Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2005)"
:
8 Documents
clear
DESIGN EDUCATION FACING THE NEW WORLD
Pamudji Suptandar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.963 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1259
AbstractAt least untul the eighteen century it was impossible to separate the artistic content of work of art from its technological structure, for they formed a harmonious and integrated whole. since the industrial revolution however much of art has become somewhat removed from every day culture and form the technological base of contemporary society. Ironically , it is one of the most amazing pieces of technology ever invented that provides the most hopeful prospect of rebuilding the bridge between art and science and the future. Design education is the answer AbstrakSetidaknya hingga abad ke 18, memisahkan muatan listrik dalam suatu karya seni dari sturktur teknologinya adalah mustahil karena keduanya membentuk suatu keharmonisan dan terintegrasi secara menyeluruh. Namun demikina sejak Revolusi Industri banyak karya seni seperti telah terpisah dari budaya keseharian dan dasr-dasar teknologi masyarakat di jamannya. Ironisnya ada satu dari sekian banyak hasil teknologi yang paling mengagumkan pernah ditemukan dan yang memberikan prospek paling menjanjikan dalam membangun kembali jembatan antara seni, ilmu pengetahuan dan masa depan. Pendidikan desain adalah jawabannya
PERAN KURIKULUM TERSELUBUNG DALAM PROSES SOSIALISASI PROFESI DESAIN
Cama Juli Rianingrum
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1345.307 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1260
AbstrakSekolah dalam hal ini adalah universitas/pendidikan tinggi sebagai agen sosialisasi dapat membentuk karaktek seorang mahasiswa selama mereka menempuh pendidikan dengan bersosialisasi di lingkungan kampus.Kampus menjalankan fungsi sosialiasasi nilai dan sikap profesi.Dalam dunia pendidikan disamping kurikulum formal, kurikulum terselubung ( hidden curriculum) dapat memberi pengaruh yang cukup besar terhadap perubahan perilaku mahasiswa selama mereka menepuh pendidikan, di mana sebagian besar dari mereka akan mengikuti perilaku/sifat dari lingkungannya anatara lain dari para seniornya, dosen dan keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang berlangsung baik dalam proses pertemanan ataupun proses pembelajaran. Penerapan kurikulum terselubung dilihat melalui pola-pola interaksi sosial yang terjadi antara mahasiswa-mahasiswa dan dosen di kampus serta dengan lingkungannya setiap harui. AbstractA college in the circumstances is a university/higher education , act as a socialiazation agency to form students during their educations through a socialization in their campus environment. Campus implements the value socialization function and profession manner function.In the education world, besides formal curriculum, hidden curriculum could give a minor influences toward the change of student's manner during
INDUSTRI KERAJINAN GERABAH BANYUMULEK DI LOMBOK SEBAGAI DESAIN KRIYA DAN CENDERAMATA
Woro Asty Werdina;
Diah Asmarandani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1552.981 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1261
AbstrakDesain Gerabah Banyumulek pada saat ini menjadi sangat beragam bentuknya. Semula hanya menghasilkan bentuk kendi gentong sebagai tempat air dan menanak nasi, serta piring besar. Pada saat ini banyak ditemukan desain gerabah Banyumulekyang meningkat bentuk dan fungsinya, seperti gentong besar untuk elemen exterior, gentong sedang untuk wadah payung, gentong kecil untuk aksesories interior dan gerabah-gerabah dengan bentuk ukuran-ukuran kecil yang berfungsi untuk menyajikan buah dan makanan-makanan di hotel, kedai kopi dan resto-resto yang bernuansa tradisional dengan unsur-unsur lokal genius.Beberapa pertanyaan muncul antara lain: sejauh mana perkembangan dan perubahan nilai fungsi dan bentuk gerabah Banyumulek dalam hubungannya dengan teknologi pembuatannya, dan kuatnya pengaruh pariwisata terhadap perkembangan fungsi dan bentuk gerabah Banyumulek sebagai produk cenderamata. AbstractThere are now a large variety of forms in the design of Bnyumulek earthenware vessels. As the beginning the craftsmen used to produce water pitchers , large bowls for keeping water and dooking rice, and large dishes only. The design has been inproved recently in terms of forms and function such as big large bowls for exterior elements, medium large bowls for umbrella keepers, small large bowls for interior accesories, and smal earthenware, vessels for fruit and meal dishes in hotels, coffes shops and restaurants in traditional atmosphere with local genius elements.Some question raise such as : how far the development and the changed of function value and form of Bnayumulek earthenware vessels relating to the making technology is and how strong the impact of tourism through the development of function and form of Banyumulek eartenware vessels as souvenir product is.
DESAIN IKLAN SABUN LUX, ERA 1997-2001
Tri Rahayu
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1638.138 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1262
Lux sebagai fenomena deain iklan kecantikan dalam keberadaannya, senantiasa mengekspos sosok wanita-wanita cantik sebagai model iklannya bahkan kalau kita mencermati kasus desain iklan Lux baik di media cetak media audio visula (TV) yang beredar di era glonalisasi menyadarkan kita pada seputar permasalahn pada makna /gagasan ideologi dibalik pencitraannya. Mengapa model-model iklan selalu menampilkan seorang bintang selebritis yang lagi naik daun bahkan jika kita telusuri kebanyakan model adalah indo. Image apa yang akan disampiakan pada masyarakat karena jika berfikir hanya sebatang sabun seharga Rp 2000.00 saja.Ketertarikan saya mengupas desain Lux tidak semata-mata saya tendensius dan fanatif pada Lux, tapi lebih jauh dalam pemikiran saya menangkap sesuatu di balik semua itu. wacana ini menjadi sangat menarik sebagai kajian ilmiah yang pada gilirannya dapat mengkritik sekaligus menambah pemikiran-pemikiran baru guna penyegaran desain iklan yang renovatif sekaligus sesuai dengan budaya iklannya dan nilai-nilai kebenaran. AbstractAs a phenomenon , the beauty advertisement design in its exixtance always exposes beautiful female figures as the advertising models. We may realize it as such a matter of meaning or ideological idea behind the image projection when we pay close attention ti the advertisement design of Lux in mass and visual media ( television) released in the era of globalization . Why are advertisement models always those of popular celebrities? Even if we trace it, most of them are hybrid ones. What is actually the real image conveyed to the society for thingking it is only a two -thousand rupiah bodysoap
FRP (FIBER REINFORCED PLASTIC0 SEBAGAI BAHAN DASAR PRODUK DESAIN
Arijanto Salmoen Wargadinata
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1874.287 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1263
AbstrakFrp dikenal sebagai produk material yang saat ini banyak dipakai untuk material dasar beraneka ragam produk yang ada. FRP merupakan kepanjangan dari Fiber Reinforced Plastic , yaitu sebuah komposit yang terdiri dari serat (fiber) dan matriks (resin). Sangat perlu kita ketahui jenis dan sifat fiber yang digunakan , demikian pula sifat plastik sebagai pengikatnya . Dlam paparan ini jenis fiber, sifatnya demikian pula jenis plastik beserta sifatnya merupakan bahsan yang penting untuk dikuasai. Tidaklah salah dan berkelebihan apabila penulis mengajak bersama-sama para pembaca untuk mendalami komposit dari jenis FRP ini untuk meningkatnya kualitas produk yang kita desain. AbstractFRP is known as a material product currentlly used as a raw material for producing various products. FRP stands for Fiber Reinfirces Palstic as a composite of the fiber and resin. It is important to know the type and character of fiber and plastic as the binding agent. The type and character of both fiber and plastics are essential sucject to master through this paper.
DOMAIN PERASAAN DALAM PENDIDIKAN DESAIN PRODUK (THE EMOTIONAL DOMAIN IN PRODUCT DESIGN EDUCATION)
Artini Kusmiati R
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1383.961 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1264
AbstrakMemproduksi suatu benda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya mempertimbangkan keindahan bentuk semata, tetapi juga harus menyertakan unsur fungsi. Pengertian fungsi atau utilitas memiliki cakupan yang terkait dengan segi aspirasi , budaya sosial dan hubungan emosional. Saat ini benda produk lebih menggambarkan pertimbangan emosi dari pihak produsen terhadap konsumennya. Sehubungan dengan fenomena tersebut, maka pendidikan desain produk lebih menitikberatkan pada segi hubungan yang bersifat emosional. Orientasi pada apa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi acuan utama, seperti halnya yang dilakukan oleh perushaan Sony, Philips, Nokia dan lain-lain , yang mengutamakan strategi dan metodologi yang tepat agar bisa menarik konsumen untuk membelinya. AbstractConsumer products have to fulfill a variety of social needs, the do not only exist and merely perform tasks, but they also have to satisfy other functional requirements which include aspirations, cultural social and emotional needs. There is a current interest an the emotional relationships between product and its user. It is important if design eductaions empathise with a spesific user's group in order that their design could create this emosional relathionship
SKETSA SEBAGAI MEDIA PENUANGAN KREATIVITAS DESAINER
Suryo Artdiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1478.909 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1265
AbstrakKetertarikan untuk lebih mengenal dan mendalami proses desain telah mengalami peningkatan beberapa tahun belakangan ini . Ketertarikan ini disebabkan karena kita dewasa ini lebih tertarik kepada sesuatu yang lebih dalam , berarti, dobandingkan hanya kepada yang dangkal, dipermukaan saja. Ketertarikan yang dilatarbelakangi pemikiran yang berlandaskan asumsi bahwa untuk melakukan sesuatu dengan tepat seharusnyalah didahului oleh suatu perencanan yang matang. Proses mendesain secara umum adalah sebuah proses yang mendalam karena ia adalah proses yang merencanakan proses yang berada di depan sebelum proses proses lainnya berikutnya berjalan serta dikerjakan. AbstractCuriousation to know some process better and more serious has increased years after. such curiousity managed primary caused by our interest into something valuable apart from the invaluabe. The interest snadowed by assumtioned thinking that doing work well should iniated with planning the work well.Design process in general is a serious process for it well planned an initiated process before following process are set and conducted.
SENI RAGAM HIAS STAINED GLASS PADA BANGUNAN-BANGUNAN DI JAKARTA
Krishna Hutama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1690.378 KB)
|
DOI: 10.25105/dim.v2i2.1266
AbstrakStainned glass atau yang lebih dikenal di Indoensia dengan sebutan kaca patri/kaca timah secara teknis adalah rangkaian beragam kepingan kaca berwarna atau mozaik kaca berwarna yang berfungsi untuk tempat masuknya cahaya sekaligus sebagai unsur dekoratif gedung atau rumah seperti jendela atau panel-panel jendela. Pada bangunan gereja atau katedral makna estetis stained glass dipadukan dengan makna spritualnya, antara lain sebagai sumber cahaya agung Tuhan yang menyinari tiap ruang gereja.Tulisan ini mencoba mengetengahkan seni ragam hias stainned glass ( kaca patri) pada jendela bangungan-bangunan di Jakarta AbstractStainned glas known as "kaca patri' . Technically stainned glass is an arrangement of pieces of colored glass, mozaick coloured glass which acts as light entrance,also as a decorative element of a building, such as windows or window panels. Such building like church or Catedral, the aesthetics meaning of stainned glass is combined with the spiritua; meaning, such as God's source of light that illuminates every single chapter in the Church.The purpose of this passage is presentation of the art of stainned glass on windows of buildings in Jakarta