cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2010)" : 5 Documents clear
PENGARUH NIKOTIN TERHADAP AKTIVITAS DAN FUNGSI OTAK SERTA HUBUNGANNYA DENGAN GANGGUAN PSIKOLOGIS PADA PECANDU ROKOK Andrian Liem
Buletin Psikologi Vol 18, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.437 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11536

Abstract

Makalah ini merangkum berbagai laporan penelitian empiris dari jurnal internasional terbaru (2010) bertema pengaruh ketergantungan nikotin dalam rokok terhadap aktivitas dan fungsi otak yang dilihat dengan fMRI. Dapat disimpulkan bahwa (1) perilaku kecanduan merokok berkorelasi dengan area precuneus kiri, angular gyrus kanan, superior parietal/motor cortex kiri, dan occipital gyrus tengah. (2) Otak perokok memiliki aktifitas yang berbeda dengan non‐perokok di area ventral (rostral anterior cingulate cortex, insula, opercular, dan occipital gyrus), dorsal (dorsal medial/lateral prefrontal cortex dan dorsal anterior cingulate cortex), serta jaringan mesolimbic (anterior cingulate, hippocampus, dan medial orbital). (3) Gangguan pada otak juga terkait dengan gangguan psikologis seperti cemas, depresi/sedih, marah, gelisah, sulit berkonsentrasi, perilaku kompulsif. (4) Peningkatan gray matter di insula menimbulkan emosi tertentu dan sensasi pada tubuh, serta mendorong penurunan kemam‐puan memverbalisasi emosi. Sedangkan penurunan white matter (fractional anisotropy [FA]) di prefrontal cortex kiri berkorelasi dengan patologis otak. (5) Pengaruh lain nikotin adalah meningkatkan konsentrasi intrasypnaptic dopamine (DA) di ventral striatum/nucleus accum‐bens (VST/NAc) dan serotonim sebagai neurotrasnmiter penahan kantuk sehingga menimbul‐kan gangguan tidur. (6) Pecandu rokok memiliki resiko penurunan prospective memory yang diduga berada di area prefrontal cortex, hippocampus, dan thalamus. Selain pada otak dan aspek psikologis, kecanduan rokok juga berdampak pada fisiologis, yaitu mendorong vasocon‐striction dan atherosclerosis yang menyebabkan subclinical myocardial ischemia, serta karbon monoksida yang memperbesar resiko terjadinya hypoxemia dan myocardial hypoxia. Untuk mengatasi kecanduan tersebut, usaha psikofarmasi dapat dilakukan melalui psikoterapi Practi‐cal Group Counseling (PGC) dan pemberian Bupropion HCl Sustained Release (SR). Perilaku mengunyah permen karet, khususnya rasa vanila atau apel cardamon, terbukti efektif untuk menekan kecemasan dan ketegangan pada perokok yang mencoba berhenti merokok.
BRAIN, EMOTION, AND MORAL JUDGEMENT Fransisca Ting
Buletin Psikologi Vol 18, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.603 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11537

Abstract

The dual process theory posits that people relies on their emotion (especially negative emotions) when they are faced with personal moral dilemmas, such as pushing a person off a footbridge in order to stop a trolley that would otherwise kill five people. In an fMRI investigation, the medial frontal gyrus, posterior cingulate gyrus, and bilateral angular gyrus are more activated in considering a personal moral dilemma, leading them to make a characteristically deontological judgment. On the other hand, people are less emotionally engaged in non‐personal moral dilemmas, leading them to be more consequentialist in their judgment. Empathy is argued to be a salient moral emotion that could alter one’s moral judgment in moral dilemmas. Specifically, when judging about the permissibility of a person’s proposed action, the subjects will judge those they empathize with less harshly, and when they themselves have to make the decision, they will tend to save the party they empathize with across dilemmas.
OTAK , MUSIK, DAN PROSES BELAJAR Ratna Supradewi
Buletin Psikologi Vol 18, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.355 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11538

Abstract

Otak yang beratnya kira‐kira tiga pon merupakan organ maha rumit yang sangat berperan penting dalam kehidupan (Wade & Tavris, 2007). Penelitian mengenai otak banyak dikaikan dengan berbagai hal, salah satunya adalah dengan musik dan proses belajar. Beberapa penelitian memanfaatkan musik guna mempengaruhi otak untuk meningkatkan konsentrasi dan proses belajar. Musik berpengaruh kuat pada lingkungan belajar. Penelitian menunjukkan bahwa belajar lebih mudah dan cepat jika pelajar dalam kondisi santai dan reseptif. Detak jantung orang dalam keadaan ini adalah 60 sampai 80 kali per menit. Dalam keadaan ini otak memasuki gelombang alfa (8‐12 hz), yaitu kondisi otak yang rileks namun waspada sehingga bagian dari otak, yaitu hippocampus dan somatosensory, dapat bekerja dengan optimal. Musik memberikan efek pada elektrofisiologik otak dan telah dilaporkan pada banyak studi. Di Indonesia penelitian yang melibatkan musik dan proses belajar pernah dilakukan, antara lain oleh Taher & Afiatin (2005), juga Tyasrinestu & Kuwato (2004). Tulisan ini akan memberi‐kan gambaran mengenai hubungan otak, musik, dan proses belajar berdasarkan referensi dan penelitian‐penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang mengeksplorasi hal tersebut.
DYSLEXIA – AN OVERVIEW OF ASSESSMENT AND TREATMENT METHODS Evelin Witruk; Arndt Wilcke
Buletin Psikologi Vol 18, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.282 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11539

Abstract

This article will give an overview of the different methods of assessment and treatment currently used in the field of dyslexia with a special focus on genetic research. Based on the modification and extension of the multilevel model of Valtin (1989, modified by Witruk, 1993b), assessment and treatment methods will be discussed due to their primary objectives. These methods will be described regarding primary causes (biological risk factors), secondary causes (partial performance deficits), primary symptoms (reading and writing problems) and secondary symptoms (emotional and behavioural disorders). Keywords: Multilevel model of dyslexia, genetics, magnocellular deficit, partial performance
OPTIMALISASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN YANG BERBASIS PERKEMBANGAN OTAK Hazhira Qudsyi
Buletin Psikologi Vol 18, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.357 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11540

Abstract

Masa 1 anak‐anak merupakan salah satu masa dalam rentang kehidupan manu‐sia yang pasti dilalui oleh semua manusia di dunia ini. Pada masa inilah terjadi banyak sekali proses penanaman nilai kehidupan yang pertama kali. Pada masa ini pulalah, selalu bertumpu harapan dari para orangtua yang selalu menginginkan anak‐anaknya nanti dapat menjadi sese‐orang yang berguna dan dapat sukses di masa mendatang. Maka tidak heran jika kemudian banyak orangtua yang berlom‐ba‐lomba memasukkan anaknya ke dalam sekolah yang favorit, dengan harapan dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas, sehingga harapannya dapat mencetak sang anak menjadi seseorang yang pintar, cerdas, dan memiliki kepri‐badian yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5