cover
Contact Name
Grace Son Nassa
Contact Email
graceson.nassa@gmail.com
Phone
+6281293113789
Journal Mail Official
theologiainsani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tompaso No. 8A-E, Tompaso Barat-Pinaesaan, Minahasa-Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif
ISSN : -     EISSN : 28100778     DOI : https://doi.org/10.58700/theologiainsani.v1i1
Fokus dan skup jurnal ini adalah pada kajian integratif atau penelitian theologia, pendidikan, dan misiologia yang terintegrasi dengan fakta kehidupan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bermartabat, adil, dan toleran serta menghargai keragaman dalam kehidupan bangsa Indonesia maupun masyarakat global, tanpa menghilangkan identitas Kristiani.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): Januari" : 5 Documents clear
KONSEP PREDESTINASI MENURUT RASUL PAULUS DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP IMAN ORANG PERCAYA Mic Azary Bin Motis
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.504 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i1.3

Abstract

Tulisan ini meneliti tentang doktrin predestinasi berdasarkan pengajaran Rasul Paulus yang terdapat dalam Alkitab. Fokus penelitian ada pada interpretasi mengenai konsep atau doktrin predestinasi yang telah diajarkan oleh Rasul Paulus. Pemahaman yang jelas mengenai konsep predestinasi adalah sangat penting agar perspektif dan motivasi terhadap kehidupan serta tanggung jawab sebagai orang-orang percaya dapat dihayati secara benar. Orang-orang percaya yang memiliki pemahaman yang benar mengenai doktrin predestinasi pasti akan mengakui kedaulatan Allah, menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan (Theo-centris), menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab, melaksanakan Amanat Agung dengan semangat, semakin gairah untuk mendalami firman Tuhan, memiliki keyakinan iman yang teguh, dan mampu untuk bertanggung jawab terhadap setiap pemikiran, pengajaran dan tindakannya (memiliki nilai intergritas yang tinggi). Penulis menggunakan metode penelitian theologia historika untuk melakukan penelitian. Metode ini bertujuan untuk meneliti tentang kebenaran yang telah dirumuskan dan dipegang sebagai dasar iman, pengajaran dan diaktualisasikan dalam konteks.
Urgensi Misi Penatalayanan Ciptaan: Berdasarkan Hasil Sidang Gereja Sedunia dan Teologi Misi Yohanes Hasiholan Tampubolon; Grace Son Nassa
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.233 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i1.6

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya misi dalam konteks kerusakan lingkungan yang semakin masif. Misi Kristen juga tentunya harus menjangkau sampai isu tersebut. Artikel ini menggunakan library research. Jika dilihat perkembangannya dimulai dari sidang gereja-gereja sedunia, misi kristen terlihat terus mengalami pergeseran paradigma. Diawali dari misi yang hanya berpusat pada penginjilan, kemudian keterlibatan sosial hingga kepedulian keutuhan ciptaan. Baik Kristen oikumenikal dan Injili turut berkontribusi bagi isu ini. Namun, keterlibatan nyata belum terlalu tampak terlihat. Temuan dalam penelitian ini adalah sejarah kekristenanpun ada nilai-nilai kepedulian keutuhan ciptaan yang disuarakan. Ciptaan bukanlah materi yang jahat sehingga manusia tidak menghiraukannya, atau manusia tidak dapat berorientasi pada surga namun mengabaikan apa yang terjadi di bumi. Ajaran-ajaran yang demikian merupakan penyimpangan dari ajaran kristen di tengah konteks kerusakan lingkungan saat ini.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Motivasi siswa Belajar Mandiri di masa Pandemi Covid-19 Rahul Zefanya; Reni Trifosa
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.965 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i1.8

Abstract

This achievement and success in the learning process during the COVID-19 pandemic is certainly the hope of all education activists and the hope of Christian Religious Education Teachers because a teacher becomes an influential person in the growth and development of student learning. Christian Religious Education Teachers are examples and role models for every student, therefore Christian Religious Education Teachers have responsibilities and duties as motivators for their students. The purpose of this study was to describe the role of a Christian Religious Education teacher in increasing student motivation to learn independently during the Covid-19 pandemic. This study uses a literature method with a descriptive qualitative approach. As a result, it was concluded that Christian Religious Education Teachers are expected to be able to develop the potential that exists in students even though during the Covid-19 pandemic, a Christian Religious Education Teacher is also not only required to be skilled and disciplined in learning, but Christian Religious Education Teachers can also be a motivator for students. the students. Christian Religious Education teachers play a role in teaching good traits and character so as to produce students who have good character and can become facilitators who meet the needs of students.
Peran Pemuridan bagi Kebangkitan Pemimpin Rohani Baru dalam Gereja Masa Kini Paulus Kunto Baskoro; Ester Yunita Dewi; Yonatan Alex Arifianto
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.217 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i1.9

Abstract

Kepemimpinan merupakan kunci sebuah kegerakan. Kepemimpinan yang maksimal akan membuat kegerakan yang luar biasa. Khususnya dalam kepemimpinan gereja. Gereja menjadi tempat yang paling esensi untuk setiap orang percaya bertumbuh dewasa rohani dan maksimal dalam karunia-karunia rohani. Itu sebabnya pemimpin-pemimpin dalam gereja harus pemimpin-pemimpin yang memahami sebuah kegerakan gereja Tuhan. Gembala sidang menjadi sentral kepemimpinan yang akan memunculkan pemimpin-pemimpin baru dalam sebuah gereja. Munculnya pemimpin-pemimpin baru akan mempercepat kegerakan gereja lokal dan membawa dampak yang besar bagi gereja. Namun tidak bisa dipungkiri ada beberapa masalah yang terjadi dalam kepemimpinan gereja, yaitu terlambatnya sebuah regenerasi kepemimpinan, kebesaran hati pemimpin gereja untuk mendelegasikan kepemimpinan, dan strategi pemuridan yang tidak terlaksana dengan baik. Untuk mendapatkan data-data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif literatur. Tujuan penulisan adalah; Pertama, untuk memberikan terobosan baru bagi setiap gereja agar menjadi maksimal dalam membangkitkan pemimpin-pemimpin rohani yang baru; Kedua, menyediakan strategi yang efektif dalam pemuridan gereja lokal; Ketiga, menjadikan gereja menjadi maksimal dalam kegerakan rencana Allah.
Relasi Agama Kristen dan Lima Agama Lain di Indonesia: Perspektif Trinitas Grace Son Nassa
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.479 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i1.10

Abstract

The relationship between Christianity and other religions is a necessity today. In such conditions, Christians are required to have good relations and at the same time adapt to the situations and conditions created by these relationships, as well as how to do theology in them. This paper aims to provide a relationship model for Christians in relating to people from five religions in Indonesia through the perspective of the Trinity. Based on library research, the method used is content analysis. The author sorts out the writings that discuss the Trinity, then takes and analyzes important principles from it regarding good relations, and then uses them in the relationship between Christianity and five other religions in Indonesia. Christians must maintain their specificity as a religion justified in Christ, but remain humble and not very exclusive in their relations with other religions, open minds but remain critical of both Christianity itself and other religions.

Page 1 of 1 | Total Record : 5