cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4 (2016)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INTRINSIK DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA Inayati Ceria
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.111 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.109

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia merupakan penyakit infeksi akut saluran pernafasan yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) dan  dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia 5 tahun. Menurut WHO (2008), penyebaran penyakit infeksi saluran pernafasan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, ketersediaan dan efektivitas pelayanan kesehatan , langkah pencegahan infeksi untuk mencegah penyebaran dan faktor pejamu.  Faktor risiko penting diketahui karena dapat dijadikan dasar dalam menentukan tindakan pencegahan dan penanggulangan kasus pneumonia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor risiko intrinsik dengan kejadian pneumonia pada anak balita.Subjek dan Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2015 di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan consecutive sampling sejumlah 105 responden (35 kasus,70 kontrol). Analisis data bivariat dengan uji kai kuadrat Hasil : Hasil uji kai kuadrat menunjukkan ada hubungan secara statistik antara faktor risiko Intrinsik dengan kejadian pneumonia anak balita antara lain status gizi (OR =5,58 CI 95%: 1,34-23,16 p = 0,010), pemberian ASI eksklusif (OR= 3,13 CI 95%: 1,08-9,10 p =0,031), dan BBL (OR = 8,90 CI 95% : 0,956-82,96 p = 0,041) dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Kesimpulan : Faktor risiko intrinsik berhubungan dengan kejadian pneumonia anak balita  Kata kunci : faktor intrinsik,, pneumonia, anak balita
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS WEDI KABUPATEN KLATEN JAWATENGAH TAHUN 2015 Rahayu Widaryanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.96 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.190

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif di negara berkembang berhasil menyelamatkan sekitar 1, 5 juta bayi pertahun. Atas dasar tersebut, WHO merekomendasikan untuk hanya memberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 4-6 bulan (Roesli, 2012). Secara nasional cakupan ASI eksklusif semakin meningkat pada tahun 2012 mencapai 48,62%, sedangkan untuk tahun 2013 menjadi 54,34 % sedangkan target pemerintah yaitu 80 %.Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Wedi kabupaten Klaten pada bulan Maret samapi dengan April 2015. Jumlah populasi di Puskesmas Wedi 735 dengan tehnik accidental sampling. Hasil : Penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Puskesmas Wedi 59.1% pendidikan P = 0.047 OR = 3.109, pekerjaan  P= 0.025 OR= 3.241, IMD p= 0.001 OR= 7.875, pengetahuan p= 0.001 OR=6.000, keterpaparan informasi p=0.001 OR=5.353 dan dukungan keluarga p=0.005 OR = 8.257. Analisis multivariat di Puskesmas Wedi diperoleh variabel yang dominan adalah pekerjaan p=0.026 OR=4.602Kesimpulan : Di Puskesmas Wedi variabel yang berhubungan yaitu pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pengetahuan, IMD, keterpaparan informasi dan dukungan keluarga. Variabel yang dominan di Puskesmas Wedi adalah pekerjaan Kata Kunci : eksklusif, ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, perilaku
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK KELAS I DI SD NEGERI POKOH 1 NGEMPLAK, SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA Hening Suci Ramadhani, Endang Lestiawati, Melania Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.587 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.63

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah sering mengalami kesulitan konsentrasi belajar. Menurut penelitian yang dilakukan American Pshcyatric Assosiation (APA) menyebutkan angka kejadian gangguan pemusatan pikiran dengan atau tanpa hiperaktifitas adalah 1-20% pada anak usia sekolah. Konsentrasi belajar anak dapat ditingkatkan melalui aktivitas olah raga, seni dan terapi bermain. Salah satunya dengan terapi bermain puzzle. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap konsentrasi belajar anak kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode Penelitia : Desain penelitian ini adalah quasy experiment pre and post test without control. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Instrument penelitian menggunakan Test Digit Span. Analisa data menggunakan Paired sample t-test. Hasil: Rata-rata konsentrasi belajar anak sebelum diberikan terapi bermain puzzle 23,42, dan rata-rata konsentrasi belajar anak sesudah diberikan terapi bermain puzzle 36,45. Hasil uji Paired Sample T Test diketahui nilai p-value = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap konsentrasi belajar anak kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman, D.I. Yogyakarta. Kata kunci : terapi bermain, puzzle, konsentrasi, anak usia sekolah.
ANALISIS PENGUKURAN SUHU TUBUH BAYI BALITA DENGAN BERBAGAI JENIS TERMOMETER Vivian Nanny Lia Dewi; Dechoni Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.998 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.93

Abstract

ANALISIS PENGUKURAN SUHU TUBUH BAYI BALITA DENGAN BERBAGAI JENIS TERMOMETER Vivian Nanny Lia Dewi1*, Dechoni Rachmawati1  1Stikes Jenderal A Yani Yogyakarta,Jl. Ring Road Barat Ambarketawang, Gamping Sleman, Yogyakarta, 55294, IndonesiaSurat Menyurat umivivian@gmail.comAbstractRasionale: Nearly 10 million children die annually before the age of 5 years. In general, mortality in infants and toddlers due to the five conditions that can be prevented and treated pneumonia, diarrhea, malaria, measles, and malnutrition. Child's responses to these different conditions, one of which is a fever, therefore, inspection and monitoring of temperature is one important indicator in assessing the health condition of the child's fever. Although the temperature probe is not painful, but in general, children showed reactions of anxiety and excessive stress at the time of the examination body temperature for a long time. However, there is still controversy regarding the most appropriate thermometer and the best place for temperature measurement as well as comfortable for the baby toddlersPurpose: To determine the sensitivity and specificity of the various types of thermometer in measuring fever in baby and toddlersMethod: Descriptive analytic research. Sample were infants and toddlers aged 0-5 years who have a fever of 25 people and normal temperature of 25 people. Accidental sampling technique. The experiment was conducted in July-September 2016 held at PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta Hospital. Data analysis using sensitivity and specificity test (area under curve)Result: Area under the curve of the most widely away is thermometer oral digital (0978), followed by axillary mercury thermometer for 5 minutes (0958), axillary mercury thermometer 3 minutes (0942), tympanic thermometer (0927), Digital axillary thermometer (0924), and forehead thermometer (0.900).Conclusion: The highest results of sensitivity and specificity is digital oral thermometer. Key words: Thermometer, temperature, baby-toddler
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KETEPATAN WAKTU MELAKUKAN IMUNISASI PADA BAYI DI BPS SRI MARTUTI, PIYUNGAN, BANTUL, YOGYAKARTA Afroh Fauziah, Sudarti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.71 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.41

Abstract

Latar Belakang:Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. AKB disebabkan karena rendahnya sistem kekebalan tubuh bayi sehingga mudah terserang penyakit yang dapat menyebabkan kematian.Solusi yang ada diantaranya dengan pemberian imunisasi pada bayi dan anak. Imunisasi dapat mencegah penyakit pada anak dan dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain. Perilaku pemberian imunisasi, pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting. Hasil studi pendahuluan di BPS Sri Martuti, dari 12 ibu ada 7 orang yang tingkat pengetahuannya rendah.Tujuan Penelitian :Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan ketepatan waktu ibu melakukan imunisasi pada bayi Di BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung ke BPS Sri Martuti Piyungan, Bantul, Yogyakarta untuk melakukan imunisasi pada bayinya.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi.Analisis data penelitian menggunakan analisis Chi Square.Hasil: Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi di BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul, Yogyakarta sebagian besar dalam kategori tinggi sebesar 46,7%. Ketepatan waktu ibu melakukan imunisasivpada bayidi BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul, Yogyakarta sebagian besar dalam kategori tepat waktu sebesar 63,3%. Hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai χ2 hitung sebesar 10,314 dengan p value sebesar 0,006.Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan ketepatan waktu ibu melakukan imunisasi pada bayi di BPS Sri Martuti, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Kata Kunci: tingkat pengetahuan, ketepatan, imunisasi1 Dosen Prodi D – III Kebidanan2 Dosen Prodi D – IV Bidan Pendidik

Page 1 of 1 | Total Record : 5