cover
Contact Name
Anirwan
Contact Email
jurnalintelekmadani@gmail.com
Phone
+6285218159999
Journal Mail Official
papsjournals@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malengkeri, Kompleks Gerhana Alauddin, Blok D No. 18 Mangasa Tamalate Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals)
ISSN : -     EISSN : 28307070     DOI : https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i2
Core Subject : Health,
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dengan scope: Farmacologi, Farmakokinetik, Komunitas dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Tekhnologi Farmasi, Microbiology dan Bioteknologi Farmasi, Farmasi Herbal. Artikel-artikel yang dimuat dalam Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals (PAPS Journals) merupakan artikel hasil penelitian. Artikel yang akan diterbitkan oleh PAPS Journals akan direview oleh editor internal dan eksternal. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini merupakan hak Redaksi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS" : 5 Documents clear
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) SEBAGAI TABIR SURYA PADA SEDIAAN GEL BERDASARKAN NILAI SUN PROTECTION FAKTOR (SPF) Andi Nur Ilmi Adriana; Pertiwi Ishak; Sustrin Abasa
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.886 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.323

Abstract

Sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun paparan sinar matahari yang tinggi juga dapat menyebabkan masalah kulit mulai dari kemerahan, peradangan, dan yang paling buruk adalah memicu munculnya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun kersen (Muntingia calabura L) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan gel tabir surya. Telah dilakukan penelitian Formulasi dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura) Sebagai Tabir Surya Pada Sediaan Gel Berdasarkan Nilai Sun Protection Faktor (Spf). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menentukan aktivitas perlindungan sinar UV dari formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) berdasarkan nilai SPFnya secara spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi daun kersen menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Pada penelitian ini dibuat 4 formula gel dengan masing-masing konsentrasi ekstrak daun kersen 0,1,2 dan 3%. Ke empat formula di uji mutu fisik sediaan gel dari uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan nilai SPF-nya menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dihitung dengan metode Mansur. Dari hasil penelitian Keempat formula gel esktrak etanol daun kersen memenuhi semua persyaratan Uji mutu fisik gel. Nilai SPF untuk formula 1, 2, 3, dan 4 yaitu sebesar 3,76; 5,83; 8,72 dan 14,24.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI KEBIUL (Caesalpinia Bonducella Flem.) TERHADAP Streptococcus Mutans Ariyani Buang; Firmansyah; Sopian Adrian Susilo
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.618 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.344

Abstract

Biji Kebiul (Caesalpinia bonducella Flem) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki efek sebagai antibakteri. Streptococcus mutans merupakan bakteri aerob gram positif bersifat kariogenik yang dapat memetabolisme karbohidrat dan membuat suasana asam didalam mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji kebiul (Caesalpinia bonducella Flem.) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Universitas Pancasakti. Uji aktivitas antibakteri menggunakan tehnik difusi agar. Biji kebiul diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %. Ekstrak biji kebiul dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu : K1 5%b/v, K2 10% b/v, K3 15 % b/v, NaCMC 1% b/v (K4) sebagai kontrol negatif dan Clindamisin 50 ppm (K5) sebagai kontrol positif selanjutnya diinkubasi 1 x 24 jam dan 2 x 24 jam. Data diameter zona hambat dianalisis statistik menggunakan Anova dan dilanjutkan uji LSD. Hasil penelitian didapatkan pada inkubasi 1 x 24 jam masing-masing diameter zona hambat untuk K1 7,71 mm, K2 9,78 mm, K3 13,05 mm, K4 0 mm, dan K5 13,83 mm. Untuk 2 x 24 jam, K1 8,09 mm, K2 9,95 mm, K3 13,26 mm, K4 0 mm, dan K5 13,29 mm. Hasil analisis atatistik menggunakan anova dan uji lanjut LSD didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan diameter zona hambat pada semua konsentrasi (p sig 0,00 < 0,05). Ekstrak biji kebiul pada konsentrasi K1 5% b/v, dan K2 10% b/v memiliki aktivitas bakteriostatik termasuk kategori sedang, K 3 15% b/v termasuk kategori kuat terhadap streptococcus mutans. Ekstrak biji kebiul pada konsentrasi K3 15 % memiliki aktivitas bakteriostatik yang optimal dan aktivitasnya tidak berbeda nyata dengan Clindamisin.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Fitriani Fajri; Nurfitria Junita; Siti Nur Aini Yusuf
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.079 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.356

Abstract

Daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki kandungan zat aktif antibakteri yaitu flavonoid, Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan obat kumur yang stabil secara fisika dan kimia, kemudian untuk mengetahui formulasi sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dan konsentrasi obat kumur ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) yang paling efektif memiliki aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Daun mengkudu di ekstraksi menggunakan metode maserasi, Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan evaluasi sediaan secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram disk dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, kontrol negatif berupa sediaan obat kumur tanpa ekstrak daun mengkudu dan kontrol positif berupa obat kumur (care antibacterial). Hasil evaluasi penelitian pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, memenuhi syarat secara fisika dan kimia kecuali pada uji kejernihan pada formulasi 15%. Uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5% memiliki zona hambat 22,2 mm (kuat), 10% zona hambat 24,5 mm (kuat) dan 15% zona hambat 25,7 mm (kuat). Disimpulkan bahwa untuk konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 25,7 mm (kuat) yang paling efektif.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi. L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Munawwarah Ajemain; Arief Azis; Sukirawati Sukirawati
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.447 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.374

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 30.000 jenis tumbuhan dan 7.000 di antaranya ditengarai memiliki khasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal adalah tanaman bidara arab yang memiliki nama ilmiah Ziziphus spina-christi. L. Bidara arab telah umum digunakan pada Traditional Chinese Medicine untuk mengobati berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, kelemahan, keluhan hati, obesitas, masalah kemih, diabetes, infeksi kulit, hilangnya nafsu makan, demam, faringitis, bronkitis, anemia, diare, insomnia, dan kanker Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental Laboratorium dengan melakukan percobaan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spinachristi. L) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Sampel Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L) diambil di daerah Bu’rung Bu’rung kelurahan pattalassang kabupaten Gowa. Lalu diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak Daun Bidara Arab dibuat dalam konsentrasi 4%, 6%, dan Kontrol Negatif diujikan pada Staphylococcus aureus. Penentuan zona hambat dilakukan dengan metode gores dan Nutrien Agar (NA) sebagai medium dengan masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 37ºC. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi. L) pada konsentrasi 4% dan 6% tidak dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Syachriyani Syachriyani; Firmansyah Firmansyah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.377

Abstract

Salah satu bahan herbal yang dapat digunakan sebagai bahan dasar terapi adalah kombinasi daun Ketepeng Cina dan daun Beluntas yang memiliki kandungan penting seperti alkaloid, saponin, tannin, steroid, dan flavonoid. Flavonoid pada tanaman herbal memiliki efek antiinflamasi, antialergi, antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Program Studi Famasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti Makassar. Bahan uji yang digunakan diekstraksi secara Maserasi dengan menggunakan Etanol 96. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi menggunakan paper disc yang diamati pada masa inkubasi 1 x 24 jam dan dilanjutkan pada pengamatan 2 x 24 jam. Kelompok perlakuan terdiri atas lima kelompok perlakuan yaitu kelompok I (kontrol negative Na.CMC 1 % b/v), kelompok II (kombinasi ekstrak 1:1), kelompok III (kombinasi ekstrak 1:2), kelompok IV (kombinasi ekstrak 2:1) dan kelompok V (kontrol positif Amoxicillin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata zona hambat yang diperoleh adalah kombinasi ekstrak (1:1) 20 mm, kombinasi ekstrak (1:2) 22 mm, kombinasi ekstrak (2:1) 24 mm, dan kontrol positif (Amoxicillin) 27,33 mm. Kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang bersifat bakterisid.

Page 1 of 1 | Total Record : 5