cover
Contact Name
Ahmad Wahyudi
Contact Email
ahmad.wy2020@gmail.com
Phone
+6281225548188
Journal Mail Official
tadzkirahpgmi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran No. 03 Bhakti Negara Kec. Baradatu, Kab. Way Kanan, 34761
Location
Kab. way kanan,
Lampung
INDONESIA
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : 27228444     DOI : https://doi.org/10.55510/tadzkirah.v3i2.99
Focus and Scope Tadzkirah: Jurnal Pendidikan Dasar is a peer-reviewed journal to discuss about new findings in basic education especially at primary/elementary schools. This journal is publishing original research articles and case studies focused on basic education. The focus is to provide readers with a better understanding of: 1. Curriculum Design in MI / SD 2. Learning (Math, Science, Social Studies, Civics, English, Indonesian, Islamic Education, Art and Local content) in MI / SD 3. Media and Educational Viewer tool in Learning in MI / SD 4. Learning Strategies in MI / SD 5. Teacher Competence MI / SD
Articles 32 Documents
MODEL TALKING STICK DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI MI NURUL HUDA Suryadi
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.527 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.98

Abstract

Berdasarkan hasil prasurvei peneliti, pada hasil ulangan harian Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Tahun Pelajaran 2021/2022 terdapat beberapa siswa yang belum tuntas karena proses pembelajarannya masih menggunakan metode  pembelajaran yang kurang menunjang keaktifan siswa guru masih menggunakan metode ceramah, guru kurang optimal dalam penggunaan model pembelajaran dan media pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa, kurang terlibatnya siswa dalam proses pembelajaran, siswa masih belum aktif berpendapat dan menjawab pertanyaan guru. Permasalahan ini memberi dampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah maka rumusan masalah yaitu: (1)Bagaimanakah penerapan Model Talking Stick Dalam Meningkatan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di MI Nurul Huda” ?(2)Apakah ada peningkatan hasil belajar melalui Model Talking Stick Siswa Kelas IV di MI Nurul Huda”?. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui Bagaimanakah penerapan Model Talking Stick Dalam Meningkatan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di MI Nurul Huda” .(2)Untuk mengetahui ada peningkatan hasil belajar melalui Model Talking Stick Siswa Kelas IV di MI Nurul Huda”. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), peneliti bertindak sebagai pendidik dan pendidik mata pelajaran sebagai observer. Pembelajaran dilakukan selama 2 siklus dengan 6 kali pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes tertulis, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan metode dokumentasi, serta wawancara. Dari hasil analis didapatkan bahwa, siklus I dan siklus II. Pada pratindakan menunjukkan presentase 40% siswa yang dinyatakan tuntas belajar atau 12 siswa dari 30 siswa yang tuntas belajar sedangkan yang belum tuntas belajar mencapai presentase sebesar 60% atau 18 siswa dari 30 siswa yang belum tuntas belajar. Setelah dilakukan penelitian menggunakan model pembelajaran talking stick pada pembelajaran IPS diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I  sebanyak 18 siswa (58,5%) telah tuntas belajar dan 12 siswa (41, 5%) siswa belum tuntas belajar. Kemudian setelah dilakukan tindakan pada siklus II diperoleh hasil belajar yaitu sebanyak 25 siswa (82%) telah tuntas belajar dan 5 siswa (18%) dinyatakan belum tuntas belajar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE PQ4RTERHADAP PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI 01 BANDAR DALAM KECAMATAN NEGERI AGUNG Ahmad Wahyudi; Nanang abdul jamal
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.818 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.99

Abstract

Membaca memiliki peranan penting dalam pembelajaran, membaca merupakan suatu sarana bagi siswa untuk memperoleh informasi yang disampaikan di dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, Apakah metode PQ4R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dan bagaimana upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester genap SD Negeri 01 Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung.Tujuan dari penelitin ini yaitu Untuk mengetahui apakah metode PQ4R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, dan untuk mengetahui upaya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan metode PQ4R terhadap pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester genap SD Negeri 01 Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas peneliti disini bertindak sebagai guru yang memberikan materi langsung kepada peserta didik. Pembelajaran dilakukan selama 2 siklus dengan setiap siklusnya 2 kali pertemuan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu menggunakan tes tertulis, lembar observasi untuk mengamati kemampuan membaca pemahaman siswa dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan. Ketuntasan kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus I sebesar 6,25% dan pada siklus II sebesar 18,75%. Jadi dari siklus I ke siklus II kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat 12,5%. Sedangkan hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus I sebesar 65,62% dan pada siklus II sebesar 93,25%. Jadi dari siklus I ke siklus II meningkat 27,63%. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan penggunaan metode PQ4R dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia yang meliputi keterampilan guru, kemampuan membaca pemahaman, dan hasil tes membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Bandar Dalam
PENGGUNAAN MEDIA FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DI BIMBEL AHE KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY KANAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Annisatul Jannah; Fatimatul Zuhroh
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.354 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.100

Abstract

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dalam rangka membimbing dan mengarahkan perkembangan anak kearah dewasa. Dewasa artinya bertanggung jawab terhadap dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya dan negaranya. Selanjutnya, bertanggung jawab terhadap segala resiko dari sesuatu yang telah menjadi pilihannya. Pendidikan dapat diperoleh melalui jalur formal, non formal dan informal. Bimbel AHE Kecamatan Baradatu merupakan tempat bimbingan belajar yang berfokus kegiatan belajar membaca sambil bermain, karena terdapat metode enam langkah efektif untuk membimbing anak dalam kegiatan belajar membaca, yaitu senam otak, remidi, baca modul, pengayaan, menulis, dan permainan edukatif seperti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif den jenis Penelitian adalah deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan uji kredibilitas triangulasi sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai waktu. Sedangkan tahapan dalam penelitian kualitatif, yaitu tahap pra-lapangan, tahap lapangan, dan tahap analisis data. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini, yaitu: data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahawa penggunaan Media Flashcard Di Bimbel AHE Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan hanya menekankan persepsi mata dan ukurannya terbatas untuk kelompok belajar dalam jumlah besar sehingga sangat cocok digunakan karena sistem belajarnya satu guru memegang dua murid, sehingga murid akan lebih fokus saat belajar. Di Bimbel AHE media flashcard yang digunakan adalah media flashcard yang tulisannya sesuai dengan modul level 1 sampai level 7 tanpa ada gambar. Seperti pada modul AHE, media flashcard AHE juga untuk di level 1 terdiri dari tulisan perkata seperti (a ba ca da dan seterusnya sampai za). Sedangkan di flashcard level 2 menggunakan huruf i dibelakang huruf konsonan seperti (i bi ci di dan seterusnya sampai zi), begitu pula flashcard level 3, 4 dan 5 menggunakan huruf vokal (a iu o e) di belakang huruf konsonan. Sedangkan di flashcard level 6-7 sudah mulai menggabungkan kata menjadi kalimat, seperti (dana, canda, ganda, bunga, menyapu, jangan, tengah, pramuka, tradisi dan lain-lain).
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE AN-NAHDLIYAH DI TPQ AL-MA’ARIF BHAKTINEGARA Fatimah Aristiati
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.369 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.101

Abstract

Pendidikan adalah pencarian kepribadian yang rasional dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kehidupan (abjad Karima). Mengajar dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya melalui metode pembelajaran Alkitab yang ada. Metodologi memegang peranan penting dalam membimbing tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Salah satunya adalah metode An Nahdliya dalam mempelajari Al-Qur'an, yang dikaitkan dengan kecerdasan sosial dasar. Manusia saat ini tidak cukup, mereka hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual, mereka harus dilengkapi dengan kecerdasan. Sebuah masyarakat yang menempatkan dirinya dalam cara yang berbeda. Salah satunya dikenalkan dengan kecerdasan sosial. Aktif mengajar sesuai metode An Nahdlia. Dalam penelitian ini solusi dari permasalahan tersebut adalah bagaimana penerapan metode Nahdlia pada siswa usia 5-9 tahun di TPQ Al Maarif Bhakti Negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi wawancara dan dokumen. Peneliti menggunakan observasi untuk mengumpulkan data tentang fasilitas penelitian, kondisi sarana, dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran metode An-Nahdliya di TPQ Al-Ma'arif Bhaktinegara diterapkan secara tradisional dengan pembagian materi yang sama: siswa yang belajar bagian pertama dikelompokkan ke dalam satu kelas dan ke dalam kelas lainnya. Bagian 3, Bagian 4, Bagian 5 dan Bagian 6.
METODE ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 3 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDI NURUL QUR’AN KECAMATAN ABUNG TENGAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA Arifiani Nailul Fauziyah Rohmah; Suryadi
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.524 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.102

Abstract

Role playing merupakan suatu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran, penguasaan bahan pelajaran berdasarkan pada kreatifitas serta ekspresi siswa dalam meluapkan imajinasinya terkait dengan bahan pelajaran yang ia dalami tanpa adanya keterbatasan kata dan gerak, namun tidak keluar dari bahan ajar. Role playing merupakan suatu metode pembelajaran yang mengajarkan siswa untuk dapat memerankan suatu peran tertentu, agar siswa dapat secara langsung memahami dan mengerti isi drama tersebut. Dalam penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Populasi dalam Penelitian berjumlah satu kelas yaitu kelas III yang berjumlah 13 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil seluruh populasi, dengan jumlah sampel 13 orang. Hasil penelitian di peroleh dari instrumen berupa kuisioner (angket) yang isinya menjelaskan tentang bagaimana peningkatan yang dialami siswa dalam motivasi belajar antara sebelum dan sesudah adanya treatment dengan menggunakan metode pembelajaran role playing. Berdasarkan hasil pengamatan dan tes evaluasi hasil belajar yang dikerjakan oleh siswa, terlihat adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa pada saat Pratindakan, Siklus I, dan Siklus II. Nilai rata-rata pada kondisi awal/pra tindakan hanya sebesar 65.9, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 71,15. Peningkatan nilai rata-rata menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Selain itu, peningkatan nilai siswa juga berdampak positif pada peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar
PARADIGMA DAN REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN (THOMAS S. KUHN) Robiah Al Adawiyati; Yunita Budiarti
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022): tadzkirah
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.565 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.103

Abstract

Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini yaitu mengenai paradigma serta revolusi. Paradigma didefinisikan sebagai pandangan dasar tentang apa yang menjadi bahasan yang seharusnya dikaji oleh disiplin ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut Thomas Kuhn, paradigma ilmu adalah suatu kerangka teoritis atau suatu cara memandang dan memahami alam, yang telah digunakan sekelompok ilmuwan sebagai pandangan dunia (world view). Paradigma itu sendiri memiliki keuddukan penting dalam proses revolusi ilmu pengetahuan, keberadaan paradigma menjadi sebiah system penguji kualitas dari terjadinya revolusi ilmu pengetahuan itu sendiri. Maka dapat kita pahami bahwa paradigma dan revolusi selalu beriringan bersama dan tidak dapat dipisahkan, karena terjadinya revolusi berawal dari sebuah hasil dari paradigma itu sendiri.  
Pendidikan Dasar Islam Perspektif Filosofis Endah Dwi Fitriyani; Lu'ul Mu'minah; Sri Wahyuningsih; Faridatun Dinasikhah
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2022): Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan dasar islam menurut perspektif filosofis. Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh data yang menunjukkan bahwa pertama, secara ontologis. Pendidikan dasar dimaknai sebagai proses menanpakkan (manifest) yang tersembunyi (latent) pada anak-anak sebelum memasuki usia menengah. Pendidikan islam berusaha mengembangkan manusia seutuhnya sesuai dengan Q.S Al Hijr [15] : 29 bahwasannya Allah memberikan potensi atau kemampuan kepada manusia. Kedua, dalam sisi epistimologi, konsep asas - asas pendidikan islam terkait erat secara langsung dengan ajaran normative agama islam. Sedangkan tinjauan aksiologi, pendidikan dasar memiliki fungsi/nilai untuk mengembangan kepribadian manusia agar seluruh aspek kehidupanya dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna. Ketiga, tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan pembelajaran. Hal ini didasarkan pada karakteristik setiap anak/kelas berbeda-beda sehingga pendidik dapat menyesuikan strategi pembelajaran yang cocok digunakan untuk anak-anak sekolah dasar.
Pengembangan Karakter dan Keterampilan peserta didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Fitria Kautsari Azizah; Lu’luil Maknun
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2022): Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.133

Abstract

This article aims to describe the results of research on the development of students' character and skills through extracurricular activities. This type of research uses descriptive qualitative methods with a literature study approach. This study emphasizes the ability to analyze and review the literature sources obtained. As a source of data for this research, various scientific journals were searched with Google Scholar for relevant articles. The results of this study indicate that extracurricular activities can be used as an effort to develop students' character and skills. Character development which includes 1) tolerance; 2) discipline; 3) independence; 4) love of peace; 5) care for the environment; 6) social care; 7) responsibility; 8) selfconfidence; and others. As well as skills that include 1) creative; 2) collaboration; 3) communication; 4) critical thinking.
Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Kecerdasan Majemuk Peserta Didik Ratna Fauziah; Lu'luil Maknun
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2022): Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.135

Abstract

Kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan oleh Howard Gardner pada tahun 1983 di Harvard School of Education and Harvard Project Zero. Pada teori ini yaitu menentang tes seperti contoh Stanford Binet Test yang disebut sebagai hitungan tradisional yang tak efektif mengukur kecerdasan (“Kecerdasan Majemuk Pada Anak Kecerdasan Majemuk Pada Anak Kecerdasan Majemuk Pada Anak Kecerdasan Majemuk Pada Anak Kecerdasan Majemuk Pada Anak,” n.d.). Selanjutnya, strategi guru sangat berarti dan penting dalam usaha membentuk kecerdasan majemuk peserta didik. Masing-masing anak tentu mempunyai kemampuan intelektual yang beragam. Perbedaan tersebut terletak pada indikator kecerdasan dari masing- masing siswa. Perbedaan kecerdasan diantara siswa menuntut pendidik dalam melakukan tindakan yang adil dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau membahas dan melihat strategi guru dalam rangka mengoptimalkan kecerdasan majemuk siswa yang bersandar pada sumber referensi penelitian. Pendidik yang baik dan profesional yaitu pendidik yang dapat mengetahui kecerdasan majemuk siswa dengan cara mengamati dan sekaligus memberikan bimbingan serta arahan kepada siswa mengenai hobi, minat, dan kecenderungan tiap siswa terhadap respon yang diberikan. Adapun strategi untuk dapat mencekal peningkatan pembelajaran bersandar kecerdasan majemuk yang telah dipraktikkan di maktab yang berlandas multiple intelligences yaitu dengan melangkaui metode pendekatan Multiple Intelligence Research (MIR) dan pendekatan metode sentra (Zakaria Hanafi and Ed, n.d.). Dan strategi lain juga dapat dilakukan dengan memberikan dukungan dan semangat belajar kepada siswa dan serta dapat diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran Playing Rode. Oleh sebab itu, sepatutnya setiap pendidik dapat memahami cara dalam mengembangkan dan menigkatkan kecerdasan majemuk peserta didik melalui berbagai upaya agar terciptanya siswa yang unggul dan berkualitas dengan menyadari pentingnya pengembangan kecerdasan yang dimiliki setiap siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Meningkatkan Aktivitas Diskusi Siswa Melalui Teknik Pembelajaran Send – A - Problem Pada Tema Perubahan Sosial Budaya Mata Pelajaran IPS Di Kelas IX.B Smp Negeri 3 Banjit Kabupaten Way Kanan Semester 1 Tahun Pelajaran Tri Astuti
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2022): Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam berdiskusi pada mata pelajaran IPS di kelas IX.B di SMP Negeri 3 Banjit dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A- Problem. Cara pengambilan data ini menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan lembar observasi/pengamatan keaktifan siswa dalam berdiskusi untuk menilai aspek psikomotorik dan afektif siswa. Dari hasil observasi selama kegiatan PTK ini diperoleh data nilai keaktifan siswa, yaitu secara klasikal, pada siklus I memperoleh rata-rata 70,30 %, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 74,66 % serta meningkat lagi pada siklus III mencapai 82,13 % . Sedangkan dari segi hasil belajar peserta didik sebelum penerapan pembelajaran berbasis komputer rata-rata ulangan harian adalah 66,80 meningkat menjadi 70,39 pada ulangan siklus harian I, meningkat lagi pada siklus II yaitu menjadi 74,54 serta pada ulangan akhir siklus III rata-rata ulangan nilai siswa mencapai 82,21, sehingga rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dalam tiga siklus adalah 6,91 %. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bukti pada siklus I kinerja guru mendapatkan rata-rata skor nilai 67,38, meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. 54 serta pada ulangan akhir siklus III rata-rata nilai ulangan siswa mencapai 82,21, sehingga rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dalam tiga siklus adalah 6,91%. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bukti pada siklus I kinerja guru mendapatkan rata-rata skor nilai 67,38, meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. 54 serta pada ulangan akhir siklus III rata-rata nilai ulangan siswa mencapai 82,21, sehingga rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dalam tiga siklus adalah 6,91%. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bukti pada siklus I kinerja guru mendapatkan rata-rata skor nilai 67,38, meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. sehingga rata- rata peningkatan hasil belajar siswa dalam tiga siklus adalah 6,91 %. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bukti pada siklus I kinerja guru mendapatkan rata-rata skor nilai 67,38, meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. sehingga rata- rata peningkatan hasil belajar siswa dalam tiga siklus adalah 6,91 %. Meningkatnya hasil belajar siswa tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bukti pada siklus I kinerja guru mendapatkan rata-rata skor nilai 67,38, meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem. meningkat lagi pada siklus ke dua menjadi 78,92 serta meningkat lagi pada siklus ke tiga menjadi 88,46 atau dalam kreteria sangat baik. Rata-rata peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran adalah 12,54 %. Dengan kata lain, bahwa keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengikuti pembelajaran serta hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan penerapan teknik pembelajaran Send -A-Problem.

Page 3 of 4 | Total Record : 32