegiatan EWPK; (5) materi dan metode EWPK; (6) pelaksanaan kegiatan selama pandemi; (7) penilaian EWPK; dan (8) peran pemangku kebijakan dalam implementasi EWPK