Historiography
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2021)"
:
15 Documents
clear
PERJUANGAN BERSENJATA DI JAWA TAHUN 1945 UNTUK MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DITINJAU DARI GERAK SEJARAH SIKLUS
Abdilah Farid Rifki
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.375 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p1-6
Historical events that took place vary in motion. They all have their characteristics. The understanding of the motion of history is lacking. With an incident familiar to the Indonesian armed struggle in 1945, it is hoped that the reader will be able to understand how history moves. The motion of history to be discussed this time is the motion of cycle history. The method used consisted of library studies and reinterpreted in easily understood language.Berbagai peristiwa sejarah yang terjadi memiliki gerak sejarah yang berbeda-beda. Semua memiliki ciri khas masing-masing. Pemahaman mengenai gerak sejarah sangat kurang. Melalui peristiwa yang sudah tidak asing bagi bangsa Indonesia yakni perjuangan bersenjata di Jawa tahun 1945, diharapkan pembaca dapat memahami bagaimana sejarah itu bergerak. Gerak sejarah yang akan dibahas kali ini adalah gerak sejarah siklus. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dan menginterpretasikan kembali dengan bahasa yang mudah dipahami.
KESULTANAN BIMA SEBAGAI BASIS ISLAMISASI DI INDONESIA TIMUR SEJAK ABAD 17 M
Vita Sabrina Azda Laili;
Arrum Intan Setya Yuniar;
Lady Abrenda
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (730.678 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p121-130
Islamization in Nusantara brought about many significant social life changes, one of which was the political aspect. The emergence of sultanates in the western to eastern regions of the archipelago is proof that Islam can be accepted. Bima is one Island that is not free from the influence of Islam. The Islamization process in Bima, which was initially Hindu in style, took place through political power and on the initiative of traders from Gowa-Tallo, Luwu and Bone who brought Islam, as well as advice by the role of ulama or religious leaders who used a cultural approach in the process of Islamization efforts. The method of Islamization brought many changes to Hadrat Law and Islamic Law in the Sultanate of Bima. Changes that occur in Bima that continue to experience developments there include the development of law, business, and the development literature. The various changes in terms of tradition or custom then extended to different Bima power regions. The sultanate, founded in the 17th century AD, has a strategic area so that it has a significant impact on the process of Islamization in eastern Indonesia, especially Sumbawa. Thus making the Sultanate of Bima the basis for Islamization in Eastern Indonesia since the 17th century AD. The research method used is historical research methods.Islamisasi di Nusantara membawa banyak perubahan yang signifikan dalam aspek kehidupan bermasyarakat, salah satunya yakni aspek politik. Munculnya kesultanan di wilayah barat hingga timur Nusantara menjadikan bukti bahwa Islam dapat diterima di Nusantara. Bima adalah salah satu wilayah yang tidak luput dari pengaruh Islam. Proses Islamisasi di Bima yang pada awalnya bercorak Hindu berlangsung melalui pengaruh politik dan atas prakarsa pedagang Gowa-Tallo serta Luwu dan Bone yang membawa agama Islam, juga dipengaruhi oleh peran ulama atau tokoh agama yang menggunakan pendekatan budaya sebagai usaha dalam proses Islamisasi. Proses Islamisasi ini membawa banyak perubahan pada Hukum Hadat dan Hukum Islam di Kesultanan Bima. Berbagai perubahan yang terjadi dari segi tradisi atau adat tersebut kemudian meluas ke berbagai wilayah sekitar kekuasaan Bima. Kesultanan yang berdiri pada abad 17 M, memiliki wilayah yang strategis sehingga memberikan dampak yang besar dalam proses Islamisasi di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Sumbawa. Sehingga menjadikan Kesultanan Bima sebagai basis Islamisasi di Indonesia Timur sejak abad 17 M. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah.
BUKU TEKS DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XII: KRITISI DOMINASI ASPEK KOGNITIF DALAM SUMBER BELAJAR PADA KURIKULUM 2013
Indah Diah Ayu Muzarohmah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.631 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p38-45
The purpose of writing this article is to examine aspects as a result of the 2013 curriculum learning objectives in the 12th grade history textbook, especially in one of them, namely the cognitive aspect, where these aspects dominate the history textbooks studied more than other aspects. The writing method used is in the form of research, namely library research or literature studies cited through digital journal provider accounts and direct research on history textbooks for grade 12 in the 2013 curriculum. Textbooks are an educational device as a learning guide in accordance with certain materials and the applicable curriculum. History is an important vehicle or vehicle for Indonesia because it can play a role in instilling the values of the nation's character. In the 2013 curriculum, there are three important aspects in it, including cognitive aspects, affective aspects and psychomotor aspects. In the writing of this article, this article will focus on the dominance of cognitive aspects in history textbooks as a learning resource for the 2013 curriculum.The results of the research are that the 12th grade history textbooks studied mostly appear from the cognitive aspect only so that the affective and psychomotor aspects overlap and cause imbalance in learning achievement goals. It can also be a factor for students to quickly feel bored and not interested in history subjects. Because they must know and memorize the entire contents of the history learning material.Tujuan penulisan artikel ini yakni mengkaji tentang aspek-aspek sebagai capaian untuk tujuan pembelajaran Kurikulum 2013 di dalam buku teks sejarah kelas 12 terutama pada salah satu diantaranya yaitu aspek kognitif, dimana aspek tersebut lebih mendominasi buku teks sejarah yang dikaji daripada aspek-aspek lainnya. Metode penulisan yang digunakan berupa penelitian yaitu library research atau studi pustaka yang dikutip melalui akun penyedia jurnal secara digital dan penelitian langsung terhadap buku teks sejarah kelas 12 pada Kurikulum 2013. Buku teks adalah salah satu perangkat pendidikan sebagai pedoman pembelajaran yang sesuai dengan materi tertentu dan kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran sejarah menjadi salah satu wahana atau sarana penting bagi Indonesia karena dapat berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Pada Kurikulum 2013 terdapat tiga aspek penting di dalamnya, antara lain aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Pada penlisan artikel ini akan memfokuskan terkait dominasi aspek kognitif pada buku teks sejarah sebagai sumber belajar kurikulum 2013. Hasil dari penelitiannya adalah buku teks sejarah kelas 12 yang dikaji kebanyakan muncul dari segi aspek kognitif saja sehingga pada aspek afektif dan aspek psikomotorik terjadi tumpang tindih dan menyebabkan ketidakseimbangan pada tujuan pencapaian pembelajaran. Hal itu pun juga bisa menjadi faktor peserta didik cepat merasa bosan dan tidak tertarik pada mata pelajaran sejarah. Karena mereka harus mengetahui dan menghafal seluruh isi dari materi pembelajaran sejarah.
MEREK ROKOK DALAM SEJARAH PERJALANAN SPONSOR LIGA SEPAK BOLA INDONESIA (1994 – 2012)
Nanda Pramudya Fadli Illahi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.904 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p82-89
The cigarette industry has an important role in the development of sports in Indonesia, especially football. Since before 1994 when at that time the competition was still divided into two, namely the United (Amateurs) and Galatama (non-Amateurs), the cigarette industry has become part of the league sponsorship. This continued in the 1994-1995 season, when the first league in Indonesia was merged into one, namely Ligina which stands for Liga Indonesia. In history, several cigarette brands that had become the main sponsors of the Indonesian football league starting in 1994 until 2012 are Dunhill, Kansas and Djarum.Industri rokok mempunyai peranan penting dalam perkembangan dunia olahraga di Indonesia, khususnya sepak bola. Sejak sebelum tahun 1994 dimana saat itu kompetisi masih terbagi menjadi dua yaitu Perserikatan (Amatir) dan Galatama (non-Amatir), industri rokok telah menjadi bagian dari sponsor liga. Hal ini berlanjut pada musim 1994-1995, ketika pertama kalinya liga di Indonesia digabung menjadi satu yaitu Ligina yang merupakan singkatan dari Liga Indonesia. Dalam sejarah, beberapa merek rokok yang sempat menjadi sponsor utama liga sepakbola Indonesia mulai tahun 1994 sampai tahun 2012 adalah Dunhill, Kansas, dan Djarum.
BANYAK YANG TIDAK MERDEKA SETELAH MERDEKA: MARAKNYA POLITIK MELEPAS ANAK KANDUNG UNTUK MERINGANKAN BEBAN EKONOMI DI PASURUAN JAWA TIMUR 1960-AN.
Ana Ayu Ning Tias
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.448 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p7-17
In fact, independence that was proclaimed in 1945 did not have much impact on remote communities in East Java, many parents with many children and had economic limitations then voluntarily gave their children to people with better economic abilities to be adopted as their children Research on this problem uses the interview method, as well as archives that state the population in East Java. This research is aimed at uncovering the other side of the uphoria of this nation's independence.Kemerdekan yang diproklamasikan pada 1945 nyatanya tidak memberikan dampak banyak bagi masyarakat pelosok di Jawa Timur, banyak orang tua dengan banyak anak dan memiliki keterbatasan ekonomi kemudian memberikan anak mereka secara sukarela kepada orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk diangkat menjadi anak mereka. Penelitian tentang masalah ini menggunakan metode wawancara, juga arsip yang menyatakan jumlah penduduk di Jawa Timur. Penelitian ini ditujukan untuk menguak sisi lain dari uforia kemerdekaan bangsa ini.
PELANGGARAN HAM PADA MASA KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA TAHUN 1942-1945
Indah Suci Natasya
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.617 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p46-51
Human rights or human rights are gifts from God that are inherent in humans from birth. Human rights do not look at the differences that exist in humans. Human rights cannot be revoked by any power in this world. However, unfortunately the implementation and development of human rights in Indonesia are still experiencing ups and downs. The existence of elite power that plays human rights is one of the reasons. Although the implementation and development of human rights in Indonesia has existed since 1908. However, there are still many inhuman human rights violations that still occur in Indonesia. One of them was during the Japanese occupation in Indonesia.Hak asasi manusia atau HAM merupakan pemberian Tuhan yang sudah melekat pada diri manusia sejak lahir. HAM tidak memandang perbedaan yang ada pada diri manusia. HAM tidak dapat dicabut oleh kekuasaan apapun yang ada di dunia ini. Akan tetapi, sayangnya pelaksanaan serta perkembangan HAM di Indonesia masih mengalami pasang surut. Adanya kekuasaan elite yang turut memainkan HAM menjadi salah satu penyebabnya. Meskipun penerapan dan perkembangan HAM di Indonesia sudah ada sejak tahun 1908. Namun tetap saja berbagai pelanggaran HAM yang sangat tidak manusiawi masih banyak terjadi di Indonesia. Salah satunya pada masa kependudukan Jepang di Indonesia.
PERUBAHAN KONDISI SOSIAL INDONESIA PADA MASA KEPENDUDUKAN JEPANG 1942-1945
Pandu Wicaksono
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.655 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p90-95
Social change occurs as a result of influences from outside and within and this has a profound impact on society. However, social change does not always have a positive impact on society. It is the same as what was experienced by the Indonesian people where they had to endure a lot of suffering that led to death when the Japanese state controlled Indonesia. Of course this has greatly put the social condition of the people under pressure and will cause prolonged trauma due to the attitude of the Japanese military towards the Indonesian people.Perubahan sosial terjadi akibat masuknya pengaruh dari luar maupun dalam dan ini sangat berdampak pada masyarakat. Namun dalam perubahan sosial tidak selamanya membawa dampak positif bagi masyarakat. Sama seperti yang dialami masyarakat Indonesia dimana mereka harus menerima banyak penderitaan yang berujung kematian ketika negara Jepang menguasai Indonesia. Tentu hal ini sangat membuat kodisi sosial masyrakat menjadi semakin dibawah tekanan dan akan menyebabkan trauma yang berkepanjangan karena sikap militer Jepang terhadap masyrakat Indonesia.
ANALISIS MUATAN KARAKTER BAB KESULTANAN-KESULTANAN MARITIM MASA ISLAM DI NUSANTARA DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS XI KURIKULUM 2013 REVISI 2016
Anis Fitri Rachmawati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.589 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p18-25
Starting from the 2013 curriculum, character values are mandatory to be instilled in students. Cultivating these character values is carried out to overcome the moral downturn that has hit this country. These character values are contained in the textbook which is a reference for teachers and students in carrying out learning at school. In this study, the researcher wanted to analyze the character content contained in the history textbook for class XI of the 2013 revision of the 2016 curriculum on the material of the Maritime Sultanate of the Islamic Period in the archipelago. The approach used in this research is descriptive qualitative. To collect data, it was done by reviewing the literature, and analyzing the character content in the history textbook, qualitative data analysis was used by the researcher in this study, and the history textbook for class XI in the 2013 revision of the 2016 curriculum was the data subject used in this study. This research shows that the material of the Maritime Sultanate of the Islamic Period in the archipelago in the history textbook for class XI of the 2013 revision of the 2016 curriculum contains character values in it. The characters developed are polite, peace-loving, and mutual cooperation. The conclusion is that the history textbook for class XI fulfills the instruments of the curriculum itself.Mulai kurikulum 2013 nilai-nilai karakter menjadi hal yang wajib untuk ditanamkan dalam peserta didik. Penanaman nilai-nilai karakter tersebut dilakukan untuk mengatasi keterpurukan moral yang sudah melanda di negeri ini. Nilai karakter tersebut dimuat dalam buku teks yang merupakan acuan pengajar dan siswa dalam melangsungkan pembelajaran di sekolah. Pada penelitian ini peneliti ingin menganalisis muatan karakter yang ada dalam buku teks sejarah kelas XI kurikulum 2013 revisi 2016 pada materi Kesultanan-Kesultanan Maritim Masa Islam di Nusantara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara telaah kepustakaan, dan menganalisis muatan karakter yang ada di dalam buku teks sejarah, analisis data kualitatif digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini, serta buku teks sejarah kelas XI kurikulum 2013 revisi 2016 merupakan subjek data yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada materi Kesultanan-Kesultanan Maritim Masa Islam di Nusantara dalam buku teks sejarah kelas XI kurikulum 2013 revisi 2016 sudah ada muatan nilai-nilai karakter di dalamnya. Adapun karakter-karakter yang dikembangkan yaitu santun, cinta damai, dan gotong royong. Kesimpulan yang didapat bahwa dalam buku teks sejarah kelas XI tersebut telah memenuhi instrumen dari kurikulum itu sendiri
PERKEMBANGAN BUDAYA INDIS PADA BIDANG ARSITEKTUR DI MALANG RAYA TAHUN 1900-1942
Jati Saputra Nuriansyah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.485 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p52-63
In this article, we discuss the development of Indis culture in Malang Raya which influences the culture of society, especially in the field of architecture. The writing of this article was motivated by the existence of buildings that were influenced by Indis culture in Malang Raya in 1900-1942. The purposes of this article are 1) To know the history of Indis culture and its development; 2) To know Malang Raya as the new city of the Dutch East Indies; 3) To determine the cross between Indies and Javanese cultures in Malang Raya.Dalam artikel ini memuat tentang perkembangan budaya Indis di Malang Raya yang berpengaruh pada kebudayaan masyarakat, khususnya pada bidang arsitektur. Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh adanya bangunan-bangunan yang mendapat pengaruh dari budaya Indis di Malang Raya pada tahun 1900-1942. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini yaitu 1) Untuk mengetahui sejarah budaya Indis dan perkembangannya; 2) Untuk mengetahui Malang Raya sebagai perkotaan baru Hindia Belanda; 3) Untuk mengetahui persilangan budaya Indis dan Jawa di Malang Raya.
INDUSTRIALISASI GULA DI JAWA TIMUR : PABRIK GULA MERITJAN KEDIRI 1883-1929
Sakafitri Rimasari
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.357 KB)
|
DOI: 10.17977/um081v1i12021p96-103
During the colonial period of the Dutch East Indies, sugar was an important commodity in the international market besides spices,tea, and coffee. The demand for sugar is increasing along with its development. Seeing the urgency of the sugar commodity, sugar factories were finally established, including the Meritjan Sugar Factory (Suikerfabriek Meritjan) which is located in Kediri, East Java. The practice of the sugar industry at the Meritjan Sugar Factory was studied using quantitative methods and literature studies were carried out to obtain appropriate data to achieve the objectives of the discussion. Where the purpose of conducting a discussion on the sugar industry in East Java, precisely at the Meritjan Sugar Factory, is to study the sugar factory industry and its impact on the socio-economic life of the community. In this study, it can be seen that sugar factories and sugarcane plantations are interrelated and have an important role in the socio-economic life of the community at that time.Pada masa kolonial Hindia Belanda, gula merupakan komoditas yang penting dalam pasar internasional selain rempah-rempah, teh, dan kopi. Permintaan akan gula semakin meningkat seiring perkembangannya. Melihat urgensi komoditas gula tersebut akhirnya didirikanlah pabrik-pabrik gula, diantaranya adalah Pabrik Gula Meritjan (Suikerfabriek Meritjan) yang terletak di Kediri, Jawa Timur. Praktik industri gula di Pabrik Gula Meritjan ini dikaji dengan metode kualitatif serta dilakukan studi kepustakaan untuk memperoleh data-data yang sesuai untuk mencapai tujuan dari pembahasan. Dimana tujuan dilakukannya pembahasan mengenai industri gula di Jawa Timur tepatnya di Pabrik Gula Meritjan ini adalah mengkaji industri pabrik gula dan pengaruhnya pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Dalam kajian ini dapat dilihat bahwa pabrik gula serta perkebunan tebu saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada masa tersebut.