cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2011)" : 4 Documents clear
KAUSALITAS MENURUT TRADISI DONALD CAMPBELL T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.027 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11542

Abstract

Menjelaskan kausalitas (hubungan sebab‐akibat/efek) masih menjadi salah satu topik utama psikologi, terutama dalam metode eksperimen meskipun sejumlah orang keliru sudah mengumumkan berita lelayu bahwa “causation is dead” (Shadish, 1995, h. 68). Hastjarjo (2010) telah membuat uraian singkat sejarah perkembangan tra‐disi penelitian dalam seting lapangan yang dirintis oleh Donald Campbell, yakni eksperimen‐kuasi. Gagasan eksperimen‐kuasi pertama kali dikemukakan dalam tulisan Campbell di jurnal Psychological Bulletin (1957) yang berjudul Factors Rele‐vant to the Validity of Experiments in Social Setting. Dalam tulisan 1957 itu rancangan eksperimen‐kuasi masih dinamakan ran‐cangan kompromi (compromise design).
SOCIAL PSYCHOLOGY: THE PASSION OF PSYCHOLOGY Koentjoro Soeparno
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.395 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11544

Abstract

Psikologi sosial menawarkan wawasan yang amat berharga untuk kehidupan umat manusia. Dengan mengusung pemahaman diri dan dunia sosial di sekitar kita, terlihat jelas bagaimana peran mendasar psikologi sosial dalam ranah psikologi (Taylor, Peplau & Sears, 2009). Psikologi sosial menjadi akar dan paradigma mendasar ilmu psikologi, menyentuh semua aspek kehidupan manusia, bermulti interaksi dengan semua bidang keilmuan yang lain di mana perilaku sosial manusia hadir di situ (Koentjoro, 2005). Persoalan‐persoalan mendarah daging dalam kehidupan, seperti kemiskinan, korupsi, cinta, daya tarik interpersonal hingga terorisme dikaji dan dicermati dalam ranah psikologi sosial. Tulisan ini mengupas selintas, menarik benang kontinum psikologi sosial dari awal hingga sekarang, pergulatan dan dinamikanya, sumbangsih dan sepak terjangnya dalam membuat kehidupan yang lebih baik, melirik prediksi ke mana psikologi sosial akan menuju. Memasuki psikologi sosial adalah mendapatkan gairah psikologi. Suatu gairah untuk mengerti, memberikan makna dan menyentuh perilaku demi terciptanya kehidupan yang harmonis.
KESEJAHTERAAN SUBYEKTIF MENURUT KI AGENG SURYOMENTARAM (KASM) DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI KONTEMPORER - Sumanto
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.594 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11545

Abstract

Psychology has come to understand quite a bit in how people survive and endure under condition of adversity. Psychologists tend to develop subjective well‐being concepts focusing on risk of psychopathology and unhappiness problems. The such paper is an effort to balance trend of subjective well being studies by introducing subjective well being concepts that not only based on hedonic viewpoint (deleting elation problems) but also eudaimonic as well, in order to help people to be happy at any time, any situation, any condition and preventing them waste of their time and energy to gain the goals, where, in the end, it can not give what they want. In 1928 Ki Ageng Suryomentaram, one of the Indonesian pionir psychologists, introduced his well‐being concept stressing on developing positive mental attitude preventing uncontrolled human expectation that is able to expand and able to shrink. According to him, what actually make people happy is not because of what are people responded but how people respond them. Also, understanding ones dan others feeling is very important for everyone in pursuing well‐being. In fact, his approaches to well‐being study are on the level with the sophisticated modern psychology ones.
MELURUSKAN KONSEP KONDISIONING OPERAN T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.38 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11546

Abstract

Istilah kondisioning operan (operant Emeldah & Hastjarjo (2009) memberikan conditioning) yang dikembangkan oleh B. F. daftar istilah dari 4 buku teks introduksi Skinner merupakan salah satu konsep inti psikologi kepada 21 dosen pengampu (core concept) dalam penulisan buku teks matakuliah Psikologi Umum dari Fakultas introduksi psikologi/pengantar psikologi Psikologi di Yogyakarta dan Solo serta (Boneau, 1990; Griggs, Bujak‐Johnson, & meminta para dosen memberikan penilaian Proctor, 2004; Nairn, Ellard, Scialfa, & dari nilai 5 merupakan pertanda bahwa satu istilah adalah “sangat penting” dan Miller, 2003). Boneau (1990) menemukan menunjukkan “istilah yang harus dapat bahwa istilah kondisioning operan terma‐dijelaskan dengan benar oleh mahasiswa suk kedalam top seratus konsep dengan pengikut psikologi umum” sampai nilai 1 mendapatkan rerata nilai rating 5 yang yang berarti “tidak penting” dan menun‐berarti “sangat penting” yang dijabarkan jukkan “istilah yang terlalu tinggi bahkan sebagai pernyataan “semua sarjana psiko‐untuk mahasiswa psikologi tingkat sarja‐logi harus mampu menjelaskan dengan na”. Rahayu dkk menemukan bahwa istilah baik istilah itu”. Griggs, Bujak‐Johnson & operant conditioning (kondisioning operan) Proctor (2004), dengan mengkaji daftar dan istilah punishment (hukuman) menda‐istilah (glossary) 44 buku teks introduksi psikologi, menemukan hal yang serupa pat rerata nilai 4,27, istilah positive reinfor‐yakni istilah kondisioning operan dimuat cement mendapat rerata nilai 3,93, istilah diseluruh 44 buku teks tersebut. Buskist, omission training (pelatihan omisi) menda‐Miller, Ecott & Crithfield (1999) mengkaji pat rerata nilai 2,13. Dosen pengampu sembilan buku teks introduksi psikologi Psikologi Umum di Yogyakarta dan Solo terbitan 1995‐1997 dan meminta pengarang rupanya lebih menilai pentingnya mahasis‐buku teks tersebut untuk menilai relevan wa menjelaskan dengan benar soal hukum‐tidaknya istilah dalam bab belajar, khusus‐an daripada reinforsemen positif, bahkan pelatihan omisi. nya yang berkaitan dengan kondisioning operan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4