cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2000)" : 4 Documents clear
PERILAKU KEKERASAN Moh As'ad
Buletin Psikologi Vol 8, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.077 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7414

Abstract

Perilaku kekerasan atau agresi menurut Stephan & Stephan (1985) mengandung maksud menjadikan orang lain menderita dan adanya penolakan secara hukum maupun norma terhadap perilaku tersebut.Faktor utama sebagai predisposisi perilaku kekerasan pada seseorang adalah keadaan emosi dan kognisinya. Menurut Stephan & Stephan (1985) keadaan emosi yang dipandang sebagai sebab utama dari agresi adalah kemarahan. Sedangkanmenurut Gurr (1970) perilaku kekerasan lebih ditekankan pada political violence yaitu semua kejadian yang unsur utamanya adalah ancaman penggunaan kekuasaan. Berdasarkan pengertian ini maka kekerasan politik tidak dilakukan oleh penguasatetapi oleh yang menentangnya. Padahal dalam kenyataannya, penguasa juga melakukan banyak tindak kekerasan terhadap rakyat atau pengikutnya.
KONTEKS DAN KONSTRUKSI SOSIAL MENGENAI KEMATIAN ELEKTIF ( EUTHANASIA ) ∗ ) Helly Prajitno Soetjipto
Buletin Psikologi Vol 8, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.243 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7415

Abstract

Euthanasia bukanlah topik mudah untuk didiskusikan. Salah satu sebabnya adalah banyaknya ragam definisi mengenai euthanasia. Definisi yang paling mudah adalah secara harafiah, yaitu kematian (thanatos) yang baik (eu). Kematian yang baikdi sini mungkin sesederhana pemahaman kita mengenai makna dari “meninggal dunia dengan tenang” yang sering kita dengar atau baca dalam sebuah berita lelayu. Euthanasia ternyata didefinisikan juga sebagai physician-assisted death (Doering,1994), assisted-suicide (Doerflinger, 1989), atau elective death (Hooyman and Kiyak, 1990). Jika didefinisikan sebagai physician-assisted death, euthanasia akan mencakupmasalah aborsi, kematian karena mal-praktek, dan eugenics. Penulis cenderung menggunakan istilah kematian elektif (elective death) dengan asumsi bahwa kematian seseorang didahului oleh sesuatu proses yang melibatkan banyak pilihan mengenaikonteks sosial dan konstruksi sosial kematian. Euthanasia didiskusikan di dalam suatu kerangka pikir yang mencoba memberi perhatian kepada hal-hal yang kontekstual dan interpretatif fenomena sosial suatu proses kematian dan kejadian kematian
ADA APA DENGAN MENOPAUSE ? Nuryati Atamimi; Rasimin Bujang Sanmustari
Buletin Psikologi Vol 8, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.454 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7416

Abstract

Sebagai konselor yang menaruh minat pada berbagai masalah perkawinan, kondisi psikologis isteri yang akan, sedang ataupun setelah mengalami menopause menempati prosentase yang cukup banyak memberikan kontribusi bagi timbulnya masalah dari keseluruhan masalah yang dihadapi . Rasa cemas, tidak berdaya, sedih, cemburu, marah, dan berbagai perasaan tidak nyaman muncul pada usia itu dan biasanya selalu disertai dengan berbagai keluhan fisik seperti rematik, jantung berdebar, lemas, pusing, bermasalah dengan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat dan lain-lain. Mengapa hal ini terjadi, ada apa dengan menopause?
RANCANGAN PERPUSTAKAAN DI PERGURUAN TINGGI: Kajian Psikologi Lingkungan Prasetyo Budi Widodo
Buletin Psikologi Vol 8, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bpsi.7417

Abstract

Pengembangan perpustakaan di Indonesia masih menghadapi banyak sekali hambatan dan tantangan. Secara singkat dapat dikatakan masalah itu ada dua. Pertama adalah terbatasnya jumlah perpustakaan dan, kedua, adalah kurangnya koleksi buku yang ada pada sebagian besar perpustakaan. Persoalan pertama banyak terkait denganfasilitas fisik perpustakaan, yaitu bangunan atau gedung. Tulisan ini akan mengkaji tentang masalah pertama tersebut, secara lebih khusus lagi berkaitan dengan disain, bukan masalah pengadaannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 4