cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
Sindrom ‘Frigophobia’ Indah Megawati Aswin
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.774 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10562

Abstract

Seorang ibu 1 rumah tangga berusia 45 tahun melaporkan bahwa selama delapantahun belakangan merasa mudah sekali merasa dingin. Terutama ketika ia pergi ke tempat-tempat ber-AC atau berangin. Ia juga merasa bahwa angin atau AC menusuk kulit dan seluruh tubuhnya. Selama tujuh tahun sebelumnya, ia merasa sakit kepala, mati rasa, mabuk, dan mengalami insomnia. Akibatnya ia menghindari menggunakan bis karena takut terkena hembusan angin. Tidak hanya itu, ia berhenti bekerja dan tinggal di rumah dan menghindari tempat ber-AC ketika berbelanja. Atribut yang digunakan pada saat berbelanja adalah wig serta pakaian berlapis-lapis. Hal itu dilakukan agar melindunginya dari angin. Ketika malam, ia menggunakan selimut bahkan waktu udara sedang hangat.
Cooperative vs Competitive: Filosofi Keseimbangan “Yin-Yang” dalam Hubungan Interdependency Nidya Dudija
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.526 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10563

Abstract

Teori ini 1 dikembangkan oleh Morton Deutsch (1949a, 1949b, 1973, 1985) danjuga diuraikan oleh David W. Johnson (Johnson & Johnson, 1989). Cooperative–Competitive merupakan salah satu teori dalam psikologi sosial yang dikemukakanoleh Morton Deutch. Ilmuan evolusi sosial mengatakan bahwa altruisme manusia dan kerjasama adalah hasil dari sejarah spesies yang unik “konflik antar kelompok dan perang” (Alexander, 1987; Buss, 1999; Campbell, 1975; Tooby & Cosmides, 1988), dapat diartikan bahwa konflik antar kelompok telah membentuk psikologi dan perilaku manusia khususnya (Vugt, Gremer, & Janssen 2007). Penelitian psikologi sosial konsisten dengan ide ini. Dalam hal ini manusia spontan membuat perbandingan “kita vs mereka” kategorisasi dan cepat mengembangkan aspek emosional dalam kelompok bahkan ketika keanggotaan didasarkan pada kriteria yang sederhana, seperti flip koin (Brewer, 1979; Ostrom & Sedikides, 1992; Tajfel & Turner, 1979). Manusia juga mudah melakukan tindakan diskriminasi terhadap anggota dari luar kelompok (Fiske, 2002) dan terlibat dalam tindakan altruistik untuk membela kelompok mereka (De Cremer & Van Vugt, 1999; Sherif , 1966).
Ritual Penyembuhan dalam Shamanic Psychotherapy (Telaah Terapi Budaya di Nusantara) Nuzulul Khair
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.681 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10565

Abstract

Berbicara 1 masalah pengobatan, baik itu pengobatan fisik maupun psikis, seringkali dibedakan antara pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Modern dalam konteks ini berarti biomedis, sedangkan kata tradisional mengesan-kan bahwa pengobatan yang dipraktikkan sejak zaman dahulu (sebelum pengobatanbiomedis di nusantara) yang dipertahan kan sampai saat ini dalam bentuk yangrelatif utuh. Maka, tidak mengherankan kalau pengobatan tradisional sering diaso-siasikan dengan tempat dan manusia yang masih dianggap tradisional, yaitu identikdengan kampung, dengan budaya lokal etnis tertentu dan orang-orang sederhanayang kurang berpendidikan.
Terapi Transpersonal Pauline Pawittri Puji; Vigor Wirayodha Hendriwinaya
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.409 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10566

Abstract

Pada 1 awal hingga pertengahan abad ke-20, teori-teori psikologi barat yaitu Psikologi Klinis dan Psikologi Eksperimen sangat mendominasi dan menjadi dasar untuk praktik dan penelitian (Walsh & Vaughan, 1993). Namun kemudianbeberapa peneliti menemukan bahwa ada pengalaman-pengalaman dalam hidupmanusia yang dapat merubah perspektif dan tujuan hidup seseorang secara signi-fikan (Rateau, 2010). Para ahli humanistik percaya bahwa pengalaman-pengalamanmanusia yang transformasional ini sangat krusial bagi kehidupan dan kesejahteraan,dan tidak dapat diukur dengan metode pengukuran baku (Braud & Anderson,1998).
Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah Femmi Nurmalitasari
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.527 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10567

Abstract

Perkembangan 1 sosial emosi semakin dipahami sebagai sebuah krisis dalamperkembangan anak. Hal ini disebabkan karena anak terbentuk melalui sebuah perkembangan dalam proses belajar. Dari masa perkembangan awal, bayi menunjukkan rasa aman dalam keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan. Bayi akan mengeksplorasi melalui sentuhan, rasa, dll. Dari mengeksplorasi itulah bayi akan belajar. Sebaliknya, apabila bayi merasa tidak aman dalam lingkungan keluarga, bayi akan menghabiskan energinya untuk mengatur dirinya sehingga bayi tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi. Ketika bayi tidak dapat kesempatan untuk bereksplorasi, bayi tidak memiliki kesempatan untukbelajar.
Memori dalam Multitasking Ni Made Swasti Wulanyani
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.169 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10568

Abstract

Multitasking 1 atau tugas berganda menyiratkan adanya lebih dari satu tugasdi dalamnya. Salvucci dan Taatgen (2011) menambahkan bahwa kondisi tugasberganda adalah adanya beberapa tugas yang independen dan tidak berhubunganyang dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Hal inilah yang membedakannyadengan tugas kompleks. Selanjutnya Appelbaum dan Marchionni (2008)memandang tugas berganda menjadi dua jenis yaitu tugas ganda (dual task) atau dua tugas yang dilakukan bersamaan dan switching task atau lebih dari satu tugasyang dilakukan dengan beralih diantara tugas-tugas tersebut. Sementara Salvuccidan Taatgen (2011) menyebutnya sebagai tugas berganda bersamaan (concurrentmultitasking) yaitu setiap tugas berlangsung bersamaan/simultan atau hanyadengan interupsi singkat. Bentuk lainnya adalah tugas berganda sekuensial (sequen-tial multitasking) yaitu individu memberikan perhatian yang lebih lama pada satu tugas sebelum berpindah pada tugas lain, meskipun tetap terjadi tumpang tindih perhatian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6