cover
Contact Name
Dhiah Agustina Qahar
Contact Email
Dearsip@unisda.ac.id
Phone
+6281228385188
Journal Mail Official
Dearsip@unisda.ac.id
Editorial Address
Jl. Airlangga No.03 Sukodadi (62253), Lamongan, Indonesia,
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DEARSIP: Journal of Architecture and Civil
ISSN : -     EISSN : 28080947     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Material and structural engineering Transportation Engineering Geotechnical Engineering Water resource engineering Construction and Project management Disaster management Urban and regional planning Interior design Landscape design Housing and human settlement
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021" : 7 Documents clear
Pengaruh Pasar Babat terhadap Home Based Industri (Kajian pola penataan rumah) M. Mukhdif Al-Afghoni; Anugrah Lustri Wijaya
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2521

Abstract

Pasar Babat merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Lamongan. Lokasi pasar sangat strategis terletak di perbatasan antara pusat kota Babat yang terletak di persimpangan jalan antara Surabaya - Bojonegoro - Cepu Jombang dan Tuban. Babat merupakan Kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Lamongan yang memiliki lokasi strategis yang dikembangkan untuk wilayah perdagangan. Pasar Babat berawal dari Pasar Tradisional yang dikelola oleh Kepala Desa sejak kelurahan Babat belum terbentuk. Seperti pasar babat yang tumbuh cepat, ini mempengaruhi pertumbuhan industri berbasis rumah di sekitarnya, sehingga juga mempengaruhi keteraturan di rumah. Penelitian ini digunakan untuk menentukan pola rumah di beberapa rumah yang memiliki ruang produksi di dalamnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi mendjalam. Hasil yang diperoleh sebagian besar rumah yang memiliki industri di rumah, tidak ada pembagi yang jelas dengan ruang lain, mengakibatkan ketidaknyamanan, privasi terganggu, kesan dan kepadatan.
Kajian pembangunan Perumahan permukiman terhadap kebijakan global dan program pembangunan di Indonesia Dhiah Agustina Qahar; Eko Nurin Daniyanto; M. Mukhdif Al-Afghoni; Ema Yunita Titisari; Annisa Nur Rahmadani
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2523

Abstract

Perumahan dan pemukiman adalah elemen penting di daerah di daerah perkotaan maupun pedesaan. Penyelesaian perumahan Selain berfungsi sebagai tempat perumahan perumahan, ia juga berfungsi sebagai fungsi sosial-komunitas, seperti fungsi ekonomi dan fungsi lainnya (hubungan, Doxiadis dan Logan-Molotoch). Bahkan, pembangunan rumah tidak selalu mencapai kesuksesan. Ini terjadi secara khusus dalam perumahan diri sendiri, yaitu, perumahan yang dalam proses akuisisi dilakukan secara independen oleh masyarakat sebagai penduduk di mana pengembangan perumahan dianggap sebagai proses (perumahan per proses). Kegagalan pembangunan kontrol diri dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk keberadaan keterbatasan ekonomi masyarakat di rumah konstruksi, kondisi sumber daya alam yang tidak mendukung untuk mengatur perumahan atau bahkan keterbatasan kualitas dan jumlah manusia. Sumber daya di sekitar rumah. Misalnya, perbandingan, jika kita mengamati fisika dan tipologi perumahan di daerah perkotaan dan di daerah pinggiran kota / pedesaan, tidak diragukan lagi, akan sangat berbeda. Secara umum, perumahan di daerah perkotaan telah mencapai syarat untuk mencapai pengembangan yang lebih baik daripada di daerah pinggiran kota / pedesaan.
Arahan Penataan Kampung Tradisional Wisata Batik Sendang Duwur Lamongan Yayuk Sri Rahayu; Zainul Abidin
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2524

Abstract

Kampung Wisata Sendang Duwur Batik adalah kota yang tumbuh di antara desa-desa desa di Jawa. Pariwisata Batik Sendang Duwur adalah kota tradisional yang menyimpan warisan budaya fisik dan non-fisik. Potensi budaya dan kearifan lokal untuk bidang pariwisata budaya masih tinggi, bahkan dapat menjadi kecenderungan pariwisata di masa depan dan budaya belum dikelola dan dikelola secara optimal. Ini dapat dilihat di desa-desa wisata yang hampir kehilangan karakter asli mereka. Oleh karena itu, perlu untuk memulai pola pengembangan wisata yang membuat budaya objek wisata di Kampung Batik Sendang Duwur. Pengembangan kota wisata ini sejalan dengan misi kota Lamongan sebagai kota budaya dan wisata yang ditandai dengan aksentuatasi Jawa dan melestarikan aset budaya, baik yang berwujud dan tidak berwujud. Konsep pengorganisasian daerah Kauman Batik Wisata Kampung untuk mengkonversi daerah tersebut (terlihat) dan harus dapat melayani pengguna dan, dengan nyaman, untuk mengunjungi (layak huni dan berjalan). Alamat pembuangan Desa Wisata Sendang Duwur Batik dilakukan melalui penguatan tempat-tempat wisata dan pengaturan tempat wisata. Alamat konfigurasi ini harus dapat memanfaatkan warisan budaya sebagai objek wisata sambil melakukan perlindungan terhadap warisan budaya. Perencanaan area yang tepat akan menjadi objek wisata dan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan kualitas budaya di wilayah tersebut.
Analisis Kapasitas, Tingkat Pelayanan, Dan Hambatan Samping Terhadap Lalu Lintas Pada Jalan Raya Pasar Babat Agus Setiawan
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2525

Abstract

Jalan raya pasar Babat Lamongan, merupakan salah satu jalan paling padat di kabupaten Lamongan. Dikarenakan pertemuan antara arus dari Surabaya-Bojonegoro, Surabaya-Jombang, Jombang- Bojonegoro dan arah sebaliknya. Ditambah lagi aktivitas warga di perdagangan pasar babat, dari kondisi tersebut akan ada pergerakan dari barang, jasa dan orang di jalan raya pasar Babat, sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas di waktu-waktu tertentu, sehingga perlu adanya penelitian ini. Metodologi yang dipakai pada penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan cara melakukan mengumpulkan data sekunder pada pemerintah terkait, dan dilakukan survei lapangan yang berkaitan dengan penelitian untuk mendapatkan data–data primer. Setelah itu melakukan pengolahan data dan analisis data yang di peroleh dari survei berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014, sehingga di dapat volume lalu lintas, kapasitas jalan, hambatan samping, tingkat kejenuhan, tingkat pelayanan jalan terhadap lalu lintas pada jalan raya pasar Babat Lamongan. Setelah dilakukan pengambilan data dan dianalisis maka diperoleh hasil kapasitas jalan raya pasar Babat adalah sebesar 2794,5 skr/jam. Volume puncak Kapasitas jalan raya pasar Babat adalah sebesar 2794,5 skr/jam. Dengan volume kedua arah pada hari senin pagi 2708,4 skr/jam, siang 2594,4 skr/jam, sore 2283,6 skr/jam. Kamis pagi 2304 skr/jam, siang 2627 skr/jam, sore 2182 skr/jam. Minggu pagi 2463,6 skr/jam, siang 2829,6 skr/jam, sore 2605,2 skr/jam. Hambatan samping pada jalan raya pasar Babat sebesar 569,2 kejadian/jam. Kecepatan arus bebas kendaraan pada ruas jalan raya pasar Babat adalah 37,72 km/jam. Dengan kecepatan rata-rata sesaat terganggu hambatan samping tertinggi adalah 10,46 km/jam dan terganggu hambatan samping terendah adalah 32,12358 km/jam. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat hambatan samping sangat berpengaruh pada kecepatan kendaraan. Tingkat pelayanan jalan pada jalan raya pasar Babat berada pada tingkat pelayanan alan terburuk yakni pada kelas F. Dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,0127. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka peneliti memberikan solusi alternatif,Solusi alternatif adalah mengurangi hambatan samping yang terjadi di ruas jalan raya pasar Babat. Kemudian dihitung kembali kapasitas jalan yang mulanya 2794,15 skr/jam menjadi 3134,9 skr/jam kenaikan kapasitas yang cukup bagus dan Derajat Kejenuhan yang mulanya 1,0127 menjadi 0,9 Berarti derajat kejenuhan jalan raya pasar Babat menurun, jika derajat kejenuhan menurun maka lalu lintas jalan raya pasar Babat akan semakin lancar.
Pengendalian Waktu Dan Biaya Pada Proyek Peningkatan Jalan Menggunakan Metode Earned Value (Studi Kasus: Jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik) Muchamad Alfi Robi’in
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2526

Abstract

Pengendalian Proyek adalah proses utama dalam mewujudkan keberhasilan dalam implementasi proyek, sehingga manajemen proyek dihadapkan dengan upaya untuk lebih efektif dan menentukan kegunaan sumber daya manusia, teknologi, peralatan, fasilitas, dan bahan. Mengidentifikasi masalah atau risiko yang akan terjadi dengan mengambil tindakan yang diperlukan pada waktu yang tepat, itu adalah tujuan dari kontrol proyek. Agar kontrol proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien, metode yang tepat diperlukan dan didukung oleh informasi lengkap. Demikian pula, proyek pekerjaan untuk meningkatkan Jalan Betoyo-Trade, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik membutuhkan kontrol proyek sehingga implementasi pekerjaan tepat waktu pada 135 hari kalender, dengan biaya Rp. 9.304.411.000, terbatasnya waktu dan biaya diperlukan untuk kontrol yang baik dan matang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengendalian proyek dalam penelitian ini adalah konsep konsep nilai hasil (analisis nilai yang diperoleh) membantu manajer proyek dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja dan kemajuan proyek dengan memperkirakan biaya dan Waktu penyelesaian proyek, berdasarkan biaya dan waktu aktual hingga memberikan penyelesaian poin pada suatu proyek. Kinerja waktu dan biaya setelah dilakukan analisis menggunakan metode earned value pada minggu ke-12 diketahui hasil dari Schedule Variance (SV) sejumlah Rp. 182.444.060. Hasil Cost Variance (CV) sejumlah Rp. 473.740.315, kemudian hasil dari SPI adalah 1,04 yang berarti nilai lebih dari 1 maka pelaksanaan lebih cepat dari jadwal. Hasil CPI adalah 1,11 yang berarti Nilai lebih dari 1 maka pengeluaran lebih kecil dari anggaran. Estimasi waktu dan biaya setelah dilakukan analisis earned value yakni dengan nilai EAC sebesar Rp. 8.350.901.981, juga nilai ECD adalah 132,5 Hari. Maka pelaksana proyek ini diestimasikan mengalami keuntungan sebesar Rp. 953.509.019 .
Analisa Peneprapan Manajemen Waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor dan Pendopo Kecamatan Sarirejo Lasmito Lasmito
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2527

Abstract

Implementasi manajemen waktu di gedung kantor dan proyek pengembangan pendopo kecamatan Sarirejo adalah manajemen waktu yang dimasukkan dalam proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian proyek. Sistem manajemen waktu berpusat pada proses atau bukan proyek. Di mana perencanaan dan penjadwalan dalam perencanaan dan telah diberi pedoman khusus sehingga penyelesaian kegiatan proyek lebih cepat dan lebih efisien. Di mana studi kasus membahas bagaimana implementasi proyek konstruksi adalah manajemen waktu. Adapun penelitian dilakukan dengan wawancara, dengan studi literatur. Dalam analisis penelitian ini termasuk penjadwalan proyek, identifikasi kegiatan, persiapan urutan peristiwa, perkiraan periode waktu, penjadwalan, pemantauan, perekaman kinerja, analisis, proyek di bidang perbaikan, dan proyek ini pertimbangan. Dari hasil analisis menyimpulkan bahwa penerapan manajemen waktu dalam proyek gedung perkantoran dan kecamatan Sarirejo Pendopo dapat disimpulkan bahwa perlindungan yang baik dalam melaksanakan sistem manajemen waktu pengembangan proyek.
Analisis Percepatan Waktu Dan Biaya Proyek Peningkatan Jalan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off dengan Penambahan Jam Kerja dan Jumlah Alat(Studi Kasus: Jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik) Intan Mayasari; Agus Setiawan
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2528

Abstract

Keterlambatan proyek merupakan permasalahan yang sering terjadi. Keterlambatan ini sangat merugikan pihak-pihak yang terkait, baik itu kontraktor maupun pemilik proyek itu sendiri. Namun keterlambatan tak bisa terelakkan karena pada setiap pelaksanaan terdapat berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan keterlambatan. Pekerjaan peningkatan jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, juga mengalami kendala. Yakni keterlambatan kontraktor dalam menyelesaikan progres pekerjaan. Pekerjaan ini dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun. Pada realita di lapangan progres tidak sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Dapat dipastikan proyek ini akan mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterlambatan proyek adalah dengan melakukan percepatan. Akan tetapi, percepatan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dengan melakukan sebuah percepatan, maka biaya pelaksanaan proyek akan bertambah. Oleh karena itu, percepatan harus diperhitungkan secara teliti agar durasi proyek tepat pada waktunya dan biaya yang dikeluarkan tidak membengkak. Untuk mencegah terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek pekerjaan peningkatan jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dalam hal ini peneliti melakukan analisis percepatan proyek dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Dengan menentukan titik kritis pekerjaan proyek pekerjaan Peningkatan Jalan Betoyo-Dagang kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dengan menggunakan metode PDM (Precedence Diagram Method) dibantu dengan software Microsoft Project. Menentukan crash duration dan crash cost pada pekerjaan tersebut. Dengan menggunakan dua alternatif yakni penambahan jam kerja dan penambahan jumlah alat berat. Kemudian ditentukan cost slope dari kedua alternatif tersebut, baru dilakukan analisis pertukaran waktu dan biaya dengan time cost trade off . Langkah selanjutnya menentukan waktu pekerjaan yang paling optimum, dengan biaya terefisien. Durasi dan biaya normal proyek adalah 135 hari dengan biaya Rp. 9.490.499.000. Sedangkan jika proyek mengalami keterlambatan maka durasi yang dibutuhkan 162 hari dengan biaya Rp. 9.668.128.600. setelah dilakukan analisis percepatan menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan jam kerja, yakni durasi menjadi 134,3 hari dengan biaya setelah percepatan Rp. 9.581.528.000. Durasi dan biaya setelah dilakukan analisis percepatan menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan alat berat, yakni durasi menjadi 132,6 hari. Dengan biaya setelah percepatan Rp. 9.582.026.000. Durasi dan biaya paling optimum yang harus diterapkan yakni dengan percepatan menggunakan penambahan jam kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 7