cover
Contact Name
Jumain
Contact Email
jumainmain55@gmail.com
Phone
+6285342117116
Journal Mail Official
jumainmain55@gmail.com
Editorial Address
https://journal.stik-ij.ac.id/index.php/Keperawatan/about/editorialTeam
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27162699     DOI : Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawa
Core Subject : Health,
Pustaka Katulistiwa adalah kumpulan artikel ilmiah kesehatan yang dipublikasikan secara reguler oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIK Indonesia Jaya dalam rangka mendiseminasi hasil penelitian terkini, khususnya dalam bidang Ilmu Keperawatan. Pustaka Katulistiwa lahir sebagai sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang terus menerus. Jurnal ilmiah ini dibuat untuk dijadikan arena diskursus intelektual melalui tulisan, untuk mempublikasikan berbagai temuan ilmiah, konsep atau teori baru yang akan menjadikan dasar dalam memberikan layanan Asuhan Keperawatan. Berdasarkan kesepakatan Bersama, Jurnal Ilmiah ini diberi nama “Pustaka Katulistiwa (Karya Tulis Ilmiah Keperawatan)” yang akan diterbitkan pertama kali . Pustaka Katulistiwa diperuntukan bagi praktisi akademis, tenaga kesehatan, serta mahasiswa yang beminat dalam pengembangan Ilmu Keperawatan dengan memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Keperawatan. Jurnal ini diterbitkan secara berkala setiap enam bulan sekali, atau dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2020)" : 9 Documents clear
EFEK YOGA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : A SYSTEMATIC REVIEW Jumain
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.547 KB)

Abstract

Introdution : Hipertensi adalah penyakit gaya hidup, yang mempengaruhi jumlah besar dari populasi di seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah untuk mempelajari efek intervensi Yoga dalam pengobatan ringan pada fungsi otonom jantung pada pasien hipertensi penting untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Non- farmakologis yang dianjurkan untuk mengendalikan tekanan darah normal salah satunya adalah yoga. Melalui sistimatik review ini, peneliti akan menilai keefektifan yoga dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Methods: Pencarian artikel menggunakan PECOT framework di database; Ebsco, Science direct, Elseiver, Sage Journal, Scopus, ProQuest, dibatasi rentang 7 tahun terakhir; 2010 s/d 2017 didapatkan 15 Jurnal Internasional dan dilakukan systematic review, pada ke lima belas jurnal tersebut. Result: Dari lima belas jurnal yang telah direview, keseluruhan menyatakan bahwa yoga sangat dapat mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Conclusion: sistematik review ini sangat menyarankan intervensi yoga sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Kata Kunci: Respon Time, Kepuasan Keluarga, Gawat Darurat
UPAYA PENANGGULANGAN DIARE SEBAGAI PERAN PERAWAT DALAM MENDIDIK MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI, KOTA PALU Noviany Banne Rasiman
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1508.495 KB)

Abstract

Angka kematian di Indonesia akibat diare masih cukup tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Upaya untuk menurunkan angka kematian karena diare dengan melakukan tatalaksana secara tepat dan akurat.Perawat sebagai tenaga kesehatan sesuai dengan perannya.Peran perawat adalah sebagai pemberi pelayanan yang mencakup pemberi rasa nyaman, pelindung, komunikator, mediator dan rehabilitator.Setelah terjadi peningkatan penyakit diare peran perawat sebagai pendidik sangatlah penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di semua lingkup pelayanan kesehatan. Data yang ada di Sulawesi Tengah pada tahun 2018, penyakit diare menempati peringkat ke-6, jumlah pasien diare akut lebih banyak dari pada diare kronis yang berjumlah 70-80% kasus diare pada balita adalah diare akut. Penderita diare yang meninggal akibat dehidrasi tahun 2019 sebanyak 54 kasus, dan kurangnya kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemberian oralit, dan kurangnya penggunaan jamban. Upaya dalam penanggulangan diare, perawat dapat melaksanakan perannya dalam beberapa hal, salah satunya adalah memberikan pendidikan kepa- da orang tua mengenai dehidrasi oral untuk mengatasi diare. Tujuan pelitian ini adalah diketahuinya upaya penanggulangan diare sebagai peran perawat dalam mendidik masyarkat di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu.Jenis penelitian adalah deskriptif, variabel dalam penelitian ini adalah peran perawat sebagai pendidik dalam penanggulangan diare..Pengumpulan data menggunakan kuesioner..Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang bekerja di Puskesmas Bulili Kota Palu dengan jumlah sampel yaitu 24 perawat.Hasil penelitian menunjukan dari 24 perawat yang berperan baik sebagai pendidik berjumlah 13 responden (54,2%), sedangkan perawat yang berperan kurang baik sebagai pendidik berjumlah 11 responden (45,8%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya penanggulangan diare sebagai peran perawat dalam mendidik di Puskesmas Bulili Kota Palu sudah baik.Disarankan kepada pihak Puskesmas Bulili khususnya pada perawat berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan kepada klien dan keluarganya dalam penenggulangan diare.
PENGARUH EDUKASI GAYA HIDUP TERHADAP KONTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS : A SYSTEMATIC REVIEW Niswa Salamung
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.095 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) dianggap sebagai penyakit kronis. Pasien diabetes mellitus tipe 2 se- makin meningkat dengan cepat. Menurut perkiraan WHO dari tahun 2016, saat ini ada 422 juta orang dewasa menderita diabetes, sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) meningkat pada Tahun 2013 menjadi 2.1 % dari keseluruhan penduduk sebanyak 250 juta jiwa. Jumlah penderita diabetes meningkat akibat perubahan gaya hidup dan lingkungan sosial. Tulisan ini bertujuan untuk menilai pengaruh edukasi gaya hidup terhadap kontrol gula darah pada penderita diabetes. Metode: penulisan ini menggunakan desain system- atic review, Data diambil dari database Scopus, Sciece Direct dan ProQuest, dengan kurun waktu 2011-2017. Penelusuran dilakukan untuk jurnal, artikel dan literature review dengan menggunakan kata kunci lifestyle, education, glycemic control, diabetes mellitus. Hasil: terdapat lima belas artikel jurnal terpilih dari 2317 artikel jurnal yang ditemukan dari tiga database. Keseluruhan jurnal mengatakan bahwa edukasi gaya hidup berpengaruh terhadap gula darah penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Edukasi gaya hidup memiliki dampak yang posistif terhadap kontrol gula darah, Maka diharapkan dengan adanya edukasi dari tim kesehatan maka tingkat pengetahuan penderita diabetes semakin meningkat dalam mengatur gaya hidup dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap dapat mengontrol gula darah penderita diabetes mellitus.
EFEKTIVITAS YOGA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PADA KLIEN T2DM : A SYTEMATIC REVIEW Gustini
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes tipe 2 (T2DM) adalah masalah kesehatan global dengan prevalensi 366 juta jiwa pada Tahun 2011 dan di proyeksi meningkat sebesar 51 %, hingga mencapai 552 juta jiwa pada tahun 2030. Dengan mengkonsunsi obat-obatan secara terus menerus (ketergantungan insulin) dapat menyebabkan komplikasi sam- pai menyebabkan kecacatan dan kematian. Tujuan : Tinjauan sistematis ini menyelidiki efektivitas Yoga sebagai intevensi untuk menurunkan gula darah pada Klien T2DM. Metode: Database pencarian dilakukan melalui Science Direct, Google Scholar, Willey Onine Library, Springerlink, Ebsco, PubMed, dan Scopus dengan kata kunci yang relevan. Jenis dan tahun belajar, desain penelitian, ukuran sampel, karakteristik sampel, intervensi serta hasil disajikan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Yoga Pranayamas, Asanas dan Meditation Of Buddhis dalam konteks pelayanan kesehatan adalah layak, mudah diterapkan dimana saja, biaya intervensi yang efektif, ekonomis dan dapat menurunkan FBS, PPBS, Hb1c pada Klien T2DM. Seperti yang diharapkan dengan keanekaragaman tersebut, hasil ditandai dalam variabilitas. Pertimbangan hati-hati dalam menafsirkan hasil dan juga dalam merancang study masa depan diperlukan. Implikasi Klinis dan penelitian dibahas lebih lanjut. Kesimpulan: Intervensi Yoga dapat menurunkan glukosa darah terhadap penderita T2DM. Maka diharapkan intervensi ini bisa diaplikasikan oleh tim kesehatan untuk mengontrol gula darah penderita T2DM
EFEKTIFITAS YOGA PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK): SYTEMATIC REVIEW Alfrida Semuel Ra’bung
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.925 KB)

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas yang menimbulkan masalah utama bagi kesehatan masyarakat. Pada tahun 2020, PPOK diprediksi akan menem- pati urutan ketiga penyebab utama kematian di seluruh dunia,sedangkan beban sosialnya akan menempati uru- tan kelima. Selain itu, penyakit ini menyumbang biaya perawatan kesehatan yang signifikan di seluruh dunia. PPOK juga dapat mempengaruhi fungsi paru dan kualitas hidup. Tinjauan dari sistematis ini menyelidiki efektifitas pelatihan yoga terhadap fungsi paru dan kualitas hidup pada pasien PPOK. Metode: Database pen- carian dilakukan melalui Science Direct, Ebsco Host, Pro Quest dan Scopus dengan kata kunci yang relevan. Jenis dan tahun belajar, desain penelitian, ukuran sampel, karakteristik sampel, intervensi serta hasil disajikan. Hasil: Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa yoga pada kelompok perlakuan menunjukkkan perbai- kan klinis yang signifikan dan lebih bermakna dibandingkan dengan kelompok control. Kesimpulan: Yoga dapat dijadikan alternatif tambahan untuk memperbaiki fungsi paru dan kualitas hidup pasien PPOK.
PENGARUH CONSTRAINT INDUCE APHASIA THERAPY (CIAT) PADA PASIEN STROKE DENGAN AFASIA Fanny Metungku
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.287 KB)

Abstract

Stroke dapat didefinisikan sebagai timbulnya deficit neurologis fokal yang berlangsung lebih dari 24 jam. Gejala atau tanda-tanda neurologis stroke iskemik biasanya muncul tiba-tiba tetapi lebih sering terjadi secara progresif. Afasia merupakan salah satu masalah yang dapat muncul pada penderita stroke. Pada fase sub akut sekitar 40 – 60 % pasien stroke mengalami afasia. Constraint Induce Aphasia Therapy (CIAT) adalah salah satu terapi afasia dengan menggunakan metode game card, dimana pasien dilatih kemampuannya dalam memahami perintah, mengucapkan kata, dan mengikuti perintah. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruhi intervensi CIAT terhadap pasien stroke dengan afasia. Responden dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan kriteria yang memenuhi syarat. Usia pasien dikategorikan sebagai usia lansia awal (47 tahun) dan usia manula (65 tahun). Distribusi jenis kelamin pasien adalah laki-laki. Dengan diagnosa medis kedua responden mengalami stroke iskemik fase sub akut dengan onset 1 bulan. Skor Frenchay Aphasia Screening Test (FAST) sebelum intervensi Constraint Induce Aphasia Therapy adalah 9 dan 17, dan skor setelah intervensi adalah 11 dan 19. Latihan CIAT secara rutin dan teratur dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan pengucapan pada pasien stroke dengan afasia dan menjadi salah satu bagian dari intervensi keperawatan yang dapat dil- akukan pada pasien afasia dengan diagnosa hambatan komunikasi verbal.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD KOLONODALE Chely Veronica Mauruh
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.326 KB)

Abstract

Kekuatan dengan motivasi tinggi dan komitmen dalam suatu organisasi menggambarkan budaya organisasi. Manajer bertanggung jawab atas kinerja stafnya. Kepala ruangan adalah tenaga keperawatan yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan diruang perawatan. Tidak ada pem- ahaman mengenai visi dan misi serta tujuan organisasi rumah sakit merupakan penghambat yang menyebabkan anggota perawat tidak memperhatikan pemakaian seragam dinas, ketepatan jam kerja, kurangnya perhatian terhadap kelengkapan status keperawatan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 41 responden. Hasil penelitian ini diketahui nilai signifikansi hubungan budaya organ- isasi dan kinerja p=0.000, dan hubungan pelaksnaan fungsi manajemen kepala ruangan dan kinerja p=0.001. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat dan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan yang baik mampu meningkatkan kinerja perawat pelaksana.
FAKTOR ALERGEN INHALAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA ASMADI DESA SIPI KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA Mutmainnah HS; Moh. Novaldy
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2014 Indonesia menduduki peringkat ke 19 dalam penderita asma dan lebih banyak terjadi pada anak-anak. Hasil wawancara awal peneliti tanggal 5 Mei 2018 pada tiga orang anak yang menderita asma di Desa Sipi Kecamatan Sirenja, dari ketiga penderita tersebut mereka mengatakan selalu terkena paparan alergen (debu, polusi, bulu binatang). Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya hubungan faktor alergen inhalan dengan kekambuhan pada penderita asma di Desa Sipi Kecamatan Sirenja kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel Independen yaitu Kekambuhan Asma dan Variabel Dependen yaitu alergen inhalan. Jenis data yaitu primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita asma yang ada di Desa Sipi sebanyak 53 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua anak yang menderita asma di Desa Sipi sebanyak 35 orang dan teknik yang digunakan yaitu non probability sampling dengan metode Convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukan, adanya hubungan antara faktor alergen inhalan dengan kekambuhan asma, dengan nilai p-value = 0,011 (≤ 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara faktor alergen inhalan dengan kekambuhan pada penderita asma di Desa Sipi Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan bagi pemerintah desa agar mengadakan sosialisasi pengetahuan tentang asma agar masyarakat yang ada di Desa Sipi mengerti tentang bahaya asma dan bahayanya
PENERAPAN JOB CHARACTERISTIC MODEL (JCM) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RS X JAKARTA Andi Nur Indah Sari; Santi Surbakti; Hanny Handiyani
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.461 KB)

Abstract

Motivasi merupakan bagian dari profesionalisme perawat yang harus dimulai dari komitmen dan internalisasi individu yang menjadi pendukung dalam aktifitas kerja perawat. Apabila perawat tidak termotivasi dalam bekerja maka akan mempengaruhi penampilan kerjanya. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RS X Jakarta. Metode yang digunakan adalah field study berdasarkan literature review melalui wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil yang diperoleh yaitu 78,35% perawat memiliki motivasi tinggi dan 21,65% perawat memiliki motivasi kurang. Penerapan Job Characteristic Model (JCM) perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi perawat pelaksana khususnya kepada perawat yang masih kurang termotivasi dalam bekerja

Page 1 of 1 | Total Record : 9