cover
Contact Name
Astri Rinanti
Contact Email
astririnanti@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
urbanenvirotech@trisakti.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering Faculty of Landscape Architecture and Environmental Technology Universitas Trisakti, Jakarta Gedung K, Kampus A Jl. Kyai Tapa Grogol Jakarta 11440, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25799150     EISSN : 25799207     DOI : https://dx.doi.org/10.25105
The scope of the journal emphasis not limited to urban environmental management and environmental technology for case study in Indonesia and for other region in the world as well. Urban Environmental Management: environmental modeling, cleaner production, waste minimization and management, energy management and policies, water resources management, water supply and sanitation, industrial safety and health, water recovery and management, urban environmental pollution-diseases and health status, eco-drainage, flood risk management, risk mitigation, climate change and water resource adaptation. Environmental Technology: energy efficiency, renewable energy technologies (bio-energy), environmental biotechnology, pollution control technologies (wastewater treatment and technology), water treatment and technology, indigenous technology for climate change mitigation and adaptation, solid waste treatment and technology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 5 (2011)" : 5 Documents clear
Design Pengembangan Landfill Zona 3, Studi KasusLandfill Manggar Balikpapan Pramiati Purwaningrum; Iin Pratama; Widhi Handoko
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.054 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.687

Abstract

Rencana pembangunan satu zona khusus untuk sampah nonorganik di wilayah sanitary landfill TPA Manggar yang luasnya 25 Ha mengacu pada Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2008. Berdasarkan perhitungan dan metode LeGrand lokasi TPA telah sesuai SK SNI T-11-1991-03 [1]. Jumlah penduduk kota Balikpapan pada tahun 2009 mencapai 538.525 jiwa dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 1,44%. Total sampah yang masuk ke TPA per Januari tahun2009 sebesar 330.01 ton/hari [3]. Konsep perencanaan untuk landfill zona 3 (tiga) di TPA Manggar dikhususkan hanya untuk sampah anorganik. Namun pada perencanaan ini juga akan dibuat dua alternatif perhitungan 1 dengan sistem terpisah (khusus anorganik) dan alternatif 2 dengan sistem tercampur. Untuk sistem terpisah dengan komposisi sampah organik sebesar 66% dan sampah anorganik sebesar 34% [3]. Densitas sampah organik sebesar 290 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah organik pada tahun 2014 sebesar 289,54 m3/hari. Densitas sampah anorganik sebesar 240 kg/m3 dengan proyeksi timbulan sampah anorganik pada tahun 2014 sebesar 235,51 m3/hari [3]. Hasil perhitungan didapatkan masa pakai zona 3 untuk alternatif 1 adalah 2 tahun 5 bulan. Untuk alternatif 2 hasil perhitungan timbulan sampah campuran yang telah dikurangi dari sampah pasar (perumahan, pertokoan, dan perkantoran) dengan densita sampah 290 kg/m3 maka timbulan sampah tahun 2014 sebesar 438 m3/hari didapatkan masa pakai dengan sistem tercampur selama 385 hari.Keywords: Sanitary Landfill, Inorganic, Feasibility Location
KinetikaReaksi Transesterifikasi pada Pengolahan Limbah Minyak Gorteng Bekas (Waste Vegetable Oil) menjadi Bahan Bakar Biodiesel Mawar Silalahi; Maulin Ariefiyanti Hidayah
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.316 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.688

Abstract

Biodiesel sebagai bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak memiliki fungsi yang sangat penting demi tersedianya pasokan energi jangka panjang, biodiesel dapat dibuat dari limbah minyak goreng bekas. Industri makanansiap saji memproduksi limbah minyak goreng bekas bagi lingkungan, oleh karena itu sebaiknya limbah yang sudah tidak digunakan lagi, dikonversikan menjadi bahan bakar alternatif. Dari hasil test pendahuluan terhadap limbahMinyak goreng bekas restoran siap saji, minyak tersebut mengandung asam lemak bebas diatas 5%. Oleh karena itu dilakukan proses esterifikasi dua tahap, yaitu esterifikasi asam dengan katalis H2SO4 dan esterifikasi basa (transesterifikasi) dengan katalis KOH. Pada tahap esterifikasi dilakukan beberapa variasi penelitian yaitu variasi mol metanol (5.3:1, 6.3:1, 7.3:1, 8.3:1, 9.3:1), variasi suhu (60oC,70oC,80oC), variasi waktu (30’,60’,90’,120’) dan variasi katalis (0.5%, 1%, 1.5%, 2%). Dari esterifikasi didapatkan hasil FAME terbaik yaitu pada metanol 9.3 mol sebesar 96.46 %. Kemudian dilakukan analisis transesterifikasi dengan variasi mol metanol (5.3:1, 6.3:1, 7.3:1, 8.3:1) dan variasi waktu (90’ dan 120’). Dari transesterifikasi dapat diketahui bahwa waktu optimum pembentukan biodiesel adapada waktu 90 menit dengan metanol 7.3 mol. Namun jika ditinjau dari sisi ekonomis, FAME sebesar 95.21% diperoleh saat metanol 6.3 mol. Presentase pembentukan FAME tiap satuan waktu juga diamati dalam penelitian ini untuk mengetahui kinetika pembentukan FAME serta penguraian trigliserida yang terjadi. Pada metanol 5.3 mol diperoleh konstanta reaksi sebesar 0.003170506/menit, sedangkan untuk metanol 5.5 mol diperoleh konstanta reaksi sebesar 0.006668549/menit dan untuk metanol 6.3 mol sebesar 0.004073389/menit.Keywords: Waste Vegetable Oil, Esterification, Transesterification, Kinetics.
Akurasi pH sebagai Parameter Tingkat PencemaranLogam Berat dalam Tanah H. Widyatmoko
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.41 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.689

Abstract

Parameter pH dapat digunakan untuk memperkirakan mobilitas unsur-unsur kimia dalam tanah. Penelitian ini menggunakan 100 conto soil yang telah dihomogenisasi. Untuk menentukan pH masing-masing conto sebanyak 30gram dicampur dengan 75 ml 0,1 N KCl diaduk selama 30 menit menggunakan magnet. pH diukur menggunakan H+ ion-selective glass electrode pada kondisi, proses dan waktu pengukuran yang sama. Penentuan pH berlangsung setelahtidak ada perubahan angka selama 1 menit. Untuk kalibrasi pH-meter digunakan Phosfat untuk pH 7.02 dan Phtalat untuk pH 4. Analisis logam terpilih Mn, Pb dan Cd dilakukan dengan melarutkan 5 gram conto ke dalam 40 ml aquaregia, dipanaskan selama 1 minggu pada suhu 80oC dan kemudian dianalisis dengan AAS. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi total logam berat dalam tanah berkorelasi positif terhadap pH dan berkorelasi negative terhadap Eh.Korrelasi ini bersifat spesifik sesuai untuk setiap logam dan dipengaruhi oleh keberadaan oksigen, senyawa organic dan fraksi butiran tanan. Sebagian besar logam dalam tatah terikat pada partikel-partikel tanah.Keywords: pH, accuracy, correlation,metals, Eh
Hubungan Kadar Debu Lingkungan Kerja Unit Pengepakan Semen terhadap Kesehatan serta Upaya Pengendaliannya di PT Holcim, Bogor Margareta Maria Sintorini
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.315 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.690

Abstract

Kesehatan karyawan dalam suatu perusahaan sangat penting karena berhubungan dengan kinerja perusahaan tersebut. Penelitian pada perusahaan ini untuk mengetahui kadar debu pada lingkungan kerja, mengetahui keluhan dan gangguan yang diderita pekerja, dan mengetahui peranan alat pengendali debu terhadap keluhan dan gangguan penyakit saluran pernapasan dan iritasi. Pengamatan dilakukan di bagian pembuatan kantong semen dan pengepakan semen. Metodologi yang dipakai adalah cross sectional dengan pengukuran kadar debu dan penelusuran kasus keluhan gangguan pernapasan pada pekerja. Kadar debu rata-rata PM10 pada ruang pengepakan semen 7752,78 µg/m3 dan pada ruang pembuatan kantong semen adalah 103,3 µg/m3. Hasil penelusuran keluhan gangguan pernapasan 75% responden pada unit pengepakan semen dan 35% pada pembuatan kantong mengalami gangguan saluran pernapasan dan iritasi. Pada bagian pengepakan resiko pekerja mengalami gangguan kesehatan adalah 4,9 kali lebih besar dibandingkan resiko pekerja yang ada di lokasi pembuatan kantong. Pada lokasi pengepakan rsiko pekerja mengalami gangguan saluran pernapasan 10 kali lebih besar disbanding dengan pekerja dibagian pembuatan kantong. Untuk gangguan iritasi mata dan kulit pada pekerja di pengepakan semen mempunyai resiko 14,5 kali lebih besar dibandingkan di bagian pembuatan kantong. Hasil analisis spirometer pada ruang pengepakan semen menunjukkan 5 pekerja yang diambil dari 5 pekerja dalam sampel dinyatakan restrictive, berarti telah terjadi pengecilan kapasitas total paru. Sedangkan pada ruang pembuatan kantong semen terdapat 3 pekerja yang diambil dari total 5 pekerja dinyatakan restrictive dan 2 dinyatakannormal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiko gangguan pernapasan dan iritasi pada pekerja di ruang dengan kadar debu tinggi lebih besar dibandingkan dengan yang bekerja di bagian kadar debu rendah. Karena itu tetapdisarankan semua pekerja menggunakan masker sebagai alat pelindung diri utama selain helm, sarung tangan dan sepatu kerja. Alat pengendali pencemaran udara yang ada sebaiknya dipelihara dan dibersihkan secara berkala sehingga kerusakan dapat diminimalisir dan alat dapat bekerja maksimal.Key words : kadar debu, gangguan kesehatan, odds ratio
Kajian Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium(Cd) pada Sedimen Sungai Donan, Cilacap- Jawa Tengash Melati Ferianita Fachrul; Bambang Iswanto; Dita Maruthi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2074.828 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.691

Abstract

Beberapa jenis industri di sekitar Sungai Donan memiliki potensi mencemari lingkungan. Logam berat merupakan polutan berbahaya bagi kesehatan manusia, biotik perairan dan dapat terakumulasi pada sedimen Sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Logam berat Pb dan Cd, pengaruh pH dan Salinitas terhadap konsentrasi Pb dan Cd, laju endap Pb dan Cd pada sedimen Sungai Donan. Pada bulan Mei 2010 saat muka air tertinggi, konsentrasi tertinggi Pb pada sedimen berada di Titik 4 yaitu sebesar 68,11 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 1,2 ppm, dan konsentrasi Pb dan Cd pada sedimen terendah berada di Titik 6 yaitu sebesar 6,87 ppm untuk Pb, dan 0,3 untuk Cd. Pada bulan Juni 2010 saat muka air perairan terendah, konsentrasi tertinggi Pb dan Cd pada sedimen berada di Titik 6 yaitu sebesar 35,30 ppm untuk Pb, dan 3,5 ppm untuk Cd. Konsentrasi terendah Pb pada sedimen berada di Titik 3 yaitu sebesar 9,95 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 0,32 ppm. Dalam kaitannya dengan pH dan Salinitas, maka dilakukan uji korelasi polinomial terhadap konsentrasi Pb dan Cd pada setiap Titik Sampling. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada bulan Mei 2010 tidak terlihat korelasi secara jelas antara pH terhadap konsentrasi Pb dan Cd di sedimen dengan nilai R2 sebesar 0,089 untuk Pb dan R2 sebesar 0,103 untuk Cd. Korelasi yang lebih kuat pada bulan Juni 2010 dimana nilai R2 sebesar 0,673 diperoleh untuk Pb dan R2 sebesar 0,677 untuk Cd. Demikian pula dengan pengaruh Salinitas terhadap konsentasi Pb dan Cd, pada bulan Mei 2010 diperoleh nilai R sebesar 0,308 untuk Pb dan R2 sebesar 0,378 untuk Cd sedangkan pada bulan Juni 2010 diperoleh R2 sebesar 0,2238 untuk Pb dan R2 sebesar 0,2798 untuk Cd. Laju endap Pb adalah 0,351 m/detik, dan Cd adalah 0,260 m/detik.Kata kunci : Sungai Donan, Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd), Sedimen

Page 1 of 1 | Total Record : 5