cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
SUBORDINASI DAN KOMODIFIKASI KULTURAT DALAM BEBERAPA SAJAK Suyono Suyatna
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.872 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.28

Abstract

Pembacaan terhadap sejumlah sajak dengan perspektif poskolonial memperlihatkan bahwa secara kultural kita belum sepenuhnya mencapai masyarakat yang madani dan merdeka. Arus modernisasi dan globalisasi yang menerpa negeri ini, melahirkan subordinasi dan komodifikasi kultural. Dengan demikian, kita belum menjadi subjek yang sepenuhnya merdeka.Modernity and globalization stream in this country, besides giving benefit, also causing cultural "colonized", factually in cultural subordination and co-modification. Reading on poets using postcolonial perspective had showed that modernity and globalization emerged new "colonized" in cultural colonization form. lt was assumed that literature was a mirror of society, so that reading on poets using postcolonial perspectiae, hopefully, reminds us that nowadays there is a global power (economy, politic and culture) that cover and ready to "prey" us.
WACANA NOVEL DALAM BAHASA JAWA: KAJIAN POLA-POLA SUPERSTRUKTUR Edi setiyanto
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1917.901 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.24

Abstract

Kajian ini bertujuan merumuskan pola-pola superstruktur novel dalam bahasa Jawa. Kajian ini dipandang perlu untuk (1) inventarisasi pola-pola superstruktur novel Jawa dan (2) dasar perumusan keunikan pola sebagai cermin kespesifikan pola pikir masyarakat Jawa. Kajian ini menggunakan teori struktural. Novel dipahami sebagai wacana yang tersusun dari dua unsur, yaitu (1) pesan atau isi yang berupa rangkaian peristiwa dan (2) hal ada (existent), yaitu fakta-fakta di luar peristiwa (karakter dan latar). Sebagai struktur, novel terorganisasi secara linear (mikro dan makrostruktur) serta hierarkis (superstruktur). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Analisis memanfaatkan kaidah makro yang berupa pelesapan, perampatan, dan pengonstruksian. Data kajian berupa enam novel dalam bahasa Jawa yang terbit dalam kurun waktu 19552008. Berdasarkan data, diperoleh tiga pola superstruktur, yaitu (1) alur tunggal lurus, (2) alur tunggal bolak-balik, dan (3) alur ganda bolak-balik.This study is meant to formulate the pattern of superstructure in the Javanese novels. This study is considerably required for in order to (1) make an inventory of the pattern of superstructure in the Javanese novels and (2) outline an underlying formula of the Javanese novels distinctive patterns as the mirror of specificity of the Javaneses ways of thinking. This study applies structural theory. ln this case, the novel is viewed as discourse that consists of two elements, i.e. (1) the message or content in the series of events and (2) the existent, i.e. the facts outside the events (the characters and settings). As for the structure, novel is arranged in linear (micro- and macrostructure) and hierarchical (superstructure) organizations. This is a qualitative descriptive rcsearch. The analysis utilizes "macro rules" as in the forms of ellipsis, generalization and construction. As for the data, this research employs six Javanese novels that appeared in the ranges of time 1955-2008. The data shows three patterns of superstructures, i.e. (1) straight singleplot, (2) back and forth single-plot, and (3) back and forth dauble-plot.
KAJIAN BUNYI VOKAL BAHASA JAWA DALAM LINGKUNGAN MULTIETNIS: STUDY KASUS DI YOGYAKARTA Widada Hs
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.416 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.29

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada pembahasan mengenai fonologi bahasa Jawa lingkungan multietnis (BJLM), khususnya kajian bunyi vokal. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasar analisis linguistik struktural. Adapun data penelitian ini berupa tuturan BJLM dengan ragam ngoko. Alat penelitiannya adalah berupa daftar kata untuk mendapatkan data struktur fonologi BJLM. Cara pengumpulan data dengan menggunakan berbagai teknik, seperti teknik kerja sama dengan informan, teknik kuesioner, dan teknik rekam. Cara menganalisis data dengan menerapkan metode distribusional dengan berbagai tekniknya. Hasil analisis yang diperoleh tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bunyi-bunyi vokal yang terdapat dalam bahasa Jawa yang dituturkan oleh berbagai etnis yang tinggal di Yogyakarta.This research focuses on the discussion of the Javanese phonology in a multiethnic environment (BILM), particularly to study the vowel sounds. This research applies analysis of structural theory as the framwork theory. As for the data, this research uses BJLM's ngoko speech" The instrument for this research is word lists through which the BJLMs phonological structures are found. The method of data collection uses several techniques, such as the techniques of cooperation with the informants, questionnaires, and recordings. The data are then analyzed by using distibutional method with its variants. The result is expected to give details of description about the vowel sounds in the Javanese language as spoken by the multiethnic people in Yogyakarta.
RAPSODI MAHOGANI DALAM PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA SERUMPUN Puji Santosa
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.277 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.25

Abstract

Makalah ini membahas novel Rapsodi Mahogani karya Rosli Abidin Yahya dalam pemahaman lintas-budaya, yaitu pemahaman budaya pembaca yang berasal dari Jawa (Indonesia) untuk memahami budaya Melayu (Brunei Darussalam) yang tercermin dalam novel Rapsodi Mahogani. Lintas-budaya dipahami sebagai sebuah pertemuan antara dua atau lebih budaya yang berlangsung dengan cepat. Pertemuan dua budaya dapat menyebabkan gagap budaya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman konvensi bahasa dan konvensi budaya dari novel yang dibaca. Novel Rapsodi Mahogani ditinjau dari segi konvensi bahasa terdapat banyak kosa kata Melayu yang dianggap arkais dan untuk memahami maknanya perlu membuka kamus. Ditinjau dari segi konvensi budaya, novel Rapsodi Mahogani tidak mencerminkan kekhasan budaya Melayu yang saleh mengerjakan agama Islam dengan baik. Bahkan, dalam novel ini terasa jauh mengimpor budaya Barat, terutama Yunani dan Inggris. Sebagai hasil dari pertemuan budaya Barat, yang identik dengan budaya modern, dengan budaya Timur, yang masih irasional dan alami, perdaban budaya adat atau budaya lokal setempat menjadi musnah atau hancur.This paper discussed about Rapsodi Mahogani, a novel by Rosri Abidin Yahya in intercultural understanding of reading habit understanding of readers from Java (lndonesia) to understand Malay culture (Brunei Darussalam) as reflected in the "Rapsodi Mahogani". The intercultural was understood as a fast meeting point of one or more culture. The two meeting culture could make cultural distortion understanding. lt was caused by the lack of language and cultural convention understanding from the novel read. The "Rapsodi Mahogani" when was reviewed from language convention showed many Malay archaic vocabulary. To understand those vocabularies meaning, then, it was needed dictionary. Reviewed from cultural convention, the "Rapsodi Mahogani" did not reflect specific Malay culture that was identical with obeying in Islam religious service. The novel, even, seemed importing Western culture, particularly Greek and England. As result of Western culture meeting which was identical with modernity and Eastern culture which was still irrational and natural, traditional cultural civilization or local culture became eliminated or ruined.
POTRET BAHASA KORAN-KORAN LOKAL DI YOGYAKARTA: ARAH TRANSFORMASI YANG DITAWARKAN, DAN IMPLIKASINYA P Ari Subagyo
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.87 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.26

Abstract

Di Yogyakarta ada delapan koran lokal, yaitu Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Harian Jogja, Radar Jogja, Meteor Jogja, Kompas Yogyakarta, Koran Merapi, dan Express Jogja. Bahasa dalam delapan koran lokal itu (tengah) bertransformasi (berubah) menuju pada sosok bahasa berdaya ungkap nasional (Indonesia), sedangkan daya ungkap lokal digeser oleh daya ungkap global. Jadi, bahasa Indonesia dan bahasa asing (khususnya bahasa Inggris) semakin banyak digunakan, tetapi bahasa Jawa justru semakin ditinggalkan. Arah transformasi itu perlu disadari, dikritisi, dan diluruskan sebab koran-koran lokal seyogianya secara sadar mengambil peran dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Peran itu dapat dilakukan dengan menggunakan (kembali) unsur-unsur bahasa Jawa, terutama kata-kata afektif, idiom, dan ungkapan-ungkapan yang memuat kearifan lokal, di samping dengan rubrikasi. Wacana dalam koran-koran lokal di Yogyakarta dapat dijadikan bahan ajar mata pelajaran/kuliah Bahasa Indonesia. Namun, para guru/dosen Bahasa Indonesia harus selektif dan seyogianya memiliki pengetahuan yang cukup tentang ragam jurnalistik serta sejarah dan dinamika penggunaan bahasa dalam persuratkabaran di Indonesia.Yogyakarta produces eight local newspapers, i.e. Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Harian Jogja, Radar Jogja, Meteor Jogja, Kompas Yogyakarta, Koran Merapi, and Express Jogja. The language use of those local nawspapers (are now) undergo(-ing) a transfomation (to be changing) into the frame of language with national expressing ability (National Language) on the one hand, and language with local expressing ability which are now being replaced by a language with global expression, on the other hand. Thus, while lndonesian and foreign (particularly English) languages are more intensively used, the local (Javanese) are to be true, more abandoned. This course of transformation, however, is necessary to be aware to, to criticize, and to correct in the consideration that the local newspapers should consciously have participated in the preservation and development of local cultures. These roles can be achieved by (re-)using the elements of Javanese language, especially those affective words, idioms, and any other kinds of expressions of local genius contents, along with any rubricating effort. The discourse of the local newspapers in Yogyakarta can be implemented for Indonesian language program as the school curriculum. Even more, the lecturers/teachers ought to be selective and had better been knowledgeable in journalism and the history and dynamics of language usages in the world of lndonesian newspapers.
ALAM PEDESAAN DALAM NOVEL-NOVEL AHMAD TOHARI: METONIMI KEJADIAN DAN METAFORA KEADAAN PIKIRAN DAN PERASAAN TOKOH Mugijatna Mugijatna
Widyaparwa Vol 39, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.554 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i1.27

Abstract

Novel-novel Ahmad Tohari didominasi oleh latar alam pedesaan Banyumas. Tulisan ini mengkaji masalah fungsi latar alam pedesaan dalam novel-novel Ahmad Tohari tersebut. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode semiotika struktural Saussurean, mengacu pada teori hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Sumber data berupa novel-novel Ahmad Tohari yang dipilih secara purposive, berdasar pada kekayaan latar tempat yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel tersebut. Data berupa kata-kata, frasa, atau paragraf yang diambil dari novel-novel yang dipilih. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan langkah-langkah: pengambilan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan kembali lagi ke pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa latar yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel Ahmad Tohari, di samping berfungsi sebagai latar kejadian, juga berfungsi sebagai metafora bagi keadaan pikiran dan perasaan tokoh-tokohnya. Di samping itu, deskripsi latar yang berupa alam pedesaan dalam novel-novel tersebut menyajikan keindahan yang memberi kenikmatan kepada pembaca.Novels by Ahmad Tohari were dominated by village settings of Banyumas. This paper analyzed nature of villages function in the novel by AhmadTohari. The research was performed using Saussurean semiotic structural method that referred to theory of syntaxes and paradigms relationship. Data source were novels by Ahmad Tohari and were chosen purposively based on richness setting of village nature in those novels. The data in words, phrases or paragraph were taken from the novels. Analysis was performed descriptively in steps: collecting data, reducing data, perfoming data, taking conclusion, and getting back to collecting data. The result showed that the setting of village nature in those novels, besides functioned as occurrence setting also functioned as metaphor for way of thinking condition and feeling of the characters. The setting of place also showed beauty villages to entertain readers.

Page 1 of 1 | Total Record : 6