cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Gamma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2013): Maret" : 7 Documents clear
PENINGKATAN PRODUKSI DAN MUTU BENIH KEDELAI VARIETAS HITAM UNGGUL NASIONAL SEBAGAI FUNGSI JARAK TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK P. Rasyid, Harun
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.889 KB)

Abstract

Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Kedelai Varietas Hitam Unggul Nasional Sebagai Fungsi Jarak Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk P.Improved Seed Production and Quality of Soybean Varieties Black National Excellence In Distance Function Planting Fertilizer Dosage and Administration P.Harun RasyidJurusan Agroteknologi, Fakultas Peternakan PertanianUniversitas Muhammadiyah MalangEmail : rasyidharun30@yahoo.co.idABSTRACTSoybeans grown in Indonesia generally is yellow-skinned varieties, while the black soybeans received less attention. In fact, black soybean varieties are superior to yellow varieties, both in terms of nutritional content. The results showed that (1) Plant height at harvest, seed weight per plant, number of branches, number of fertile nodes is determined jointly by the varieties, plant spacing and fertilizer P. (2) The weight of seeds per hectare, seed weight per hectare, the index , harvesting and crop seed yield percentage is determined jointly by the varieties with spacing. (3) Varieties Detam-1 with a spacing of 40 x 15 cm have the best seed production, ie 2430.94 kg / ha (2.4 tons / ha) . WhileCikurai varieties with a spacing of 40 x 30 cm has the lowest production. (4) The surface area of the seed seed, water absorbency seed, soybean seed coat thickness is determined jointly by the spacing of the fertilizer P. (5) The content of phosphorus is determined jointly by the varieties, plant spacing and fertilizer P. The glucose content determined shared between varieties and fertilizer P. (6) the fat content of each seed is determined by the variety and fertilizer P. the protein content is determined jointly by the varieties of seeds, plant spacing and fertilizer P. (7) variety Detam-1 with spacing of 40 x 30 cm and fertilizer P 162 kg / ha P2O5 has the best protein content compared with other combinations. (8) varieties Detam-1 has a production and seed quality is best, while Cikurai varieties have a low quality of seed production compared other varieties. (9) Improved plant spacing and fertilizer P will increase the production and quality of soybean seed.Keywords: Black soybean varieties, spacing, fertilizer P dosege, quality seeds Black Soybean VarietiesABSTRAKKedelai yang dibudidayakan di Indonesia umumnya adalah varietas berkulit kuning, sementara kedelai berkulit hitam kurang mendapat perhatian. Padahal, kedelai varietas hitam lebih unggul dibandingkan varietas kuning, baik dari sisi kandungan nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tinggi tanaman saat panen, berat biji per tanaman , jumlah cabang, jumlah buku subur ditentukan bersama oleh varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P. (2) Berat biji per hektar , berat benih per hektar,indeks, umur panen dan  persentase rendemen benih  panen ditentukan bersama oleh varietas dengan jarak tanam . (3) Varietas Detam-1 dengan jarak tanam 40 x 15 cm memiliki produksi benih yang terbaik, yaitu 2430,94 kg/ha (2,4 ton/ha).Sedangkan varietas Cikurai dengan jarak tanam 40 x 30 cm  memiliki   produksi  terendah. (4) Luas permukaan benih benih, Daya serap air benih, tebal kulit benih kedelai ditentukan bersama oleh jarak tanam dengan dosis pupuk P. (5) Kandungan senyawa fosfor  ditentukan bersama oleh varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P. Sedangkan kandungan glukosa ditentukan bersama antara varietas dan dosis pupuk P.(6) Kandungan lemak benih masing-masing  ditentukan oleh varietas dan dosis pupuk P.  Sedangkan kandungan protein benih ditentukan bersama oleh  varietas, jarak tanam, dan dosis pupuk P.(7) Varietas Detam-1 dengan jarak tanam 40 x 30 cm dan dosis pupuk P 162 kg/ha P2O5 memiliki kandungan protein terbaik dibandingkan dengan kombinasi yang lain.(8) Varietas Detam-1 memiliki produksi dan mutu benih yang terbaik,  Sedangkan varietas Cikurai memiliki produksi mutu benih yang rendah dibandingkan varietas lain.(9) Peningkatan jarak tanam dan dosis pupuk P akan meningkatkan produksi dan mutu benih kedelai.Kata Kunci : Varietas kedelai Hitam, Jarak tanam, Dosis pupuk P, Mutu benih Kedelai Varietas Hitam
PROFITABILITAS DAN RENTABILITAS KEMITRAAN AYAM PEDAGING KANDANG TERBUKA DAN TERTUTUP ., Sutawi
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.373 KB)

Abstract

Profitabilitas dan Rentabilitas Kemitraan Ayam Pedaging Kandang Terbuka Dan TertutupProfitability Profitability and Partnership Broiler Cage Open And ClosedSutawiJurusan Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan UMMsutawi@umm.ac.idABSTRACTChicken meat is the biggest contributor to the supply of meat in the country that is equal to 47.66%. The amount of contribution is supported by the pattern of chicken meat production is carried out by a partnership, either with open or closed enclosure models. This research was conducted with the purpose of: (1) analyze the profitability partnership broiler cage open and closed in Malang, and (2) analyze the profitability partnership broiler cage open and closed in Malang. The experiment was conducted with survey methods in Malang with samples of broiler breeder cages open and closed, respectively 11 breeder. Data investments, costs and revenues are used to analyze the level of profitability and the profitability on the farm. The study concluded that: (1) Operating open cage broiler farms generate a profit of Rp 6,687,726.00 / period (USD 1034.00 / tail harvest), is lower than the profit breeders sealed enclosure Rp 15,963,334.00 / period (USD 1515.00 / tail harvest), and (2) the economic profitability of production for the year amounted to 37.58% in open cages and 30.98% in a sealed enclosure. Value greater profitability than bank lending indicates that both broiler chicken farm cage open and closed very feasible if financed by bank loans.Keywords: profitability, open enclosure, sealed enclosureABSTRAKDaging ayam merupakan penyumbang terbesar untuk pasokan daging di dalam negeri yaitu sebesar 47,66%. Jumlah kontribusi didukung oleh pola produksi daging ayam dilakukan dengan kemitraan, baik dengan model kandang terbuka atau tertutup. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) menganalisis kemitraan profitabilitas broiler kandang terbuka dan tertutup di Malang, dan (2) menganalisis kemitraan profitabilitas broiler kandang terbuka dan tertutup di Malang. Penelitian dilakukan dengan metode survei di Malang dengan sampel kandang broiler terbuka dan tertutup, masing-masing 11 peternak. Investasi data, biaya dan pendapatan yang digunakan untuk menganalisis tingkat profitabilitas dan profitabilitas di peternakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Operasi peternakan broiler kandang terbuka menghasilkan keuntungan sebesar Rp 6,687,726.00 / periode (USD 1.034,00 / ekor panen), lebih rendah dari laba peternak kandang Rp 15,963,334.00 / periode (USD 1.515,00 / ekor panen), dan (2) profitabilitas ekonomi produksi  pertahun sebesar 37,58% di kandang terbuka dan 30,98% di kandang tertutup. Nilai profitabilitas yang lebih besar dari pinjaman bank menunjukkan bahwa kedua peternak ayam broiler farm kandang terbuka dan tertutup sangat layak jika dibiayai oleh pinjaman bank.Kata kunci:profitabilitas, kandang terbuka, kandang disegel
KARAKTERISASI TEPUNG DARI KULIT, DAGING BUAH DAN BUAH PISANG KEPOK (MUSA SP.) ., Damat
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.199 KB)

Abstract

Karakterisasi Tepung Dari Kulit, Daging Buah dan Buah Pisang Kepok (Musa Sp.)Characterization of Wheat From Skin, Flesh Fruits and Kepok Fruit Banana (Musa Sp.)DamatJurusan Ilmu dan Teknologi PanganFakultas Pertanian-Peternakan, UNMUH MalangEmail: damatumm@yahoo.co.id.ABSTRACTThe prevalence of colon cancer in Indonesia tended to increase. This disease can be prevented with consume foods that contain dietary fiber. Dietary fiber can not be hydrolyzed by human digestive enzymes, so that will be up in the colon and become substrates for lactic acid bacteria and produce short chain fatty acids (SCFA), especially butyric acid which is known to be quite effective to suppress colon cancer. One source of dietary fiber is banana. The aim of this studied were to obtain the characteristics of banana flour banana. This research was conducted using factorial randomized block design with 2 factors. The first factor, type of material, and the second factor types of solutions soaking. Parameter analysis includes analysis of microscopy, the brightness and color of flour, proximate analysis, and analysis of amilografi. Results of research known that properties amilografi, microscopy, and color of a banana skin is different with flour from banana. Flour banana from the fruit by soaking in a solution of meta bisulfite have higher levels of brightness when compared to other types of flour.Keyword : banana flour, dietary fiber, amilografiABSTRACTPrevalensi kanker usus besar di Indonesia cenderung meningkat. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat makanan. Serat pangan tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan manusia, sehingga akan sampai di usus besar dan menjadi substrat untuk bakteri asam laktat dan menghasilkan asam lemak rantai pendek, Short-Chain Fatty Acid (SCFA), terutama asam butirat yang dikenal cukup efektif untuk menekan kanker usus . Salah satu sumber serat makanan adalah pisang. Tujuan dari ini diteliti untuk mendapatkan karakteristik tepung pisang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama, jenis bahan, dan jenis faktor kedua solusi perendaman. Analisis Parameter meliputi analisis mikroskop, kecerahan dan warna tepung, analisis proksimat, dan analisis amilografi. Hasil penelitian diketahui bahwa sifat amilografi, mikroskop, dan warna kulit pisang berbeda dengan tepung dari pisang. Tepung pisang dari buah dengan cara merendam dalam larutan bisulfit meta memiliki tingkat kecerahan bila dibandingkan dengan jenis tepung lain.Kata kunci: tepung pisang, serat makanan, amilografi
APLIKASI ANTIGEN BAKTERI STREPTOCOCCUS AGALACTIAE SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS SP) Dwi Hastuti, Sri
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.228 KB)

Abstract

Aplikasi Antigen Bakteri Streptococcus Agalactiae Sebagai Kandidat Vaksin untuk Pencegahan Penyakit Streptococcosis pada Ikan Nila (Oreochromis Sp)Applications bacteria Streptococcus agalactiae As Antigen Vaccine Candidate for Disease Prevention Streptococcosis in Tilapia (Oreochromis Sp)Sri Dwi HastutiJurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah Malang Email: sridwihastuti@yahoo.comABSTRACTIn Indonesia, cases of disease caused by the bacterium Streptococcus sp attack many tilapia fish farming (Supriyadi, 2002), especially those caused by bacterial infection S, agalactiae. To cope with the bacterium Streptococcus infection in farmed fish are usually used antibiotics, but the continuous use of antibiotics and unwisely can lead to bacterial resistance and the impact on the environment. Therefore we need an alternative that is more effective disease control and safe is the vaccine development. During these existing vaccines are vaccines developed from bacterial cells inactivated with formalin  or heating.  The method used in this study is experimental, with a treatment method of vaccination by injection and orl. For the injection method of treatment dose vaccination 5 tested: 0, 50, 100, 150 and 200 mL / fish tail. As for the oral doses used were 0, 5, 10, 15 and 20 mL / fish. The design used was CRD with each of 3 replications.  The results showed that the injection method is better in meproteksi fish against bacterial attack S.agalactiae, because it can provide up to 100% survival after challenge test. The highest antibody titers obtained in the method of injection at a dose of 50 mL, whereas hematocrit and best phagocytic activity at a dose of 200 mL, and the highest leukocrit at a dose of 100 mL. At oral methods can only protect from SR  only up 46.67% were obtained at a dose of 20 mL, while for hematocrit and best phagocytic activity at doses of 10 mL, and leukocrit highest in the control treatment.Keywords: Streptococcus bacteria, vaccines, TilapiaABSTRAKDi Indonesia, kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus sp serangan budidaya ikan nila banyak (Supriyadi, 2002), terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri S, agalactiae. Untuk mengatasi infeksi bakteri Streptococcus pada ikan budidaya biasanya digunakan antibiotik, namun terus digunakan antibiotik dan tidak bijaksana dapat menyebabkan resistensi bakteri dan dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu kita perlu alternatif yang pengendalian penyakit yang lebih efektif dan aman adalah pengembangan vaksin. Selama ini vaksin yang ada vaksin yang dikembangkan dari sel-sel bakteri tidak aktif dengan formalin untuh atau pemanasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, dengan metode pengobatan vaksinasi melalui suntikan dan ORL. Untuk metode injeksi pengobatan dosis vaksinasi 5 diuji: 0, 50, 100, 150 dan 200 mL / ekor ikan. Adapun dosis oral yang digunakan adalah 0, 5, 10, 15 dan 20 mL / ikan. Desain yang digunakan adalah acak lengkap dengan masing-masing 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode injeksi yang lebih baik ikan meproteksi terhadap serangan bakteri S.agalactiae, karena dapat memberikan hingga 100% bertahan hidup setelah uji tantang. Titer antibodi tertinggi diperoleh pada metode injeksi dengan dosis 50 ml, sedangkan hematokrit dan aktivitas fagosit terbaik dengan dosis 200 mL, dan leukocrit tertinggi pada dosis 100 mL. Pada metode lisan hanya dapat melindungi dari SRnya hanya sampai 46.67% diperoleh dengan dosis 20 ml, sedangkan untuk hematokrit dan aktivitas fagosit terbaik pada dosis 10 ml, dan leukocrit tertinggi pada perlakuan kontrol.Kata kunci: bakteri Streptococcus, vaksin, nila
AKTIVITAS TANIN DAUN BELUNTAS TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN Susetyarini, Rr. Eko
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.377 KB)

Abstract

Aktivitas tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa Tikus putih jantanBeluntas leaf tannin activity against spermatozoa concentration white male ratsRr. Eko SusetyariniJurusan Biologi, Fakultas Keguruan danh Ilmu Pendidikan  Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65144 Email: niniek08@gmail.comABSTRACTAntifertility of traditional medicine has not been revealed. Antifertility men who have used the form of injections, namely testosterone, it is necessary antifertility of medicinal plants revealed that beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertility can be used as a drug in mice (stage pre-clinical trials) (Susetyarini, 2011). This study is a continuation of the tannins that can lower sperm fertilization potential of rat (Susetyarini, 2010). Assessment of leaf tannin in influencing consentration of beluntas spermatozoa has not been done, it is necessary to study leaf tannins beluntas against consentration of spermatozoa. Consentration of  spermatozoa role in the fertilization process. This study aims to prove the leaf tannin beluntas against spermatozoa consentration white male rats. The research used the experimental treatment control group (without giving tannin), giving tannin treatment groups with as many as 0.8 ml to a white male adult rats were repeated 3 times. Giving time for 60 days. Observations at the time treatment was stopped (0 days); discharged after treatment, rats were left for 7 days, 14 days, and 21 days. Each observation time and was taken off the white rat epididymis and giving spermatozoa. Data were analyzed using ANOVA and Duncan?s test further. Results of data analysis showed that p <0.05 means giving tannin beluntas shown to decrease sperm concentration. Highest concentration of spermatozoa when white male rats were left for 14 days after treatment was stopped Concentration lows while white male rats were left for 7 days after treatment was stoppedKey word: Tannis leaf belintas,consentration of spermatozoa, white ratABSTRAKAntifertilitas dari obat tradisional belum terungkap. Antifertilitas pria yang telah menggunakan bentuk suntikan, yaitu testosteron, maka hal ini memerlukan antifertility tanaman obat yang terungkap dari beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertilitas dapat digunakan sebagai obat pada tikus (tahap uji coba pra-klinis) (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan kelanjutan dari tanin yang dapat menurunkan potensi pembuahan sperma tikus (Susetyarini, 2010). Penilaian tannin daun dalam mempengaruhi konsentrasi spermatozoa beluntas belum dilakukan, maka perlu untuk mempelajari tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa. Peran konsentrasi spermatozoa dalam proses pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan daun beluntas tannin terhadap spermatozoa konsentrasi tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol perlakuan eksperimental (tanpa memberikan tannin), memberikan kelompok perlakuan tannin dengan sebanyak 0,8 ml ke tikus jantan dewasa putih diulang 3 kali. Memberikan waktu selama 60 hari. Pengamatan pada waktu pengobatan dihentikan (0 hari); habis setelah pengobatan, tikus yang tersisa selama 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Setiap kali observasi dan diambil dari epididimis tikus putih dan memberikan spermatozoa. Data dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan tes ANOVA dan Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa p <0,05 tannin pada beluntas terbukti menurunkan konsentrasi sperma. Konsentrasi tertinggi spermatozoa ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 14 hari setelah pengobatan dihentikan Konsentrasi terendah ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 7 hari setelah pengobatan dihentikan.Kata kunci: daun beluntas Tanin, konsentrasi spermatozoa, tikus putih
APLIKASI MACAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG PADA TANAMAN KENTANG Mursiani Arifah, Sri
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.361 KB)

Abstract

Aplikasi Macam dan Dosis Pupuk Kandang pada Tanaman KentangVarious Application and Dosage Manure on PotatoSri Mursiani ArifahJurusan Agronomi, Fakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail : sri_mursiani@umm.ac.idABSTRACTThe aim of this study is to investigate the effects kind and dose of organic manure application of potato crop. The experiment was conducted at Pujon Kidul, Malang (± 1000 m above sea level).  The experiment was conducted from October 2012 through June 2013. The experiment was arranged in a factorial Block Random Design with two factors : (M) Kind of organic manure (three levels) and (D) Dose of organic manure (three  levels), with three replications.  Data were then analiyzed with anova followed by Duncan (5%). Observation started at 25 dap and was repeated on a 15?day interval using three model plants.  Non-destructive and destructive observation were made.  The first comprised plant height and leaf area, whereas the second comprised tuber weight per tuber, tuber weight per plant, number of tuber per plant and yield. The result shows that there is interaction among  the combination of kind and dose of organic manure all parameters. The highest yield was shown  by treatment combination of chicken manure 10 tonnes/ha.Key word : Organic manure, kind, dose ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek baik dan dosis aplikasi pupuk organik dari tanaman kentang. Penelitian dilakukan di Pujon Kidul, Malang (± 1.000 m di atas permukaan laut). Penelitian dilakukan dari Oktober 2012 sampai Juni 2013 mendatang. Penelitian disusun dalam faktorial Desain Blok Acak dengan dua faktor: (M) Jenis pupuk organik (tiga tingkat) dan (D) Dosis pupuk organik (tiga tingkat), dengan tiga ulangan. Data kemudian dianalisa dengan anova diikuti oleh Duncan (5%). Pengamatan dimulai pada 25 HST dan diulang pada interval 15 hari dengan menggunakan tiga model tanaman Pengamatan Non-destruktif dan destruktif dibuat. Kelompok pertama terdiri dari tinggi tanaman dan daun daerah, sedangkan kedua bobot umbi per umbi Terdiri, berat umbi per tanaman, jumlah umbi per tanaman dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara kombinasi jenis dan dosis pupuk organik semua parameter. Hasil tertinggi ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton / ha.Kata kunci: Pupuk organik, jenis, dosis
PRODUKSI KEMBANG GULA SUSU BERPERISA YOGHURT Sri Hartatie, Endang
Jurnal Gamma Vol 8, No 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.023 KB)

Abstract

Produksi Kembang Gula Susu Berperisa YoghurtProduction Candy Flavoured Milk YoghurtEndang Sri HartatieTeknologi Industri Peternakan, Fakultas Pertenian PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangEmail: endang@umm.ac.id, endangsrihartatie@yahoo.comABSTRACTMilk candy is a kind of candy that use milk and sugar as the ingredients. The milk for this candy must not have high quality of BJ and fat, therefore this candy is can be as an alternative to optimalize the low quality milk. The consumers usually judge a product of candy just by its colour, shape and the diversity of flavors. The taste of this candy can be can be enhanced by adding some additional flavors either natural or synthetic. This study use yoghurt as the flavors. The methode of this study is experimental methods using a  randomized complete design. The four levels of yoghurt persentation is A (without yoghut); B (5% addition of yoghurt); C (10% addition of yoghurt) and D (15% addition of yoghurt). Each treatment was repeated until three times. Variable that measured ini this study are physiochemical and organoleptic test with Hedonic Methode. The results showed that the use of yogurt flavor significantly affect the physicochemical of milk candy and use 15 percent of yogurt flavor produce the lowest physicochemical of milk candy  The conclusion of this study is the use of 10% yoghurt flavor can be an alternative to make variation of milk candy taste without change the panelis value of texture, colour, smell and its taste. Suggestions that can be adduced from the results of this study is the use of yogurt flavor should not exceed 10 percent because it will decrease the level of consumer preferences to the extent not like.Keywords:  milk candy, yogurt FlavorABSTRAKSusu permen adalah jenis permen yang menggunakan susu dan gula sebagai bahan. Susu untuk permen ini tidak harus memiliki kualitas tinggi BJ dan lemak, oleh karena permen ini dapat sebagai alternatif untuk mengoptimalkan kualitas susu rendah. Konsumen biasanya menilai produk permen hanya dengan warna, bentuk dan keragaman rasa. Rasa permen ini dapat dapat ditingkatkan dengan menambahkan beberapa rasa tambahan baik alamiah maupun sintetis. Penelitian ini menggunakan yoghurt sebagai rasa. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Empat tingkat yoghurt persentation ialah :  A (tanpa yoghut); B (penambahan 5% dari yoghurt); C (penambahan 10% dari yoghurt) dan D (penambahan 15% dari yoghurt). Setiap perlakuan diulang sampai tiga kali. Variabel yang diukur dari  penelitian ini adalah uji physiochemical dan organoleptik dengan metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rasa yoghurt secara signifikan mempengaruhi fisikokimia permen susu dan menggunakan 15 persen dari rasa yoghurt menghasilkan fisikokimia terendah permen susu Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan 10% rasa yoghurt bisa menjadi alternatif untuk membuat variasi susu permen rasa tanpa mengubah nilai panelis tekstur, warna, bau dan rasa. Saran yang dapat dikemukakan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan rasa yogurt tidak boleh melebihi 10 persen karena akan menurunkan tingkat preferensi konsumen.Kata kunci: permen susu, rasa yogurt.

Page 1 of 1 | Total Record : 7