cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@umm.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Malang Kampus II Jalan Bendungan Sutami 188A Kota Malang Postal Code: 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20863071     EISSN : 24430900     DOI : 10.22219/jk
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan is a peer-reviewed journal published by School of Nursing at the Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang (UMM), which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published on 2010, and it is published twice a year, issued on January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2012): Juli" : 17 Documents clear
HIPNOSIS DALAM MENGURANGI RASA CEMAS DAN NYERI ANTENATAL Ririn Anantasari; Ni Wayan Dwi R; Gunawan .
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.475 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2596

Abstract

HIPNOSIS DALAM MENGURANGI RASA CEMAS DAN NYERI ANTENATALHypnosis to Reduce Antenatal Anxiety and PainRirin Anantasari1, Ni Wayan Dwi R2 & Gunawan31, 2 & 3Staf Pengajar Prodi Keperawatan Poltekkes Malang Jl. Ijen 77 C MalangABSTRAKPersalinan merupakan suatu kejadian penuh dengan stress pada sebagian besar ibu bersalin yang dapat meningkatkan rasa nyeri, takut dan cemas. Hypno-birthing merupakan metode yang telah dibuktikan efektif untuk mengatasi nyeri, mengurangi kebutuhan penggunaan anestesi dan mengurangi rasa cemas, takut dan nyeri yang berhubungan dengan proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self hypnosis (Hypno-birthing®) terhadap rasa cemas dan nyeri antenatal. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di desa Sumber Porong wilayah kerja Puskesmas Lawang. Sampel diambil 30 ibu hamil primigravida. Penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon. Rasa cemas dan nyeri antenatal pada responden diukur dengan menggunakan Skala Distress dan VAS. Reseponden diberi pendidikan kesehatan dan latihan melakukan self hypnosis setelah melakukan pre test. Post-test menggunakan instrumen yang sama dengan saat pre-test. Hasil analisis ditemukan perbedaan yang bermakna tentang rasa cemas dan nyeri pada responden sebelum dan sesudah pemberian pelatihan hypnosis (p=0,0005, d”0,05) artinya ada penurunan kecemasan dan rasa nyeri pada ibu antenatal setelah dilakukan pelatihan hypnosis. Derekomendasikan self hypnosis kepada petugas kesehatan di masyarakat dan klinik KIA untuk meningkatkan kenyamanan pada ibu hamil sehingga siap dalam menghadapi persalinan.Kata kunci: hipnosis, rasa cemas dan nyeri, antenatal ABSTRACTChildbirth is a stressful event for most mothers maternity which can increase the sense of pain, fear and anxiety. Hypno-birthing is a method that has proven effective for pain, reducing the need for the use of anesthesia and reduces anxiety, fear and pain associated with childbirth. This study aims to determine the effect of self hypnosis (Hypno-birthing ®) of antenatal anxiety and pain. The population in this study were pregnant women in the village of Porong Sources Lawang Health Center working area. Samples were taken 30 pregnant primigravidae. This study analyzed using the Wilcoxon test. Antenatal anxiety and pain among respondents was measured using the Distress Scale and the VAS. Reseponden given health education and training to do self hypnosis after a pre-test. Post-test using the same instrument as the pre-test. The results of the analysis found significant differences on anxiety and pain in the respondents before and after hypnosis training (p = 0.0005, d”ƒÑ 0.05) or Ho means working hypothesis is accepted, meaning there is a decrease anxiety and pain in antenatal mothers after hypnosis training done. From result of research is recommended (by) self hypnosis to the public and health workers in MHC clinics to improve comfort in pregnant women so ready to face delivery.Keywords: hypnosis, anxiety and pain, antenatal
PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Risa Herlianita; Indah Dwi Pratiwi
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.83 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2597

Abstract

PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Peer Assessment In “OSCE” to Improve Practical Competance in EmergencyRisa Herlianita1 & Indah Dwi Pratiwi21&2Jl. MT. Haryono XI/ 449 Dinoyo Malang Ns.risa.liani@gmail.comAbstrakDi dalam pendidikan kesehatan dikenal berbagai macam metode evaluasi. Dalam melakukan evaluasi pencapaian kompetensi keterampilan klinik diperlukan penilaian sampai tingkat shows how dan does. OSCE dapat mengukur kompetensi mahasiswa tidak hanya kemampuan kompetensi kognitif tetapi kompetensi yang akan dicapai akan komprehensif. Penelitian ini berawal dari permasalahan yaitu metode evaluasi keterampilan klinik pada mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat I yang selama ini digunakan hanya berfokus pada prosedur klinik sehingga kompetensi mahasiswa belum dapat dicapai secara komprehensif. Data nilai ujian praktikum mahasiswa keperawatan Tahun Akademik 2009/2010 menunjukkan 60, 76% dari total 104 mahasiswa tidak lulus dengan nilai rata-rata 68. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa PSIK FIKES UMM pada keterampilan kegawatdaruratan melalui penerapan metode OSCE dengan pendekatan peer assessment. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini terdiri dari siklus I dan II. Prosentase kelulusan pada siklus I yaitu 62,96% sedangkan siklus II mencapai 77,78%. Data selanjutnya dianalisis secara statistik dengan melakukan uji t test satu sampel terikat. Dari uji tersebut didapatkan nilai p-value = 0.540679 dengan ± = 0.05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan yang sangat signifikan dari kompetensi klinik kegawatdaruratan mahasiswa dengan pelaksanaan peer assessment pada OSCE.Kata Kunci: Kompetensi, Keterampilan Klinik, Peer Assessment, OSCEABSTRACTThere are many kinds of evaluation methods in health education institution. Evaluating clinical skills competency needs an assessment in shows how and does level. OSCE can measure student’s competency not only cognitive competency but also the competency will achieved comprehensively. This research is conducted when there was a problem in achieving student’s competency in Emergency Nursing I subject. The previous evaluation methods only focused in clinical procedures. Data on the academic year 2009/2010 showed that 60, 76% from 104 students can not pass the minimum requirement of minimum completeness criteria with score average 68. The aim of the research is increasing student’s competency, especially in emergency skills through appliying peer assessment on OSCEs. The research methods using qualitative approach. Research design is action research. It consist of 2 cycle; The first cycle and second one. The percentage at the first cycle gain 62,96%, next at the second cycle gain 77,78%. Then, data is analyzed statistically using one-tail t-test. The results is p-value = 0.540679 with ± = 0.05. It can be conclude that there is a sharply increase in student’s competency through OSCE with peer assessment approach.Keyword: Competency, Clinical Skill, Peer Assessment, OSCE
DEPRESI PADA USIA LANJUT: IMPLEMENTASI TERAPI LINGKUNGAN DI PANTI WERDHA Rochmani Eka Mardiyanti; Yoyok Bekti Praseyto
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.854 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2598

Abstract

DEPRESI PADA USIA LANJUT: IMPLEMENTASI TERAPI LINGKUNGAN DI PANTI WERDHADepression in Elderly: Milleu Therapy in “Panti Werdha”Rochmani Eka Mardiyanti1 & Yoyok Bekti Praseyto2 1Guru SMK jurusan Keperawatan di Probolinggo 2Departemen Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangABSTRAKTerapi lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya kuratif yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan penyakit karena lingkungan berkaitan erat dengan stimulasi psikologis seseorang yang berdampak pada kesembuhan seseorang. Plant therapy merupakan salah satu terapi penting untuk menangani masalah klien dengan gangguan alam perasaan seperti depresi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dampak perubahan tingkat depresi usia lanjut dengan terapi lingkungan. Desain yang digunakan adalah Pre Experiment dengan metode pengambilan data pre dan post test one group, Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi lingkungan plant therapy tidak efektif terhadap tingkat depresi pada usia lanjut di Panti Werdha.Kata kunci: Terapi Lingkungan, Depresi, Usia LanjutABSTRACTEnvironmental Therapy is a form of curative efforts that can be done to help the healing process of the disease because the environment is closely related to one’s psychological stimulation that affects a person’s recovery. Plant therapy is one of the important therapy to deal with clients with a feeling of natural disturbance such as depression. Purpose the studi is identify change of deprresion level with Environmental therapy on the elderly. The research which is used is Pre-experiment with pre and post test one group. Conclusions of this study is that environmental therapeutics plant therapy is not effective against depression on the elderly in Werdha Nursing-home.Key word: environmental therapy, elderly
KETERKAITAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUS Rondhianto .
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.185 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2599

Abstract

KETERKAITAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUSThe Connection of Diabetes Self Management Education With Self Efficacy Diabetes Mellitus PatientRondhiantoProgram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450 Email : rondhi_unej@yahoo.co.idABSTRAKDiabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan kronis. Salah satu bentuk pendidikan kesehatan yang dapat diberikan pada pasien DM tipe 2 adalah diabetes self management education (DSME) yang akan memfasilitasi pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan perawatan mandiri (self care) dan self efficacy-nya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh DSME dalam discharge planning terhadap self efficacy pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan design non randomized control group pretest posttest design. Pada penelitian ini kelompok perlakuan diberikan suatu perlakuan berupa penerapan DSME di dalam discharge planning sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan (mendapatkan discharge planning sesuai yang dilakukan di ruangan rawat inap). Hasil penelitian dengan Uji t Test Independent menunjukkan nilai t = 10, 215 (p = 0, 000), yang berarti terdapat perbedaan sel efficacy yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan perlakuan penerapan DSME di dalam discharge planning dengan kelompok kontrol (kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan DSME di dalam discharge planning terbukti dapat meningkatkan self efficacy pasien DM tipe 2 lebih signifikan dibandingkan dengan pemberian discharge planning yang biasa dilakukan di ruangan. Sarannya adalah agar dapat disusun suatu discharge planning dengan menggunakan konsep DSME dan diharapkan perawat dapat mengaplikasikany dalam perawatan pasien sehingga akan lebih meningkatkan pengelolaan diabetes pasien secara mandiri.Kata kunci : Diabetes Self Management Education, Discharge Planning, Self Efficacy, DM tipe 2 ABSTRACT Diabetes type 2 is chronic disease that needed long term treatment. Self management will be effective if patient have knowledge, skills and self efficacy to conduct of diabetes management behaviors. If patient just have knowledge without high self efficacy, disease self management will be not effective. Because patients have not internal desire to manage their disease well. Diabetes self management education (DSME) is one of diabetes eduction type that can support knowledge, skills and self care abilities. So patient efficacy may improve and patient can conduct treatment activity to their own disease independently. The objectives of the research are proving influence of DSME in discharge planning to self efficacy. This research is quasi experiment research with non randomized control group pretest posttest design. The treatment group given treatment (applying of DSME in discharge planning), while at the control group did not. The result of the research indicate, applying DSME in discharge planning effected to self efficacy of diabetes type 2 patient, with significant differences between treatment and control group. Result of t test independent, t value is 10.215 (p = 0.000). The conclusion of the research is applying DSME in discharge planning can improve self efficacy more significant than usual discharge planning.Key Words : Diabetes Self Management Education, Discharge Planning, Self Efficacy, Type 2 Diabetes
PARADIGMA BARU MANAJEMEN OCCUPATIONAL HEALTH NURSING DALAM PEMBELAJARAN COMMUNITY OF NURSING Syaifoel Hardy MN
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.243 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2600

Abstract

PARADIGMA BARU MANAJEMEN OCCUPATIONAL HEALTH NURSING DALAM PEMBELAJARAN COMMUNITY OF NURSINGNew Paradigm of Occupational Health Nursing In Community NursingSyaifoel Hardy MNPost Grad.Hospital & Healthcare Management Occupational Health Chief Nurse-Qatar Petroleum, member of American Association of Occupational Health Nurse (AAOHN), Registered Nurse of Qatar. ABSTRAKOccupational Health Nurse (OHN) adalah registered nurse yang secara independen mampu mengobservasi serta melakukan assessment terhadap kesehatan pekerja terkait dengan pekerjaan yang mereka lakukan, bahaya serta risikonya di tempat kerja (OSHA, 2009). Kompetensi yang mencakup pengetahuan, ketrampilan, training serta pengalaman registered nurses ini digolongkan dalam kemampuan mengenal dan mencegah efek yang diakibatkan oleh hazards exposure serta kepiawaian dalam menangani kasus-kasus penyakit atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kerja. Kecelakaan atau penyakit-penyakit sebagai dampak di tempat kerja ini perlu penanganan serius sebagaimana rekomendasi ILO (2010). Di samping itu, meningkatnya jumlah industri, di kota-kota besar, di negara-negara berkembang dan maju, menjadikan peranan Occupational Health Nurses semakin penting dan menantang di sektor industri (AAOHN, 2011). Permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan perawat di Indonesia terkait dengan kompetensi ini adalah selama di bangku kuliah, perolehan materi Occupational Health Nursing (OHN) kurang proporsional, up to date, yang mengacu kepada basic pillars. Basic pillar ini meliputi fitness to work, health promotion and protection, management of ill health, serta health surveillance. Mengintegrasikan keempat pilar ini dalam Keperawatan Komunitas dapat dikategorikan sebagai sebuah paradigma baru pembelajaran selama di bangku kuliah. Konsep baru ini bertujuan menjadikan perawat Indonesia lebih professional serta siap dalam menghadapi era globalisasi di berbagai bidang industri di masa depan.Kata kunci : Occupational health nursing, perawatan komunitas, basic pillars, paradigma. ABSTRACTOccupational Health Nurse (OHN) is registered nurse that independently assess towards health condition of employee related to the harm and risk factor in work place (OSHA, 2009). Competence that integrating knowledge, skill, training and also experience for registered nurses, grouped in understanding capability and avoiding impact that caused by hazards exposure and skillfulled in organize case diseases or wound that caused by work accident. Accidents and diseases as a result in workplace must be seriously organized as recommended by ILO (2010). In the other hand, increase manufacture in the big city, in developing countries, make Occupational Health Nurses more important and fourmos in manufacture (AAOHN, 2011). Problems that are faced nursing education in Indonesia correlated with competence in bachelor nursing science, perolehan materi Occupational Health Nursing (OHN) unproportional, up to date, that focused on basic pillars. Basic pillar including the fitness to work, health promotion and protection, management of ill health, also health surveillance. Integration of this four components in community nursing can be catagorized as new learning paradigm in study. This new concept aims to make Indonesian nurse more professional and get ready in facing new globalization era in any other field.Key words: Occupational health nursing, community nurse, basic pillars, paradigm.
POJOK REMAJA : UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN KESEHATAN REPRODUKSI Tantut Susanto; Iis Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.945 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2601

Abstract

POJOK REMAJA : UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN KESEHATAN REPRODUKSIAdolescent Corner for Life Skills Improvement With Sexual and Reproductive Health AdolescentTantut Susanto1, Iis Rahmawati2, Lantin Sulistyorini31, 2, 3Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Bumi Kampus Tegalboto Jember 68111 e-mail: 1)susanto_unej@yahoo.comABSTRAKPermasalahan kesehatan reproduksi remaja diakibatkan belum optimalnya komitmen dan dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang mengatur tentang pendidikan seksual dan reproduksi bagi remaja pada tatanan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Program Pojok Remaja (P2R) merupakan suatu model asuhan keperawatan sekolah yang dapat diterapkan oleh perawat komunitas dalam mengkaji kebutuhan dan sumber-sumber serta mengidentifikasi nilai-nilai dalam populasi remaja melalui penyusunan suatu program dalam pemenuhan kesehatan reproduksi remaja di sekolah dan kelompok remaja melalui integrasi model pelayanan kesehatan di sekolah dengan program UKS. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengeruh pojok remaja terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti P2R ditinjau dari pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan randomized control group design with pretest dan postest. Sampel penelitian 45 responden kelompok perlakuan dan kontrol yang diambil secara cluster sampling. Hasil uji mann whitney dengan alfa 0,05 disimpulkan ada pengaruh pemberian program pojok remaja terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi remaja (p 0,022). Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk dilakukan peningkatan pembinaan pelayanan kesehatan remaja di sekolah yang terintegrasi dengan program UKS.Kata kunci: remaja, pojok remaja, kesehatan reproduksiABSTRACTSexual and reproductive health adolescent problems in Indonesia is caused not optimalized the goverment support like policy for prevent in health education sexual and reproductive health at community, family, and school. Adolescent corners program is a model for identify and assessment for values and resources of sexual and adolescent reproductive health, that integrated with school health nursing program. Te aim of this research is to identify the influences adolescent corner for improvement sexual and reproductive health needs in adolescent. Quasi eksperiment with randomized control group design with pretest dan postest design that used in this research who 45 samples with intervention and control group, with cluster sampling method. Mann whitney test results, with alfa 0.05 concluded there was influences of adolescent corner for improvement sexual and reproductive health (p 0.022). based on the results of research can be encouraged to improvement sexual and reproductive health needs for adolescent in school that integrated with school health nursing program.Keywords: adolescent, adolescent corner, sexual and reproductive health
PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIA Yayuk Hera Saputri; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.889 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2602

Abstract

PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIASocial Character and Self Concept In Old Year AgeYayuk Hera Saputri1 & Yoyok Bekti Prasetyo21Perawat RS Yasmin Banyuwangi 2Departemen Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Kesehatan UMM Jl. Letkol Istiqlah 80-84 Banyuwangi e-mail: 1)she_ra52@ymail.comABSTRAKPerubahan fisik dan psikososial mengakibatkan perubahan sosial pada lansia dimana kaum manula tidak dihormati atau tidak disegani tetapi hanya ditolerin sehingga mengakibatkan perubahan pada konsep dirinya terutama pada peran sosial lansia dimasyarakat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah semua lansia yang berusia 60-75 tahun. Dengan variabel independen adalah peran sosial dan variabel dependen adalah konsep diri. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan perhitungan chi square diperoleh hasil X2 hitung (18,14) sedangkan X2 tabel (5,991) dapat disimpulkan bahwa X2 hitung > X2 tabel ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia. Adanya hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia maka lansia selain harus selalu memerhatikan kondisi atau kesehatan mereka juga harus memahami diri sendiri dan orang lain. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur, istirahat dan bekerja secara seimbang.Kata kunci: Lansia, Peran Sosial, Konsep DiriABSTRACT Physical change and psychosocial cause social change in advance age where is class of advance age is not respected or not well-thought-of but only have tolerant so that cause change in self concept especially in social character of advance age in society. Design that used in this research is research design of correlation. Sample in this research is all advance age of 60-75 years old. With independent variable is social character and dependent variable of self concept. Data analysis that used is chi-square test with standard significance 0,05. Research that found is show that calculation with chi square get result X2 count (18,14) while X2 table (5,991) inferential that X2 count > X2 tabel2 this table means is Ho is averse and HI accepted its mean there is connection between social character with self concept in advance age. The connection that existence between social character with self concept in advance ages so they must always pay attention to their condition or their health also must realize own self and another person. In advance ages life so that can permanent watch over physical condition that wells, so necessary harmonization physical needs with psychological condition also social, so they must have an effort to decrease activity that force their physical. An advance age must can regulate the life manner well, for example eats, sleep, rest and work according to balance.Key Words: Old year , Social Character, Self Concept

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2012 2012