cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2016)" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN JUMLAH KUMAN PADA PASIEN YANG DIMANDIKAN METODE TRADISIONAL DENGAN ANTISEPTIK POVIDON IODINE DAN DISPOSABLE BED BATHS DI RUANG ICU RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Endiyono, Rizki Dwi Cahyaningrum
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.244 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.25

Abstract

Mandi dapat menghilangkan mikroorganisme dari kulit serta sekresi tubuh, menghilangkan bau tidak enak, memperbaiki sirkulasi darah ke kulit, dan membuat pasien merasa lebih rileks dan segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah kuman pada pasien yang dimandikan dengan metode tradisional dengan antiseptik povidon iodine dan disposable bed baths. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pre eksperimen dengan jenis rancangan two group before and after design. Jumlah sampel sebesar 30 responden yang dibagi dua kelompok yaitu kelompok metode tradisional dengan antiseptik povidon iodine sebanyak 15 orang dan kelompok metode disposable bed baths sebanyak 15 orang. Analisis data menggunakan independent sample t test. Hasil independent sample t test didapatkan nilai p value 0,876 lebih besar dari α 0.05 yang berarti tidak ada perbandingan bermakna jumlah kuman pada pasien yang dimandikan dengan metode tradisional dengan antiseptik povidon iodine dan disposable bed baths.Metode tradisional dengan antiseptik povidon iodine mampu menurunkan jumlah kuman sebanyak 1281 cfu/cm2 sedangkan metode disposable bed baths mampu menurunkan jumlah kuman sebanyak 1207,93 cfu/cm2. Metode tradisional dengan antiseptik povidon iodine mampu menurunkan jumlah kuman lebih banyak 73,07 cfu/cm2 dibandingkan metode disposable bed baths.Kata Kunci: antiseptik povidon iodine , disposable bed baths, jumlah kuman
PEMBERIAN SARI KURMA PADA IBU MENYUSUI EFEKTIF MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI USIA 0- 5 BULAN (STUDI DI KOTA SEMARANG) Natalia Desy Putriningtyas, Rachma Hidana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.093 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.115

Abstract

Latar belakang: Ibu menyusui memerlukan tambahan makanan untuk meningkatkan produksi ASI sehingga dapat membantu menambah berat badan bayi. Kurma merupakan salah satu buah dengan gizi lengkap yang dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui.Tujuan: Menganalisis perbedaan pemberian sari kurma (Phoenix dactylifera L) dan susu kental manis (SKM) pada ibu menyusui eksklusif terhadap penambahan berat badan bayi usia 0-5 bulan.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment pre-post test control group design. Penelitian diawali skrining terhadap ibu yang melakukan ASI eksklusif di Puskesmas Srondol Kulon, Ngesrep dan Padangsari yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dibagi dua subjek yakni 28 ibu menyusui eksklusif yang diberikan SKM sebanyak 40 gram dan 28 ibu menyusui eksklusif yang diberikan sari kurma sebanyak 45 gram selama 4 minggu. Data dianalisis menggunakan independent t test untuk mengetahui perbedaan penambahan berat badan pada bayi usia 0- 5 bulan pada kedua kelompokHasil: Berat badan bayi pada kelompok sari kurma dan kelompok SKM sebelum perlakuan masing- masing 5117,9±1223,33 gram dan 5125,0±1299,75 gram (p=0,124). Rerata asupan energi selama penelitian pada kelompok SKM  lebih tinggi dibandingkan kelompok sari kurma 2.588±86,34 kalori vs 2.417±179,40 kalori (p=0,001). Rerata penambahan berat badan bayi pada kelompok yang ibu mendapat sari kurma dan SKM masing- masing 1162,50±304,78 gram dan 632,14±425,18 gram (p = 0,001). Kesimpulan: Sari kurma dan susu kental manis yang diberikan pada ibu yang menyusui eksklusif dapat meningkatkan berat badan bayi usia 0-5 bulan. Ada perbedaan yang bermakna untuk penambahan berat badan bayi selama empat minggu pada kedua kelompok (p<0,05). Kata kunci: sari kurma, bayi, berat badan, ibu menyusui.
PEMBERIAN FORMULA NASI KACANG MERAH EFEKTIF MENINGKATKAN DAYA TERIMA PASIEN DIABETES MELLITUS Fery Lusviana Widiany
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.277 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.26

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi diabetes mellitus (DM) di Indonesia diperkirakan 21,3 juta tahun 2030. Riskesdas menunjukkan prevalensi di DIY 2,6% pada usia ≥15 tahun. Angka kejadian DM di RSUD Panembahan Senopati Bantul 504 orang (2014). Salah satu faktor penyebab meningkatnya jumlah penderita adalah pola makan tidak sehat. Pemenuhan diet di rumah sakit memenuhi prinsip 3J, tetapi daya terima pasien terhadap makanan diet belum terpenuhi 100%. Sehingga menu makanan pokok (nasi) perlu dimodifikasi dengan kacang merah.Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima pasien DM.Metode : Penelitian berjenis kuasi eksperimental, dengan pemberian formula nasi kacang merah 3 hari pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol diberikan nasi putih sesuai standar diet DM. 38 sampel diperoleh dengan purposive sampling. Kriteria inklusinya pasien DM tipe II berusia >18 tahun, sadar, kooperatif, diet biasa, dirawat minimal 3 hari. Pasien dengan gangguan metabolisme protein, hipertensi, alergi kacang-kacangan dan protein tinggi dieksklusikan. Variabel independennya pemberian formula nasi kacang merah, variabel dependennya daya terima pasien. Data dianalisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil uji Chi-Square efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima (asupan karbohidrat) menunjukkan p-value = 0.046, RR = 2.357.Kesimpulan : Pemberian formula nasi kacang merah efektif meningkatkan daya terima (asupan karbohidrat) pasien DM.Kata Kunci : Formula nasi kacang merah, pasien diabetes mellitus, daya terima, asupan karbohidrat
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-23 BULAN DI KELURAHAN KLITREN GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA TAHUN 2016 Laelatunnisa, Th. Ninuk Sri Hartini, Nugroho Susanto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.421 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.27

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI. Terjadinya rawan gizi pada bayi disebabkan antara lain oleh karena ASI (Air Susu Ibu) banyak di ganti oleh susu formula atau makanan pendamping ASI dengan jumlah dan cara yang tidak sesuai kebutuhan. Praktek pemberian ASI yang sehat mengurangi angka kematian, mortalitas, morbiditas serta meningkatkan kekebalan tubuh untuk pertumbuhan dan pengembangan balita yang optimal. Pada ibu menyusui dikaitkan dengan emosional yang ditingkatkan oleh bayi mengurangi resiko kanker payudara.WHO merekomendasikan bahwa bayi diberi ASI secara esklusif pada enam bulan pertama, diikuti dengan makanan pendamping ASI selama dua tahun atau lebih.Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI dengan status gizi bayi balita 6-23 bulan di Kelurahan Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta 2016.Metode Penelitian: Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Desain penelitian adalah Cross-sectional. Subyek penelitian adalah balita usia 6-23 bulan di Kelurahan Klitren yang berjumlah 92 balita menggunakan total sampling.Hasil: balita yang masih diberi ASI sebesar 77,3% mempunyai status gizi baik, balita yang mempunyai status gizi kurang sebesar 16%, balita yang mempunyai status gizi lebih sebesar 4% dan balita yang mempunya status gizi buruk sebesar 2,7%. 52,9% balita yang sudah tidak diberi ASI mempunyai status gizi baik, balita yang mempunya status gizi kurang sebesar 35,3%, dan balita yang mempunya status gizi lebih dan buruk sebesar 5,9%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI dengan status gizi balita usia 6-23 bulan (P < 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pemberian ASI dengan status gizi pada balita usia 6-23 Bulan di Kelurahan Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta 2016.Kata Kunci: pemberian ASI, status gizi balita.Mahasiswa Program D-IV Bidan Pendidik UNRIYODosen Poltekkes Kemenkes YogyakartaDosen Universitas Respati Yogyakarta
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PERUBAHAN ELEKTROLIT (Na, K, Cl) Maya Sapti Puspitosari, Hari Wujoso, Marthunus Judin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.559 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.28

Abstract

Latar Belakang : Cairan tubuh manusia sekitar 60% dari berat badan (BB) tubuh yang terdiri dari elektrolit dan non elektrolit. Resusitasi cairan pada pasien operasi harus dimonitoring dengan baik untuk menghindari terjadinya gangguan keseimbangan asam basa tubuh. Pemberian cairan pada pasien yang akan operasi, khususnya section caesaria (SC), sebelumnya jarang dilakukan pemeriksaan elektrolit, sehingga dapat menimbulkan gangguan keseimbangan elektrolit yang akan memperberat proses metabolik dan penyembuhannya. Monitoring elektrolit pasien yang menjalani operasi penting dilakukan. Hal ini erat kaitannya dengan pemberian cairan baik pre, peri, dan juga post operatif. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian cairan kristaloid dan koloid sebagai cairan pengganti pasien yang menjalani operasi.Tujuan: Menganalisis apakah ada perbedaan pengaruh antara kristaloid dan koloid terhadap perubahan elektrolit (Na, K, Cl) pasca operasi sectio caesaria.Metode Penelitian: Penelitian dilakukan di Instalasi Bedah Pusat RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dimulai pada bulan Juni sampai September 2015. jenis penelitian eksperimental berupa uji klinik dengan desain single blind pre and post test accidental control trial pada pasien yang menjalanai operasi sectio caesaria elektif dan emergensi sebagai subyek penelitian. Kelompok penelitian dibagi menjadi dua yaitu kelompok Kristaloid (K1), dan Koloid (K2),Hasil :Terdapat perbedaan yang signifikan kadar elektrolit (Na, K, dan Cl) sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yang diberi cairan ringerfundin dimana terjadi penurunan kadar Na = 2,0% , K = 12,1% , dan Cl = 3,2%. Ringerfundin dan tetraspan sama-sama dapat mencegah turunnya elektrolit pada pasien operasi (p>0,05). Pada kelompok ringerfundin terjadi penurunan/perubahan kadar elektrolit yang signifikan (p<0,05), sedangkan pada kelompok tetraspan kadar elektrolit tidak terjadi penurunan/perubahan signifikan (p>0,05) sehingga dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan pengaruh pemberian ringerfundin dan tetraspan terhadap perubahan kadar elektrolit.Kesimpulan: terdapat perbedaan pengaruh pemberian ringerfundin dan tetraspan terhadap perubahan kadar elektrolit dimana pemberian tetraspan sebagai cairan perioperatif dapat mempertahankan keseimbangan kadar elektrolit tubuh lebih baik daripada cairan ringerfundinKata kunci: Ringerfundin, Tetraspan, Kadar Elektrolit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERKAIT KUSTA TERHADAP PERLAKUAN DISKRIMINASI PADA PENDERITA KUSTA Sulidah Sulidah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.081 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.29

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang kusta terbesar didunia. Rantai penularan yang panjang dan berbelit merupakan faktor penyulit dalam program pengendalian kusta. Stigma negatif dan leprophobia menyebabkan penderita kusta seringkali menjadi sasaran perlakuan diskriminasi. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kusta menyebabkan sikap negatif masyarakat diduga menjadi pemicu perlakuan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang kusta, sikap masyarakat pada penderita kusta, dan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perlakuan diskriminasi pada panderita kusta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional dengan tingkat kepercayaan 95%. Populasi penelitian ini adalah masyarakat berusia 18-60 tahun yang dalam lingkungan tempat tinggalnya terdapat penderita kusta. Besar sampel 227 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang diadopsi dari Tosac (2006) dengan alpha Cronbach 0,81. Analisis keeratan hubungan antar variabel diuji menggunakan Mann-Whitney. Temuan penelitian ini telah mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang kusta masih rendah, sikap masyarakat negatif terhadap penderita kusta, dan kecenderungan perlakuan diskriminasi oleh masyarakat pada penderita kusta. Analisis hubungan antar variabel menghasilkan tingkat kemaknaan 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap masyarakat terkait kusta terhadap perlakuan diskriminasi pada penderita kusta.Kata kunci : pengetahuan, sikap, kusta, perlakuan diskriminasi.
STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM MOBIL SEHAT DALAM PENINGKATAN DERAJAD KESEHATAN MASYARAKAT Dwi Endah Kurniasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.032 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.24

Abstract

Program Mobil Sehat ini merupakan bentuk kepedulian PGN terhadap kesehatan masyarakat.. Pada akhir periode program, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk mengevaluasi efektivitas dan dampak program pembinaan yang dilakukan oleh tim Mobil Sehat PGN. Metode penelitian yang digunakan merupakan riset evaluasi kuantitatif dengan desain evaluasi ex-post (pre post design). Pengambilan data dilakukan dengan metode survey/cross-sectional menggunakan kuesioner kepada 40 orang responden di Desa Kangkung Kecamatan Bumi Waras Lampung. Proses pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2015.Hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat mengenai PHBS sudah cukup baik (32%) dan rumah tangga yang ber-PHBS meningkat 92,5% setelah dilakukan intervensi kegiatan. Perilaku mengelola sampah naik 100% dari sebelum intervensi. Angka kesakitan ISPA menurun 15% diare 5% dan DBD 10%. Kepuasan masyarakat terhadap layanan mobil sehat meningkat menjadi 100% dari periode program sebelumnya. Responden memiliki persepsi baik, mengenai citra layanan Mobil sehat PGN maupun Perusahaan. Manfaat program mobil sehat PGN dirasakan langsung oleh masyarakat disekitar operasi perusahaan, Hal tersebut didasari atas permintaan masyarakat untuk melanjutkan program dan memperluas wilayah implementasi.Kata kunci : Coorporate Social Responsibility, Mobil sehat PGN, Evaluasi Program

Page 1 of 1 | Total Record : 7