cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 47, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
KALIMAT TIDAK BERKLAUSA DALAM BAHASA INDONESIA I. Praptomo Baryadi
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.449 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.291

Abstract

This article discusses sentences without clauses in Indonesian. The discussion includes the type of intent, the type of speech act, level of politeness, and its function in verbal communication. The method used is the observation method for data collection, pragmatic identity methods for data analysis, and formal and informal methods for presenting the results of data analysis.The findings of this study are as follows. First, there are at least fifteen purposes contained in sentences without clauses, namely ‘praising’, ‘congratulating’or‘compassing’, ‘thanking’, ‘apologizing’, ‘forgiving’, ‘delivering greetings’, ‘greeting’ or’calling’, ‘approving’, ‘squealing’, ‘conveying information’, ‘giving confirmation’, ‘refusing’, ‘commanding’, ‘cursing’, and ‘threatening’.. Second, sentences without clauses in Indonesian can be grouped into four types of speech acts, namely (i) convivial speech acts consisting of ‘praising’,’congratulating’ or ‘compassing’, ‘thanking’, ‘apologizing’, ‘forgiving’; (ii) collaborative speech acts include sentences that intend to ‘delivering greetings’, ‘greeting’ or ‘calling’, ‘approving’, ‘squealing’ ; (iii) competitive speech acts covers sentences that intend to ‘conveying information’ and ‘giving confirmation’; (iv) conflictive speech acts including sentences that mean ‘refusing’, ‘commanding’ , ‘cursing’, and ‘threatening’. Third, the level of politeness of sentences without clauses in the Indonesian,  from the highest to the lowest is from sentences that include convivial speech acts, collaborative speech acts, competitive speech acts, and conflictive speech acts. Fourth, in verbal communication, the function of sentences without clauses in Indonesian is ideational, interpersonal, textual.Artikel ini membahas kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia. Pembahasannya mencakup jenis maksud, jenis tindak tutur, tingkat kesopanan, dan fungsinya dalam komunikasi verbal. Metode yang digunakan adalah metode simak dalam pengumpulan data, metode padan pragmatis dalam analisis data, dan metode formal serta informal dalam penyajian hasil analisis data. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ada sekurang-kurangnya lima belas jenis maksud yang dikandung dalam kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia, yaitu ‘memuji’, ‘mengucapkan selamat’ atau ‘bela rasa’, ‘berterima kasih’, ‘meminta maaf’, ‘memaafkan’, ‘menyampaikan salam’, ‘menyapa’ atau ‘memanggil’,  ‘menyetuju’, ‘memekikkan’, ‘menyampaikan informasi’, ‘menyampaikan konfirmasi’,  ‘menolak’, ‘memerintah’, ‘memaki’, dan ‘mengancam’.  Kedua, kalimat tanpa klausa dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis tindak tutur, yaitu (i) tindak tutur konvivial meliputi kalimat yang bermaksud 'memuji', 'mengucapkan selamat' atau ‘bela rasa’, 'berterima kasih', 'meminta maaf', dan 'memaafkan'; (ii) tindak tutur kolaboratif mencakup kalimat yang bermaksud 'menyampaikan salam', 'menyapa' atau 'memanggil', 'menyetujui’, dan ‘memekikkan'; (iii) tindak tutur kompetitif terdiri atas kalimat yang bermaksud 'menyampaikan informasi' dan 'menyampaikan konfirmasi'; (iv) tindak tutur konfliktif meliputi kalimat yang bermaksud 'menolak', 'menyuruh', 'memaki', dan 'mengancam'. Ketiga, tingkat kesopanan kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia,  dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah adalah dari kalimat yang termasuk tindak tutur konvivial, tindak tutur kolaboratif, tindak tutur kompetitif, sampai tindak tutur konfliktif. Keempat, dalam komunikasi verbal kalimat tidak berklausa dalam bahasa Indonesia memiliki fungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Larissa Amadea Pudyastuti; Zamzani Zamzani
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.264 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.316

Abstract

This study aims to describe (1) the type of conversational implicature, (2) the function of conversational implicature,  and (3) the reasons of using conversational implicatures, in  Indonesian Learning. The data source of the research are Indonesian teachers’ utterances and the data are conversational implicatures in process of learning Indonesian and equipped with context. Data obtained by recording and observation techniques. The method used in this study is a quailtative descriptive method. The results of the study show (1) the types of conversational implicatures used by teachers are generalized conversation implicatures and particularized conversation implicatures. The use of generali-zed and particularized conversational implicatures describes natural and humanistic communication between teachers and students in a vibrant and dynamic atmosphere. (2) Conversational implicature functions is assertive, expressive, directive, and commissive. (3) The reason of  using conversational implicatures is to makes utterance soft so the hearer not be offended and to give indirectness command.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis implikatur percakapan, (2) mendeskripsikan fungsi tuturan berimplikatur percakapan, dan (3) mendeskripsikan alasan penggunaan implikatur per-cakapan khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini ialah tuturan guru bahasa Indonesia, sedangkan data dalam penelitian ini berupa implikatur percakapan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan konteks. Data diperoleh dengan teknik rekam dan observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil pe-neli­tian ini menunjukkan bahwa (1) jenis implikatur percakapan yang digunakan oleh guru adalah im­plikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Penggunaan implikatur percakapan umum dan khusus menggambarkan komunikasi yang natural dan humanis antara guru dengan siswa dalam suasana yang hidup dan dinamis. (2) Fungsi tuturan berimplikatur percakapan berupa fungsi asertif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi komisif. (3) Alasan digunakannya implikatur perca-kapan ialah untuk memperhalus ucapan agar siswa tidak tersinggung dan untuk memberikan perintah tidak langsung

Page 2 of 2 | Total Record : 12