Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2021)"
:
9 Documents
clear
PENYULUHAN KESEHATAN DAN TERAPI GENERALIS (TEKNIK RELAKSASI) MENGURANGI KECEMASAN PADA MASYARAKAT TERHADAP COVID-19
Marizki Putri;
Ropika Ningsih;
Yasherly Bachri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.203 KB)
Ansietas adalah perasaan was-was, kuatir atau tidak nyaman seakan-akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman. Pada saat sekarang ini masyarakat sangat di hebohkan dengan Covid 19, dimana semua masyarakatsangat ketakutan atau sangat cemas dengan virus ini. Kecemasan akibat wabah virus corona penyebab Covid-19 tidak selalu merupakan masalah gangguan kesehatan mental. Tujuan pengabdian melalui penyuluhan dan terapi generalis dapat menurunkan kecemasan dengan peningkatan pengetahuan. Hasil penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan tentang covid 19 kepada masyarakat, maka hasil didapatkan secara umum adalah adanya peningkatan pengetahuan dengan rincian sebagai berikut : 60 % klien mampu mneyebutkan kembali tentang materi penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan, 60% klien mampu menyebutkan kembali tanda dan gejala kecemasan, 60 % klien mampu menyebutkan kembali dampak kecemasan, 60 % klien mampu menyebutkan kembali cara mengatasi kecemasan, 60 % klien mampu mempraktekan cara mengurangi atau mengatasi kecemasan. Oleh karena itu penggunaan terapi generalis dan penyuluhan kesehatan dapat efektif dalam menurunkan kecemasan.Kata kunci: covid-19, kecemasan, penyuluhan kesehatan, terapi generalis
SIAP FISIK DAN PSIKOLOGIS MENGHADAPI MASA PUBERTAS
Irma Fidora;
Sisca Oktarini;
Rezi Prima
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.105 KB)
Masa remaja adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental yang dikenal dengan pubertas. Menarch merupakan salah satu tanda bahwa mereka sudah memasuki masa pubertas. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung memiliki pengalaman yang berbeda ketika menghadapi masa pubertas terutama menjelang menarch dibandingkan remaja yang tinggal bersama orang tua. Informasi yang diperoleh mengenai pubertas terbatas. Perubahan pada masa pubertas bisa menyebabkan kecemasan dan ketakutan. Pemberian paket belajar kesehatan perlu sebagai upaya meningkatkan kesiapan remaja menghadapi masa pubertas. Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi merupakan panti sosial dengan jumlah anak asuh yang terbanyak dan belum mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengukur pengetahuan dan kesiapan remaja secara fisik dan psikis dalam menghadapi pubertas kemuadian memberikan pendidikan kesehatan. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan kesiapan remaja yang ikut dalam kegiatan rendah. Setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan dan kesiapan remaja Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi meningkat.Kata kunci: remaja, pubertas, remaja panti asuhan
EDUKASI G3 CTPS PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN WARAQIL JANNAH PANYALAIAN TANAH DATAR
Rantih Fadhlya;
Chyka Febria
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.77 KB)
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Panti Asuhan Waraqil Jannah, Panyalaian, Kab. Tanah datar, memiliki personal hygiene yang kurang, terutama pada hygienitas gigi dan kebiasaan cuci tangan, berdasarkan surveyyang dilakukan pada 25 ABK di Panti Asuhan tersebut.Informasi dari pihak pengurus Panti Asuhan, belum pernah ada pendidikan kesehatan tentang Gerakan Gosok Gigi (G3) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)sebelumnya. Oleh karena itu perlu upaya untuk mengatasi permasalahan ini . Tujuan dari kegiatan ini adalah melaksanakan salah satu komponen Catur Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Selain itu pengabdian ini juga bermanfaat untuk mencegah gangguan kesehatan umum pada anak asuh di Panti Asuhan Waraqil Jannah, Panyalaian, Kab. Tanah datar . Metode pengabdian yaitu pemeriksaan kebersihan gigi dan tangan serta penyuluhan berupa demonstrasi dengan gerak dan lagu, serta video singkat tentang edukasi G3 CTPS. Dari hasil pemeriksaan gigi dan tangan, ditemukan permasalahan tertinggi yaitu gigi yang tidak bersih dan terdapat plak (72 %) gigi dan kuku yang panjang dan tidak bersih (60%). Pada kegiatan penyuluhan, semua anak terlihat antusias dan ikut serta.Kata Kunci: ABK, G3 CTPS, Pesonal Hygiene
EDUKASI GIZI SEPANJANG DAUR KEHIDUPAN
Kartika Mariyona;
Yuliza Anggraini
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.279 KB)
gizi sangat peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden perioddi lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 di Indonesia menujukkan prevalensi stunting balita sebesar27,5 %, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8%, dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka memperingati hari gizi nasional yang di adakan dikantor balai kota lama kota bukittinggi dengan cara memberikan penyuluhan pada orang tua/pengasuh balita, dan pemberian makan tambahan. Kegiatan. Meningkatnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan pengolahan makanan boleh jadi akan diikuti dengan perubahan perilaku.Penyuluhan gizi dengan metode ceramah disertai media poster dan leaflet merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dengan memberi seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mampu menentukan pilihan perilaku yangtepat untuk meningkatkan status gizi balitanyaKata kunci: Edukasi, Gizi, sepanjang daur kehidupan
PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Yasherly Bachri;
Marizki Putri;
Yuli Permata Sari;
Ropika Ningsih
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.249 KB)
Remaja sebagai individu yang berada pada masa transisi dengan berbagai perubahan yang terjadi pada dirinya baik secara fisik, psikologis cenderung beresiko terhadap berbagai perilaku non adaptif. Pada masa ini remajamengalami berbagai macam perubahan tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Secara mental remaja diharapkan mampu memecahkan masalah yang dihadapi yaitu penyimpangan dalam kehidupan sosial sesuai dengan tugas perkembangan. Remaja beresiko melakukan perilaku agresif salah satunya yaitu bullying. Remaja bisa memiliki keinginan untuk menyakiti seseorang dan menempatkannya dibawah tekanan yang terjadi secara berulang. Mengatasi dan mencegah hal tersebut di perlukan adanya peran perawat sebagai salah satu tim pelayanan kesehatan jiwa dimana harus meningkatkan usaha dan perannya baik melalui jalur pelayanan maupun pendidikan kesehatan. Pada remaja perlu dilakukan pengandian masyarakat untuk mencegah perilaku bullying ini. Tujuan kegiatan adalah untuk menjelaskan mengenai perilaku bullying, dampak serta pencegahannya. Diharapkan dari program ini adalah tidak terjadi perilaku bullying di sekolahKata kunci: remaja, bullying, kekerasan
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN WARAQIL JANNAH
Lisa Ernita;
Pagdya Haminda Nusantri Rusydi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.197 KB)
Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya yang selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Hambatanmental yang dialami oleh anak berkebutuhan khusus sering membuat mereka tidak mendapatkan informasi atau keterangan yang lebih sehingga tidak dapat mengikuti perintah dengan baik. Anak ABK memiliki kemampuan atau kecakapan di bawah rata-rata yang menyebabkan anak tersebut tidak dapat berkembang selayaknya anak normal. Hal inilah yang menyebabkan bahwa anak berkebutuhan khusus sangat memerlukan perhatian yang khusus untuk tahap perkembanganya. Dari sini kami tertarik memberikan socialisasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Waraqil Janah Paninjauan agar mereka tau dan bisa memahami bagaimana car mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Dengan metode menyampaian yang menarik dam menghibur anak-anak disana. Dan mengajarkan kemandirian kepada mereka tentang kebersihan. Metode: Memberikan penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang betul dan benar pada anak berkebutuhan khusus dan Memberikan penyuluhan tentang cara menggosok gigi yang betul dan benar pada anak berkebutuhan khusus. Hasil pengabdian terdiri dari hasil secara kuatitatif dengan rincian sebagai berikut: Distribusi status kebersiahan gigi dan mulut dapat dibedakan berdasarkan kriteria baik, sedang dan buruk berdasarkan OHI-S. Sebagian besar subjek dalam pengabdian masyarakat ini dengan jumlah 23 orang (63,9%) memiliki OHI-S sedang dengan skor 1,7; tidak terdapat subjek dengan kategori buruk. Dari hasil penelitian terhadap anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Waraqil jannah dapat disimpulkan bahwa rerata status personal hygiene tergolong dalam kategori sedang dengan skor 1,3.Kata kunci: Personal Hygiene; Anak berkebutuhan KhususABSTRACT
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DAMPAK PERMASALAHAN PSIKOSOSIAL TERHADAP REMAJA MASA KINI DI SMP NEGERI 02 KOTA BUKITTINGGI
Yuli Permata Sari;
Rezi Prima;
Sisca Oktarini
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.144 KB)
Masa remaja adalah masa perkembangan setelah masa anak-anak dan menuju masa dewasa, yang meliputi perkembangan fisik, kognitif, emosi, sosial, moral dan kesadaran beragama. Perkembangan ilmu tekologi yang semakin maju pada zaman ini sangat mempengaruhi kelompok perilaku kalangan generasi muda anak remaja yang menyebabkan remaja banyak terjerumus dengan permasalahan psikososial terkait identitas dan eksistensi diri remaja sehingga mudahnya remaja melakukan perilaku yang negatif. Pencegahan dampak psikososial pada remaja dapat dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak psikososial yang akan terjadi pada masa remaja. Metode yang digunakan dengan penyuluhan kesehatan kepada siswa/ siswa di SMP 02 Bukittinggi. Hasil penyuluhan kesehatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan tentang defenisi remaja, pertumbuhan dan perkembangan remaja, mampu menjelaskan permasalahan yang sering terjadi pada anak remaja dan mengetahui dan menyebutkan dampak permasalahan psikososial terhadap remaja masa kini. Sehingga pentingnya penerapan penyuluhan kesehatan sebagai pencegahan dampak psikososial pada remaja.Kata kunci: penyuluhan kesehatan, psikososial, remaja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GIZI DAN PENGARUH ANEMIA PADA REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH KOTA BUKITTINGGI
Liza Andriani;
Mega Ade Nugrahmi;
Merisa Amalia;
Izra Yunura
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.457 KB)
Anemia merupakan masalah gizi mikro yang banyak terjadi diseluruh dunia terutama di negara berkembang yang diperkirakan terjadi pada 30% populasi penduduk dunia. Akibat dari kekurangan kadar hemoglobin menimbulkangejala lesu, lemah letih dan cepat lelah saat melakukan aktifitas yang akan berdampak pada menurunnya konsentrasi serta prestasi belajar, dan pada jangka panjang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Wanita muda lebih rentan terhadap anemia daripada anak laki-laki. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat besi pada remaja putri 3 kali lebih besar dibandingkan pada pria. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan pengaruh anemia pada remaja di SMK Muhammadiyah Bukittinggi. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pengukuran BB, kadar Hb serta memberikan informasi tentang anemia dan gizi seimbang. Setelah informasi diberikan diharapkan dapat meningkakan pengetahuan tentang gizi seimbang dan mengurangi kejadian anemia pada remaja terutama di SMK Muhammadiyah Bukittinggi.Kata kunci: gizi; pengaruh anemia; remaja
PELATIHAN DARING TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI ERA PANDEMI COVID 19 DI SMK TEKNOLOGI MUHAMMADIYAH KOTA BUKITTINGI
Erpidawati Erpidawati;
Elsi Susanti;
Silvia Adi Putri;
Vivi Nezi Azwir;
Hendry Wibowo
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.024 KB)
Di balik keberaturan tata kelola sekolah yang menghasilkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajara selalu ada Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang bekerja dengan professional. Begitu pentingnya keberadaan TAS sehingga kualifikasi dan kompetensinya di atur melalui peraturan pemerintah (Permendiknas nomor 24 tahun 2008). Berbeda dengan guru, urgensi ruang lingkup kerja TAS dianggap masih berada di bawah tugas-tugas guru. Maka perhatian terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalitas TASbaik dari pusat, pemerintah daerah, maupun pada unit terbawah yaitu sekolah masih sangat kurang. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi TAS khususnya di SMK dalam mengelola, mengembangkan, dan memberikan layanan berbasis mutu di sekolah. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kepada TAS dalam melaksanakan layanan administrasi sekolah di masa pandemic covid-19. Pelatihan ini mengadaptasi protocol kesehatan selama pandemic covid-19 sehingga dilaksanakan secara daring menggunakan layanan zoom cloud meeting. Pelatihan ini terdiri dari dua segmentasi: (1) penyampaian materi dengan akumulasi 20 jam pelajaran dan (2) penugasan terbimbing dengan akumulasi 12 jam pelajaran. Efektivitaspelatihan diukur dari tanggapan peserta pelatihan terhadap angket efektivitas pelatihan dan penilaian pada hasil kerja peserta pada segmen penugasan terbimbing. Hasi evaluasi akhir dapat disimpulkan terdapatnya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan produktivitas TAS dalam melaksanakan tugas masa pandemic covid-19.Kata Kunci: Pelatihan, Kompetensi, Tenaga Administrasi, SMK