cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2018): April" : 7 Documents clear
HIDROLIKA PEMBORAN DAN PENGANGKATAN CUTTING Ferdy Muhammad Zakhrifady
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.16 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3222

Abstract

Sistem hidrolika lumpur pemboran mempunyai peranan yang penting selama operasi pemboran. Perencanaan dan kontrol yang baik dapat mempercepat operasi pemboran dan secara keseluruhan dapat menghemat biaya. Peranan utama sistem hidrolika lumpur pemboran yaitu pembersihan lubang bor dengan mengangkat serbuk bor (cutting) sampai ke permukaan melalui annulus. Apabila serbuk bor (cutting) yang mengendap tidak segera diangkat, maka akan menyebabkan berbagai macam problem pemboran seperti penggerusan serbuk bor berulang kali oleh pahat (regriding), tersangkutnya serbuk bor pada sela-sela gigi pahat (bit balling), bahkan dapat menyebabkan pipa terjepit (pipe sticking), dan juga hidrolika pahat yang tidak optimum dapat pula menjadi salah satu penyebab turunnya laju penembusan (ROP). Evaluasi perhitungan hidrolika pada pahat aktual menggunakan Metode BHI dengan membandingkan persentase antara hydraulic horse power pada pahat dengan hydraulic horse power pompa di permukaan (BHHP/HHP) x 100 % dan Bit Impact Force (BIF). Metode ini bisa dikatakan optimum jika hasil BHHP/HHP ≥ 48 %. Sedangkan pengangkatan serbuk bor (cutting) adalah menghitung Cutting Transport Ratio (Ft) optimum jika harga Ft > 90 %, menghitung Cutting Concentration (Ca) optimum jika harga Ca < 5 % dan menghitung Particle Bed Index (PBI) optimum jika PBI ≥ 1.
PENGARUH PERUBAHAN HARGA MINYAK TERHADAP KEEKONOMIAN BLOK XY DENGAN PSC GROSS SPLIT Bayu Satiyawira; Havidh Pramadika
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.597 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3223

Abstract

PSC gross split merupakan sistem kontrak bagi hasil antara pemerintah kontraktor yang prinsipnya langsung membagi produksi berdasarkan besarnya split tertentu tanpa memperhitungkan cost recovery. Munculnya sistem kontrak ini dikarenakan cost recovery pada sistem kontrak sebelumnya dinilai kurang efektif. Dengan penerapan sistem kontrak ini, diharapkan kontraktor dapat menggunakan biaya investasi dan operasional lebih efisien. Dengan PSC gross split ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat pengembangan lapangan minyak dan gas mengingat birokrasinya yang lebih singkat dibandingkan model kontrak sebelumnya. Pada Blok XY, perhitungan keekonmian menggunakan skema PSC gross split menghasilkan keekonomian yang baik. Namun nilai ini dikaji lebih lanjut terhadap perubahan harga minyak, mengingat harga minyak merupakan salah satu indikator dalam progressive split. Dari analisis tersebut, Blok XY menghasilkan keekonomian yang kurang baik apabila terjadi perubahan harga minyak hingga 20 $/bbl. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penambahan diskresi pemerintah sebesar 14,955% agar keekonomian Blok XY yang dihasilkan skema PSC gross split tetap menghasilkan nilai yang atraktif
PENANGGULANGAN LOSS FORMATION MENGGUNAKAN METODE DUAL STAGE CEMENTING PADA SUMUR AR-001 Raihan Ramadhan; bayu satiyawira; Cahaya Rosyidan
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.924 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3224

Abstract

Pada penulisan tugas akhir ini dilakukan evaluasi penyemenan primer dengan menggunakan metode dual stage cementing pada sumur AR-001 lapangan RR di daerah paluh tabuhan barat, kabupaten langkat, sumatera utara yang dikelola oleh PT Pertamina EP. Pada sumur AR-001 pemilihan penggunaan penyemenan primer dengan metode dual stage cementing dilakukan karena pada pemasangan intermediate casing 13 3/8 inch dengan 1623 m yang cukup dalam dan terdapat permasalah loss formation. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi permasalahan yang terjadi selama proses pekerjaan dual stage cementing, perbandingan keekonomian biaya yang digunakan, dan dapat menjadi bahan evaluasi serta acuan pada pekerjaan penyemenan dengan metode dual stage cementing berikutnya. Pada pelaksanaan penyemenan sumur AR-001 dengan metode dual stage cementing dibagi menjadi dua tahap pengerjaan, yaitu stage pertama dan stage kedua. Kemudian juga dilakukan pekerjaan penyemenan tambahan seperti top job cementing serta dua kali squeeze cementing pada kedalaman yang berbeda. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada pekerjaan penyemenan primer dengan metode dual stage cementing didapatkan volume slurry yang digunakan pada stage pertama sebanyak 595,69 bbl dan stage kedua sebanyak 240,28 bbl serta tambahan pekerjaan top job cementing sebanyak 110,17 bbl. Selanjutnya dapat diketahui selisih perbandingan biaya perhitungan dan pelaksanaan pada pekerjaan dual stage cementing dengan nilai keekonomisan sebesar US$ 115895,56.
BUILD RATE PREDICTION USING ARTIFICIAL NEURAL NETWORK FOR POSITIVE DISPLACEMENT MOTOR APPLICATION IN FIELD X Raka Sudira Wardana
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.055 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3225

Abstract

One of the critical issue in drilling activity is well steering. Well trajectory as the result of well steering can affect well placement in reservoir, completion issue and anti-collision issue, etc. Steering wellbore to the wrong trajectory can cause damage and increase drilling cost. Directional driller performs well steering by giving steering command and controlling drilling parameters. This command is adjusted based on steering behavior of drilling BHA. Steering behavior is the ability of the drilling BHA in deviating wellbore based on given steering command and drilling parameter. By understanding the steering behavior of drilling BHA, directional driller can predict build rate and turn rate produced so accurate well trajectory can be accomplished. Several factors that affect steering behavior are steering command, formation characteristic, drilling assembly mechanism and drilling parameters. Obstacle in understanding steering behavior is the absence of correlation that connects each factor. Artificial Neural Network (ANN) is a tool that can find the relation between input parameters and output parameter without generating correlation, and use new input data to predict the value of the output. This research shows that Artificial Neural Network can be used as a tool to analyze steering behavior and predict build rate based on steering behavior. Using formation characteristic, steering mode, weight on bit, rotary speeds, jet impact force, motor bent angle and stabilizer size from 10 wells in field X as input parameters, ANN generates a model which later validated in predicting build rate from new dataset. The good agreement between prediction data and the actual data is showed in the results.
SQUEEZE CEMENTING DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRADENHEAD SQUEEZE Teuku Revi Zuldiyan; M.G. Sri Wahyuni
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.205 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3226

Abstract

Squeeze Cementing merupakan kegiatan penyemenan kedua. Latar belakang dilakukannya squeeze cementing adalah untuk memperbaiki penyemenan primer atau untuk menutup zona produktif yang sudah tidak ekonomis lagi. Tujuan dilakukannya penelitian terhadap pekerjaan squeeze cementing adalah untuk mengetahui dan menganalisa pekerjaan kerja ulang pindah lapisan dan kebutuhan dari pekerjaan squeeze cementing yang dilakukan. Analisa squeeze cementing dilakukan pada sumur T dan sumur R dengan kedalaman true vertical depth sumur T sedalam 4238 feet dan sumur R sedalam 829 feet. Pada sumur T dan sumur R akan dianalisa jenis metode squeeze yang akan dilakukan, teknik pemompaan, injectivity test, kebutuhan spacer, semen dan displacement serta akan dianalisa tekanan dari semen dan tekanan pemompaan. Dari hasil analisa pada sumur T dan sumur R diketahui metode squeeze cementing yang digunakan pada kedua sumur tersebut adalah dengan menggunakan metode bradenhead squeeze cementing dan dengan menggunakan teknik pemompaan tekanan rendah.
KONSENTRASI SILIKA DALAM UAP ENTALPI TINGGI PADA INLET TURBIN PLTP 150 MW.ELECTRIC Kris Pudyastuti; Kartika Fajarwati Hartono; Fadliah Fadliah; M. Syarif Fadhlurrahman
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.425 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3227

Abstract

Secara luas diyakini bahwa kelarutan silika (SiO2)  di dalam uap panas bumi bertekanan rendah (5-10 bar) bisa diabaikan. Namun demikian ketika aliran massa uap yang melebihi 1.249 (10)7 ton per tahun diperhitungkan, maka akan ditemukan bahwa jumlah silika terlarut di dalam uap yang ditransmisikan ke jaringan produksi  memiliki potensi untuk memberikan endapan yang signifikan pada nosel turbin dan blade.Tulisan ini menjelaskan bagaimana menghitung jumlah silika terlarut dalam uap yang dipisahkan dari fluida panas bumi suhu tinggi (entalpi tinggi), pada inlet turbine sebuah PLTP. Data TDS silika terlarut di dalam fluida panas bumi suhu tinggi yang digunakan dalam studi ini merupakan informasi yang diambil dari beberapa publikasi.  Proporsi silika di dalam uap pada inlet turbine dihitung dengan menggunakan hubungan sederhana, yaitu rasio konsentrasi  silika dalam uap dan air versus rasio densitas dalam uap dan air.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebuah PLTP 150 MWelectric  , yang memanfaatkan aliran massa fluida dari reservoir liquid dominated 250 oC, dengan  separator tekanan 10 bar, telah membawa sekitar 278 kg per tahun larutan silika dalam fase uap.
EVALUASI KAPASITAS RIG ONSHORE UNTUK PEMBORAN BERARAH TIPE “S” PADA SUMUR X LAPANGAN Y Muhammad Rivaldi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.092 KB) | DOI: 10.25105/petro.v7i1.3228

Abstract

Operasi pemboran sumur X merupakan salah satu sumur pengembangan yang dilakukan dilapangan Y dengan target kedalaman 8977 ft TVD dan 9072 ft MD. Sumur X memiliki Trajektori sumur berarah tipe S dengan inklinasi maksimal tangent section sebesar 19,34o . Pada pemboran sumur ini digunakan rig NOV D-1000/54 yang merupakan sling shot cantilever mast dengan kapasitas menara sebesar 750.000 lbs , tenaga drawwork sebesar 1000 HP, kapasitas top drive sebesar 1000 HP, 2 pompa lumpur dengan total kapasitas 2000 HP , dan BOP dengan rating tekanan pada 10.000 psi. Rig NOV D-1000/54 dengan spesifikasi tersebut diperkirakan mampu melakukan operasi pemboran pada sumur X dan pemboran sumur pengembangan selanjutnya secara efisien dan aman. Dalam Tugas Akhir ini, Evaluasi kapasitas rig ini akan dilakukan dengan melakukan perhitungan kapasitas rig yang dibutuhkan dalam operasi pemboran sumur X pada empat aspek system yang bekerja pada rig yaitu drawwork dan menara pada hoisting system,tenaga top drive pada rotating system, tenaga pompa pada circulating system ,dan rating tekanan pada BOP system. Evaluasi pada sumur X dilakukan untuk membantu dalam pemilihan kapasitas rig yang lebih efesien,aman dan ekonomis untuk pemboran selanjutnya. Setelah dilakukan evaluasi kapasitas rig, Rig NOV D-1000/54 kapasitas beban pada menara (hoisting system),tenaga pompa lumpur (circulating system),dan kapasitas rating tekanan BOP (BOP system) dinilai sudah efisien dengan kapasitas yang digunakan secara berurutan sebesar 60,6 % , 94,5% dan 70,2% terhadap kapasitas yang tersedia. namun, ditemukan jarak yang cukup besar terhadap tenaga yang dibutuhkan saat pemboran sumur X dengan kapasitas yang tersedia pada tenaga drawwork (hoisting system) dan tenaga top drive (rotating system) yang digunakan sebesar 56,7 % dan 29,8% masih jauh lebih rendah dari kapasitas yang tersedia pada rig NOV D-1000/54 sehingga dilakukan pemilihan ulang terhadap kapasitas drawwork dan top drive yang berhasil membuat presentase tenaga yang digunakan meningkat menjadi 75,6% dan 62,73%

Page 1 of 1 | Total Record : 7