cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2003)" : 4 Documents clear
PSIKOLOGI DI AUSTRALIA Sutarimah Ampuni
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.307 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7461

Abstract

Pada tahun-tahun belakangan ini Psikologi di Indonesia tampaknya banyak berbenah diri. Berbagai perubahan dalam peraturan profesi psikologi menandai pembenahan diri tersebut. Dalam hal pendidikan tinggi Psikologi misalnya, Kolokium Psikologi X di Baturaden tanggal 11-12 April 2003 (HIMPSI, 2003b) menyetujui bahwa program pendidikan profesi seperti yang saat ini dijalankan akan segeraberubah bentuk pada dua tahun ke depan. Mulai 2004 Program Magister Psikologi Profesional, yang meliputi empat semester kuliah dan praktek setelah S1, akan menggantikan program profesi. Padahal kalau kita lihat kembali ke belakang, programprofesi sebenarnya masih relatif baru, yaitu merupakan pengejawantahan kurikulum nasional Psikologi tahun 1989 yang pelaksanaannya baru dimulai sekitar tahun 1995.Bahkan ada beberapa universitas yang baru mulai menawarkan program profesi 1-2 tahun belakangan ini (HIMPSI, 2003a).
MENGENAL SEPINTAS PSIKOLOGI EVOLUSIONER Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.283 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7462

Abstract

Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi diminta menjawab pertanyaan berikut ini: “Idealnya, berapa banyak pasangan seksual yang ingin anda miliki sampai bulan depan, dalam waktu enam bulan mendatang, selama setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, dan selama sepanjang hayat?”. Adaperbedaan jawaban yang diberikan oleh mahasiswa dan mahasiswi menanggapi pertanyaan di atas. Mahasiswa pria ingin memiliki lebih banyak pasangan seksual daripada yang diinginkan mahasiswi. Kecenderungan ini konsisten untuk setiap interval waktu. Misalnya, untuk waktu dua tahun mendatang, pria ingin memilikirerata delapan pasangan seksual, sementara wanita hanya ingin mempunyai satu pasangan seksual saja. Pria ingin memiliki rerata 18 pasangan seksual selama hidupnya, sementara wanita hanya menginginkan rerata 4 atau 5 pasangan seksual (Buss & Schmitt, 1993). Teori apa yang mampu menjelaskan perbedaan antara priadan wanita menyangkut jumlah pasangan seksual yang diinginkan tersebut? Psikologi evolusioner mungkin akan bisa menjawab permasalahan ini.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA: MASIHKAH MENCEMASKAN? Haryanto F Rosyid
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.28 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7463

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja merupakan suatu hal yang pada beberapa tahun yang lalu merupakan suatu kegiatan yang sangat ditakuti oleh karyawan yang masih aktif bekerja. Hal ini dikarenakan kondisi kehidupan politik yang goyah, kemudian disusuldengan carut marutnya kondisi perekonomian yang berdampak pada banyak industri yang harus gulung tikar, dan tentu saja berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan sangat tidak terencana. Kondisi inilah yang menyebabkan orang yang bekerja pada waktu itu selalu dibayangi kekhawatiran dan kecemasan,kapan giliran dirinya diberhentikan dari pekerjaan yang menjadi penopang hidup keluarganya.
PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI TEMPAT KERJA Sri Kurnianingsih
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.569 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7464

Abstract

Posisi perempuan dalam kehidupan sosial ternyata belum sejajar dengan laki-laki meskipun upaya ke arah itu telah lama dan terus dilakukan. Kekuatan faktor sosial, kultural dan institusional yang menempatkan perempuan lebih rendah daripada laki-laki menjadi penyebab pokok kenyataan itu. Analisis gender selalu menemukan bahwa sebagian perempuan mengalami subordinasi, marginalisasi, dominasi, dan bahkan kekerasan. Hasil penelitian di empat propinsi menunjukkan bahwa sekitar 90 persenperempuan pernah mengalami kekerasan di wilayah publik (Wattie, 2002). Lebih lanjut disebutkan bahwa di rumah sendiri pun perempuan tidak bebas dari kekerasan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4