Claim Missing Document
Check
Articles

evaluasi pasca pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) pada kader posyandu terhadap peningkatan status gizi bayi dan balita widaryanti, rahayu; rahmuniyati, merita eka
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.279 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.273

Abstract

Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) di kota Yogyakarta dimulai pada tahun 2016 dan dilaksanakan 3 angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 12 kader posyandu. Salah satu kader yang telah dilatih PMBA oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta adalah kader Puskesmas Tegalrejo. Tujuan dari pelatihan PMBA ini adalah untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita. Setelah tiga tahun dilakukan pelatihan PMBA belum ada penurunan masalah gizi yang signifikan. Pada tahun 2019 masih terdapat 6,53% gizi kurang, 1,18 % balita mengalami status gizi kurus, dan 12,46 % balita mengalami stunting. Oleh sebab itu perlu diadakan evaluasi pasca pelatihan konseling PMBA bagi kader. Rancangan penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tehnik sampel yang digunakan adalah menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang telah mengikuti pelatihan PMBA sejumlah 6 orang. Informan triangulasi dalam penelitian ini adalah bagian gizi Puskesmas Tegalrejo dan seksi gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta ibu yang mempunyai balita. Pelatihan PMBA dilaksanakan selama 6 hari (24 Jam) dengan 12 peserta. Hasil monitoring kegiatan pelatihan belum dilaksanakan secara optimal, kader belum mengimplementasikan hasil PMBA secara maksimal dan masih banyak menemukan kendala. Kendala tersebut mempengaruhi keberhasilan penurunan masalah gizi dan balita di Kota Yogyakarta. 
HAMBATAN PROGRAM PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK Widaryanti, Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 30,8% hal ini masih tinggi jika dibandingkan dengan target WHO sebanyak 20%. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan stunting dengan program pelatihan PMBA bagi kader. Kader merupakan orang yang paling dekat dengan masyarakat sehingga di harapkan dapat langsung mengimplementasikan program PMBA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan program PMBA yang selama ini dialami oleh petugas pelaksana maupun kader PMBA. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif, tehnik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader yang telah mengikuti pelatihan PMBA yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota bekerjasama denga pihak Puskesmas. Informan triangulasi pada penelitian ini adalah seksi gizi Dinas Kesehatan, petugas gizi puskesmas dan ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil dan Pembahasan: Pelatihan PMBA bagi kader dilaksanakan selama 6 hari (24 jam) dengan jumlah peserta 12 kader. Program PMBA di wilayah Puskesmas Tegalrejo belum berjalan secara optimal karena berbagai hambatan seperti jumlah kader PMBA yang masih kurang serta persebaran yang belum merata, dana untuk melakukan pelatihan PMBA dan refresing materi masih terbatas, sarana dan prasarana untuk melakukan konseling kepada masyarakat masih kurang, belum tersedia formulir untuk mendokumentasikan hasil konseling kader PMBA kepada masyarakat serta belum adanya monitoring dan evaluasi secara berkala sehingga belum bisa mengukur keberhasilan program PMBA. Program PMBA masih banyak menemui hambatan sehingga tujuan untuk menurunkan permasalahan gizi juga belum optimal.Kata kunci: Hambatan, PMBA
PERSIAPAN LAKTASI PADA IBU HAMIL UNTUK MENCEGAH MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PMB ISTRI YULIANI SLEMAN Rahayu Widaryanti, Yana Luthfiyati,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja pada bayi tanpa tambahan makanan atau minumam apapun kecuali obat dan vitamin jika diperlukan, selama 6 bulan berturut-turut. Angka Pemberian ASI Eksklusif pada Riset kesehatan dasar tahun 2013 baru sebesar 38% rumah tangga yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. berdasarkan Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 cakupan ASI Eksklusif meningkat menjadi 55,4 % namun data dari Dinkes DIY tahun 2016 angka cakupan ASI Eksklusif sebesar 73,7%. Hal ini jauh dibawah target nasional sebesar 80%. Persiapan pemberian ASI sebaiknya mulai dilakukan saat ibu hamil secara fisik dengan cara memperhatikan nutrisi, istirahat cukup, serta mempersiapkan payudara dengan melakukan perawatan payudara. Persiapan secara psikologis dengan meyakini bahwa dirinya siap untuk menyusui, mampu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar dan petugas kesehatan. Praktik Mandiri Bidan (PMB) Istri Yuliani merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani Asuhan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. PBM ini memiliki kelas ibu hamil dengan jumlah anggota berkisar 10 orang. Dari hasil wawancara dengan 5 orang ibu hamil 3 diantaranya mengatakan bahwa belum paham tentang persiapan laktasi pada ibu hamil. Pemberian konseling Laktasi di PMB ini dilakukan setelah Ibu melahirkan bayinya (masa nifas/post partum). Penyuluhan dilaksanakan 2 kali Kegiatan Penyuluhan ASI Eksklusif dan IMD dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 13 Juli 2018. Sedangkan Perawatan Payudara pada Masa Kehamilan dan Teknik Menyusui yang benar dilaksanakan pada Kamis 9 Agustus 2018. Hasilnya di dapatkan p value sebesar 0,000 pada penyuluhan pertama maupun kedua, dimana hal ini berarti ada pengaruh pelaksanaan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil, dimana kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kelas ibu hamil.Kata kunci: persiapan; laktasi; mencegah; masalah; pemberian; ASI
PEMERIKSAAN TUMBUH KEMBANG DAN EDUKASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Melani Maranressy, Rahayu Widaryanti, Lenna Maydianasari,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pandemic COVID-19 layanan kesehatan ibu dan anak khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi terhambat. Status kesehatan yang tidak dipantau dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah baru pada ibu dan anak. Untuk itu pengabdi melakukan kegiatan pemeriksaan tumbuh kembang dan edukasi pemberian makan pada bayi dan anak. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan berupa partisipasi masyarakat yaitu pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan kuisoner pra skrining perkembangan dan pendidikan masyarakat tentang PMBA. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat 6 (75%) balita mempunyai pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dan 2 (25%) balita dengan hasil pemeriksaan yang meragukan sehingga perlu diulang 2 minggu kemudian. Kegiatan edukasi PMBA di ikuti oleh ibu hamil, menyusui serta ibu yang memiliki bayi dan balita. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat masih ada balita yang mengalami masalah gizi karena kurang nya pengetahuan tentang menu yang tepat untuk anak.
AFIRMASI POSITIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI IBU MENYUSUI Rahayu Widaryanti, Lestariningsih,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu di Indonesia masih kurang maksimal, berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 persentase tertinggi proses mulai menyusu pada anak umur 0-23 bulan pada 1- 6 jam adalah 44,5%, proses mulai menyusu pada satu jam pertama setelah lahir sebesar 58.95%. Permasalahan lanjut ibu menyusui adalah adanya syndrome ASI kurang yang mencapai 15.7%. Permasalahan ibu menyusui tersebut sebagaian besar muncul karena kurangnya kepercayaan diri pada ibu. Kepercayaan diri ibu menyusui dapat meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui yang memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi akan memiliki hasil menyusui yang lebih baik. Durasi menyusui eksklusif secara signifikan lebih tinggi pada ibu-ibu yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Salah satu penerapan Afirmasi positif dalam menurunkan masalah menyusui yaitu dengan memberikan sugesti untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada ibu menyusui dengan memberikan afirmasi positif. Peningkatan kepercayaan diri pada ibu menyusui ini diharapkan mampu mengatasi masalah yang dirasakan oleh ibu. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 25 Oktober 2020, di Kalya Hotel Yogyakarta. Diikuti oleh 20 ibu menyusui yang memiliki masalah menyusui, diantaranya sindroma ASI kurang, Puting susu lecet/nyeri saat menyusui dan ASI tidak keluar. Setelah dilakukan afirmasi positif pada ibu meyusui sebagian besar ibu merasa lebih rileks, semakin bahagia dan merasa payudara penuh.
PENERAPAN TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN DAN NYERI PADA AKSEPTOR KB IMPLANT Widaryanti, Rahayu; Riska, Herliana; Ratnaningsih, Ester; Yuliani, Istri
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 4, NO 1 (2021) : FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jpdb.v1i1.133

Abstract

Background: Long-term contraception is the most cost-effective type of modern contraception and to prevent unwanted pregnancies for 3-10 years, one of the methods of MKJP is implant birth control. In 2019, the coverage of long-term contraception acceptors was 23.1%, and the number of implant users was 4.7%. Many acceptors were less interested in implants because they were afraid of how to install them. Therefore, to reduce anxiety and pain, the servants tried to use complementary therapy such as the use of virtual reality, slow deep breathing, and lavender essential oil. Methods: This community service activity is included in a series of events commemorating World contraception day and contributes to the success of the 250,000 MKJP programs launched by BKKBN. The activity was carried out on 19 and 24 August 2020 at PMB Istri Yuliani and was attended by 28 implant acceptors. Results: The number of implant acceptors who participated in this activity was 28 mothers, with an average age at healthy reproductive age (85.7%), an average level of education for secondary education (85.7%), and having more than 1 child ( 64.3%) only 32.1% of the acceptors have never used family planning before, the rest have used various contraceptive methods. The use of effective complementary therapies can reduce anxiety levels in mothers by 9.50 points. Besides, the use of complementary therapies is also effective in reducing pain felt by implant acceptors. Conclusion: Complementary virtual reality therapy, slow deep breathing, and lavender essential oil can reduce the level of anxiety and pain in implant family planning acceptors.Keywords: anxiety, pain, implants, complementary therapy
Edukasi Mp ASI 4* Home Made Dengan Bahan Pangan Lokal Widaryanti, Rahayu
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 3, NO 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jpdb.v3i2.116

Abstract

The percentage of toddlers who are very short and short of age 0-59 months in Indonesia in 2018 is 11.5% and 19.3%. This condition increased from the previous year, namely the percentage of toddlers aged 0-59 months was very short at 9.8% and short toddlers at 19.8%. In the Special Region of Yogyakarta the incidence of stunting is also still quite high at 27.2%. In Sleman Regency the prevalence of nutritional status of toddlers was short and very short in 2017 an increase of 0.18% compared to 2016, from 11.81% to 11.99%. One of the factors causing Stunting in Sleman Regency is the lack of parental knowledge about giving the right complementary feeding, which causes toddlers to get less optimal nutrition. Identification of problems in depth such as difficulty in breastfeeding, reduced breastmilk syndrome, toddlers who are picky eater have not been done optimally and comprehensively. In addition, from the pre-test results conducted before educational activities, there were 56% of mothers under-five who did not understand the right complementary feeding for their children, most parents gave instant complementary feeding and bought complementary feedingin the market or baby porridge sales outlets. The activity was attended by 25 mothers who had children under the age of 24 months. To measure the success of this activity, pre-test and post-test were carried out. The result of devotion is that after participating in complementary feeding educational activities the level of knowledge of mothers about complementary feedinghas increased, before participating in the activity the number of mothers who have a high level of knowledge only 4% after participating in the activity increased to 44%. With increasing knowledge about complementary feedingit is expected that mothers can apply their knowledge in providing home made complementary feedingwith local materials that are in accordance with WHO and Unicef recommendations.Keywords: education, complementary feeding, home made
PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SELAMA PANDEMI COVID-19 Widaryanti, Rahayu; Muflih, Muflih; Hiswati, Marselina Endah
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 4, NO 2 (2021) : AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jpdb.v14i2.147

Abstract

Facing a pandemic situation, efforts are needed to control and prevent COVID-19. One of the prevention efforts that can be done is to increase community resilience, through improving individual health. The body's immune system can be maintained and improved, mainly through healthy living habits, including maintaining cleanliness, good nutrition, added with the use of health supplements and herbal ingredients or traditional medicines. This activity aims to increase public insight and knowledge about the use of herbal plants to increase body immunity during the COVID-19 pandemic. The method used is a persuasive approach through education or health education and direct practice of processing herbal ingredients. This community service involves 12 housewives and health cadres. The instruments used include pre-test and post-test sheets and checklist sheets. Then, it was analyzed by using frequency distribution for demographic data and graphs for pre-test and post-test scores. The results of community service showed that mothers who had good knowledge increased from 10% to 75%, while mothers who had low knowledge decreased from 35% to 5%.
PELAKSANAAN KELAS IBU PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Rahayu Widaryanti, Istri Yuliani,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 3, No 1 (2021): Strategi Mempertahankan Kualitas Penelitian dan Publikasi di Era Pandemi
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Word Health Organization (WHO), 2020 menyatakan bahwa COVID-19 sebagai pandemi dunia, dan pemerintah Indonesia menyatakan adanya keadaan darurat bencana wabah penyakit Virus Corona-19, serta menerapkan Pembatasan Nasional Berskala Besar, hal ini berdampak terhadap berhentinya berbagai upaya kegiatan dibidang kesehatan, yang menimbulkan kerumunan, salah satu kegiatan tersebut adalah kelas ibu. Melalui kelas ibu diharapkan pengetahuan ibu dan keluarga dapat meningkat sehingga dapat melahirkan dengan selamat, bayi lahir sehat, masa balita tumbuh kembang optimal, yang kemudian hari menjadi anak yang cerdas. Pelaksanaan kelas ibu harus berkorelasi dengan peningkatan pemahaman ibu tentang Buku KIA. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui Pelaksanaan Kelas Ibu pada masa Pandemi COVID-19 di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan pada Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tehnik pengambil sampel menggunakan purposive samping yang dilakukan pada bulan Maret– Oktober 2021 di Kota Yogyakarta dengan jumlah sampel 7 Puskesmas. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan FGD. Informan utama dalam penelitian ini adalah petugas penanggungjawab program kelas ibu hamil, dan informan triangulasi adalah kepala puskesmas dan peserta kelas ibu hamil. Kegiatan kelas ibu hamil setiap Puskesmas merencanakan 3-5 paket kegiatan dimana setiap paket terdapat 4 kali pertemuan, dengan menggunakan anggaran BOK, serta menggunakan fasilitas yang ada di Puskesmas. Pada tahun 2021 pelaksanaan kelas ibu hamil bervariatif, ada yang menerapkan metode online dan offline. Kendala dalam penerapan kelas ibu hamil secara online adalah kurangnya keterampilan ibu hamil dan fasilitator untuk menggunaka tehnologi, kendala secara off line adalah ketakutan ibu hamil terpapar covid-19 serta kesulitan penentuan jadwal pertemuan. Pelaksanaan kelas ibu hamil pada masa pandemi covid-19 kurag optimal dikarenakan jika dilaksanakan secara off line ibu hamil takut tertular covid-19, jika secara on line ibu hamil kurang trampil dalam menggunakan tehnologi.
Makanan Pendamping ASI Menurunkan Kejadian Stunting pada Balita Kabupaten Sleman Rahayu Widaryanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.35

Abstract

Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh MP ASI terhadap penurunan stunting. Rancangan pada penelitian ini menggunakan analitik observasional menggunakan desain case control dengan prosedur matching. Lokasi penelitian di Puskesmas Kalasan Sleman.Pengumpulan data dilakukan dengan kuisoner. Responden pada penelitian ini adalah 100 ibu yang memiliki balita dengan usia ≥6 – 60 bulan, 50 anak sebagai kasus dan 50 anak sebagai control. Penelitian menunjukan bayi yang mengalami stunting tidak mendapatkan MP ASI yang tepat sebanyak 70.76%. Hasil olah fakta menunjukkan p value 0.000 sehingga terbukti terdapat hubungan antara MP ASI terhadap kejadian stunting dan hasil analisis diperleh r 0.643 sehingga praktik pemberian MP ASI terhadap kejadian stunting mempunyai keeratan yang kuat. Praktik pemberian MP ASI yang tepat terbukti dapat menurunkan angka kejadian stunting di Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Co-Authors Agus Suharto, Agus Alviona Mustamu Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare Anggi Indri Wulandary Arifin, Hidayat Azizah, Shafira Nur Bernadeta Verawati Bernadetta Verawati Carolina Alya Casnuri Casnuri Dian Rhesa Rahmayanti Dian Rhesa Rahmayanti Eka Rahmuniyati, Merita Ester Ratnaningsih Febriana Febriana Fery Lusviana Widiany Fery Lusviana Widiany Fika Lilik Indrawati Fika Lilik Indrawati Fika Lilik Indrawati Fika Lilik Indrawati Florida Arliana Bora Fransiska Lanni Halmawati Halmawati Hayah Husnun Salsabillah Herliana Riska Herliana Riska Indrawati, Fika Lilik Istiqomah, Dedeh Istri Yuliani Istri Yuliani Istri Yuliani Khasana, Tri Mei Lenna Maydianasari Lenna Maydianasari Lenna Maydianasari Lestariningsih Lestariningsih Listia Dwi Febriati Lydia Cahyaningrum Marinda, Ima Marselina Endah Hiswati Martha Irene Kartasurya Martha Irene Kartasurya Maydianasari, Lenna Melani Maranressy Meti Patimah Metty Metty Metty, Metty Muflih Muflih Muflih Muflih Muflih, Muflih Natasya Gabryella Trisagita Natasya Gabryella Trisagita Natasya Gabryella Trisagita Norhaini Majid Nuke Devi Indrawati Palifiana, Dheska Arthyka Rahfiludin , Mohammad Zen rahmuniyati, merita eka Ratnaningsih, Ester Retnaningsih, Listyana Natalia Reynold Padagas Riska, Herliana Rizky Erwanto, Rizky Siti Fadlilah Sri Achadi Nugraheni Sri Sugiharti Sri Sugiharti Sugimoto, Hiroshi Tri Mei Khasana Trisagita, Natasya Gabryella Utami, Jacoba Nugrahaningtyas Wahjuning Vivien Lin Yoga Adhi Dana, Yoga Adhi Yuliani, Istri Yuliani, Istri