cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2001)" : 5 Documents clear
ISU UJI ASUMSI Sutrisno Hadi
Buletin Psikologi Vol 9, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.914 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7435

Abstract

Isu mengenai Uji Asumsi timbul karena dalam banyak ujian skripsi maupun tesis sering ditanyakan oleh para mahasiswa maupun para pembimbing mengenai perlu tidaknya dilakukan uji asumsi sebelum suatu model analisis parametrik diterapkan. Sebaran normal, misalnya, merupakan asumsi dari hampir semua model analisisstatistik, kecuali statistik nonparametrik yang tidak dikait-kaitkan dengan bentuk sebaran (distribution free). Homogenitas variansi adalah asumsi dari semua analisis perbandingan antar kelompok (uji-t, analisis variansi, analisis kovariansi), sekali lagijuga tidak berlaku untuk statistik nonparametrik. Untuk model-model analisis korelatif terdapat agak banyak asumsi, seperti linieritas hubungan antara semua variabel bebas X dengan variabel terikat Y; nirkolinieritas hubungan antara sesama variabel bebas X; dan homosedastisitas dari sebaran variabel X. Untuk analisis kovariansi, karena merupakan gabungan dari analisis komparatif dan analisis korelatif, asumsi-asumsinya merupakan kumulasi dari analisis komparatif dan analisis korelatif: normalitas ebaran variabel terikat, homogenitas variansi antara kelompok-kelompok yang dibandingkan, linieritas antara semua variabel bebas X dengan variabel terikat Y, dan nirkolinieritas hubungan antara semua kovariabel X.
ASUMSI-ASUMSI DALAM INFERENSI STATISTIKA Saifuddin Azwar
Buletin Psikologi Vol 9, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.311 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7436

Abstract

Berbeda dari statistika nonparametrik yang disebut dengan distribution-free statistics atau disebut juga statistika sampel kecil, statistika parametrik diderivasi dari model distribusi normal atau distribusi-distribusi skor populasi tertentu. Di samping itu, rumusan tehnik-tehnik komputasi guna pengambilan kesimpulan (inferensi) lewatuji statistika parametrik didasarkan pada model distribusi yang diketahui, sehingga penggunaannya pun dilandasi oleh berlakunya asumsi bahwa ada kesesuaian antara data sampel dengan model distribusi yang bersangkutan (data-model fit).
KONTROVERSI UJI ASUMSI DALAM STATISTIK PARAMETRIK Asmadi Alsa
Buletin Psikologi Vol 9, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.301 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7437

Abstract

Berdasar ada-tidaknya asumsi yang mendasari suatu uji statistik, terdapat dua jenis statistik inferensial, yaitu statistik parametrik dan statistik non-parametrik. Statistik non-parametrik atau statistik bebas sebaran (distribution free) sekalipun mudah untuk dimengerti dan relatif sederhana perhitungannya, namun ia memiliki test-power yang rendah. Hal ini terjadi karena statistik nonarametrik selain tidak menggunakan asumsi-asumsi yang mendasari, juga hanya dirancang untuk data nominal dan ordinal, yang diketahui tingkat kecermatannya lebih rendah dibandingkan data interval dan rasio. Harap dicatat bahwa apabila alat pengumpul data dalam penelitian dapat memperoleh data yang gejalanya interval atau rasio, jangan mengubah atau mengkonversikan data tersebut menjadi data nominal atau ordinal, karena hal itu akan menurunkan kecermatan kesimpulannya. Namun sebagai konsekuensinya peneliti harus menggunakan analisis data melalui statistik parametrik, yang didasari oleh asumsi-asumsi tertentu. Sehingga persoalan yang dapat muncul kemudian adalah, bagaimana kalau asumsi-asumsi tersebut tidak dapat dipenuhi atau dilanggar?
PERLUKAH UJI ASUMSI STATISTIK DILAKUKAN ? Nonny Swediati
Buletin Psikologi Vol 9, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.689 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7438

Abstract

Jawaban judul di atas “tergantung pada metode statistik yang digunakan dan tujuan dari penelitian itu sendiri”. Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kembali kepada kita bahwa statistik hanya salah satu alat bantu untuk menganalisa data dan kemudian hasilnya dapat digunakan untuk membuat kesimpulan-kesimpulan tentanghubungan ataupun kaitan antar variabel yang sedang kita teliti.
KASUS REGRESI: IKUT-IKUTAN MENGHAKIMI ASUMSI DAN MEMPERTANYAKAN UJI SIGNIFIKANSI? Soetarlinah Sukadji
Buletin Psikologi Vol 9, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.14 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7440

Abstract

Tidak semua masyarakat penggemar penelitian kuantitatif, memiliki pengetahuan sempurna mengenai matematika yang mendasari statistika. Banyak peneliti, termasuk penulis sendiri, adalah orang-orang yang tidak canggung menggunakan statistika meski hanya sebagai a true believer, yaitu penganut setia pendapat pakar-pakarstatistika. Walau begitu, kita dapat menggunakan kemampuan reading comprehension dan logika kita, untuk merunut pikiran pakar-pakar tersebut: apakah benar logikanya, dan apakah terbukti pada hasil olahan data observasi atau simulasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5