Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

VISUALISASI TOKOH CERITERA RAMAYANA PADA RELIEF CANDI INDUK PENATARAN Sumanto, -
Imajinasi Vol 5, No 2 (2009): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Penataran merupakan gugusan candi terbesar di Jawa Timur, terletak 12 kilometer sebelah utara kota Blitar. Ceritera Ramayana dipahatkan sebagai relief yang menarik di candi induk Penataran. Meskipun kisah Ramayana berasal dari India, ceritera yang terdapat pada candi Penataran telah mengalami perubahan. Bentuk reliefnya dinilai sebagai ungkapan cita rasa asli bangsa Indonesia. Relief ceritera Ramayana itu divisualisasikan tidak kurang dari 91 panel relief, dimulai dari tokoh Anoman dalam usahanya untuk menemui Sinta di negeri Alengka atas perintah Rama, pertarungan Anoman dengan para raksasa, hingga tewasnya Kumbakana adik Rahwana oleh bala tentara kera. Bentuk-bentuk tokoh dalam ceritera digambarkan mirip wayang kulit Bali. Pahatan reliefnya rendah dan datar, tanpa perspektif, dalam bahasa rupa yang khas. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran kepercayaan, agama, kepahlawanan, tentang cinta kasih, keindahan, dan lain-lain yang bersifat mendidik.Kata kunci: relief, ramayana, visualisasi, Penataran.
SANGGAR SENI DHARMA BUDAYA KOTA PASURUAN (Kajian terhadap Fakta dan Aktivitas Kesenian Daerah) -, Sumanto
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan merupakan suatu komunitas kesenian daerahkhususnya seni tari yang masih berkembang sampai saat ini di dilingkungan masyarakat kotaPasuruan yang dikenal sebagai masyarakat yang Islami (masyarakat santri). Sebagai bagian darisistem sosial masyarakat eksistensi atau keberadaan Sanggar Seni Dharma Budaya tersebuttidak lepas dari perhatian dan dukungan masyarakat, Pemerintah Daerah Kota Pasuruan, danpara pelaku seni untuk tetap melestarikan dan mengembangkan potensi kesenian daerah yangbisa diterima oleh komunitas masyarakat di kota Pasuruan. Kondisi tersebut sebagai gambaranrealita kesenian daerah dan keanekaragaman budaya manusia, termasuk pandangan mengenainilai-nilai sosial budaya yang dianutnya sendiri serta yang berlaku umum bagi masyarakatsetempat. Keanekaragaman kesenian tersebut berada dalam suatu sistem yang unsur-unsurnyasaling terkait dan berfungsi secara seimbang. Baik unsur-unsur yang ada pada Sanggar SeniDharma Budaya itu sendiri maupun dalam masyarakat dan pemerintah daerah kota Pasuruan.Kata kunci: akulturasi, asimilasi, enkulturasi, kesenian daerah
PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR-GALUR KACANG TANAH DI LAHAN LEBAK , Koesrini; Sabran, M.; Ningsih, R.D.; , Sumanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Growth and Yield of Groundnut Genotypes on Swampy Areas. One of the causes of low groundnut yield on swampy areas in South Kalimantan is the presence of environmental stress. The use of varieties adaptable to environmental stress is one of the efforts to increase groundnut yield in swampy areas. The objective of this research was to find out the effect of environmental grip levels on the growth and yield of ten groundnut genotypes on swampy areas. This research was conducted at 3 locations on swampy areas of South Kalimantan, i.e. at Tambangan Village of Daha Selatan Sub-district-Kandangan, Panggang Marak Village of Labuhan Amas Selatan-Barabai and Setiap-Pandawan-Barabai Village, during the dry season of 2004. This research was arranged in Randomized Complete Design with three replications. Seven groundnut genotypes and 3 control varieties i.e. Jerapah, Singa and Lokal were tested for their adaptability on those three swampy areas differing in the environmental stress levels. The results show that groundnuts are adequately adaptable to environmental stress especially soil acidity on swampy areas. Three lines i.e. GH-5, GH-8 and GH-11 yielded more than that of control variety Jerapah, had better seed quality and more adaptive on swampy areas. Key words: Environmental stress, swampy areas, groundnut Salah satu penyebab rendahnya hasil kacang tanah di lahan lebak Kalimantan Selatan adalah adanya cekaman lingkungan. Penggunaan varietas adaptif terhadap cekaman lingkungan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang tanah di lahan lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan tingkat cekaman lingkungan terhadap pertumbuhan dan hasil 10 galur kacang tanah di lahan lebak. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan lebak dangkal di Desa Tambangan-Kecamatan Daha Selatan­Kandangan, di desa Panggang Marak-Kecamatan Labuhan Amas Selatan-Barabai dan di desa Setiap-Kecamatan Pandawan-Barabai pada MK 2004. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Tujuh galur kacang tanah dan tiga varietas cek yaitu varietas Jerapah, Singa dan Lokal, diuji daya adaptasinya pada 3 lokasi lahan lebak yang berbeda tingkat cekaman lingkungannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kacang tanah cukup adaptif terhadap cekaman lingkungan terutama cekaman kemasaman tanah di lahan lebak. Terdapat tiga galur yaitu GH-5, GH-8 dan GH-11 memiliki daya hasil lebih tinggi daripada varietas cek Jerapah, memiliki mutu biji baik dan adaptif di lahan lebak. Kata kunci: Cekaman lingkungan, lahan lebak, kacang tanah
PEMANFAATAN JANGGEL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI DI KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Siti Rohaeni, Eni; Amali, N.; Subhan, A.; Darmawan, A.; , Sumanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of Corncob as Feed for Beef Cattle in Tanah Laut District, South Kalimantan. Tanah Laut Regency is one of the corn central production and beef cattle farming in South Kalimantan. The corn waste can be used to overcome the feed cattle problem particularly in the dry season. Corncob was a by-product of corn obtained after removing the corn seeds and was not productive. The objective of this assessment was to see the prospect of corncob used as feed for beef cattle. This research was carried out in Sumber Mulia Village, Region of Pleihari District of Tanah Laut South Kalimantan during the period of 2003-2004. The aim of the first year study was to know the effect of fermented corncob on the beef cattle performance and in the second year was to know the effect of corncob as a complete feed on the beef cattle performance. The observed parameters were the growth of body, cost analysis, farmers income and R/C. The first year study showed that by using 1 part of corncob and 4 parts of rice brain as feed could increase the body weight of cattle up to 0,345 kg/head/day with the R/C was 1.08 as compared with the control, which was only 0.219 kg/head/day. While the second year showed that beef cattle feed with complete corn cob content can increase body the weight up to 0,5 kg/head/day in comparison to the control which was only 0.14 kg/head/day. The farmer could get income for Rp.487.000/cow/three months with R/C 1,18. It can be concluded that corn waste can give profit to the farmers and can be used to overcome the feed problem for beef cattle especially in the dry season. . Key words: Corncob, feed, cattle Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu sentra pengembangan komoditas jagung dan ternak sapi potong di Kalimantan Selatan. Limbah jagung dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kekurangan hijauan khususnya pada musim kemarau. Limbah lain yang dihasilkan komoditas jagung yaitu janggel yang diperoleh setelah jagung dipipil dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Tujuan pengkajian ini adalah untuk melihat peluang pemanfaatan janggel jagung sebagai pakan ternak sapi. Pengkajian dilakukan di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2003 dan 2004. Pada tahun pertama, dilakukan untuk melihat pengarug fermentasi janggel jagung terhadap performans sapi potong dan pada tahun kedua, pengkajian dilakukan untuk melihat penggunaan janggel jagung terhadap performans sapi potongsebagai bahan pakan lengkap untuk ternak sapi. Parameter yang diamati yaitu pertambahan berat badan, analisis usaha berupa biaya dan pendapatan serta dan R/C. Hasil kajian pada tahunpertama menunjukkan bahwa pemberian janggel jagung 1 bagian dan dedak 4 bagian menghasilkan pertambahan berat badan 0,345 kg/ekor/hari dengan nilai R/C 1,08 dibandingkan kontrol yang hanya 0,219 kg/ekor/hari. Hasil kajian pada tahun kedua, pemberian pakan lengkap berbahan dasar janggel jagung menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 0,5 kg/ekor/hari dibandingkan kontrol yang hanya 0,14 kg/ekor/hari dan pendapatan yang dihasilkan dari usahatani ternak sapi sebesar Rp.487.000/ekor per tiga bulan dengan nilai R/C sebesar 1,18. Dari pengkajian ini dapat disimpulkan bahwa limbah jagung dapat digunakan untuk mengatasi masalah pakan sapi pada musim kemarau dan mampu memberikan keuntungan peternak. Kata kunci Janggel jagung, pakan, sapi
Keefektifan Penggunaan Desain dan Model Kerajinan Tangan untuk Pembelajaran Keterampilan Berkreasi Seni di SD Sumanto Sumanto
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 29, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research (CAR) was conducted to describe the effectiveness of the use of handicraft design and model in teaching arts. It implemented a cycle model involving planning, action, observation, and reflection. The subjects were fourth graders of the Laboratory Elementary School, Malang. Data were collected by using a participatory observation while the action was going on. The results indicated that handicraft design and model were always needed in teaching arts. The media helped improve the pupils' motivation in creating mosaics, sculptures, and reliefs.
Ketersediaan Media Belajar dan Intensitas Pemanfaatannya dalam Pengajaran Kerajinan Tangan Berdasarkan Kurikulum 1994 di Sekolah Dasar Sumanto Sumanto; Muhammad Syafrawi; I Made Seken
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 2 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media belajar dan intensitas pemanfaatannya dalam pengajaran Kerajinan Tangan menurut Kurikulum 1994 di SD. Sampel diambil secara rambang sebanyak 19 kepala sekolah dan 40 guru kelas I dan IV dari 20 SD Negeri di Kecamatan Karangploso Malang. Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara. Analisis dilakukan dengan statistik persentase. Ditemukan bahwa media belajar kerajinan relatif tersedia cukup memadai menurut kebutuhan dan jenisnya, kecuali buku sumber kerajinan dan model kerajinan, dan bahwa sebagian besar jenis alat kerja dan bahan kerajinan telah dimanfaatkan secara efektif meskipun intensitasnya bervariasi.
Kemampuan Anak dalam Memilih Benda Alami Sebagai Gradasi Bunyi untuk Kegiatan Musik Kelas Rendah Sekolah Dasar Kecamatan Klojen Kota Malang I Made Seken; Usep Kustiawan; Sumanto Sumanto; Retno Tri wulandari
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.585 KB) | DOI: 10.17977/um053v1i1p57-65

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the shape of the selected object, as a form, characteristics and forms of sound. sd land in districts 2 Lowokwaru Klojen Malang. Data processing descriptive study using quantitative and qualitative. Results of the study (1) by strengthening research that sunber the sound of glass bottles of 550 ml once filled with water can produce a sound that is loud, serves to tone melodic. (2) The sound source from a plastic bottle of 330 ml gren tea once filled fresh water, sugar yield sound that serves to tone percussion (3) based on the average ability of each of each participant can be concluded with an indicator, precision, accuracy, and thoroughness effect on the final result of the ability to produce bunyi.siswa to obtain precision, accuracy, and precision will be able to result in the melodic sounds of the students who received a total of accuracy, precision, with low accuracy. (4) Conclusion No. 3 can be successful if it is supported by media sound source in accordance with the criteria kesimpulan1. Keywords : Forms and sound source,  music education,  Primary low grade Abstrak: Peneltian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk benda yang dipilih, sebagai  bentuk, karakteristik dan  bentuk bunyi. di sd negeri 2 lowokwaru kecamatan Klojen Malang. Pengolahan data penelitian mengunakan deskriptif  kwantitatif dan kwalitatif. Hasil penelitian (1) berdasarkan penguatan dalam penelitian bahwa  sunber bunyi dari botol kaca 550 ml setelah diisi air dapat   menghasilkan bunyi yang nyaring, berfungsi untuk nada melodis.(2) sumber bunyi dari botol  plastik 330 ml gren tea  setelah diisi air tawar, gula menghasilkan  bunyi yang berfungsi untuk nada perkusi (3)berdasarkan rata rata kemampuan tiap tiap peserta  dapat diperoleh kesimpulan dengan indikator, ketepatan, kecermatan dan ketelitian berpengaruh pada hasil akhir dari kemampuan menghasilkan bunyi.siswa dengan peroleh ketepatan, kecermatan, dan ketelitian tinggi akan lebih dapat mengahasilkan bunyi yang melodis dari pada siswa yang memperoleh total ketepatan, kecermatan, dengan ketelitian rendah.(4)kesimpulan no 3 dapat berhasil jika ditunjang dengan media sumber bunyi yang sesuai dengan kriteria kesimpulan1.Kata kunci : Bentuk dan sumber bunyi,  pembelajaran musik,  SD kelas rendah
Pengembangan Media Pembelajaran Lectora Inspire pada Tema 3 Subtema 7 dengan Penguatan Karakter Rasa Ingin Tahu Kelas IV SDN Karangtengah 1 Kota Blitar Hanik Fitrotul Amilia; Sumanto Sumanto; Hanik Fitrotul Amilia; Sumanto Sumanto; Esti Untari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.995 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p213-224

Abstract

Abstract: Lectora Inspire learning media is an application that contains information or material, images, animations, games, and videos that are packaged practically and interestingly so that it can make students more enthusiastic in the learning process. the purpose of this research and development is to test the feasibility of Lectora inspire media in terms of validity, practicality, and attractiveness. The method used is Borg and Gall with 10 steps of research. The results of research and development show that Lectora Inspire learning media from material experts is 91.6 percent, from media experts is 91.6 percent, user rating (practitioners) is 94.4 percent, so it can be said that Lectora Inspire learning media is very valid for use. The results of the student response questionnaire were 95.8 percent so it can be said that Lectora Inspire learning media is very interesting and practical to use. Abstrak: Media pembelajaran Lectora Inspire sebuah aplikasi yang memuat suatu informasi atau materi, gambar, animasi, game maupun video dikemas secara praktis dan menarik sehingga dapat membuat siswa lebih antusias dalam proses pembelajaran. tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menguji kelayakan media lectora inspire dari segi kevalidan, kepraktisan, dan kemenarikan. Metode yang digunakan adalah Borg and Gall dengan 10 langkah penelitian. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran Lectora Inspire dari ahli materi sebesar 91,6 persen, dari ahli media sebesar 91,6 persen, penilaian pengguna (praktisi) sebesar 94,4 persen, sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran Lectora Inspire sangat valid untuk digunakan. Hasil angket respon siswa sebesar 95,8 persen sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran Lectora Inspire sangat menarik dan praktis untuk digunakan.
Pengembangan Media Puzzle Berbasis Audio Visual dengan Penguatan Karakter Toleransi pada Subtema “Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku” di Kelas IV SDN Kauman 1 Kota Blitar Eko Anis Setyorini; Lilik Bintartik; Eko Anis Setyorini; Lilik Bintartik; Sumanto Sumanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.135 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p243-253

Abstract

Abstract: This research and development is to produce a puzzle media based on audio-visual material on the sub-theme "Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku" in class IV SDN Kauman 1 Blitar City that is valid, practical, and interesting. This study uses a research and development model or research and development. The results of audio visual based puzzle media validation obtained a value of 93.3 percent, a very valid category by material experts, media experts and users. For practicality and attractiveness audio visual based media is obtained based on the results of student responses during product trials and field trials. The attractiveness of the media scored 97.3 percent in the very interesting category. Practicality of the media scored 84.4 percent in the category of very practical. So it can be concluded that the audio visual media based puzzle is very worthy used in the learning process in the sub-theme "Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku". Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini yaitu menghasilkan media puzzle berbasis audio visual materi pada subtema “Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku” di kelas IV SDN Kauman 1 Kota Blitar yang valid, praktis, dan menarik. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan atau research and development. Hasil validasi media puzzle berbasis audio visual memperoleh nilai 93,3 persen kategori sangat valid oleh ahli materi, ahli media dan pengguna. Untuk kepraktisan dan kemenarikan media puzzle berbasis audio visual diperoleh berdasarkan hasil dari respon siswa pada saat uji coba produk dan uji coba lapangan. Kemenarikan media memperoleh nilai 97,3 persen kategori sangat menarik. Kepraktisan media memperoleh nilai 84,4 persen kategori sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media puzzle berbasis audio visual sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran pada subtema “Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku”.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan Penguatan Karakter Kerja Keras Subtema Indahnya Persatuan dan Kesatuan di Negeriku untuk Kelas IV SDN Banggle 02 Kabupaten Blitar Anggia Diah Wahyu Mastuti; Lilik Bintartik; Anggia Diah Wahyu Mastuti; Lilik Bintartik; Sumanto Sumanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.791 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p254-268

Abstract

Abstract: The purpose of this development research is to produce a valid Problem Based Learning LKPD based on material experts, instructional materials experts, and users as well as practical and interesting according to students. This product can be used as additional teaching material on the Theme of Diversity and Unity of My Country The Subtheme of the Beautiful Unity and Unity in my Country learning 1 and 2. The development of this LKPD uses the research method of Borg & Gall modified by Sugiyono. The steps are 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) product validation 5) product revision, 6) product trial, 7) product revision, 8) trial use, and 9) revision product. The results of the product validation were stated to be very valid, with an average rating of 94 percent material experts, subject matter experts, and 100 percent users. Student responses about practicality and attractiveness reached 96 percent and 100 percent. Based on all of the assessment results it can be concluded that PBL-based LKPD products are very valid, very practical, very interesting, and can be used without revision. Abstrak: Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan LKPD berbasis Problem Based Learning yang valid menurut ahli materi, ahli bahan ajar dan pengguna serta praktis dan menarik menurut peserta didik. Produk ini dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan pada Tema Keragaman Persatuan dan Kesatuan Negeriku Subtema Indahnya Persatuan dan Kesatuan di Negeriku pembelajaran 1 dan 2. Pengembangan LKPD ini menggunakan metode peneltitian dari Borg & Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono. Langkah-langkahnya yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi produk 5) revisi produk, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, dan 9) revisi produk. Hasil validasi produk dinyatakan sangat valid, dengan rata-rata penilaian ahli materi 94 persen, ahli bahan ajar dan pengguna 100 persen. Respon peserta didik tentang kepraktisan dan kemenarikan mencapai 96 persen dan 100 persen. Berdasarkan seluruh hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa produk LKPD berbasis PBL sangat valid, sangat praktis ,sangat menarik, dan dapat digunakan tanpa revisi.