cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2019)" : 8 Documents clear
GAMBARAN IMT/U, ASUPAN ZAT BESI (FE), DAN INHIBITOR ZAT BESI (FE) DENGAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 SAWANGAN, DEPOK TAHUN 2018 Agrina Herliana Damanik; Sintha Fransiske Simanungkalit; Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.898 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.201

Abstract

Latar belakang : anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan besi yang digunakan untuk sintesis hemoglobin (Hb). Anemia defisiensi besi pada anak usia sekolah saat ini menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran IMT/U, asupan zat besi (Fe), dan inhibitor zat besi (Fe) dengan anemia remaja putrid di SMA Muhammadiyah 7 Sawangan Depok tahun 2018.Metode : jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain cross sectional. Dengan mengambil sampel menggunakan metode probability sampling dan didapatkan 42 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan instrument kuesioner, Semi Quantitative- Food Frequency Questionare (SQ-FFQ), pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan dan pemeriksaan Hb dengan menggunakan alat Easytouch GcHb.Hasil : hasil analisis data meliputi analisis univariat untuk distribusi frekuensi variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 18 responden (42.9%) yang menderita mengalami anemia, 32 responden (76.2%) IMT/U tidak normal, 39 responden (92.9%) kurang mengkonsumsi asupan zat besi, dan 30 responden (71.4%) sering mengkonsumsi inhibitor zat besi yang dikarenakan sering mengkonsumsi teh lebih dari 1 kali dalam seminggu.Kesimpulan: Sebagian besar responden tidak mengalami anemia, imt tidak normal, kurang mengkonsumsi asupan zat besi, dan konsumsi inhibitor zat besi yang sering  lebih dari 1 kali dalam seminggu.
HIGIENE SANITASI PEDAGANG DENGAN PERILAKU PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Hironimus B Kahlasi; Heni Febriani; Siti Uswatun Chasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.927 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.217

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kontaminasi makanan sampai saat ini masih sangat tinggi. Kontaminasi yang terjadi pada makanan dan minuman dapat menyebabkan makanan tersebut menjadi media bagi suatu penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi disebut penyakit bawaan makanan (food-borned diseases). Penyakit yang terjadi karena penyediaan makanan yang tidak higienis seperti diare, gastroenteritis, hepatitis dan keracunan makanan. Kontaminasi pada makanan dan minuman disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang prinsip-prinsip higiene sanitasi. Pengetahuan yang kurang ini menyebabkan pertimbangan hati atau sikap seorang pedagang ketika berjualan kurang baik. Hal ini menyebabkan perilaku ketika berjualan tidak memperhatikan kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik sangatlah diperlukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif untuk mengatasi masalah gizi dan berbagai kejadian penyakit.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang higiene sanitasi dengan perilaku pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan.Metode: Analitik observasional dengan pendekatan croos sectional dengan teknik random sampling, serta analisis spearman Rank.Hasil: Adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang higiene sanitasi dengan perilaku pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.Kesimpulan: Ada hubungan antara Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Higiene Sanitasi Pedangang Makanan Jajanan. Ada hubungan antara Pengetahuan Tentang Higiene Sanitasi Dengan Perilaku Pedangang Makanan Jajanan. Ada hubungan antara Sikap Tentang Higiene Sanitasi Dengan Perilaku Pedangang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
PENGARUH TERAPI YOGA “PRANAYAMA” DAN AROMATHERAPY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA 2019 Nova Maulana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.648 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.227

Abstract

Latar belakang : Proses menua mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi tubuh.  Manifestasi klinisnya adalah para lanjut usia akan menngalami nyeri pada lutut dan sendi lain jika berjalan, merupakan kelainan dari rheumatoid arthritis. Nyeri hampir tidak terpisahkan dari rheumatoid arthritis, dimana diketahui penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%) dan kasus penderita rheumatoid arthritis di Yogyakarta dan Semarang 5,4%-5,8%, hal ini berarti ketergantungan terhadap obat diusahakan seminimal mungkin. Cara-cara pengobatan non-farmakologi seperti Terapi Yoga “Pranayama” dan Aromatherapy dapat dipakai untuk menurunkan nyeri.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi yoga “pranayama” dan Aromatherapy terhadap penurunan tingkat nyeri theumatoid arthritis pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta.Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental, dengan pendekatan pretest-posttest, dengan 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Uji analisis penelitian ini adalah wilcoxon dengan menggunakan SPSS 16,0 for windows.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian terapi yoga “pranayama” terhadap penurunan tingkat nyeri theumatoid arthritis pada lansia di panti wredha budhi dharma yogyakarta, dimana nilai z uji wilcoxon sebesar -3.976 dengan nilai P value : 0.000 dimana p< 0.05 maka Ho ditolak.Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian terapi yoga “pranayama” dan Aromatherapy terhadap penurunan tingkat nyeri theumatoid arthritis pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGELOLAAN DIARE DENGAN KLASIFIKASI DIARE DI PUSKESMAS KASIHAN BANTUL Masta Hutasoit; Latifah Susilowati; Inke Ayomi Nur Hapzah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.013 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.252

Abstract

Latar Belakang: Kematian balita akibat diare sering dikaitkan sebagai akibat buruknya pengelolaan diare di rumah sehingga anak-anak mengalami kehilangan cairan. Anak-anak dengan diare yang tidak diobati dini dapat memiliki konsekuensi fatal termasuk menyebabkan kematian pada anak-anak. Seorang ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang baik dalam mengelola anak selama diare untuk mengurangi angka kematian dan morbiditas pada anak dengan diare. Karena kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan diare anak, karena banyak orang tua menganggap anak diare bukan penyakit tetapi sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang manajemen diare dan klasifikasi diare di Puskesmas Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas di Bantul Yogyakarta, dari Mei hingga Agustus 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita diare yang dirawat di Puskesmas di Bantul selama periode Januari dan Juni 2018 sebanyak 47 balita. (usia 1- 59 bulan). Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, mengumpulkan data tentang pengetahuan ibu tentang pengelolaan diare di rumah dengan metode kunjungan rumah. Data klasifikasi diare diambil dari data sekunder (data dari catatan medis). Analisis bivariat dilakukan dengan korelasi Gamma.Hasil: Pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare pada anak balita lebih banyak pada kategori pengetahuan baik sebanyak 57,4%. Klasifikasi diare pada anak-anak sebagian besar termasuk dalam kategori diare tanpa dehidrasi 72,3%. Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare dan klasifikasi diare pada anak di wilayah Puskesmas Kasihan 1 dengan nilai p = 0,029 (P <0,05).Kesimpulan: Ada hubungan statistik antara pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare dan klasifikasi diare pada anak di wilayah Puskesmas Kasihan 1 Bantul yang ditunjukkan oleh nilai p = 0,029 (P <0,05)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN AUDIO-VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA ANAK KELAS IV DI MI JAMILURRAHMAN BANTUL Afik Achsanti Saputri; Suryati Suryati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.192 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.231

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada anak sangat penting sehingga diperlukan pendidikan kesehatan yang baik. Pendidikan kesehatan dengan media audio-visual akan meningkatkan pengetahuan cuci tangan pakai sabun karena anak-anak dapat mendengar dan melihat secara langsung cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar. Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mencuci tangan pakai sabun hingga kini masih tergolong rendah, indikasinya dapat terlihat dengan tingginya prevalensi penyakit diare.Tujuan : tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan cuci tangan pakai sabun. Metode : Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan One-group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik total sampling berjumlah 44 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan CTPS siswi pada kategori cukup yaitu 27 responden (36,364%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan CTPS siswi meningkat menjadi kategori baik yaitu 44 responden (100%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai p = 0,000 ; p < 0,05.Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audio-visual terhadap pengetahuan CTPS pada anak kelas IV di MI Jamilurrahman Bantul.
GAMBARAN LAMA MASA PEMBERIAN ASI PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA Sary Rosidawati; Reni Merta Kusuma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.36 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.81

Abstract

Latar Belakang: Pertama, dukungan menyusui untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Pada 1000 hari pertama bayi baru lahir, otak tumbuh hampir 75%. Bayi di usia 0-12 bulan menjadi fase krusial untuk menentukan kondisi mereka di masa depan. Ruang lingkup menyusui di Indonesia adalah 42% dan dari tahun ke tahun semakin menurun. Menurut data oleh Dinkes Kota Yogyakarta, mereka menulis, cakupan menyusui secara eksklusif di Yogyakarta adalah yang terendah dari semuanya, yaitu di tingkat 12, 31% di 2014.Tujuan: Menentukan ruang lingkup pemberian ASI untuk bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Jumlah sampel acak adalah 52 sampel yang terdiri dari ibu dengan bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling dimana menggunakan kuesioner. Analisis data digunakan oleh univariat yang akan dijelaskan oleh tarif.Hasil: Dari 52 sampel, 28 sampel ditemukan sebagian besar ibu dengan bayi di usia 0-12 bulan memberikan ASI ≥ 6 bulan atau (52,8%). 21 sampel (40,4%) diidentifikasi oleh ibu pada usia 20-35 tahun dengan latar belakang pendidikan menengah, 22 sampel (42,3%) diidentifikasi oleh ibu pengangguran, 15 sampel (28,8%) adalah diidentifikasi oleh ibu cacat.Kesimpulan: Lama menyusui di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta dari 52 sampel untuk bayi usia ≥ 6 bulan adalah 28 sampel (52,8%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RW 9 KELURAHAN SOROSUTAN KECAMATAN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA Ima Rigina Dosantos N; Lala Budi Fitriana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.105 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.215

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita DBD di Kota Jogyakarta pada tahun 2014 sebanyak 418 orang, 3 orang diantaranya meninggal (CFR 0,72%) (Dinkes Jogja, 2015). Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan keluarga dengan perilaku keluarga tentang pencegahan DBD maka itu diperlukan pengetahaun tentang pencegahn DBD karena pengetahuan dapat mempengaruhi terbentuknya perilaku seseorang, dan berkaitan langsung dengan sakit, penyakit dan sistem pelayanan kesehatan.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan DBD  pada masyarakat di RW 9 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.Metode : Jenis penelitian adalah analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling dengan menggunakan metode Simple Radom Sanpling dengan jumlah sampel sebanyak 79 orang. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan Chi-Square.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga tentang pencegahan DBD dengan perilaku keluarga tentang pencegahan DBD dengan p-value 0,004 < 0,05.Kesimpulan:  Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang tentang pencegahan DBD adalah baik yaitu sebanyak 42 orang (53,2%), dan perilaku keluarga tentang pencegahan DBD adalah baik yaitu sebanyak47 orang (59,5%).
IDENTIFIKASI KELENGKAPAN REKAM MEDIS PASIEN HYPERPLASIA OF PROSTATE DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Nugraheni Dian Pratiwi; Ahmad Ahid Mudayana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.161 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.204

Abstract

Latar Belakang : di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul masih sering ditemukan kekurangan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis.Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kelengkapan dokumen pengisian dan menghitung jumlah kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap pasien kasus hyperplasia of prostate pada tahun 2017 di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.Metode : Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subyek dalam penelitian ini adalah 1 orang dokter spesialis urologi, 2 orang petugas rekam medis dan 1 orang kepala bagian rekam medis. Obyek penelitian ini yaitu berkas rekam medis pasien hyperplasia of prostate yang berjumlah 263 berkas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara.Hasil : Rekapitulasi kelengkapan pada identitas pasien untuk nomor rekam medis sebesar 100% dan nama pasien sebesar 100%. Pada laporan penting kelengkapan paling tinggi pada item tanggal masuk dan tanggal keluar sebesar 100% dan paling rendah pada item saran sebesar 2,29%. Pada autentifikasi kelengkapan pada nama dokter/perawat sebesar 97,71% dan tanda tangan sebesar 100%. Review pencatatan penting dan pendokumentasian yang benar sebesar 98,86%, nilai ketidaklengkapan DMR sebesar 93,91% dan nilai ketidaklengkapan IMR sebesar 98,47%.Kesimpulan : Faktor-faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis adalah karena keterbatasan waktu dan ketidakdisiplinan petugas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8