cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (1999)" : 6 Documents clear
COLLECTIVE BEHAVIOUR AND INTERGROUP AGGRESSION - Faturochman
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.366 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7403

Abstract

Crowd phenomena has challenged social psychology for about a century, even early development of social psychology has been inspired by the crowd phenomena. LeBon’s (citedin Moscovici, 1986 ; Reicher, 1996) book, The Crowds A Study of the Popular Mind, has been described by social psychologists as the most popular book of all time. His theory asserts thatindividuals in the crowd lose their conscious personality and that will lead to impulsive actions. The other characteristics of the crowds are mobile, and irritable, suggestible and credulous,exaggeration and ingenuousness. After LeBon, McDougall (in Farr, 1986) developed a concept of crowd, called group mind theory. Generally speaking, group mind theory has manysimilarities to LeBon’s theory and their successor such as Milgram and Toch (1969).
BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI LINGKUNGAN Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.233 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7404

Abstract

Ada tiga tradisi besar orientasi teori Psikologi dalam menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. Pertama, perilaku disebabkan faktor dari dalam (deterministik). Kedua, perilaku disebabkan faktor lingkungan atau proses belajar. Ketiga perilaku disebabkan interaksimanusia-lingkungan. Psikologi Lingkungan merupakan ilmu perilaku yang berkaitan dengan lingkungan fisik, merupakan salah satu cabang Psikologi yang tergolong masih muda. Teori-teori PsikologiLingkungan dipengaruhi, baik oleh tradisi teori besar yang berkembang dalam disiplin Psikologi maupun di luar Psikologi. Grand theories yang sering diaplikasikan dalam PsikologiLingkungan seperti misalnya teori kognitif, behavioristik, dan teori medan. Dikatakan oleh Veitch & Arkkelin (1995) bahwa belum ada grand theories psikologi tersendiri dalam Psikologi Lingkungan. Yang ada sekarang ini baru dalam tataran teori mini. Hal ini didasarkanpandangan, bahwa beberapa teori memang dibangun atas dasar data empiris tetapi sebagian yang lain kurang didukung oleh data empiris. Kedua, metode penelitian yang digunakan belumkonsisten. Oleh karenanya dalam kesempatan ini, n disajikan paparan secara garis besar aplikasi 3 tradisi besar orientasi teori dalam Psikologi dan selanjutnya akan dipaparkan lebihmendalam mengenai teori mini dalam Psikologi Lingkungan.
MENGHIDUPKAN KEMBALI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DAN KECERDASAN EMOSI BAGI SISWA Drs Suardiman
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.208 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7405

Abstract

Masalah pendidikan tidak pernah selesai dibicarakan orang; dari awam hingga pakar punya hak untuk bicara. Dunia pendidikan cenderung menjadi gelanggang pertukaran pikiranbahkan kadang-kadang pertentangan pendapat berlarut-larut yang tidak mudah dirangkum menjadi kesepakatan umum. Lain halnya jika bicara tentang sistem pendidikan yang bertolakdari suatu sistem, maka penyelenggaraan pendidikan mestinya menerima berlakunya suatu tingkat kebakuan yang memungkinkan dilaksanakannya berbagai program, pentahapan,penglompokan dan pendekatan tertentu sesuai dengan perencanaan tertentu pula (Hasan, Kompas 28 Februari 2000).
STRES KERJA Mohammad Bachroni; Sahlan Asnawi
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.286 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7406

Abstract

Dalam kondisi bangsa Indonesia sedang dilanda krisis multidimensi, ketidakpastian merupakan variabel utama dalam kehidupan. Banyak perubahan yang terjadi di masyarakat bersifat mendadak dan tidak dapat diprediksikan. Masyarakat hidup dalam situasi kebimbangandan kegelisahan. Harga dollar dan saham berfluktuasi dengan hebat, sebentar naik, sebentarturun. Para ekonom mengatakan bahwa harga saham dan dollar lebih berkaitan dengan faktor-faktor psikologis dan bukan disebabkan faktor fundamental ekonomi. Kerusuhan terjadi dimana-mana dan hampir tidak dapat diprediksikan sebelumnya dan bom siap diledakkan ditempat-tempat strategis agar mengoncang perekonomian dan stabilitas politik. Likuidasi beberapa bank dan beberapa perusahaan yang dahulu dianggap sebagai penopang devisanegara telah menjadi pasien dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Sejumlah konglomerat dalam proses pembuktian korupsi, kolusi, dan nepotisme di jaman orde baru.Akibatnya, banyak perusahaan yang gulung tikar. Beberapa perusahaan terpaksa mengatur kembali jadwal masuk agar karyawan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), beberapaperusahaan yang lain terpaksa melakukan PHK dengan screening tertentu, dan beberapa perusahaan lain dengan terpaksa merumahkan semua karyawannya.
NEGOSIASI SAAT INI: SEMUA MENANG Sito Meiyanto; Drs Soedardjo
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.195 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7407

Abstract

Banyaknya buku, jurnal, artikel seminar dan workshop tentang negosiasi merupakan indikasi meningkatnya popularitas negosiasi. Faktor utama yang mempunyai peran meningkatnya pengakuan terhadap pentingnya negosiasi adalah: (1) “bintang-bintang”negosiasi, (2) pergeseran kekuatan, dan (3) negosiasi sebagai alternatif terhadap konflik. “Bintang-bintang” negosiasi. Besarnya pengaruh negosiator telah diakui dalam membuat kesepakatan atau perjanjian serta kemampuan melakukan proses dan memanfaatkanketrampilannya untuk menjadikan sesuatu sebagai pusat perhatian. Negosiator yang ulung dapat menciptakan “uang” dengan mengajar dan berbagi pengalaman dengan orang lain.
MENGUBAH TANTANGAN MENJADI KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN KARIER KERJA Marcham Darokah
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.834 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7408

Abstract

Pada umumnya masyarakat memandang bahwa pencaharian seseorang yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok merupakan bentuk konsep diri dan sumber harga diriseseorang. Hal itu terus berlangsung sampai seseorang berhenti dari pekerjaan formalnya. Peristiwa berhenti dari pekerjaan formal sebenarnya terjadi secara alamiah, karena setiap orangpun akan mengalaminya. Namun dapat terjadi pula bahwa peristiwa itu dirasakan sebagai sesuatu yang mendadak. Jika hal itu dialami oleh seseorang, maka akan terjadi perubahankonsep diri dan harga diri pada orang itu. Kejadian itu seharusnya merupakan hal yang wajar, karena dalam kehidupannya, seseorang akan mengalami konflik-konflik yang selalu memintapenyelesaian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6