cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (1999)" : 5 Documents clear
MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN KRITIS MAHASISWA Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 7, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.138 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7398

Abstract

Salah satu tujuan utama pendidikan tinggi adalah mengembangkan pemikiran kritis (critical thinking) mahasiswa. Dalam kenyataannya, pemberian matakuliah oleh kebanyakan dosen kepada para mahasiswa belum mampu mengembangkan pemikiran kritis mereka(Nummedal & Halpern, 1995). Laporan-laporan hasil penelitian yang dikutip oleh Halpern (1996) menggambarkan betapa miskinnya pemikiran kritis mahasiswa dan orang dewasa baikdi Amerika maupun di negara-negara lain. Situasi seperti ini mendorong lahirnya salah satu tujuan khusus pendidikan tinggi, yakni agar proporsi lulusan perguruan tinggi yangmendemonstrasikan suatu kemampuan yang lebih tinggi untuk berfikir secara kritis, berkomunikasi secara efektif, dan memecahkan problem akan meningkat secara substansial(Numedal & Halpern, 1995).
KEADILAN SOSIAL Suatu Tinjauan Psikologi - Faturochman
Buletin Psikologi Vol 7, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.847 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7399

Abstract

Keadilan menjadi syarat mutlak dalam hubungan antar manusia, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Besarnya tuntutan akan keadilan yang akhir-akhir ini mengemuka sebenarnya merupakan tuntutan normatif. Tuntutan tersebut muncul pada semua tingkatan kehidupan sosial. Apakah ini indikasi bahwa sekarang tidak ada keadilan? Bila memang demikian keadaannya, mengapa selama ini kita bisa bertahan?
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Kebangkitan Kembali Studi Tentang Kepemimpinan Bagus Riyono
Buletin Psikologi Vol 7, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.797 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7400

Abstract

Studi tentang kepemimpinan menghangat kembali pada dekade terakhir ini berkat dirumuskannya teori tentang kepemimpinan transformasional (Den Hartog dkk, 1997), yangterutama dikemukakan oleh Bass (1985; 1990). Konsep kepemimpinan transformasional ini, menurut Bass, memiliki dimensi yang berbeda dari teori-teori kepemimpinan sebelumnya. Teori ini merupakan gabungan antara paradigma ‘trait’, gaya dan pendekatan contingensi (ketergantungan) (Den Hartog dkk, 1997), sehingga dapat dimasukkan dalam penganut aliran yang penulis istilahkan sebagai integrated psychology (Riyono, 1998). Salah satu ciri dari integrated psychology adalah konsepnya tentang manusia yang memandang manusia sebagai ‘integrated man’, ‘being’, and ‘becoming (Bennis dkk, 1994).
TERAPI RELIGIUS KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI INABAH PP. SURYALAYA Sentot Haryanto
Buletin Psikologi Vol 7, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.616 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7401

Abstract

Penyalahgunaan Napza merupakan masalah yang sangat kompleks, salah satukompleksitas adalah masalah “terapi/treatment”. Berbagai metode yang biasa dipergunakanuntuk menyembuhkan korban penyalahgunaan Napza antara lain: pendekatan tradisional, yaitukorban hanya dibiarkan saja, metode ini sering disebut dengan cold turkey (kalkun kedinginan),pendekatan medis, misalnya di RSKO, Rumah Sakit Jiwa, atau Rumah Sakit Khusus,pendekatan nonmedis tradisional atau sekarang dikenal dengan metode alternatif, misalnyatusuk jarum, tusuk jari, ramuan (jamu), Yoga, Meditasi; pendekatan nonmedis religius,misalnya di Inabah Pondok Pesantren Suryalaya, dan pendekatan kelompok, misalnya AA(Alcoholic Anonimous), NA (Narcotic Anonimous), Synanon, Al Anon, Ala Ten, TC(Therapeutic Community) dan sebagainya.
NONTON TELEVISI DAN AKTIVITAS MEMBACA PADA ANAK Ratna Wulan
Buletin Psikologi Vol 7, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.102 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7402

Abstract

Sejak munculnya pemancar televisi (TV) swasta di Indonesia tahun 1990-an, banyak polemik tentang dampak negatif televisi dikumandangkan yang menyangkut berbagai hal mulaidari kekerasan, penetrasi budaya asing, hingga tuduhan penurunan minat baca serta berkurangnya jam belajar anak, (Murti Bunanta, Kompas 21 Mei 1999). Semakin banyaknya acara untuk anak-anak yang ditayangkan di TV dikhawatirkan akan menurunkan minat bacamereka, sebab mata anak-anak sudah lelah menonton kotak kaca, sehingga tak sempat lagi membaca buku (Info Aktual Swara, 27 Mei 1999). Bahkan dalam Kompas 21 Mei 1999 ditulisbahwa perkembangan pertelevisian yang semakin pesat memunculkan penilaian bahwa televisilah penyebab turunnya minat baca sehingga anak-anak tidak melakukan aktivitasmembaca namun lebih suka nonton TV.

Page 1 of 1 | Total Record : 5